Soul Land: The Curse With System

Soul Land: The Curse With System
Eps.47 Niat Pedang?



Tang Xu tiba tiba di serang dengan cepat oleh kelabang raksasa itu dia menghindar dan mencoba menyerangnya namun tidak berhasil,


"Sialan kulitnya sangat keras" Tang Xu yang sedang bertarung dengan satu kelabang mencoba mencari kelemahan kelabang didepannya. Mata Tang Xu melihat ke monster-monster lainnya yang tidak menyerangnya dengan bingung "Kenapa mereka tidak menyerangku?" batinnya, Tang Xu mengamati tindakan monster lainnya dengan heran lalu penjepit yang ada di kelabang itu muncul tidak jauh darinya Tang Xu terkejut, dia menangkis penjepit itu dengan katana yang ia pegang.


Saat ini Tang Xu tidak menyia-nyiakan tangan kirinya, dia menggunakan katana itu dengan dua tangan yang membuatnya menjadi lebih stabil ketika menerima bentrokan. Tang Xu terus berkelahi dengan kelabang raksasa ini hingga berjam jam.


"Hah hah hah" Sekarang Tang Xu terengah-engah karena kelelahan, nafasnya menjadi tidak stabil. Dia menatap katana di tangannya dan berkata dengan nada yang sedih. "Apakah mungkin aku mengalahkannya dengan katana ini?" Tang Xu menatap bilah lengkung katana dengan perasaan tidak percaya.


Tiba tiba kelabang itu menyerangnya yang membuat Tang Xu melakukan tindakan defensif, pada akhirnya Tang Xu di kirim terbang sejauh puluhan meter karena perbedaan kekuatan.


Tang Xu bangun dari tanah dia berdiri dan menepuk pasir di bahunya lalu menatap Kelabang Raksasa dengan tatapan tajam. Dia melihat kearah pedangnya dan segala ingatan tentang pedang muncul di memorinya.


Di dalam ingatannya dia melihat seorang bocah kecil sedang terduduk dan menangis di depan sebuah makam, Bocah itu menoleh ke seorang pria tua di belakangnya dengan tatapan tekad di matanya "Kakek ajari aku ilmu pedang!" bocah itu berkata dengan tegas dia merasa seseorang sekuat ayahnya pasti tidak akan dibunuh dengan mudah.


Sementara Kakek yang salah satu matanya tidak bisa dibuka karena luka tebasan berkata "Heh` apakah kau sanggup? Zeno Kecil" Kakek tua itu memandang bocah kecil didepannya dengan tatapan senang di matanya.


"Aku tidak peduli dengan itu, aku ingin berlatih" Melihat kemauan Zeno, Kakek itu tidak memaksanya lagi.


Saat ini Tang Xu sedang menutup matanya dia seperti tenggelam dalam memori kehidupan dulunya.


"Zeno kau ingin berlatih pedang untuk apa?"


"Aku ingin balas dendam kek!"


Di dalam jurang, Tang Xu yang menutup matanya berkata "Aku tidak menggunakanmu (Pedang) dan kau (Pedang) tidak menggunakanku" Ucap Tang Xu dengan pelan, walaupun dia menutup matanya dia menghindari serangan lipan dengan mantap.


"Balas dendam? setelah ke dunia ini aku tidak memiliki hal itu lagi" Gumam Tang Xu dia sepertinya sedang tidak sadar dan masih melihat kenangan di kehidupan sebelumnya.


"Kakek aku sudah memutuskan" Tang Xu yang sepertinya tertidur sambil berbicara menangkis serangan mematikan dari penjepit kelabang.


"Kakek aku tidak ingin menjadi pendekar pedang terkuat!"


"Karena aku ingin jadi pedang itu sendiri" Tiba tiba mata Tang Xu terbuka dia telah tercerahkan dalam hatinya dan sepertinya ilmu pedangnya tidak mengalami kemacetan.


Dia memegang katana kayu di tangannya dan merasa kalau katana ini tidak merasa atau lembut, dia merasa kalau katana ini telah menyatu dengan tubuhnya, Tang Xu yakin katana ini tidak akan jatuh bahkan jika dia mengurangkan genggaman erat di tangannya.


Tang Xu mengangkat pedangnya, dan sebuah suara muncul dalam ingatannya "Pedang itu dapat memotong dan tidak dapat memotong", Sebuah niat pedang samar muncul di pedangnya Tang Xu mengayuh pedangnya dan kepala lipan itu ditebas di bagian kepalanya. Lalu Cincin Roh bewarna hijau muncul di depan Tang Xu.


Tang Xu menyentuh Cincin Roh ini dan mencoba mengendalikannya seperti yang di ajarkan Tang Jian lewat metode memori. Prosesnya tidak jauh beda dengan penyerapan energi namun tidak di serap melalui Meridian melainkan di serap melalui sel sel tubuh untuk meningkatkan kepadatan dan kualitas sel.


Setelah menyerap Cincin Roh hijau yang setara Cincin Roh merah Tang Xu merasakan tubuhnya berkali-kali lebih kuat di bandingkan sebelumnya, jika dia sebelumnya bisa mengangkat beban 10 ton dengan mudah dan mengangkat barbel seberat 20 ton sebagai batasnya sekarang Tang Xu yakin bisa mengangkat beban 70 ton dengan mudah dan barbel 100 ton sebagai batasnya.


Tang Xu segera meningkat alat pemberat tak terlihat yang untungnya tidak rusak terlalu parah, apalagi alat pemberat ini memiliki keunikan yakni beratnya dapat di atur hingga batas 1000 ton.


Dengan ilmu pedang yang telah meningkat dan kekuatannya yang semakin kuat Tang Xu melihat tiba tiba segerombolan monster menyerang ke arahnya. "Sudah kuduga" Tang Xu segera berlari dan menghindar walaupun dia yakin bisa mengalahkan Monster Hijau {Biar gampang di bedakan} dengan kekuatannya namun melihat segerombolan monster ini Tang Xu menghirup udara dingin di sekitarnya.