
Setelah 2 bulan berlalu kekuatan fisik Tang Xu kembali seperti semua, tulang tulang yang patah telah sembuh lagi Tang Xu mencoba merasakan Spirit Power di sekitarnya dan Kakek Jian berkata setelah melihatnya berupaya dengan keras "Disini tidak ada Spirit Power, para monster itu memakan semua Spirit Power hingga tidak ada yang tersisa".
"Kenapa kakek tidak bilang dari tadi?" Tanya Tang Xu dengan tanda plus muncul di kepalanya, "Oh aku hanya ingin melihat apakah berhasil" Jawab Kakek Jian dengan malas dia menulis sebuah buku di meja belajar buatannya.
"Apa yang kau tulis kek?" Tang Xu bertanya sambil melakukan olahraga pada tubuhnya agar terbiasa, "Tidak ada hanya buku harian" Kakek Jian menulis di buku hariannya. "Hmm bolehkah ku baca?" Tanya Tang Xu sambil menoleh kearah Kakek Jian yang sedang menulis.
"Tidak, Aku tidak ingin seseorang membacanya ketika aku masih hidup! Aku hanya ingin orang lain membaca ini setelah membaca kematianku, kamu tidak termasuk" Tang Xu yang mendengar itu tertegun dan bertanya "Kenapa?" sambil menatap Kakek Jian dengan heran.
"Hahaha tidak ada, jika kau mengambil warisanku maka orang orang di luar sana tidak akan kedapatan" Setelah tertawa dan menjelaskan Kakek Jian lanjut menulis buku, "Lebih baik kau membiasakan dirimu dengan tubuhmu terlebih dahulu, soalnya dua hari lagi aku akan memberimu pelatihan fisik" Mendengar Kakek Jian mengucapkan ini Tang Xu sangat senang.
Dua hari lagi, Tang Xu sudah siap untuk pelatihan fisik yang dibicarakan itu..
Saat ini mereka berada di luar goa dan Tang Xu melihat sisi sisi nya hanya ada dinding batu tinggi, kelebaran jurang ini sangat lebar. Dibawah tidak seperti yang di harapkan Tang Xu karena tidak gelap sama sekali, banyak tanaman yang memancarkan cahaya bahkan ada kunang kunang yang cahayanya memerangi area sekitar.
"Woahh indahnya!" Tang Xu tidak pernah melihat pemandangan seindah ini sebelumnya, Tang Xu menoleh dan melihat Kakek Jian di sampingnya "Kakek apa yang harus ku lakukan?"
Kakek Jian hanya tersenyum lalu Tang Xu bisa melihat siluet besar muncul, siluet ini adalah monster yang ada di dalam jurang ini. "Kakek Spirit Beast berapa tahun ini?" tanya Tang Xu memandang kelabang yang sangat besar didepannya.
"Mereka bukanlah Spirit Beast tapi Monster Beast, mereka hanya menjatuhkan 2 cincin, Hijau dan Biru, Cincin Hijau setara 100.000 tahun dan Cincin Biru setara 1.000.000" Ucap Tang Jian dengan santai, binatang binatang ini tidak ada apa apanya bagi dewa sepertinya.
"Sekarang aku mengajarimu cara untuk memperkuat tubuh menggunakan Cincin Roh dan dan menggunakan Spirit Power tanpa dantian atau Meridian." Tang Jian menyentuh kening Tang Xu dengan jari telunjuknya.
"Hmm baiklah sepertinya kau sudah memahaminya, lumayan cepat" Tang Jian mengangguk dan melemparkan katana kayu kearah Tang Xu, "Kau bilang kau menyukai pedang model seperti ini kan?" Ucapnya lalu berkata lagi "Gunakan itu untuk mengalahkan mereka semua, dengan itu Spirit Power dapat mengalir ke jurang, Dengan begitu kau akan kembali ke atas"
"Oh iya tanaman di jurang ini semua aman dan dapat mengembalikan kekuatan fisik, mental, kelaparan serta kehausan. Aku akan menunggumu di sisi ujung jurang lain dan mengajarimu ilmu pedang kalau kau bisa melewati semua ujian ini"
"Ya tapi bagaimana mungkin aku bisa memotong mereka jika aku hanya menggunakan kayu yang tidak tajam ini" Tanya Tang Xu sambil menatap Kakek Jian dengan tatapan tidak percaya.
"Tang Xu, Pedang dapat memotong dan pedang tidak dapat memotong tergantung nafasmu" Kakek Jian menatap tajam kearah Tang Xu lalu berkata dengan nada ramah "Tenang saja binatang ini tidak akan membunuhmu, mereka hanya melukaimu dan meninggalkanmu" Tang Jian berkata dengan baik namun Tang Xu memandang Tang Jian seperti iblis yang muncul di neraka.
"Baiklah" Tang Xu menghirup napas dalam-dalam dan menatap jalan didepannya yang penuh dengan monster dengan ukuran yang besar dan raksasa.
"Akan ku lakukan" Ucap Tang Xu dengan tajam, untuk menjadi lebih kuat Tang Xu mulai tidak perduli apakah nyawanya akan hilang di depannya.
"Jika dirimu takut mati maka kamu tidak layak untuk hidup, jika kau menghargai kehidupan maka kau juga harus menghargai kematian. Saat kau di lahirkan ke dunia ini sama dengan kau harus mati. Mereka yang takut mati hanyalah orang tidak mengerti arti sebuah kehidupan" Ucap Tang Jian dengan keras.
"Tang Xu jika kau memiliki kesadaran membunuh seseorang maka kau juga harus memiliki kesadaran untuk dibunuh" Setelah berkata seperti itu Tang Jian menghilang, meninggalkan Tang Xu yang menatap dimana Tang Jian tadi dengan terkejut.
"Kata kata itu??" Batin Tang Xu, lalu dia mendengar suara gerangan dari salah satu monster didepannya.
"Hah sepertinya kalian sudah tidak sabar mencicipi sedikit dagingku" Tang Xu menatap banyak monster di depannya dengan tatapan tajam, kepribadian mulai kembali seperti semula.