Sorry and Please, Love Me Again

Sorry and Please, Love Me Again
Part 9 - Menanam Benih



...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...


.......


.......


...Berharap hanya mimpi....


...Berharap semua tidak pernah terjadi....


...Zoya...


...~•~...


...(Terkadang kehidupan seseorang tidak sesuai dengan harapan, apa yang kita rencanakan dan apa yang kita inginkan terpakasa harus menelan pahitnya kenyataan)...


.......


.......


"Zoya akan pertimbangkan," ucap Zoya membuat Anna dan Josh tersenyum senang.


Mungkin setelah dua bulan, ah sepertinya tidak akan – batin Zoya bermaksud akan mempertimbangkannya setelah dua bulan tiga hari atau bahkan tidak akan terjadi sama sekali.


"Baiklah sekarang kau buatkan suamimu teh chamomile dan taburkan bubuk ini ke minumannya juga ya," titah mommy Anna memberi sebuah kertas kecil yang terlipat.


"Apa ini?" tanya Zoya.


"Obat untuk Krishtian," ucap Anna berbohong.


"Obat? Apa Krishtian punya penyakit?" tanya Zoya terkejut, bisa-bisa Zoya menjadi gila jika ternyata dirinya menikahi pria berpenyakitan tapi sikapnya menyebalkan.


"Tidak, Krishtian hanya sering mengeluh lelah ketika sudah menyelesaikan perkerjaannya maka dari itu agar staminanya kembali lagi, dia harus mengkonsumsi vitamin ini," ucap Anna berbohong lagi.


Zoya menghela napas laga karena ternyata dugaannya salah, "Baiklah, akan Zoya buatkan." tanpa bertanya lagi, Zoya berlalu pergi ke dapur.


"Rencana Mom pasti berhasil," gumam Anna membuat Josh mengernyit kebingungan.


"Rencana apa?" tanya Josh sehingga Anna tersenyum merekah.


"Bubuk yang aku berikan pada Zoya, itu adalah obat perangsang yang di mana obat itu tidak mudah meredam walau Krishtian berendam selama dua puluh empat jam sekalipun," jelas Anna.


"Apa yang Mom lakukan? Jika terjadi sesuatu ...."


"Harus terjadi, Zoya akan membantu Krishtian meredamkan has•••nya, Mas." potong Anna membuat Josh menggeleng-gelengkan kepala tak percaya akan perbuatan istrinya itu.


Zoya membuat teh chamomile sesuai takaran dirinya yang hanya memakai gula satu sendok makan lalu Zoya menaburkan semua bubuk vitamin yang di berikan Anna tadi. Zoya mencicip sedikit teh itu.


"Perfect ," gumam Zoya langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar Krishtian dan tanpa mengetuk pintu Zoya langsung masuk dan menghampiri Krishtian, Krishtian membulatkan matanya kala Zoya masuk begitu saja ke kamarnya.


"Dasar tidak sopan," desis Krishtian pelan namun keadaan hening di kamar itu membuat Zoya bisa mendengarnya, Zoya memutar bola mata malas.


"Teh chamomile," ucap Zoya meletakan secangkir teh di nakas samping ranjang Krishtian dan pria itu mengernyitkan dahinya menatap Zoya.


"Jangan salah paham, aku tidak akan membuatnya jika bukan Mom yang menyuruhku," ucap Zoya tahu maksud tatapan bingung Krishtian.


Krishtian mengambil secangkir teh chamomile itu lalu Krishtian meminumnya dikit demi sedikit hingga habis.


Zoya berjalan ke sofa lalu Zoya membaringkan tubuhnya untuk tidur, Zoya sengaja memposisikan tidurnya membelakangi Krishtian alasannya Zoya tidak betah jika harus terus menatap wajah datar Krishtian.


"Mom bilang kau sering kelelahan saat selesai bekerja, saranku kau tidak harus terlalu menyibukkan diri dengan perkerjaanmu. Toh perusahaanmu sudah pada puncaknya 'kan!" ucap Zoya tiba-tiba dan terdengar seperti memberi perhatian pada Krishtian.


"Aku tahu bagimu pekerjaan adalah nomor satu di dunia ini tapi perhatikan juga kesehatanmu, kau bisa saja jatuh sakit jika terus-terusan memikirkan urusan kantor, Krish!" tambah Zoya lagi.


Setelah selesai bicara, Zoya memejamkan matanya untuk tidur, dua puluh menit berlalu Zoya menggeliat kala tubuhnya merasakan hal aneh.


Di ranjang Krishtian masih sibuk dengan laptopnya namun entah kenapa tubuhnya merasakan sangat gerah, Krishtian melepaskan bajunya namun tubuhnya semakin di landa kepanasan padahal AC di kamarnya menyala dan suhunya juga sudah sangat dingin sekali.


"Kenapa tubuhku gerah seperti ini!" gumam Krishtian meletakan laptopnya di nakas lalu Krishtian berdiri untuk keluar balkon.


Zoya membuang selimut yang menutupi tubuhnya, karena Zoya memakai piyama dress jadilah paha putih dan mulus Zoya tampak mencuri pandangan Krishtian.


Entah kenapa tubuh Krishtian sangat ber•••••h melihat bentuk tubuh lalu paha putih dan mulus Zoya yang terus bergerak ke sana ke mari.


Zoya merasa tidak nyaman, tubuhnya terus saja menggeliat bahkan tanpa sadar Zoya berusaha melepas piyama tidurnya.


Krishtian semakin di buat tersiksa kala melihat apa yang akan di lakukan Zoya, dengan gerakan cepat Krishtian pergi ke kamar mandi untuk berendam namun sudah satu jam tubuh Krishtian masih terasa sangat panas.


Krishtian sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, entah ke mana kesadaran hingga Krishtian keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang polos, ketika Krishtian keluar, Krishtian melihat Zoya sudah terbaring di kasurnya dengan tubuh yang sama polos juga.


Glukk! Krishtian menelan salivanya, namun Krishtian berusaha tidak terpengaruh dan langsung menghampiri Zoya.


"Panas, shhh ....!" rengek Zoya ternyata merasakan hal yang sama dengan Krishtian.


Bohong jika Krishtian tidak tergoda dengan tubuh polos Zoya yang terus menggeliat namun Krishtian tetap kukuh bertahan untuk tidak terbawa suasana dan mencoba mengalihkan pandangannya pada wajah Zoya yang merah bak kepiting rebus.


"Kau ... apa yang kau lakukan di kasurku deng-an tubuhmu yang polos tanpa pakaian! Hah?" bentak Krishtian menutupi nafsunya yang sudah memuncak.


Untuk pertama kalinya Krishtian berbicara panjang lebar pada Zoya namun dari kata-katanya Krishtian tampak menunjukan amarahnya kala Zoya sudah berani meniduri kasurnya.


"Enghh! Kak Bim ....!" tanpa sadar Zoya melenguh sembari memanggil sang kakak ipar dan lagi, Zoya malah semakin menggerakkan tubuhnya kala panas di tubuhnya tidak bisa ia tahan lagi.


"F*ck!" umpat Krishtian.


Melihat pergerakan wanita itu, junior Krishtian menjadi tega*g dan pada akhirnya Krishtian tidak bisa menahan hasratnya lagi alhasil Krishtian langsung menerkam tubuh Zoya dengan penuh gairah.


...Pagi hari...


"Enghh ....!" Zoya menggeliat kala sinar matahari menerpa wajahnya.


Zoya menggerakkan tubuhnya sedikit namun pergerakan itu berhasil membuatnya meringis kala bagian sen•••••nya terasa sangat perih dan sakit.


Krishtian ikut terbangun ketika ringisan Zoya mengganggu tidurnya, "Berisik!" seru Krishtian namun matanya masih terpejam.


Zoya tersentak kaget lalu Zoya menoleh ke arah Krishtian, "Krish," pekik Zoya menganga dan perlahan Zoya membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Akhhhh .....!!!" Zoya bertetiak sekuat-kuatnya karena sangat terkejut melihat tubuhnya yang polos tanpa pakaian.


Zoya menarik penuh selimutnya hingga tubuh Krishtian yang polos terekspos oleh mata Zoya, "Akhhh! Dasar baji••an cabul," pekik Zoya menenggelamkan wajahnya di dalam selimut.


Krishtian benar-benar merasa sangat terganggu oleh teriakan Zoya namun karena semalam Krishtian menjamah tubuh Zoya hingga kurang lebih sampai jam empat pagi, Krishtian merasa tidurnya lebih penting di bandingkan teriakan Zoya.


"Semalam, semalam ... tidak! Aku dan Krishtian? A-apa benar semalam !!" sulit bagi Zoya untuk menyempurnakan kata-katanya.


Dengan tangan yang bergetar kuat Zoya menyingkirkan selimutnya dari kasur, dan alangkah shocknya Zoya melihat ada bercak darah perawan di sana.


Zoya menutup mulutnya, tubuhnya kaku bahkan air matanya menetes kala tidak percaya telah melepaskan mahkota berharganya pada si gunung es Krishtian.


Zoya hendak bangun dari tempat tidurnya namun bagian sen•••••nya terasa sangat perih, Zoya meringis kecil namun Zoya tetap memaksakan dirinya untuk bangun.


Zoya sangat kesusahan saat berjalan ke arah kamar mandi hingga sudah di dalam kamar mandi, Zoya langsung menuju shower dan ketika air hangat yang keluar menerpa bagian sen••••••nya, Zoya kembali meringis tak tertahankan.


Zoya menangis sejadi-jadinya, dirinya tidak mencintai Krishtian bahkan Krishtian juga sangat tidak suka dengan dirinya, Zoya berfikir mungkin saja Krishtian pernah melakukannya dengan kekasihnya dan jika benar begitu Zoya merasa jijik akan tubuhnya yang di sentuh oleh Krishtian yang sangat tidak suka dan bahkan membenci dirinya.


"Kenapa aku tidak bisa mengingatnya," pekik Zoya mencengram kuat rambutnya.


"Apa yang terjadi semalam, kenapa aku bisa tidur dan melakukan semuanya dengan baji••an itu Tuhan." isak Zoya.


Zoya mengusap semua bagian tubuhnya dengan kasar, Zoya merasa dirinya telah ternodai padahal jika Zoya bisa berfikir jernih, semua yang mereka lakukan semalam adalah sebuah kewajiban mereka sebagai pasangan suami-istri yang sah.


Setelah selesai mandi Zoya melihat tubuhnya yang polos di cermin, "Kau keterlaluan, Krish!" ucap Zoya melihat beberapa tanda merah di bagian leher dan dadanya kemudian Zoya menyentuh tanda merah di bagian lehernya.


"Kenapa aku harus menangis, bukankah ini kewajibanku sebagai seorang istri untuk melayani suaminya?" Zoya mulai menyadari bahwa yang mereka lakukan semalam bukanlah sebuah kesalahan.


"Tapi kami tidak saling mencintai," gumam Zoya kembali merintihkan air matanya.


"Katakan ini mimpi Tuhan, bangunkan aku dari mimpi buruk ini," gumam Zoya berpegang erat di pinggiran wastafel.


"Aku sudah sepenuhnya milik suamiku dan suamiku seharusnya menjadi milikku seutuhnya!" seru Zoya dengan berat hati.


Sebuah kesiapan mental dan batin yang harus Zoya hadapi karena telah menyerahkan mahkota yang ia jaga kepada Krishtian yang tidak mencintainya, mulai hari ini Zoya bertekad untuk terikat penuh dengan Krishtian.


Tok tok tok ....


"Kau di dalam?" suara pekikan Krishtian dari luar membuat Zoya cepat-cepat memakai bathrobe putih miliknya.


Zoya menghela napas panjang lalu Zoya berjalan pelan membuka pintu kamar mandi, detak jantung Zoya berdegup sangat kencang melihat Krishtian menatap tajam ke arahnya.


Zoya tahu Krishtian tidak menyukai dirinya jadi kejadian semalam tidak mungkin Krishtian yang memulainya, sudah bisa di tebak dari tatapan membunuh Krishtian namun Zoya juga berfikir dirinya tidak mungkin berani menggoda Krishtian duluan.


Jadi bagimana semuanya bisa terjadi?


Entahlah memikirkan itu Zoya menjadi sakit kepala, mungkin setelah ini Krishtian akan bertanya tentang kejadian semalam padanya.


"Kau menjebakku!!!" entah itu sebuah pertanyaan atau tuduhan yang keluar dari mulut Krishtian membuat Zoya terkejut dengan napas yang tercekat.


"Krish, aku ...."


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...