Sorry and Please, Love Me Again

Sorry and Please, Love Me Again
Part 7 - Pria Manja dan Mesum



...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...


.......


.......


...Pria cabul itu Krishtian....


...Zoya...


.......


.......


Semuanya sudah duduk di kursi masing-masing, mommy Anna memotong tortilla de patatas untuk sang suami Josh, Zoya juga hendak melakukan hal yang sama untuk Krishtian namun Krishtian langsung berkata.


"Aku bisa sendiri," karena Krishtian menolak, Zoya jadi memotongkan tortilla de patatas untuk Bima.


"Thank you, Sweety girl!" ucap Bima mengelus puncak kepala Zoya, Zoya membalas dengan senyuman lalu Zoya mengambil very berry quinoa muffins untuk dirinya sendiri.


Zoya memakan masakannya sendiri dan tentu itu sudah biasa bagi Zoya namun yang lainnya tampak tarpaku saat mencicipi masakan buatan Zoya. Glukk! Zoya menjadi tegang melihat ekspresi keluarga barunya itu.


Apa masakanku tidak cocok di lidah mereka?! batin Zoya menatap Bima.


Zoya menatap ke arah sampingnya, menatap penuh tanya pada kakak iparnya namun raut wajah melas Bima membuat tangan Zoya semakin berkeringat.


Bagaimana bisa kau katakan ini masakan Bik Murni, Zoya. Ini terlalu lezat hingga mungkin mommy akan curgia – Batin Bima namun yang namanya membatin, Zoya pasti tidak akan bisa mendengarnya.


"Siapa yang memasak ini?" tanya nyonya Jovanka yaitu Anna sembari melirikkan matanya menatap para pelayan yang berdiri di belakang Zoya dan Bima.


"Ini bukan masakan bik Murni," ucap Anna lagi, mau tak mau Zoya harus mengangkat tangannya namun tiba-tiba saja.


"Wah, benar apa yang di katakan Mom, sarapan pagi ini sangat luar biasa lezatnya, aku bahkan penasaran siapa yang sudah memasak makanan selezat ini." ucap Bima sehingga Zoya mendongakkan kepalanya ke arah Bima dan Bima langsung mengangguk pelan.


"Saya yang memasaknya Nyonya!" tiba-tiba salah satu pembantu muda rumah itu angkat bicara.


"Benarkah itu? Kau yang memasaknya, Sinta?" tanya mommy Anna dan pembantu yang bernama Sinta itu mengangguk pelan.


Anna tampak tidak percaya namun karena Bima sangat tahu bagaimana mommynya itu pintar menilai gelagat seseorang, jadilah Bima menggemparkan isi ruang makan itu dengan segala banyak pujian untuk Sinta.


Zoya terus saja tersenyum melihat idolanya itu memuji masakan yang ia buat, walau yang Bima sebut selalu Sinta namun Zoya tetap bahagia kala Bima sangat lahap menghabiskan sarapannya.


Krishtian menangkap jelas raut wajah Zoya yang begitu bahagia melihat Bima, entah kenapa Krishtian merasa Zoya memiliki perasaan lebih kepada Bima.


Ck! Jika dia menyukai Kak Bima, kenapa dia tidak menikah dengan Kak Bima saja!!! Batin Krishtian menatap datar wajah Zoya yang tersenyum menatap Bima.


...~•~••~•~...


Krishtian memaksa untuk pergi ke kantor, tapi Anna melarangnya. Tidak ada perkerjaan apapun untuk satu minggu ke depan, Krishtian harus tetap di rumah bersama Zoya, kalau perlu Krishtian pergi honeymoon dengan Zoya.


Zoya yang tidak mau pergi honeymoon dengan Krishtian langsung mendekati Krishtian dan memohon agar Krishtian menurut akan perkataan mommynya.


"Aku mohon Krish, hanya satu minggu saja," pinta Zoya saat mereka berdua berada di dalam kamar, Krishtian yang duduk di kasur menatap tajam ke arah Zoya.


"Keluar," titah Krishtian merasa bising.


"Kau tidak akan pergi ke kantor 'kan?" tanya Zoya ingin tahu jawaban apa yang akan di berikan Krishtian namun batu ya tetap batu, mulut Krishtian terkunci rapat hingga pertanyaan Zoya tidak di respon oleh Krishtian.


"Mommy Anna adalah kelemahannya jadi mana mungkin dia akan pergi." desis Zoya hendak pergi meninggalkan kamar.


"I heard it," ucap Krishtian tiba-tiba hingga Zoya terperanjat kaget di buatnya.


"Jika kau mendengarnya, lalu kau mau apa?" Zoya refleks memekik pada Krishtian.


Krishtian memelototi Zoya, wanita yang ia nikahi ternyata bukan wanita kalem, lihatlah kini Zoya sudah mulai berani berteriak pada Krishtian.


"Ada apa dengan matamu, kenapa kau terus saja memelototiku?" tanya Zoya menaik turunkan kepalanya.


"Keluar," titah Krishtian mengusir Zoya.


"Huftt! Aku kasihan padamu, hidupmu pasti sangat membosankan, Krish. Bersikap dingin dan juga angkuh, sungguh manusia es batu. " kini Zoya sudah berani mengatai Krishtian.


Sebenarnya Zoya adalah orang yang sangat jujur, tanpa sadar pun mulutnya akan berkata jujur. Namun ketika sudah sadar akan kejujuran isi hatinya Zoya pasti akan kaget sendiri dan bahkan Zoya akan merasa ketakutan sendiri nantinya.


"Oops Maaf! Aku keluar sekarang," ucap Zoya hendak kabur dari hadapan Krishtian.


"Stop there," sentak Krishtian namun Zoya tidak menggubris perintah Krishtian dan terus saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar.


Krishtian semakin geram karena Zoya selalu saja mencari masalah dengan dirinya, "Berani sekali wanita itu," sengit Krishtian melempar laptopnya ke atas kasur.


Malam hari, semuanya makan malam bersama kecuali Krishtian yang tidak mau turun karena sibuk mengurusi pekerjaannya.


Anna menyuruh Zoya untuk mengantarkan makanan untuk Krishtian dan Zoya membawa nampan berisi makanan buatan mommy Anna menuju kamar Krishtian.


"Dasar anak manja, membuat orang lain susah saja," umpat Zoya menaiki anak tangga.


Tok tok tok! Zoya menggedor pintu kamar namun tidak ada jawaban apapun dari Krishtian.


"Kau bod*h sekali Zoya, Pria iceberg itu 'kan jarang bicara jadi sampai kapanpun aku menggedor pintu dia pasti tidak akan menyuruhmu untuk masuk." gumam Zoya bermonolog.


Zoya langsung saja masuk ke dalam kamar, namun wanita itu mengerutkan dahinya saat Krishtian tidak ada di kamarnya, Zoya meletakan nampan di atas nakas.


"Krish?!" penggil Zoya pelan seraya kaki wanita itu melangkah mencari keberadaan Krishtian.


"Krish, aku membawakan makan malam untukmu." ucap Zoya sedikit berteriak.


"Di mana sih pria gunung es itu?" Zoya bertanya sendiri.


"Krish?!" penggil Zoya berteriak lebih keras lagi.


"Krishti ... hempp ...." Zoya yang ingin berteriak langsung di bungkam mulutnya oleh tangan Krishtian dari arah belakang.


"Berisik," serkas Krishtian belum melepas tangannya dari mulut Zoya hingga wanita itu melebarkam matanya, Krishtian benar-benar membuat jantung Zoya hampir copot dan bahkan hampir pingsan karena tiba-tiba membungkam mulutnya.


Zoya menepuk-nepuk tangan Krishtian agar tangan beaar itu lepas dari mulutnya dan Krishtian langsung melepas tangannya dari mulut Zoya dengan kasar.


"Aku membawakan makan malam untukmu, tenang saja bukan aku yang membuatkannya untukmu tapi makanan itu di buat oleh mommy khusus untuk dirimu," ucap Zoya dengan menekankan kata khusus untuk Krishtian seorang.


"Dasar manja," desis Zoya pelan namun Krishtian mendengar jelas ejekan dari mulut Zoya.


Seorang Krishtian yang hebat di bilang manja oleh seorang wanita, sungguh Zoya wanita yang sangat pemberani bisa membuat emosi Krishtian meluap-luap.


Zoya hendak melangkahkan kakinya untuk keluar kamar namun dengan cepat Krishtian menarik pergelangan tangan Zoya hingga tubuh Zoya berputar dan langsung jatuh ke dada bidang Krishtian yang polos tanpa penutup pakaian.


"Aku manja?" tanya Krishtian dengan aura dinginnya. Glukk! Zoya melebarkan matanya kala kedua tangannya menyentuh dada bidang Krishtian.


"Akhhhh ....!!!" pekik Zoya mendorong dada bidang Krishtian hingga kaki Krishtian mundur beberapa langkah, lalu Zoya menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Menjijikkan! Kau sengaja ya tidak memakai pakaianmu, you pervert, Krish!" pekik Zoya langsung berlari keluar kamar.


Krishtian mengerutkan dahinya dengan mata yang memelotot, "Aku mesum?" desis Krishtian menunjuk dirinya sendiri.


Krishtian tidak menyangka ada wanita yang berani mengatainya 'pria mesum' sungguh seumur hidup Krishtian hanya berani memeluk, mencium kening wanita dan juga merangkul pinggul wanita, selain itu Krishtian tidak pernah melakukan hal lebih bahkan first kiss Krishtian di berikan pada Zoya saat upacara pemberkatan.


Di sisi lain Zoya terpaku berdiri di ambang pintu kamar Krishtian, detak jantungnya berpacu sangat cepat, di angkatnya kedua tangan yang tadi menyentuh dada bidang Krishtian.


"Aku menyentuh tubuh gunung es itu," gumam Zoya dengan tangan yang bergetar.


Zoya tidak akan terpengaruh jika hanya melihat saja namun kali ini Zoya menyentuhnya, dan ini pertama kalinya bagi Zoya menyentuh dada bidang seorang laki-laki.


"Dasar Krishtian cabul," umpat Zoya berlalu pergi ke lantai bawah.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...