Sorry and Please, Love Me Again

Sorry and Please, Love Me Again
Part 8 - Harapan Sang Mertua



...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...


.......


.......


...Kenapa Zoya menikah dengan Krishtian bukan Bima?...


.......


.......


Dua hari kemudian, tepatnya saat semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, Anna berusaha membujuk Krishtian untuk mengajak Zoya pergi honeymoon ke suatu tempat.


Namun Krishtian memberitahu mommy Anna bahwa dirinya dan Zoya sepakat tidak akan keluar rumah selama seminggu ke depan. Saat Krishtian meminta Zoya untuk ikut angkat bicara dengan terus menatap matanya, Zoya langsung mengerti dan membenarkan ucapan Krishtian.


Zoya menundukan kepalanya sejenak lalu Zoya menatap sang ibu mertua yang tampak kecewa akan penolakan Krishtian dan dirinya.


"Yang Zoya tahu istilah dari honeymoon itu untuk merayakan hari pernikahan, sebuah moment manis dan hangat yang akan di habiskan bersama oleh sepasang suami-istri yang saling mencintai," ucap Zoya tersenyum tipis.


"Aku tahu mommy ingin aku dan Krishtian menghabiskan waktu bersama hanya berdua, tapi jujur, kita berdua belum saling mencintai jadi kami akan merasa canggung jika kami melakukan perjalanan bulan madu sekarang." ucap Zoya lagi.


"Mommy tidak pernah melihat kalian mengobrol bersama, bagimana kalian akan saling jatuh cinta jika kalian saja tidak mau bicara satu sama lain," sahut mommy Anna menatap tajam ke arah Krishtian.


Hebat sekali, tatapan membunuh Mom menandakan aku lah yang bersalah di sini – Batin Krishtian jengkel.


"Bukankah cinta itu harus di bangun bersama, biarkan aku dan Krishtian menanamkan sebuah komitmen kejujuran dan juga kepercayaan, setelah tahap itu berhasil, kami akan melanjutkannya hingga kami saling mencintai." ucap Zoya lembut.


Ck! Mimpi! batin Krishtian.


"Enam puluh enam hari, tepatnya dua bulan tiga hari maksudnya Zoya dan Krishtian akan berusaha agar Mom dan Dad melihat cinta di antara kami berdua," ucap Zoya terdengar aneh karena tidak mungkin bagi Krishtian akan jatuh cinta dengan Zoya dalam waktu dua bulan.


Krishtian mencintai kekasihnya Fika, jadi Krishtian tidak akan pernah perduli dengan Zoya yang ingin membuatnya jatuh cinta.


"Wah! Jadi dua bulan ke depan kalian berencana akan saling mencintai kah?" tanya Bima melirik Krishtian bermaksud untuk menggodanya.


Aku menyukaimu kak Bim tapi aku adalah istri adikmu jadi, aku akan berusaha untuk bisa mencintainya! - batin Zoya.


...Malam hari....


Setelah makan malam selesai Anna mengajak Zoya untuk mengobrol di ruang tamu, hanya berdua saja.


"Ada apa Mom!?" tanya Zoya pelan menyentuh kedua tangan Anna.


"Sejak dulu Mom ingin sekali memiliki anak perempuan," ucap Anna tersenyum menyentuh dagu Zoya.


"Jika benar begitu, kenapa Mom tidak membuatkan adik untuk kak Bim dan Krishtian, aku rasa tenaga Dad masih kuat untuk menanamkan benih di rahim Mom!" goda Zoya mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar anak nakal," Anna menjewer telinga Zoya namun tidak sakit karena Anna tidak bermaksud untuk menariknya kemudian ia melepas jewerannya dan menatap dalam mata Zoya.


"Apa kau tahu nak, dulu ketika Mom mengandung Krishtian dan usia kandungan mom menginjak tiga bulan, Mom didiagnosis mengalami plasenta akreta. Perkembangan kehamilan Mom selalu di pantau oleh Dokter pribadi Mom yaitu Dokter Susi dan di bantu juga oleh Bundamu Jingga," ucap Anna membuat Zoya terkejut.


"Plasenta akreta?" beo Zoya dan Anna mengangguk pelan.


"Mom ingin mempertahankan rahim Mom tapi ...."


"Tapi Daddy menolaknya, Zoya." tiba-tiba Josh datang dan memotong perkataan Anna.


"Jika Mommymu melakukan operasi untuk memisahkan plasenta dari dinding rahimnya, itu akan berisiko menimbulkan banyak pendarahan yang bisa membahayakan nyawa Mommymu." tambah Josh duduk di samping Anna.


"Maka dari itu setelah Krishtian lahir, rahim Mommymu langsung di angkat agar tidak menimbulkan pendarahan yang berlebihan dan nyawa Mommymu terselamatkan bahkan sekarang Mommymu sembuh dari penyakit yang dideritanya," ucap Josh membuat Anna memerintahkan air matanya.


"Tidak sayang, kau tidak tahu apa-apa maka dari itu Mom menceritakan ini agar kau tahu semuanya, bahkan agar kau tahu Kenapa Mom dan Bundamu sangat ingin kau menikah dengan Krishtian." potong Anna menghapus air matanya sendiri.


Anna menghela napas dalam sebelum kembali berkata, "Jingga sangat menyayangi Mom, ketika rahim Mom di angkat pun Jingga selalu yang pertama menghibur Mom, membantu kebutuhan Mom bahkan Jingga selalu mengatakan jika dirinya memiliki anak perempuan maka anaknya akan menjadi anak Mom juga."


"Enam tahun berlalu Jingga di nyatakan hamil anak pertamanya, Mom sangat berharap anak itu berjenis kelamin perempuan dan yeah! Kau tumbuh sehat di rahim Jingga, Zoya!" Anna menyentuh pipi Zoya.


"Perkembangan kehamilan Jingga sangat normal, tidak ada gejala apapun yang akan mempersulit persalinannya tapi Dokter itu, Dokter pribadi Jingga malah mengajukan pilihan untuk menyelamatkan salah satu dari kalian." ucap Anna membuat Zoya terkejut.


"Maafkan kami nak, kami ingin Jingga tetap hidup tapi Dokter Della mengatakan setelah Jingga selamat jingga akan divonis tidak bisa hamil lagi dan Jingga tidak mau itu, Jingga lebih memilih untuk menyelamatkan dirimu." ucap Anna semakin deras merintihkan air matanya.


Zoya terdiam, dirinya tidak tahu cerita yang sesungguhnya, Zoya hanya tahu bundanya meninggal setelah melahirkan dirinya tanpa tahu bahwa kematian Bundanya adalah sebuah pilihan untuk bisa menyelamatkan dirinya.


"Bu-Bunda!" Zoya menundukan kepalanya, mata Zoya memerah ingin menangis.


"Kenapa kalian tidak memaksa Bunda untuk melepaskan diriku, kenapa kalian harus membiarkan Bunda pergi jauh dari kalian, kenapa harus aku yang di selamatkan?" tanya Zoya merintihkan air matanya membuat Anna langsung meneluknya.


"Bundamu punya harapan agar kau dan anak laki-laki yang ia rawat di rahim Mom dulu bisa menikah, begitu juga Mom yang sangat berharap agar kau dan Krishtian bisa menikah," ucap Anna tidak menyangka jika Zoya belum tahu tentang kematian bundanya.


"Bundamu pasti bahagia melihatmu sudah menikah dengan anak yang dulu ia rawat saat masih di dalam kandungan Mom, Sayang." tambah Anna lagi.


Jadi karena itu aku di jodohkan dengan Krishtian bukan dengan kak Bim?! Batin Zoya.


Setelah dua jam larut dalam kesedihannya Zoya sudah bisa mengontrol dirinya kembali, Zoya mengerti keputusan Bundanya untuk mempertahankan dirinya demi sang ayah yang menginginkan seorang anak dan juga sahabatnya yang menginginkan anak perempuan.


"Zoya, apa Mommy boleh meminta sesuatu darimu?" pinta mommy Anna dan tentu Zoya langsung mengangguk.


"Mommy ingin suasana rumah ini menjadi ramai suara tangisan dan suara tawa bayi ...."


"Hem?!" Zoya langsung menyela kaget.


Tentu Zoya mengerti maksud keinginan mertuanya itu, cinta saja belum tumbuh bagaimana bisa kami sudah mau punya anak, ck! Konyol sekali – Batin Zoya.


"Daddy juga punya keinginan untuk menggendong bayi yang lucu dan menggemas ...."


"Tunggu sebentar ! Apa kalian bercanda, aku dan Krishtian memiliki anak?" tanya Zoya dengan tawa renyahnya dan Anna maupun Josh mengangguk menanggapi pertanyaan Zoya.


"Dad-Mom, bukankah tadi siang kita sudah membahas so'al cinta yang akan kami berdua Krishtian mulai dengan kejujuran dan juga kepercayaan ...."


"Ikatan kalian berdua akan semakin kuat dengan adanya anak Krishtian di rahimmu, Zoya." sela Anna.


"Tapi 'kan ...." ucapan Zoya di sela.


"Mommy sangat berharap cucu Mom akan tumbuh di rahimmu secepatnya sayang," ucap Anna membuat Zoya speechlees.


"Daddy juga berharap hal yang sama, Zoya!" timpal Josh dan Zoya hanya bisa tersenyum pahit saja.


Zoya belum punya kesiapan untuk hamil tapi lagi-lagi harapan besar mommy Anna dan bahkan juga harapan daddy Josh membuat Zoya tidak berani untuk menolaknya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...