
...<<< Sorry and Please Love Me Again>>>...
.......
.......
...Tatapan apa itu?...
...Krishtian...
.......
.......
Menjelang malam, Zoya membantu para pelayan untuk masak lalu setelahnya Zoya juga menyajikan makanan buatannya di meja makan.
"Non Zoya bisa masak bahkan masakannya juga lezat-lezat tapi kenapa Non tidak mau memberitahu Nyonya besar, Tuan besar dan Tuan muda kedua, Non?" tanya pelayan Sinta dan pelayanan yang lainnya juga ikut mengangguk ingin tahu jawabannya.
Karena jika Krishtian tahu, aku yang memasak semua hidangan ini. Sudah di pastikan dia akan memuntahkan masakanku yang lezat ini !! Batin Zoya dengan tatapan penuh kebencian.
"Non ?!" tegur pelayan lainnya.
"Biarkan tetap seperti ini sampai waktu yang akan memberitahu mereka." ucap Zoya membuat semua pelayan kebingungan.
Bima dan Krishtian turun dari tangga dan Zoya tersenyum senang melihat ke arah mereka tapi lebih tepatnya ke arah Bima seorang.
Krishtian menatap sinis ke arah Zoya yang di mana Zoya masih setia menatap kakaknya, entah kenapa Krishtian tidak suka Zoya tersenyum kepada kakaknya. Mungkinkah itu efek rasa tidak sukanya pada Zoya yang sangat besar.
Bima membalas tatapan Zoya dengan senyuman, Seperti bertanya 'Apakah kau yang memasak?' kepada Zoya, Bima menaik turunkan alisnya lalu matanya melirik ke meja sekilas dan Zoya mengerti arti kontak mata Bima langsung saja menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Bima mengedipkan sebelah matanya dengan jari yang di acungkan bentuk OK.
Apakah mereka sedang telepati lewat tatapan?! Batin Krishtian menatap curiga kedua orang itu.
"Owh, ternyata anak-anak dan menantu mom sudah berkumpul di sini." ucap Anna membuat semuanya menoleh secara bersamaan.
"Wangi sekali, menu makan malam apa ini?" tanya Anna membuat Zoya menatap Sinta.
Dengan cepat Sinta berjalan mendekat lalu Sinta menjelaskan jenis-jenis menu makanan dari tiga negara Prancis, Italia dan Indonesia. Anna tampak heran karena Santi bisa memasak hidangan ala Indonesia namun karena cara bicara Santi yang lancar tanpa ada kebingungan sedikit pun, Anna tidak menjadi curiga.
Zoya sangat pandai ngajarkan Santi untuk mengingat semua nama-nama masakan yang ia buat.
Semua menikmati hidangan makan malam mereka dan lagi-lagi Anna memuji masakkannya begitu pula dengan Josh dan Bima sedangkan Krishtian hanya bungkam namun sangat menikmati makanannya.
Bima menatap Zoya lalu mengedipkan sebelah matanya sembari mengacungkan jari OK hingga Zoya tersipu dan hanya bisa menanggapi pujian Bima dengan tersenyum lebar. Lama mereka bertatapan dan.
Uhuk ... uhuk ... uhuk ....
Krishtian tersedak makanan kala tak sengaja melihat pandangan Zoya dan Bima.
Hish! Tatapan menjijikkan apa yang aku lihat tadi - Batin Krishtian menatap tajam ke arah Zoya karena barusan berani menatap kakaknya dengan senyuman tersipu.
"Dasar ceroboh, ini minum." ucap Anna penuh perhatian pada anak bungsunya dan Krishtian langsung menerima gelas yang di berikan Anna.
Sedangkan Zoya yang baru saja di tatap tajam oleh Krishtian, berlagak tidak perduli dan kembali fokus dengan makan malamnya.
Apa yang wanita pemberang ini lakukan, dia tidak perduli denganku - Batin Krishtian geram namun seperdetik kemudian Krishtian sadar akan ucapannya barusan
Sial, kenapa aku mengharapkan perhatian darinya - Batin Krishtian mengeraskan rahangnya.
Selesai makan malam, semua berkumpul di ruang tengah dan entah kenapa malam ini ada yang berbeda dari suasana malam sebelumnya. Yap, Krishtian ikut berkumpul juga di ruang tengah.
"Apa yang membawamu ikut berkumpul di ruang tengah, Krish?" tanya Bima sedikit tertawa kecil.
"Tidak ada peraturan, aku tidak boleh ikut berkumpul dengan kalian." sahut Krishtian datar.
Krishtian menatap sinis ke arah Zoya hingga senyuman yang terpatri di sudut bibir Zoya menghilang.
Cih! Kenapa sejak tadi aku merasa dia memelototiku terus-menerus !? Batin Zoya merasa sedikit risih.
"Mom senang kau mau ikut bergabung dan tidak sibuk dengan laptop atau berkas-berkasmu itu, Krish." ucap Anna menepuk paha Krishtian.
"Jika mom senang, Krish akan ikut bergabung sepanjang malam." ujar Krishtian tersenyum lalu menumpu tangan Anna.
"Hah?!" Zoya dan Bima serentak terperangah dan memelotot kaget.
Sungguh seorang Krishtian ingin ikut bergabung dengan mereka di sepanjang malam? Wow, apa jadinya suasana canda tawa setiap malam jika Krishtian si gunung es ikut bergabung dengan mereka.
"Ada apa?" tanya Krishtian sinis.
"Apa kau becanda? setiap malam kau ingin ikut berkumpul di sini?" tanya Bima membuat Krishtian menaikkan sebelah alisnya.
"Suasana hangat di ruang tengah ini akan berubah jika kau ikut bergabung, Krish." ejek Bima membuat Zoya tertawa cekikikan kala ejekan Bima mewakili apa yang ada di fikiran Zoya.
"Suasana hangat kita mungkin tidak akan berubah Kak tapi mungkin suamiku akan merasa sangat risih karena mendengar kebisingan kita di ruang tengah ini." timpal Zoya membuat Krishtian mengeraskan rahangnya.
Krishtian berfikir, wanita yang ada di depannya itu tidak tahu sopan santun, berani mengatai dirinya di depan keluarganya. Apakah wanita itu tidak takut jika di pandang buruk oleh keluarganya?
Tapi sungguh Krishtian tidak mengetahui tentang Zoya yang sangat akrab dengan keluarganya bahkan Krishtian tidak tahu di sepanjang malam Zoya, Bima, mommy Anna dan daddy Josh selalu menggibahi dirinya.
"Aku setuju denganmu, Sweety." ucap Bima lalu mereka berdua melakukan fist bump dan tertawa bersama.
"Apa kau merasa heran karena istrimu sangat dekat dengan kakakmu?" tanya Anna memperhatikan raut wajah Krishtian yang tampak bingung akan tingkah Zoya.
"Bukan hanya dengan kakakmu, Zoya juga sangat dekat dengan kami, Krish." timpal Josh menyesap kopi panasnya lalu melirik ke arah Krishtian.
"Bahkan adik perempuanku yang manis ini lebih menyenangkan dari pada adik laki-lakiku." tambah Bima mencubit gemas pipi Zoya lalu melirik ke arah Krishtian.
"Setiap malam, Zoya selalu bisa membuat ramai ruang tengah ini." puji Anna membuat Zoya tersenyum tipis.
"Zoya terbawa suasana bar-bar kak Bim, Mom." ucap Zoya menatap Bima di sampingnya.
"Lihatlah, dia mengatai aku bar-bar lagi." kesal Bima membuat yang lainnya tersenyum namun tidak dengan Krishtian.
"Kalian berdua seperti kucing dan tikus yang suka bertengkar." ucap Josh pada Zoya dan Bima tapi matanya melirik Krishtian.
"Dari pada menjadi serigala, sekali di ajak bicara langsung hilang nyawa karena di terkam." ucap Bima ikut melirik Krishtian begitu juga Anna yang melirik Krishtian dengan senyuman tipis.
Tatapan apa itu? - Batin Krishtian tidak suka akan tatapan menyindir kedua orang tuanya dan juga kakaknya.
"Don't look at me like that." tegas Krishtian karena merasa risih.
"Lihatlah bagaimana Zoya sangat dekat dengan keluargamu, Krish. Sedangkan kau, kau adalah suami Zoya tapi Mom tidak pernah melihatmu mengobrol dengan Zoya!" ucap Anna sungguh membuat Krishtian tidak tahan mendengarnya.
"Buktinya kamarku selalu di penuhi suara bebek betina." cibir Krishtian.
What the f***! Aku, bebek betina - Batin Zoya menganga sembari melotot kesal.
Krishtian yang melihat ekspresi wajah Zoya langsung tersenyum mengejek ke arah Zoya, sungguh menyenangkan bisa membuat wanita pemberang itu kesal.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung...