Sorry and Please, Love Me Again

Sorry and Please, Love Me Again
Part 11 - Pria Spesial



...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...


.......


.......


...Benar, pria spesial itu adalah kakak iparku....


...Zoya...


.......


.......


Selepas dari seminggu Krishtian tampak merasa lega karena bisa pergi ke kantor lagi, begitu juga dengan Zoya yang merasa lebih tenang karena tidak adanya Krishtian di sekitarnya.


Bima mengatakan, Krishtian sering lembur sampai tengah malam di kantor bahkan Krishtian sering tidur di kantor dari pada di rumah.


"Aku suka dia tidak ada di rumah," gumam Zoya di dalam kamar.


"Bahkan udara pun setuju pria gunung es itu pergi dari rumah. Hah! Sejuk." gumam Zoya menghirup udara dalam-dalam dari jendela kamar.


"Dasar wanita gila." dersis Krishtian dari arah belakang Zoya.


Tubuh Zoya terpaku, apakah barusan dirinya mendengar suara Krishtian? Atau mungkin itu hanya halusinasinya saja? Hari masih sore, tidak mungkin 'kan Krishtian sudah pulang ke rumah?


"Suaranya sungguh menyeramkan," gumam Zoya membuat Krishtian mengerutkan dahinya sembari memelotot.


"Buatkan aku teh," titah Krishtian kini membuat Zoya membelalakan matanya, suara itu nyata dan bukan halusinasinya.


Sial, Krishtian sudah pulang !! Umpat Zoya dalam hati kemudian ia membalikkan badannya lalu menyilang kedua tangannya di perut.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Zoya, pasalnya sudah seminggu ini Krishtian menolak mentah-mentah minuman yang sering di buat oleh Zoya.


"Apa kau tuli?" tanya Krishtian membuat Zoya mengeraskan rahangnya, kesal.


"Ah, ternyata aku tuli." sahut Zoya acuh lalu duduk di sofa.


Krishtian geram, bukan hanya perhatian Zoya yang berbanding terbalik kepada Bima tapi Zoya juga lebih mena'ati perkataan Bima dan semakin berani menentang perintah Krishtian.


"Tidak seharusnya kau bersikap tidak sopan denganku, wanita pemberang." sengit Krishtian melangkahkan kakinya mendekati Zoya.


Glukk ....


Rasa takut dalam diri Zoya belum juga hilang namun Zoya tetap harus bersikap normal agar Krishtian tidak memandang rendah dirinya.


"Kau bahkan tidak berlaku sopan denganku lalu kenapa aku harus berlaku sopan denganmu?" tanya Zoya sinis.


"Inikah wanita pilihan orang tuaku!?" langkah Krishtian berhenti dan memandang intens raut wajah Zoya yang tampak tanang.


Krishtian menghela napas kasar, Krishtian sungguh merasa malas berdebat dengan Zoya tapi kata-kata Zoya yang selalu melawan Krishtian membuat mulut Krishtian tidak bisa berhenti untuk melawan balik.


"Seharusnya kau sadar akan tindakan rendahmu yang mendekati orang tuaku demi menikah denganku." sengit Krishtian membuat Zoya ingin murka.


Jika bukan karena menghormati perjanjian antara orang tuanya dan mertunya, Zoya juga tidak pernah mau menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki kekasih seperti Krishtian.


"Jangankan untuk menikah denganmu, Krish. Mengenal dirimu saja aku tidak mau." balas Zoya jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Oh benarkah ...."


"Kau memiliki kekasih bukan? Sebelum perjodohan ini terjadi aku juga sudah memiliki orang yang spesial jadi tolong jangan berfikiran terlalu jauh, Krish." potong Zoya sinis.


Krishtian menaikkan sebelah alisnya, "Big liar," dersis Krishtian membuat Zoya bangkit dari tempat duduknya.


"Tidakkah kau merasa aku sangat perhatian dengan kakak iparku?" tanya Zoya menarik turunkan alisnya sembari tersenyum.


Krishtian menatap tajam manik mata Zoya, tidak ada wanita manapun yang berani menatap Krishtian dengan tatapan sinis namun nyali Zoya sungguh besar karena berani membalas tatapan tajam Krishtian.


Mata Krishtian perlahan melebar dan Zoya tersenyum melihat itu, "Iya! Pria spesial itu adalah kakak iparku, kak Bima." ucap Zoya kemudian berjalan melewati Krishtian lalu keluar dari kamar.


Di dalam kamar Krishtian mengeraskan rahangnya, dugaannya selama ini tidak salah. Zoya menyukai kakaknya, terbukti di setiap harinya Zoya lebih banyak perhatian kepada kakaknya dari pada dengan dirinya.


Sialan, jika Zoya menyukai kakaknya lalu kenapa Zoya mau menikah dengan dirinya?


Di luar kamar Zoya mencengkram kuat dadanya, sungguh detak jantungnya yang berdegup sangat kencang tidak bisa berdetak normal ketika sedang berhadapan dengan Krishtian.


"Aish menyebalkan, kenapa aku masih merasa takut dengan pria angkuh itu," kesal Zoya menggerutu.


"Fu fu fu! Apa kau bertengkar lagi dengan suamimu?" suara siulan Bima mengagetkan Zoya yang sedang bersandar di pintu kamar.


"Kak Bim," pekik Zoya memegangi detak jantungnya yang semakin berdegup kenceng karena kaget.


"Woah woah! Jika kau masih merasa kesal karena baru saja bertengkar dengan suamimu, aku lebih baik kabur sekarang." ucap Bima lalu berlari menuruni tangga.


Melihat Bima melarikan diri, Zoya jadi tersenyum tipis lalu Zoya ikut turun tangga menuju dapur kala ingin membuatkan teh untuk Krishtian.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...