Sorry and Please, Love Me Again

Sorry and Please, Love Me Again
Part 2 - First Meet



...<<< Sorry and Please Love Me Again>>>...


.......


.......


...(Aku) dan (dia) berbeda....


...Krishtian –Zoya...


.......


.......


Ketika pulang dari kediaman keluarga Jovanka, Zoya bertanya pada sang ayah kenapa dirinya harus menikah dengan pria dingin seperti Krishtian.


Reno menjelaskan ketika Krishtian masih di dalam kandangan, Anna dan Jingga membicarakan so'al perjodohan di antara anak keduanya, ketika itu Jingga selalu setia menemani dan memperhatikan perkembangan kehamilan Anna hingga menuju lahirannya Krishtian.


Begitu juga ketika Krishtian lahir, Jingga tidak ada kata lelah saat Anna meminta bantuannya, singkat cerita Jingga mengandung anak pertamanya yaitu Zoya. Kembali keduanya membahas so'al perjodohan hingga Jingga melakukan USG jenis kelaminnya adalah wanita.


Zoya kembali bertanya kenapa itu Krishtian bukan Bima?


'Entahlah! Itu hanya Bunda dan Mommy Annamu yang tahu.' jawaban Reno cukup membuat Zoya tidak bertanya lagi.


Zoya tidak mau menikah dengan Krishtian tapi Anna telah melimpahkan harapan besar kepada Zoya, bahkan mereka sudah mempersiapkan segalanya dalam waktu dua minggu ke depan.


Apa yang harus aku lakukan Tuhan! Zoya membatin lemah, fikirannya kacau kala dirinya akan menikah dengan pria kutub seperti Krishtian.


Seminggu telah berlalu Zoya berada di Spanyol dan di setiap harinya Zoya selalu datang ke kediaman keluarga Jovanka untuk bisa lebih dekat dengan mereka yang akan menjadi keluarganya


Sekarang Zoya sangat dekat dengan Josh dan Anna, apa lagi dengan Bima. Di setiap harinya Zoya senang Bima memanggilnya 'Sweety' dan tentunya Zoya juga punya panggilan sayang untuk Bima yaitu 'Kakak Bim-bim'


Hari ini Bima menjemput Zoya di apartemen karena Bima punya janji akan mengajak Zoya ke istana Alhambra sebelum malam tiba.


Kini Zoya sudah berada di mobil Bima, detak jantung Zoya masih sama selalu berdegup kencang saat di dekat Bima.


"Nanti malam kau akan bertemu dengan calon suamimu, bersikap tenanglah di depannya. Krishtian tidak suka kebisingan, Sweety!" ucap Bima terasa merdu di telinga Zoya.


"Apa aku boleh tahu sedikit tentang Krishtian, Kak?" tanya Zoya kini menepis perasaan berbunga-bunganya terhadap Bima dan mencoba serius ingin tahu tentang pria yang akan ia nikahi nantinya.


"Tanyakan, Baby!" ucap Bima sembari fokus menyetir


"Beritahu aku so'al karakter lalu menuju ke kebiasaanya," ucap Zoya tersenyum menyeringai.


Sebelum Bima menjawab, Bima mengelus puncak kepala Zoya terlebih dahulu hingga debaran jantung Zoya menjadi berpacu lebih cepat lagi dan lagi.


"Quite simple! Seperti yang di ketahui banyak orang, Krishtian itu berdarah dingin seperti Mommy, angkuh seperti Daddy, dan juga irit bicara. Kau harus banyak-banyak bersabar jika berhadapan dengan dia." kata Bima dengan gaya coolnya


"Krishtian tidak banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, dia hanya memikirkan, perkerjaan, pekerjaan dan kesuksesan." sambung Bima.


"Membosankan," dersis Zoya pelan, namun Bima bisa mendengarnya.


"Pftt! Kau tenang saja, Sweety. Krishtian sangat ahli dalam memperlakukan wanita seperti ratu. Tapi ...." Bima menggantung perkataannya hingga Zoya heran dan langsung bertanya.


"Apa?" tanya Zoya.


"Kau juga harus berhati-hati, Krishtian bisa menjadi orang lain yang tidak pandang bulu jika orang-orang terdekatnya di sakiti." ucap Bima membuat bulu kuduk Zoya merinding.


Glukk.


"Jangan menakut-nakutiku, Kak." sahut Zoya membuat Bima tersenyum.


Sesampainya di istana Alhambra, Bima mengajak Zoya untuk turun karena ia ingin mengenalkan sebuah istana yang sering ia kunjungi.


Bima dan Zoya masuk ke dalam istana Alhambra, "Apa kau tahu sejarah istana ini, Zoya?" tanya Bima sembari menyusuri jalan dan menatap ukiran-ukiran yang ada di dinding istana Alhambra



Zoya tahu sejarahnya namun Zoya ingin Bima menjelaskan segalanya agar suasana mereka berdua tidak terasa canggung nantinya.


"Sedikit," sahut Zoya.


"Lihatlah ukiran dinding dan lantainya, indah bukan?" tanya Bima dan Zoya mengangguk menatap semua yang di tunjuk Bima.


"Istana Alhambra ini terletak di titik paling strategis kota Granada. Berada pada ketinggian kurang lebih seratus lima puluh meter, dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan seluruh kota. Untuk luasnya sendiri sekitar empat belas hektar yang tentunya banyak dikelilingi oleh benteng-benteng dengan pola-pola tidak beraturan." ucap Bima mulai menjelaskan sedikit tentang istrana Alhambra.


"Istana Alhambra dulunya merupakan simbol dari peradaban islam di Eropa, khususnya di daerah Andalusia yang kini kita kenal dengan nama Spanyol. Bisa kau bayangkan Zoya, betapa besarnya peradaban tinggi umat islam pada masa itu. Sangat besar!"


"Istana ini adalah pusat kekuasaan Dinasti Bani Ahmar, yang merupakan dinasti Islam terakhir di Andalusia. Istana ini menjadi saksi bisu kejayaan dan juga kehancuran imperium Islam di Andalusia,"


"Pada tahun seribu dua ratus tiga puluh dua Masehi, Sultan Muhammad bin Al-Ahmar membangun istana Alhambra. Kalau dalam bahasa Arabnya, bangunan ini disebut dengan "qa'lat al-Hamra."


"Sepertinya kak Bim sudah sering berkunjung ke sini ya, sampai sejarahnya aja kakak tahu." ucap Zoya.


Bima tersenyum menyeringai lalu Bima menatap Zoya, "Sejarah adalah duniaku, Sweety!" sahut Bima.


"Semua sejarah, aku suka menelusurinya tapi sejarah istana Alhambra ini paling berkesan dalam hidupku, jadi aku tidak pernah bosan untuk berkunjung atau mengingat kisah-kisah dari istrana Alhambra ini." sambung Bima.


Ya Tuhan, Kak Bim-bim adalah pria impianku namun kenapa aku harus menikah dengan adiknya. Apa kesalahanku di masa lalu hingga aku harus menikah dengan pria kutub seperti adiknya kak Bim-bim?! batin Zoya merasa kesal, mengingat seminggu lagi ia akan menikah dengan Krishtian.


Bima dan Zoya melanjutkan langkah mereka untuk berkeliling istana Alhambra hingga di rasa sudah cukup, Bima mengajak Zoya untuk pulang karena malam ini akan ada acara pertemuan antar Zoya dan Krishtian.


Malampun tiba Reno dan Zoya kini telah sampai di kediaman keluarga Jovanka.


"Gaun ini cocok di tubuhmu sehingga aura kecantikanmu semakin terpancar, Sayang." puji Anna membuat Zoya menyentuh tangan sang calon ibu mertua.



"Aura kecantikanmu juga semakin terpancarkan ketika gaun yang di penuhi mutiara ini di pakai olehmu, Mom!" balas Zoya mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar! Kau mirip sekali dengan Bundamu yang suka menggoda Mommy, Sayang." ucap Anna mengenang sahabat lamanya.


"Kenanglah Bunda pada diri Zoya, agar Mommy tidak merasa di tinggal oleh sahabat Mommy," sahut Zoya membuat hati Anna tersentuh.


"Jingga benar-benar ada pada dirimu, Sayang." ucap Anna mengelus pipi Zoya lalu mencium pipi Zoya dengan hidungnya.


"Ayo masuk," ajak Anna lalu mereka masuk untuk makan malam bersama.


"Ooh My sweety girl, you look so so so beautiful tonight!" puji Bima menggapai pundak kiri-kanan Zoya lalu memutar-mutar tubuh Zoya.


Anna menganga ketika Bima memutar-mutar tubuh Zoya, "Bima, berhenti Bima!" sentak Anna membuat Bima berhenti dan Zoya langsung jatuh ke pelukan Bima.


Zoya menggoyang-goyangkan kepalanya kala kepalanya merasa pusing, "Oh come on! Why should you be angry, Mom?" ucap Bima.


"Dasar Nakal, lihatlah Zoya merasa pusing karena ulahmu." sengit Anna membuat Bima langsung melihat wajah Zoya.


"Are you okay, Zoya?" tanya Bima panik.


Zoya menatap wajah Bima, Zoya terkejut karena jarak wajah mereka yang hanya beberapa senti membuat detak jantung Zoya berdegup sangat cepat.


"Kenapa wajahmu memerah? Apa aku keterlaluan tadi?" tanya Bima semakin panik.


Bima tidak sadar kalu wajah Zoya memerah karena jarak mereka yang begitu dekat.


Menyadari itu Zoya sontak melepas pelukkan Bima lalu Zoya menyentuh pipinya, "Ak-aku tidak apa-apa, Kak!" ucap Zoya gelagapan.


Plakk ....


Anna memukul lengan Bima hingga Bima tesentak kaget, "Why did you hit me, Mom?" tanya Bima menyentuh lengan yang di pukul oleh sang mommy barusan.


"Itu hukuman dari Mommy, Sayang." sahut Anna tersenyum jahat pada sang anak.


"Aku benci senyum jahat itu," dersis Bima membuat Zoya menahan dirinya agar tidak tersenyum atau tertawa.


Semua sudah duduk di tempatnya, namun Krishtian belum juga turun.


"Di mana Krishtian?" tanya Josh mengarah ke Anna.


"Aku akan membawanya, Mas." sahut Anna beranjak dari tempat duduknya lalu naik ke lantai dua.


Tak lama kemudian, Anna dan Krishtian turun ke bawah menuju meja makan.


Semua menoleh ke arah tangga, namun Zoya tidak, Zoya tidak merasa penasaran akan wajah calon suaminya hingga Krishtian mengambil tempat duduk tepat di depannya, Zoya mendongakkan kepalanya dan agar dia bisa melihat jelas wajah tampan Krishtian.



Tatapan keduanya saling bertemu, tidak ada cinta di dalamnya dan seperti musuh yang ingin menerkam, tidak ada kedamaian dari tatapan keduanya.


Dengan cepat Zoya dan Krishtian saling membuang pandangan, setelah itu mereka semua makan malam bersama. Josh, Anna, Reno maupun Bima saling bercengkerama dengan baik sedangkan Krishtian dan Zoya tidak. Mereka hanya tersenyum dan sesekali menjawab kata iya dan tidak saja.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...