
...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...
.......
.......
...Kau adalah seekor laba-laba yang berhasil menjebak mangsamu....
...Krishtian...
...~•~...
...Jika aku salah maka aku akan mengaku bersalah tapi jika aku tidak bersalah dan kau berani menuduhku maka kau akan melihat bagaimana aku akan menentang dirimu....
...Zoya...
.......
.......
"Menjijikan," desis Krishtian menarik kasar tangan Zoya keluar dari kamar mandi lalu Krishtian masuk ke kamar mandi dengan membanting pintunya.
Zoya memejamkan matanya saat mendengar Krishtian berteriak marah di dalam kamar mandi bahkan suara pecahan kaca dari dalam kamar mandi membuat Zoya ketakutan setelah mati.
"Aku tidak menjebaknya, aku tidak mungkin menjebak dirinya!" racau Zoya menutup kedua telinganya dengan perlahan tubuhnya terduduk di lantai.
Setelah berjam-jam meluapkan emosinya di kamar mandi, akhirnya Krishtian keluar dengan tangan yang berdarah, di lihatnya ranjang yang sudah rapi. Krishtian mencincingkan matanya mengingat ketika bangun tidur tadi Krishtian melihat ada bercak merah di ranjangnya.
"Wanita murahan," desis Krishtian seakan dirinya tidak menyadari bahwa pria pertama yang menyentuh wanita itu adalah dirinya? Bercak darah itu berasal dari sela*ut dara Zoya yang di rob*k oleh Krishtian jika Krishtian menyadarinya!
Krishtian keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama dengan keluarganya, Zoya sudah berada di tempat duduknya dengan wajah yang pucat. Namun siapa Zoya bagi Krishtian ? Pria itu tidak akan perduli dengan Zoya bahkan setelah kejadian semalam Krishtian malah semakin membenci Zoya.
Anna dan Josh diam-diam tersenyum tipis melihat Krishtian turun dari tangga, mereka sangat yakin rencana Anna sudah berhasil, lihat saja dari cara Zoya yang sulit berjalan. Anna bahagia karena Krishtian dan Zoya telah melakukan kewajiban mereka namun mereka tidak menyadari raut wajah pengantin baru itu. Krishtian tampak memendam amarah besar sedangkan Zoya tampak merasa sedih.
Semoga kalian berdua di beri kebahagiaan yang berlimpah! batin Anna mendo'akan keduanya.
Ketika yang lainnya menikmati breakfast mereka, Zoya malah tidak mood makan alhasil dengan wajah yang berpura-pura melas, Zoya berhenti makan lalu meminta izin untuk keluar halaman rumah.
Zoya berjalan menyusuri taman-taman yang ada di halaman kediaman Jovanka, Zoya memaparkan kekesalan pada wajahnya. Sungguh perasaan Zoya menjadi kacau akibat memikirkan semalam dirinya telah berhubungan dengan Krishtian.
"Aku benci pria itu," desis Zoya memejamkan matanya kesal bercampur sedih.
Pletek ! Zoya mematahkan ranting yang ia pegang hingga ukuran ranting itu tidak bisa di patahkan lagi Zoya membuang ranting itu ke belakang.
"Ah! Menyebalkan, jika dia berani menuduhku lagi akan ku pastikan dirinya melihat wujud diriku yang sebenarnya bahkan jika dia berani membentakku, aku pasti akan melawan hingga dia bungkam dengan sendirinya." kesal Zoya ingin sekali mencabik-cabik wajah Krishtian.
"Tapi pertanyaannya apakah aku berani?" gumam Zoya merasa nyalinya tidaklah sebesar itu untuk bisa melawan Krishtian.
"Siapa yang melakukannya? Kenapa semalam aku dan Krishtian bisa berhubungan satu sama lain?" gumam Zoya mencengkeram rambutnya frustasi.
"Agh! Dasar Krishtian iceberg," umpat Zoya.
"Dasar pemberang gila!" tiba-tiba suara Krishtian mengagetkan Zoya, dan apa yang di katakan Krishtian tadi 'Pemberang gila' Zoya memutar tubuhnya menghadap Krishtian.
Zoya benar-benar ingin sekali memukul wajah Krishtian sekarang juga namun Zoya berusaha tenang karena jika dia mengikuti suasana hatinya maka dirinya akan di vonis sebagai wanita gila karena mengamuk dengan suami sendiri.
"Namaku adalah Zoya ...."
"Aku Krishtian bukan iceberg," potong Krishtian cepat.
"Apa perlu aku jelaskan detailnya, Krishtian yang temperamentalnya dingin seperti iceberg, lalu kejam seperti seorang pembunuh!" sengit Zoya menatap netra Krishtian yang memelototi dirinya.
"Kau bahkan menuduh seorang wanita tanpa ada bukti yang jelas!" ejek Zoya malas.
"So'al semalam?" tanya Krishtian dengan mata menyipit.
"Kau puas mencicipi tubuhku," ucap Krishtian terdengar sedang mengejek Zoya dan Zoya langsung mengepal tangannya kuat-kuat lalu wanita itu memberanikan diri untuk menunjuk wajah Krishtian.
"Kau yang menikmatinya sedangkan aku, aku tidak ingat kejadian semalam!" ucap Zoya memelototi Krishtian.
"Kau menjebakku," sengit Krishtian menatap tajam sembari mencengkram erat pergelangan tangan Zoya.
Sakit, sungguh Zoya merasa kesakitan di pergelangan tangannya namun Zoya tidak mau lagi menunjukkan kelemahannya pada Krishtian, pria angkuh seperti Krishtian, jika tidak di bantah maka selamanya Krishtian akan terus menyalahkannya bahkan mungkin bisa menginjak-injak harga diri Zoya.
"Kau ...."
"Sejak kapan kau mulai banyak bicara! Hah?" Zoya memotong perkataan Krishtian.
Krishtian menghempaskan tangan Zoya lalu Krishtian pergi meninggalkan Zoya masuk ke dalam rumah.
Zoya bernapas lega karena sudah berhasil menghadapi Krishtian. Jujur, Zoya masih merasakan takut jika berhadapan dengan Krishtian tapi dirinya selalu menentang perasaan takutnya hingga dirinya berani melawan Krishtian tadi.
"Aku hanya membela diriku yang tidak bersalah," desis Zoya lirih.
...~•~<>~•~...
Seperti biasa Zoya akan masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu karena percumah Zoya melakukan itu, Krishtian juga tidak akan pernah menyahutinya.
"Tidak masalah sayang, kau berhak atas segala uangku, sekarang katakan apakah lima puluh ribu dollar cukup untukmu atau kau ingin berapa! Hem? " Zoya sedikit melebarkan matanya kala Krishtian sedang teleponan lalu memanggil si empu dengan panggilan 'Sayang'
Zoya masuk ke walk-in closet untuk mengambil selimut dan bantal lalu Zoya berjalan keluar menuju sofa.
"Aku juga mencintaimu," ucap Krishtian lalu menjauhan handphonenya dari telinganya.
Zoya berbaring menghadap Krishtian, "Mom sangat percaya kau akan membahagiakan diriku, Krish! Tapi aku rasa itu mustahil, kau hanya mencintai kekasihmu saja bukan? Kau bahkan rela memberikan uang ...."
"Terlalu banyak bicara," ucap Krishtian merasa terganggu oleh celotehan Zoya.
"Demi Tuhan! Kau benar-benar pria membosankan di dunia ini." ejek Zoya spontan karena Krishtian tidak bisa di ajak bicara.
"You ...."
"Fakta, you are so boring! Hidup hanya untuk pekerjaan, cintapun bukan dari hati tapi dari uang. Aku sarankan berhati-hatilah dengan wanita yang suka meminta uang denganmu, bisa jadi dia adalah wanita gila harta!" ucap Zoya membuat Krishtian mengeraskan rahangnya marah.
"Fika tidak sepertimu yang menikahiku karena harta," balas Krishtian tidak terima jika kekasihnya di katai wanita gila harta. Kebutuhan wanitanya sangat banyak jadi menurut Krishtian wajar jika kekasihnya itu meminta uang dengan dirinya.
"Jangankan uang, denganmu saja aku tidak tertarik," sahut Zoya jujur dari lubuk hatinya.
"Benarkah? Kemarin mal ...."
"Diamlah, aku ingin tidur!" bentak Zoya membuat Krishtian mengeraskan rahangnya ingin marah namun pria itu menahan dirinya untuk tidak menyakiti menantu kesayangan orang tuanya.
Oh tidak! Apa aku membentaknya tadi? – batin Zoya menelan salivanya kasar kala tadi dirinya hilang kendali lagi dan membentak Krishtian.
Krishtian merasa ada yang berubah dari Zoya, sejak kejadian kemarin malam Krishtian melihat perubahan Zoya yang semakin berani melawan dirinya.
Pemberang ....
Zoya sudah menjadi pemberang yang berani melawan Krishtian bahkan Krishtian bisa melihat di mata Zoya tidak ada ketakutan sedikitpun lagi, lain saat sebelum menikah. Walau nada bicaranya ketus tapi Zoya lebih banyak mengalah dan menuruti perintah Krishtian.
...~•~<< Kamar Agbima >>~•~...
Bima menghela napas gusar melihat wajah seorang wanita yang ia kagumi selama bertahun-tahun belum juga muncul di pertandingan balap manapun.
"Cyra, kapan kita bisa bertemu?" gumam Bima pada foto sang pembalap dunia, Cyra.
Bima sangat menganggumi Cyra, walau wajahnya selalu di tutupi topeng namun Bima sangat mendamba-dambakan wanita bertato itu.
Pernah di ucapkan oleh Cyra di sebuah acara konferensi persnya. 'Cyra sang pembalap hanya ada satu di dunia ini, tato inilah buktinya. Jika ada Cyra yang lain mengaku-ngaku sebagai Cyra sang pembalap maka coba katakan pada publik arti dari tato ini'
Ada lima gambar di tato itu, setiap gambar ada artinya dan pastinya ada cerita di balik gambar itu.
"Cyra yang hebat memang hanya satu dan itu kau, Cyra si pembalap!" gumam Bima mencium foto Cyra yang tertutup topeng, setelah puas menatap foto Cyra, Bima tertidur dengan memeluk poster fotonya.
.......
.......
.......
.......
......Bersambung ......