
...<<< Sorry and Please Love Me Again >>>...
.......
.......
...Bima dan Zoya membuat sarapan pagi bersama...
.......
.......
Malam ini Zoya harus tidur di kamar Krishtian, paksaan yang di lakukan mommy Anna sungguh tidak bisa di hindari lagi. Bahkan Krishtian yang sudah angkat bicara agar mereka berdua berpisah tempat tidur untuk sementara waktu saja. mommy Anna tetap menolak dan memaksa Zoya untuk tidur di kamar Krishtian.
"Selamat menikmati malam pertama, adik-adikku." goda Bima masuk ke dalam kamar di samping kamar Krishtian.
Dan di sinilah Krishtian dan Zoya sekarang, Krishtian tidur di ranjang dan Zoya harus tidur di sofa.
Krishtian menekankan pada Zoya bahwa dirinya tidak pernah membawa wanita manapun masuk ke dalam kamarnya kecuali sang mommy, apalagi untuk tidur satu ranjang, Krishtian melempar bantar dan selimut pada Zoya dan memerintahkan Zoya untuk tidur di sofa.
Karena Zoya tidur di sofa dan jarak sofanya sangat dekat dengan jendela, Zoya jadi bisa melihat langit di malam hari.
Raut wajah Zoya tiba-tiba murung, lupakan dirinya sudah menikah dan di perlakukan layaknya seperti orang asing di mata suaminya, malam ini Zoya ingin mengenang satu hal tentang langit malam yang tidak ada bintangnya.
^^^"Kiya, ayo kita keluar dan melihat langit di malam hari,"^^^
"Kau lihat malam ini Yaki, langitnya tidak bagus karena tidak ada bintangnya,"
^^^"Kiya adalah bintangnya Yaki dan Yaki adalah bintangnya Kiya, jadi untuk apa bintang di langit?"^^^
"Kiya adalah Lotus (bunga teratai) dan Yaki adalah Ray (air) jadi tidak ada bintang di antara kita,"
^^^"Baiklah Kiya menang, Yaki mau mengajak Kiya menghirup udara segar saja, Bagaimana?"^^^
"Oke, jemput Kiya sekarang."
^^^"On the way, lotusku,"^^^
Hingga pagi Kiya menunggu, namun Yaki tidak kunjung datang ke rumah Kiya bahkan telah bertahun-tahun lamanya kabar tentang Yaki menghilang begitu saja.
Zoya merintihkan air matanya, tidak menyangka dirinya akan mengingat lagi laki-laki yang sudah dua belas tahun menghilang tanpa jejak meninggalkan dirinya.
"Aku bahkan tidak tahu siapa namamu." gumamnya, Zoya tidak tahu nama sahabatnya karena dulu sahabatnya selalu memaksa Zoya untuk memanggilnya Yaki Ray, sedangkan sahabatnya itu akan memanggil Zoya dengan panggilan Kiya Lotus.
Krishtian membuka matanya saat mendengar suara tangisan kecil yang sangat mengganggu tidurnya kemudian Krishtian mengambil posisi duduk dan menatap tajam ke arah Zoya yang membelakanginya.
"Menangis?" ucap Krishtian membuat Zoya terperanjat kaget dan langsung menghapus air matanya.
"Tidak, aku hanya melamun saja tadi." elak Zoya menenggelamkan wajahnya di dalam selimut.
Ke esokan harinya Zoya bangun di jam empat untuk memasak, Zoya melihat Krishtian yang tidur menghadap ke arahnya.
"Kau itu tampan, tuan muda kedua. Tapi sikapmu itu terlalu dingin seperti iceberg, aku bahkan tidak tertarik denganmu." ucap Zoya lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan juga menyikat gigi, setelah itu Zoya keluar dari kamar menuju dapur.
"YO! Sweety girl, kau mau ke mana?" tanya Bima keluar dari kamarnya juga.
"Kak Bim?!" sentak Zoya terkejut.
Bima tersenyum lalu Bima merangkul bahu Zoya, "Dasar Zoya mudah terkejut ya," ucap Bima mengacak-acak rambut Zoya.
"Oh tidak! Rambutku," pekik Zoya menggerutu membuat Bima tertawa.
"Manisnya," kini Bima beralih mencubit pipi Zoya sampai Zoya meringis minta di lepas.
Ehem! Dari arah belakang ada Krishtian yang menatap datar kedua orang itu, "Berisik," ucap Krishtian lalu menutup pintu kamarnya lagi.
"Berisik?!" pekik Bima menganga membuat Zoya menutup telinganya.
"Kenapa kau harus bertetiak, Kak Bim?" ketus Zoya jengkel.
Bima merasa heran dengan Krishtian, semua dinding di rumah ini 'kan kedap suara jadi mana mungkin tawa kecil Bima dan Zoya tadi bisa menembus ke dalam kamar Krishtian.
"Dasar pembohong," dersis Bima dan zoya mendongakan kepalanya.
"Siapa yang pembohong?" tanya Zoya menatap Bima.
"Suamimu itu, Sweety." sahut Bima dan Zoya hanya mengedikkan bahu tak perduli lalu Zoya meninggalkan Bima ke bawah, lebih tepatnya ke dapur.
"Kau mau apa, Sweety?" tanya Bima ternyata mengikuti Zoya dari belakang.
"Masak," jawab Zoya membuka kulkas.
"Yang benar saja! 'Kan ada Bik Murni dan asisten rumah tangga lainnya," imbuh Bima dan Zoya langsung menatap aneh ke Bima.
"Tidak, bukan itu maksudku ...."
Zoya tersenyum kala Bima tidak meremehkannya, "Okay! Kak Bim, biar ini jadi rahasia kita berdua saja, kakak bilang saja pada mommy, kalau yang memasak adalah Bik Murni bukan aku." ucap Zoya menaik turunkan alisnya.
Bima membalas senyuman Zoya lalu Bima mengangguk mengerti, "Aku akan membantu adikku yang manis ini memasak, katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Bima sangat antusias.
Zoya mengerjapkan matanya beberapa kali, seorang artis seperti Agbima mau menolong Zoya memasak. Apakah Bima tidak takut terluka, apakah tidak takut lecet.
"Kak Bim mau me-membantuku?" tanya Zoya tak percaya. Bima pun berdecih karena dirinya tahu Zoya pasti sedang meremehkan keahliannya.
"Kenapa? Apa seorang artis tidak boleh memasak?" tanya Bima menatap tajam Zoya.
"Pfttt! Aku sungguh tidak percaya kau pandai memasak, Kak." ejek Zoya membuat Bima gemas lalu mencubit kedua pipi Zoya.
"Jangan menertawaiku terus, ayo kita mulai sekarang." ajak Bima.
Zoya merasa senang bisa memasak bersama idola tercintanya, ini adalah mimpi setiap wanita bisa selalu ada di samping sang idola superstar dan wanita itu termasuk Zoya juga yang selalu ingin berada di samping Bima.
Hingga menjelang matahari pagi, tiga hidangan breakfast ala Spanyol telah selesai di buat oleh Zoya dan Bima.
Tortilla de patatas/Spanish omelette.
churros.
Very Berry Quinoa Muffins.
"Ternyata adikku ini pintar memasak," puji Bima mengelus kepala Zoya.
Zoya sudah tidak menahannya lagi, sejak tadi jantungnya sudah tidak bisa stabil akibat melihat senyuman dan juga perlakuan Bima kepadanya, hati Zoya sangat berbunga-bunga di buatnya.
"Sudah cukup, lebih baik kakak mandi sekarang," ucap Zoya menarik tangan Bima dari kepalanya.
"Oh tentu, hari ini aku ada interview so'al drama Andreason jadi aku harus bersiap-siap Sweety." sahut Bima.
"Bukankah drama itu sudah berakhir?" tanya Zoya tentu dirinya tahu semua drama yang di perankan oleh kakak iparnya itu.
"Ini untuk season duanya, Sweety girl!" sahut Bima mambuat Zoya menganga kaget.
"What? Season dua? Seriously?"tanya Zoya sangat antusias, Zoya adalah penggemar setia Dreason yang di perankan oleh Bima jadi mendengar drama lama Bima akan ada season duanya, Zoya jadi sangat bersemangat ingin menontonnya.
"Mau tahu tayangnya kapan?" tanya Bima dan Zoya mengangguk cepat.
"Kemari," Bima menggerakan tangannya untuk menyuruh Zoya mendekatkan telinganya pada Bima.
Setelah telinga Zoya tepat di depan mulut Bima, tiba-tiba saja Zoya di buat kaget oleh Bima, "Rahasia!" pekik Bima langsung kabur ke lantai dua.
"Akhh telingaku, Kak Bimaaaaa ... dasar Kak Bima menyebalkan." pekik Zoya mengusap-usap telinganya.
"Ada apa Non, kenapa Non Zoya berteriak barusan?" tiba-tiba bik Murni dan para pembantu lainnya datang menghampiri Zoya.
"Eh! Berisik ya Bik? Maaf, aku tidak sengaja." lirih Zoya merasa tidak enak hati.
"Eh tidak kok Non," sahut pembantu lainnya.
"Wah, masakan Non Zoya sudah jadi ya?" tanya pembantu lainnya lagi.
Tadi ketika Bima dan Zoya sedang asik menggoreng, bik Murni dan pembantu lainnya datang ke dapur untuk memasak namun Bima menyuruh mereka semua untuk tidur kembali karena hari ini Zoya ingin memasak untuk keluarganya.
Tentu jika tuan mereka sudah memerintah, mereka tidak bisa menolak perintahnya lagi.
"Iya Bik, tolong di sajikan di meja makan ya Bik." ucap Zoya hendak pergi ke lantai dua, namun karena teringat sesuatu Zoya jadi memutar tubuhnya untuk menatap para asisten rumah tangganya.
"Dan satu lagi, jangan ada yang bilang kalo masakan ini aku yang buat." tambah Zoya lalu pergi ke kamarnya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung...