
"Del..."
Saat Sasha selesai mengucapkan mantra, mereka diselimutan cahaya yang menyilaukan. Kemudian cahaya menghilang.
Disana kedua saudara perempuan itu tetap tidak berubah. Dengan ekspresi setengah kaget, setengah bingung, Sasha menatap wajah adiknya. "Tidak...Mengapa...?" gumamnya suaranya penuh keputusasaan. Sihirnya telah gagal. Dia hampir menangis.
"Mantra apa itu?" Tanya Misha, tapi Sasha hanya mengerutkan kening frustasi. "Kau pembohong yang buruk, Sasha. Aku tidak mengerti mengapa kau harus berbohong." Misha menatap adiknya denan penuh kasih "Tapi aku tetap akan mencintaimu."
Sasha berusaha menahan air matanya, tapi satu per satu air mata itu tumpah ke pipinya. "Bodoh..." gumamnya. "Kau sangat bodoh. Aku sangat jahat padamu, tapi...!" Sasha meratap. "Aku mengatakan hal-hal buruk padamu. Aku menyakitimu. Jadi kenapa...Kenapa...?!" Sasha membenamkan wajahnya di dada saudaranya.
"Aku mohon padamu...Benci aku. Tolak aku..." Pintanya "kalau tidak, aku tak bisa menyelamatkanmu..."
Misha meletakkan tangannya dengan lembut di kepala Sasha untuk menghiburnya, melingkarkan lengannya yang lain di sekitar Sasha. "Jangan kawatir. Aku tidak pernah ada sejak awal."
"Itu tidak masalah! Sekarang kau disini. Aku ingin melindungimu aku harus menghancurkan takdir ini!" Sasha memeluk Misha lebih erat.
Misha memberinya senyuman. "Aku tak akan menghilang. Aku hanaya akan menjadi dirimu. Kita akan selalu bersama." Misha tersenyum bahagia saat dia membelai Sasha yang terisak-isak.
"Kami berbaikan" katanya, berbalik ke arahku. "Terima kasih untukmu."
"Bagus."
Dia mengangguk.
"Apa kau punya keinginan lain?"
Misha menggelengkan kepalanya. "Bisa berbaikan dengannya adalah keajaiban dalam hidupku."
"Tidak!" kata Rimuru, mendekat kepada dua saudari itu " “Begitu kau menyerah, semuanya akan berakhir. Jadi, kau harus melakukan apa yang kau bisa. Keajaiban untukmu jauh lebih indah Misha. Bukankah begitu Anos?" Katanya, berbalik ke arahku
Misha menatap kami, bingung.
"Benar! Keajaiban yang sebenarnya belum datang." kataku, mengulurkan tanganku dan mengaktifkan Gyze. " berapa lama kau akan menangis, Sasha? Terlalu dini untuk menyerah," kataku
"Bisakah kau menghapusku menggantikan Misha...?"
"Del, ya? Mantra itu mengharuskan kau menggunakan penolakan Misha sebagai pemicu, tapi kau gagal karena kurang pengalaman. Jika itu aku, aku bahakan tidak perlu menggunakan Zexis."
"Jangan lakukan itu," Protes Misha
"Jangan khawatir. Aku tidak punya niat untuk melakukannya." aku meyakinkannya
"Tolong, Anos! Aku mohon padamu! Aku sudah cukup hidup! Aku ingin memberikan sisa hidupku untuk Misha!" Kali ini, Sasha memprotes.
Sasha dan Misha memohon padaku, keduanya mengklaim bahwa merekalah yang harus menghilang untuk menyelamatkan yang lain. Astaga, pasangana yang mengagumkan.
"Kalau dipikir-pikir, ada pertanyaan serupa selama tes bakat." Kataku, mengingat kembali ujian masuk. "Ada seorang putri yang kuat dengan bakat Raja Iblis yang buruk dan seorang putra yang lemah dengan bakat Raja Iblis yang sangat baik. Dewa mengutuk mereka untuk mati, tapi hanya ada satu Cawan Suci untuk menyelamatkan mereka. Katakan siapa yang akan dipilih pendiri untuk diselamatkan." aku menoleh ke mereka. "Apa jawaban yang benar?"
"Yang kompatibel" jawab Misha
"Mengapa?"
"Tidak peduli seberapa kuat Raja Iblis tanpa bakat, dia tidak dapat bereinkarnasi menjadi Raja Iblis."
Aku mengerti. Itu adalah pemikiran yang tepat di era ini, yang menekankan garis keturunan dan bakat." Itu salah"
Misha menatapku "Apa dia akan bereinkarnasi menjadi orang yang memiliki kekuatan?"
"Itu juga salah."
Misha mengerjap bingung.
"Rimuru jika itu kau apa jawabanmu?" Aku menatap Rimuru dan diikuti oleh Sasha dan Misha
"Eh?!...Jika itu aku, Aku akan menyelamatkan mereka berdua."
"Benar! itu lah yang akan aku lakukan pada kalian berdua," kataku
"Tapi bagaimana caranya...?"
"Akar dari semua masalahmu dari awal adalah karena kalian awalnya adalah satu"
"Itu sebabnya tidak mungkin, bukan...?"
"Tidak. Kita hanya akan mengubah masa lalu agar kalian sejak awal adalah dua orang yang berbeda."
Sasha terdiam, dia mungkin tidak berpikir mengubah masa lalu
"Apa kau akan memutar waktu ke lima belas tahun yang lalu Anos?" tanya Rimuru
"Ya. dengan Rivide itu sangat mungkin"
"Fumu. Rivide adalah salah satu sihir di dunia ini...." gumam Rimuru yang masih kudengar tapi tidak dengan kedua saudari ini. Sepertinya dia memiliki ketertarikan yang kuat terhadap sihir.
'Aku penasaran kenapa di mengatakan dunia ini?' pikiranku kemudian ditarik oleh suara Misha yang megatakan dia tidak akan diciptakan jika aku mengubah masa lalu. pernyataan Misha didukung oleh Sasha yang takut jika Misha adalah saudara kembarnya itu bisa saja bukan Misha yang dia kenal saat ini.
Aku tertawa menarik perhatian meraka bahkan Rimuru yang tenggelam dalam pikiranya juga menatapku dengan tanda tanya.
Aku menjelaskan pada mereka jika sumber mereka saat ini menyatu dengan sumber mereka di masa lalu, maka ke dua saudari Necron tidak akan menghilang.
"Kau tidak masuk akal." Sasha bersikeras
"Sayangnya, tidak ada sihir yang bisa menduplikat sumber orang lain." aku mengakui " Karena sumber sendiri itu unik dan hanya ada satu di dunia." kataku yang kemudian membuat mereka murung.
"Bukankah sudah ku bilang aku bisa kembali ke masa lalu dan menggambungkan dirimu yang dulu dengan yang sekarang. Kalian akan terlahir kembali menjadi saudara kembar."
Sasha tampak tidak percaya." Bisakah kamu benar-benar melakukan itu?"
Mereka menganguk sebagai jawaban
"Kalian berdua harus mengangkut sumber kalian kembali di masa lalu agar kalian dapat dilahirkan bersama." jelasku pada mereka
"Tunggu, aku tahu dasar-dasar sihir asal, tapi tidak mungkin aku bisa melakukan mantra sebesar itu..." kata Sasha lemah
"Itulah mengapa kau menggunakan Gyze" jawabku, aku kemudian melihat kearah Rimuru dan ingin memintanya untuk mundur karena dia tidak ikut bagian, tapi sebelum aku mengatakan apa-apa dia sudah bedasa jauh dibelakang melambai dan tersenyum kearahku.
'Sejak kapan dia disana?! tanyaku pada diriku sendiri. tapi karena dia sudah menepi aku bisa memulai Rirualnya.
Saat Anos menjelaskan bagaimana cara ia akan mengnolong Necron bersaudari aku memutuskan untuk mundur dari kasus ini karena aku tidak perlu membantu. Bukan berarti aku tidak mampu menyelamatkan mereka tapi... aku tidak perlu melakukannya.
Jika bagi Anos tidak ada sihir untuk menduplikat sumber seseorang, menurutku juga begitu. Walau aku bisa menganalisis sumber asal seseorang dan menciptakanya denga Skill Creation milikku. tapi itu mungkin akan percuma lagi pula tiruan adalah tiruan itu tidak akan pernah menjadi orang yang sama.
Dan lagi di dunia ini terdapat Dewa dan tatananya menciptakan sumber yang identik dengan sumber orang lain akan menjadi hal yang mengganggu tatanan mereka di dunia ini dan menarik perhatian mereka
'Bisa saja para dewa juga terlibat dalam hilangnya Veldora.'
"Aku harus mencari tau hal ini lebih lanjut?" kataku kemudian aku mendapati Anos tengah melihat kearahku dia pasti ingin memintaku untuk menepi karena Ritualnya. Aku kemudian melambai dan tersenyum padanya agar dia fokus saja dan tidak perlu merisaukanku.
Anos mengaguk dan kemudian fokus memulai Ritualnya tapi saat itu juga....
Suara dentuman yang menggelegar, langit-langit ambruk, puing-puingnya akan menghunjani kami tapi ada bayang -banyang yang jatuh lebih cepat pada saat yang sama pedang yang memancarkan aura jahat merobek kulit dan menusuk jantung Anos.
Darah segar berceceran dimana-mana.
"Anos!" teriak Sasha
"Selamat tinggal, iblis tangguh yang tidak dikettaui asalnya," gumamnya dengan suara yang femiliar. dia Ivis Necron mendorang pedangnya lebih dalam lagi.
'Apa yang dia lakukan? bukankah dia adalah bawahannya Anos'
[Kemungkin sejak awal dia tidak mengenali individu Anos sebagai tuannya]
Mungkin! Sebelum aku bertindak Misha lebih dulu membangun penjara baja disekitar tubuh Ivis sementara Sasha mengunakan kekuatannya untuk mengaktifkan Mata Sihir Kehancuran.
"Mati!"
Semua puing-puing dari langit dan bersamaan dengan segala sesuatu disekitarnya terhempas seketika. Ivis melambaikan tanganya. Mata Kehancura Sahsa ditekan secara Paksa, Dan penjara baja yang diciptakan Misha pecah berkeping-keping, lalu kedua saudara perempuan itu diikat dengan rantai dengan sihir.
"Kalian adalah vassel penting, jadi jaga diri kalian baik-baik. Sudah hampir waktunya_sang pendiri akan terlahir kembali disini." Ivis menatap cahaya bulan
"Jadi kamu mencoba mengguanakan Dino jixes untuk wadah tempat pendirimu bereinkarnasi." kata Anos aku tau jika dia akan baik-baik saja tapi ada yang aneh luka yang dia dapatkan mengapa tidak segera pulih
[Karena luka yang diakibatkan oleh penang individu Ivis Necron, sihir regenerasi individu Anos saat tidak berfungsi saat ini]
Begitu! Aku harus membantunya. Lagi pula kami adalah sekutu. Aku sempat berpikir untuk mengeluarkan Full potion dan melemparkannya kearah Anos, tapi Ciel mengatakan jika itu tidak akan berefek karena pedang yang digunakan Ivis Necron.
Dan saat aku berniat menggunakan Void Goad Azathoth, Ciel mengatak jika itu tidak perlu.
'Apa maksutmu aku harus membiarkannya begitu saja Ciel?' kataku kesal
[...Apa master lupa jika individu Anos bukanlah individu biasa, dia bisa saja]
'?!?' Aku terkejut karena luka Anos bisa pulih dengan cepat bahkan tanpa bantuan potion atau merapalkan sihir
'Anos bisa saja lebih kuat dariku'
[...] kau juga berpikir seperti itu bukan Ciel
[...Itu tidak akan terjadi mastar]
Apa kau kan merencanakan seseatu dibelakangku seperti mengembangkan skill yang tak masuk akal lagi?
[...]
Aku akan mengurusmu nanti setelah ini
"Tidak mungkin! Luka yang ditimbulkan oleh Pedang Iblis Gadol tak mungkin untuk disembuhkan." Ivis terkejut melihat Anos dan pedang iblis masih tertancap didada Anos.
"Apa kamu pikir aku akan mati hanya karena satu pedang menembus jantungku?" Anos meraih wajah Ivis
"Anos serahkan dia padaku." Anos menoleh padaku "Bukankah kau ingin membantu Sasha dan Misha?"
"Jangan terlalu meremehkan Ivis bagaimanapun dia adalah iblis yang aku ciptakan dengan darahku" kata Anos memperingatkanku
"Jangan kawatir aku bisa mengalahkan"
"...Sepertinya aku sudah mengatakan sesuatu yang sia-sia"