Rimuru X Anos

Rimuru X Anos
13



Hari ini adalah hari dimana hasil dari ujian bawah tanah akan diumumkan dikelas. Dalalm perjalanlanan aku berpapasan dengan Anos dan berakhir pergi ke akademi Delsgade bersama. Memamsuki ruang kelas kemudian menyapa Necron bersaudari dan duduk di dikursiku.


"Katakan Anos, apa kau sudah menyelesaikan kesalahpahaman itu?" Kata Sasha


"Kesalahpahaman apa?" Tanya Anos.


Karena penasaran akupun berbalik dan ikut masuk dalam percakapan itu.


Sahsa menghela napas putus asa."Aku sedang membicarakan orang tuamu. Mereka pikir aku dan Misha akan menikahimu. Itu benar-benar tidak masuk akal."


"Setidaknya mereka hanya berpikir jika kalian akan menikahi Anos." kataku menarik perhatian mereka terutama Sasha yang terlihat kesal. Mungkin dia pikir aku sedang mengijeknya.


"Apa maksutmu Rimuru?"


"... Maksutku keadaan kalian lebih baik karena..." Mereka terlihat penasaaran saat aku akan menyelesaikan kalimatku "... Orang tua Anos mengangap aku dan Anos sudah benar-benar menikah."


""?!?"" Wajah terkejut Sasha dan Misha terlihat sangat jelas mereka kemudian menatap Anos sebagai tanda meminta penjelasan


"Benar" celetus Anos seakan dia tidak benar-benar faham apa yang dia katakan itu sangatlah berarti sesuatu jika orang lain mendengarnya. Apa dia berpikir jika pernikahan dan kontra Zecht itu sama.


"Apa-apan wajah tanpa bersalah itu?" spontan Sahsa berteriak pada Anos "Rimuru Apa jangan- jangan Anos sudah melakukan sesuatu padamu? Sepertinya dia tidak bisa sepenuhnya dipercaya" Sasha sepenuhnya salah paham.


"Itulah mengapa kalian tiba bersama?" tanya Misha, apa dia juga termakan kesalahpahaman ini


"I-it_" tanpa mendengar perkataan ku mereka terus melontarkan pertanyaan yang tak basuk akal padaku dan tak kujawab satupun karena bingung sedangkan Anos dia hanya diam saja.


'Tidak bisa begini.'


"Jangan diam saja Lakukan sesuatu dong!" Aku menggunakan Liknos yang baru-baru ini kupelajari berkat Ciel


'...Memangnya kau membenci gagasan seperti itu?'


"BUKAN!!" Sasha dan Misha terkejut saat aku tiba-tiba berteriak dan sepertinya siswa lain juga kaget. Aku menyesal meminta bantuan padanya. Memang aku sendiri yang harus menyelesaikannya.


"Hahaha... Kami tidak benar-benar menikah Sasha, itu hanya pemikiran liar Gustav dan Isabela  apa kau juga berpikir seperti itu padahal kau sendiri tahu bagaimana sifat mereka." menenangkan Sahsa,


"Kau benar juga, tapi tetap saja yang bersalah disini adalah Anos." Sahsa berbalik ke arah Anos dan melotot, Mata kehancarun miliknya muncul. Dia masih kesulitan mengendalikan kekuatannya,


"Jika kau memiliki masalah dengan itu, mengapa kau tidak memberi tahu mereka sendiri?" Ucap Anos


"Kaulah yang memperumit masalah dengan meletakkan cincin di jari Misha!"


"Item ajaib dan pemiliknya secara alami tertarik satu sama lain. Aku tidak memasangkan cincin itu_ cincin itu memilih jari  itu sendiri. Aku yakin Misha juga merasa tidak nyaman jika dipakai dijari lainnya" kata Anos menjelaskaan.


Aku melihat kearah Misha lebih tepatnya cincin Teratai Es, apa yang dikatakan Anos memenag tak terbantahkan. Tapi, andai saja yang lain juga berpikir begitu maka mereka tidak akan salah paham.


"Ini memiliki arti" kata Misha


"Arti?" tanya Anos


"Jari manis berarti pertunanagan."


"Ah! Jadi begitu tidak heran ibu menjadi bersemangat."


"Aku tidak percaya kau bahkan tidak tahu itu?" sela Shasa


"Aku baru saja dilahirkan ingat?"


"Apa konsep seperti ini tidak ada dimasa lalu." Karena Anos Berasal dari dua ribu tahun yang lalu aku sedikit penasan dengan budaya mereka di dua ribu tahun yang lalu.


"Tidak. Pertunangan saat itu dibentuk dengan Zecht. Kerena ada rasa takut akan penghianatan dan karena saat itu berada ditengah-tengah perang."


"Hmm apa artinya kau tidak mencintai siapapun...?" guman Sahsa


Anos menatap lurus kearah Sasha namun Sasha hanya membunga muka, "katakan seseuatu..."


"Aku tidak mengharapkan pertanyaan seperti itu" Anos merenungkan pertanyaan itu dalam dirinya


"Apa tidak ada yang menanyakan itu?"


"Tidak, kurasa tidak ada yang mengira Raja Iblis Tirani mampu jatuh cinta_dan  mereka benar."


"..." Tidak ada satupun dari kami yang bicara hingga Anos bertanya pertanyaan yang sama dengan Sasha padaku  "Dan Rimuru juga apa kau tidak pernah mencintai?"


"Eh?" tidak hanya Sasha dan Misha Bahkan Anos melihatku dengan pandangan penasaran. Aku sepertinya paham akan perilaku Anos. Dia pasti ingin tahu bagaimana kehidupan seorang Raja Iblis dari dunia lain


"Aku belum pernah mengalami kehidupan percintaan sebelumnya. Mungkin kerena aku lebih fokos pada pekerjaan dan ada juga keadaanku bisa dibilang sedikit mirip dengan cerita Anos."


Mereka teerlihat kecewa dengan jawabanku, aku sedikit tidak enak hati tepi memang begitu keadaannya. Saat menjadi manusia aku tidak pernah berpacaraan dan setelah reinkarnasi aku juga tidak pernah memikirkannya dengan serius, dan kedepannya aku juga tidak tahu...


'Bagaimana menurutmu Ciel, jika aku memiliki seseorang yang aku cintai?'


[Saya tidak masalah dengan siapapun Anda akan menjalankan hubungan. Karena Kebahagianan Master adalah keinginan terbesar saya.]


'Begituya... Aku ingin tahu apa pendapat Veldora saat aku menanyakan hal ini padanya. Tidak mungkin lebih bagus jika aku bertanya saja pada Velgryn.


[Saya juga setuju denagn gagasan itu Master]


Anos tersenyum "Mungkin kau bisa memikirkan itu sebagai tawaran yang serius dalam sudut pandang yang lain."


"Memikirkan apa?" tanyaku bingung.


"Memikirkan perkataan orang tuaku."


"...Tidak juga, Saat ini aku sedang memikirkan hal lain yang lebih penting dari apapun jadi aku menolak tawaranmu sengan tulus."


"..."


Anos tidak mengatakan apapun dan aku bisa dengan jelas melihat ekspresi wajahnya terlihat seperti tidak puas?


Aku penasaran tapi aku mengabaikannya saat Misha bertanya mengenai cicncin Es Teratai pada Anos.


"Salamat pagi semuanya. Saya akan mengumumkan hasil ujian bawah tanah terakhir."


Emilia menulis skor masing-masing tinm di papan tulis. hingga Hsil dari tim kami mendapat paling tinggi yaitu 70 poin


'Bukankah hanya tim kami yang berhasil sampai di lantai paling bawah dan mendapat tongkat kerajaan bukankah nilai yang diberkan terlalu sedikit?'


Setelah Emilia mengatakan alasannya Sasha yang tidak terima membanting meja dan memprotes bahkan sampai terjadi perdebatan dian tara Emilia danSasha


Hingga para siswa berseragam hitam mulai ikut campur dan membuat tim kami terdengar seperti berbuat curang. dan mulai menghina Sasha jika dia menjadi gila karena bergabung dengan darah campuran.


Mendengar obrolan itu Sasha mengalihkan pandangannya denga mata kehancuranya "Biarkan aku menjelaskan satu hal." Ketegangan membanjiri seluruh ruangan" Berapa lama kalian akan terobsesi dengan darah campuran dan fakta jika Anos di cap sebagai tidak cocok? Jika kalian memiliki keraguan terhadap kekuatannya, kalian dapat menatap mataku dan mengata


kannya."


Ruangan menjadi sunyi dan tidak ada satupun yang berani menatap mata Sasha


"Hahaha" tawa Anos memecah kesunyian dan membuat perhatian seluruh kelas tertuju padanya


"Sekarang, singkirkan mata berbahya iyu . tidak perlu berlebihan hanya karena nilai ujian. itu tidak seperti itu benar-benar penting."


Saat Sasha duduk kembali salah satu siswi berseragam putih mengangkat tangan


"Aku juga percaya keputusan akademi itu salah!"


Siswi itu memiliki mata bulat yang besar rambutnya coklat kastanye mencapai bahu. Misa Iliorogue Itulah yang kudengar dari Misha saat Anos bertanya siapa siswi itu.


Dia menuntut jika mungkin saja siswa berseragam hitam yang mencurinya dan menjelasan mengenai diskriminasi terhadap darah campuran. Para siswa yang mengenakan seragam Putih di sekitaranya juga bersuara. Seolah -olah melampiaskan emosi mereka. hingga terjadi perdebatan lainnya diantara mereka.


Emilia bagaimanapun menolak mereka dengan dingin dan tidak memperhatikan Misa. Kemudian Anos mengangkat tangannya dan menerik perhatian Emilia.


"Ada apa Anos? Jika ini tentang tongkat kerajaan, Aku sudah menjelaskan situasinya, timmu akan mendapat skor sementara sampai pelakunya ditemukan."


"Hmm, Jadi yang harus kita lakukan adalah menemukan pelakunya., ya?"


Emilia tampak terkejut ."Itu benar, tapi..."


"Tongkat itu memiliki Maze yang dilemparkan padanya."


"Apa?" Emilia terkejut


Maze?


[Mantra yang menciptakan tanda kekuatan sihir, memungkinkan target yang ditandai dapat dilajak oleh pengguna]


Fumu sejenis mantra pelacak tapi kapan dia memasangnya?


[Kemungkinan mantra itu memang sudah terpasang sejak awal]


Benar juga, tongkat itu berasal dari kastilnya tidak heran jika barang-barangnya dipasang sihir pelacak. Tapi bukankah dia harus mengatakan dari tadi masalah ini mungkin akan selesai dengan cepat


"Aku mengerti jadi disitulah." Anos berdiri dan berjalan ke depan, berhenti di depan seorang siswa.


Dia kan yang pertama kali menuduh kami mencuri sendiri tongkat itu. Hmm begitu_Aku paham sekarang menuduh kami sebagai pelaku. Tapi sesungguhnya dia sendirilah pelakunya. Para  bangsawan selalu saja menggunakan trik licik.


Siswa itu mencoba membela diri namun Anos tidak mengatakan apapun hal berikutnya yang kutahu adalah lengan kanan Anos menembus perut siswa itu."Tidak buruk, tapi jika kamu menyimpannya ditubuhmy, kau butuh ketahanan sihir yang lebih baik." Anos menarik tongkat kerajaan dari tubuh siswa yang kemudian amabruk ke lantai, dan Anos menginjak kepalanya."Kau pikir kau bisa lolos setelah mencuri barang-barangku, pencuri kecil?"


Setalah itu Anos membersihkan tongkat dengan sihir dan berjaln ke arah Emilia dengan lembut meletakkan tongkat itu di tangan nyan dan menyeringai. "Seharusnya menyewa pencuri yang lebih baik." Aku bisa mendengar apa yang dikatakan  Anos pada Emilia walau siswa yang lain tidak mendengarnya.


Emilia tersentak, tepat sasaran


Anos menyembuhkan Siswa yang terluka dan kembali ke tempat duduk. Jeritan kekaguman meletus untuk Anos


"Ya ampun, tuan Anos sangat keren!"


"Dia terlalu panas untuk ditangani! Dia kuat, pintar, dan seragam putih sangat cocok untuknya!"


"Dia bahkan menyembuhkan peria itu. Betapa baiknya dia?!"


"Benar. Tapi aku sedikit iri pada pria itu."


"Hah? kenapa?"


"Karena, kau tahu, dia memiliki tangan Lord Anos di perutnya! Aku juga menginginkannya!"


"tapi bukankah itu menyakitkan"


"Siapa yang peduli ? Itu tangan Lord Anos!"


"Hmm... Aku lebih suka diinjak..."


Mereka ini seperti Wotaku saja. Pikirku kemudian Mengahadap Anos


"Sepertinya Ace sedang naik daun, Kau mendapatkan Wotaku dalam satu hari." Aku berbalik pada Anos


"... Wotaku?" Tanya Anos, benar juga dunia ini tidak mengenal konsep wotaku


"Sebutan untuk penggemar." Jelasku


"Begitu, hmm  tapi ada pendapat yang meragukaan di antara mereka, sepertinya bukan masalah besar."


Memang benar di bumi ada kasuz wotaku yang  berlebihan tapi aku tidak perlu memberi tahunya bukan.  jika itu terjadi pada Anos kurasa itu tak mungkin.