Rimuru X Anos

Rimuru X Anos
4



Satu minggu kemudian.


Menunggu ujian para siswa berkumpul di hutan ajaib di belakang akademi saat ini aku sedang bersama dengan Anos dan Misha.


"Ayo kita langsung saja. Aku akan memilih dua tim untuk pergi terlebih dahulu. Tim Sasha_" seru Emilia "jadikan contoh bagi semua orang." Dia kemudian berbisik kepada Sasha


"Aku mengerti " jawabnya sambil tersenyum


'Astaga mereka benar benar ingin menghancurkan kami' pikirku


Sasha melotot ke arah Anos


"Aku akan menghadapinya" Seru Anos dan melangkah maju diikutui olehku dan Misha.


"Kemudian ujian dimulai dengan Tim Sasha dan Tim Anos. Hasilnya akan mempengaruhi nilai kalian."


Dengan begitu Emilia meninggalkan hutan bersama murid yang tersisa. Kompetisi ini melibatkan penggunaan 'Gyze' pada dasarnya ini adalah perang tiruan.


"Aku melihat sepertinya kau punya anggota baru, walau itu tidak akan merubah apa" Sasha memelototiku dengan percaya diri


"Betapa sombonggnya, kuharap kau tidak melupakan janjimu."


"Tentu saja." jawab Anos


"Kalau begitu suruh boneka itu untuk melakukan kontrak denganku" Sasha mengarahkan pandanganya kepada Misha. Anos menyetujuinya. kemudian Misha melemparkan lingkaran sihir Zecht. Seperti yang aku lakukan dengan Anos.




*


Ujianpun dimulai


"Apa rencananya?" tanya Misha.


"Hanya ada kita bertiga dan lawan memiliki sekitar setengah dari kelas. Apa kalian berdua memiliki ide." tanyaku kepada Anos dan Misha.


Misah kemudian mengusulkan saranya tapi ditolak oleh Anos karena mungkin sudah diperkirakan oleh lawan. Kemudian aku bertanya kepada Anos apa dia sendiri punya rencana dan ia berkata akan meyerang sendiri Kastil lawan dan menjadikan kastil kita sebagai umpan. Kurasa itu bukan ide yang buruk, tapi tidak bagi Misha.


"Aku sedikit khawatir, tapi... kau kuat"


"Kuat?" tanyaku pada misha karena penasaran bagaimana dia bisa tahu sedangkan iblis lain tidak menggapnya begitu.


"Aku bisa melihat kedalam sumber seseorang dengan Mata milikku." jawabnya "Tapi aku tidak bisa melihat sumbermu Rimuru" lanjutnya


"Maksutmu?"


"Saat aku melihat sumber Anos itu sangat dalam jadi aku tidak bisa mencapainya. Tapi, saat aku mencoba melihat sumber Rimuru itu tiba-tiba diblokir." dia menatapku dengan bingung, aku hanya diam walau aku tau mengapa dia tidak bisa melihat sumberku.


"Kalau begitu Anos akan menyerang, Misha akan membangun kastil dan aku akan mendukungnya. Semakin cepat semakin baik. Lagi pula aku harus ada urusan setelah ini." Kataku mengubah topik pembicaraan. Anos hanya terdiam beberapa saat dan kemudian pergi ke arah kastil lawan.


Dan benar saja dia menyelesaikan ujian dengan cepat atau lebih tepatnya dia menghabisi lawan dengan cepat. Sejujurnya itu cukup berlebihan.




*


"Jadi, kenapa aku harus kembali dengan kalian bertiga?"  Sasha berkata saat kami meninggalkan gerbang Delsgade


"Kita berada di tim yang sama sekarang jadi aku pikir tidak ada salahnya untuk saling mengenal sekarang." Anos menjawab pertanyaan Sasha.


"Aku mungkin bawahanmu tapi aku tidak pernah bilang akan menjadi temanmu."


"Yah, kamu bisa pergi jika kamu mau."


"Bagus kalau begitu. Selamat tinggal." Sasha berbalik dan pergi kearah yang berlawanan.


"Aku rasa itu bukan ide yag bagus jika menyuruhnya pergi begitu saja."Kataku yang menarik perhatian Anos.


"Kenapa?" dia bertanya dengan bingung. Aku melihat kerah Misha dan Anos pun mengikuti kemana arah pandangku. Misha menatap tanpa kata kearah Sasha dengan ekspresi kosong tapi tampak kesedihan melihat adiknya pergi. Menyadari maksutku Anos pun lantas berseru pada Sasha.


"Kamu tau bagaimana aku muncul didepan kastilmu selama ujian." Mendengarnya Sasha membeku


"Aku akan menahanmu untuk itu dengan Zecht." Sasha berbalik dan menghampiri kami.


"Baiklah." Merekapun menandatangani kontrak dan kemudian Anos menawarkan tangannya kepada Sasha .


"Apa...."


"Aku bilang akan menunjukkannya padamu, aku tidak bisa menunjukkan tanpa taganmu." dengan enggan Sasha menuruti permintaan Anos.


"Misha"


"Ya" Misha hendak meraih tangan Anos namun berallih meraih tangan Sasha yang lain. Sasha terkejut tapi tetap diam kurasa dia juga ingin berpegangan tangan dengan Misha.


Misha melihat ke arahku dengan penuh rasa tereima kasih. Aku tersenyum kepadanya sebagai balasan.


"Rimuru" Anos memanggilku sambil mengulurkan tangannya, aku hendak menolaknya dan memutuskan akan pulang sendiri tapi dia justru menarikku dan berkata Izabela akan senang jika aku berkunjung, memang Izabela pernah berkata jika aku sering berkunjuk dia akan sangat senang. Tapi aku masih ragu untuk ikut dengannya dan berniat memberi alasan tapi kemudian Sasha menyela.


"Hei, cukup bicaranya dan tunjukkan matranya padaku!" dia berkata dengan sedikit kesal


"Baiklah tidak perlu berisik" Anos melemparkan Gatom. Dunia disekitar kami memutih, kemudian kami berada di depan toko penilaian dan pandai besi yang dikenal Wind of the Sun, rumahnya Anos.


"Itu benar-benar sihir yang hilang 'Gatom' aku yakin itu." guman Sasha


"Ini adalah rumah ku mau mampir?" Sasha malah tidak menghiraukan perkataan Anos dan malah medesaknya untuk mencari jawaban mengenai mantra Gatom dengan penuh rasa ingin tahu.


"Jika kamu ingin tahu, kamu harus mampir kerumahku." Sasha memelototi Anos dengan mata menyala merah.


"Tidak akan"


"Aku megerti jadi sampai jumpa besok." Anos memunggguni Sasha dan berjalan diikuti Misha. Anos melirik kearahku sebagai isyarat. Sepertinya dia ingin membuat Sasha tetap tinggal.


"Rimuru bukankah kau tertarik dengan semua sihir yang hilang? kita bisa membicarakan semua nya didalam." Anos menekankan kata katanya saat meraih kenop pintu.


"T-Tunggu sebentar! A-apakah itu..." Sahsa berguman malu-malu, sambil menundukkan kepalanya. "Apakah tidak apa-apa...jika aku juga ikut...?" lanjutnya. Melihatnya dia seperti itu mengigatkanku dengan Veldora saat dia masih di gua segel, mereka sama-sama memilki sisi tsundere.


"Tentu." suara Anos menarikku dari pikiranku


Bel pintu berbunyi keras saat pintu dibuka. Izabela datang dengan tergesa-gesa."Selamat datang dirumah, Anos! bagaimana ujiannya?"


"Aku menang."


Wajahnya berseri-seri dengan senyum berkilauan saat dia memeluk Anos, bahkan dia juga menggosok pipinya ke pipi anaknya, Izabela bahkan tidak menyadari kami bertiga ada di sana.


"Oh ibu, aku membawa tamu lain hari ini...."


"Oh? apa kamu membawa Misha lagi? Aww, kamu sudah punya Rimuru tapi kamu juga membawanya" Izabela menyikut Anos. Astaga apa dia masih berpikir kami memang sudah menikah, dia kemudian menoleh ke arahku dan Misha yang berdiri teoat di sebelahku.


"Ah... selamat datang Rimuru dan Misha! juga...?" Izabela terkejut saat melihat tamu ketiga yang tak terduga.


"Selamat malam ibu? saya Sasha Necron. Senang berkenalan dengan anda." Sasha mengangkat ujung roknya dan membungkuk dengan anggun. Itu membuatku terkejut dia bersikap sopan pada Izabela yang juga berdarah campuran.


"Ibu? Ibu Ibu? Maksutmu..A-Anos...Anos kecilku telah...." dia menarik napas dalam-dalam dan berteriak, "Dia telah membawa pulang PENGANTIN LAGI!!!" Sasha dengan terkejut dicampur bingung saat Izabela berteriak.


"Oh, Sasha sayang, bisakah kamu tenang dan dengarkan aku?" Kata Izabela dengan tatapan tulus.


"Jangan khawatir, aku tenang" jawab Sasha.


"Jelas ini akan menjadi kesalahpahaman yang lain," sindirku pada Anos "Aku berani bertaruh kau belum meluruskan kepada ibumu tentang masalah kita Anos." lanjutku


"Aku sudah mencobanya...." Jawabnya, sepertinya dia juga kesulitan.


"Hahh... aku mengerti perasaanmu, setidaknya kau sudah mencobanya." Aku menepuk pundak Anos sebagai tanda penyemangat untuknya.


"Dengar Anos baru berusia satu bulan, jadi dia belum belajar cara-cara dunia. Dia tidak punya maksut buruk, sungguh! Tapi...walau dia membawa Misha sebagai calon pengantin terlabih dulu, dia justru menjadikan Rimuru Istrinya." Untuk sesaat Sasha terguncang dengan apa yang dia dengar, kemudian dia berkata dengan dingin jika itu tidak ada hubungnya dengannya. yang menciptakan kesalahpahaman lainnya.


Saat itu, Gusta datang dengan membating pintu membawa masalah lainya. "Anos, kau tahu ayah juga anak nakal di masa muda. Anak laki-laki akan menjadi anak-laki, aku paham itu. Tapi... tiga gadis sekaligus?! aku sangat cemburu!"


Sasha menatap mereka dengan tidak setuju lalu menghela nafas. Ia kemudian meminta pertanggung jawaban kepada Anos.


"Dengan pernikahan?" jawab Anos. Sasha marah dalam sekejap dan meminta pertolongan dari Misha. Namun, Misha justru bertanyan apakah dia menyukai Anos. Sasha kemudian menatapku.


"Fumu, aku tidak tertarik dengan yang lebih muda dariku jadi...." Aku tidak melanjutkan perkataanku dan hanya tersenyum. Sahsa yang paham apa yang aku katakan hanya bisa mengatai kami semua idiot.