
Misha, Anos dan aku menaiki tangga dari lantai bawah ke lantai yang lebih tinggi.
"Apakah kita akan menyusulnya?" tanya Misha.
Walau saat ini Sahsa tidak bisa menggunakan Fless untuk terbang. Kami tak akan bisa mengejarnya dengan berjalan, ada kemungkinan jika dia berlari.
"Itu akan baik-baik saja." Anos kemudian mengangkat kakinya satu inci dari lantai, lalu menurunkannya dengan keras di puncak tangga. Penjara bawah tanah mulai bergemuruh dan bergetar. Getarannya begitu kuat, Aku masih bisa tetap sediri, tapi tidak dengan Misha. Dia menempel pada lengan Anos, menahan getaran. Guncangan berlanjut selama satu menit, lalu memudar.
"Kamu bisa melepaskannu sekarang Misha." kata Anos
"Apa yang barusan kau lakukan?" tanyaku pada Anos
"Aku sedikit mengubah tata letak ruangan bawah tanah. Sekarang kita bisa menyusulnya apapun yang terjadi."
Kami melanjutkan ke depan, memperlihatkan ruang yang terang benderang. Itu ruangan dengan lingkaran sihir alami yang kami lewati sebelumnya.
Sasha ada di sana. Dia hanya berdiri dan terlihat bingung ke mana harus pergi. Tentu saja ini karena Anos sudah mengubah tata letak tempat ini, dia tidak akan bisa pergi dari sini kecuali jika Anos sendiri mengizinkan untuk pergi.
"Hei Sasha." panggil Anos
Sasha tersentak dan berbalik, mencengkram tongkatnya erat-erat kemudian bertanya apakah ini ulah Anos sehingga dia tidak bisa keluar dari sini. Anos hanya menjawab dengan tidak peduli yang menyebabkan Sasha menjadi waspada.
"Jika kalian ingin merebut tongkat kerajaan kalian harus melangkahi mayatku." katanya mencoba memprovolasi kami.
"Kami di sini kerena Misha ingin berbaikan denganmu." Anos memberitaukan niat kami pada Sasha.
Mata Sasha meleber "Apa kau bodoh?" bentaknya pada Misha "Apa kau sudah lupa apa yang baru saja aku lakukan padamu?" mendengar kata-kata tajam dari Sasha. Misha hanya menatapnya.
"Seberapa bodohnya kau? Kalian juga, Anos! Rimuru! Jangan percaya dengan apa yang boneka cacat itu katakan, dia bahkan tidak memiliki kehidupan atau sumber. Besok dia akan menghilang!"
"Kami sudah mengetahui semuanya." kataku "Sejujurnya aku sedikit kecewa karena Misha tidak pernah mengatakanya pada kami padahal kita satu tim" Melihat kearah Misha, dia terlihat merasa bersalah. Sepertinya aku malah membuatnya berpikir berlebihan, aku jadi tidak enak.
[...]
"Aku mengerti...jadi dia memberitahumu" gumamnya." Bukankah kau bertingkah terlalu hidup untuk sebuah boneka? Apa kau tidak takut menghilang?"
"Tidak. Hilangnya aku sudah diputuskan sejak awal," kata Misha dengan tenang."Tapi, sebelum itu aku ingin berbaikan denganmu. Itu saja"
Tatapan Sasha menajam
"Aku ingn tahu"
"Tentang apa?"
Misha bertanya dengan gugup, "Sasha...apa kau membenciku?"
Sasha tidak menjawab. Dia menolah ke arah Anos dan mengajaknya bertaruh. Sasha akan menggambar lingkaran sihir, jika Anos bisa menggunakannya untuk melemparkan mantra dalam satu percobaan, maka Anos menang. Tapi jika Anos tidak bisa melakukannya maka Sasha yang menang
Kenapa dia terlihat percaya diri sekali bukankah sebelumnya dia sudah pernah kalah telak dari Anos?
[Jika anda tidak tahu keajaiban apa itu untuk memulai lingkaran sihir, anda harus memahami formula secara penuh pada pandangan pertama]
Maksutnya orang yang menggambar lingkaran sihir akan memiliki keuntugan untuk menang?
[Benar]
Pantas saja dia sangat percaya diri, setidaknya
Anos dan Sasha melakukan Zecht. Kemenudian Sasha berbalik dan berjalan ke tengah ruangan, di sana dia menutup matanya dan mengangkat tongkat di kedua tangannya. Partikel sihir di kakinya dan membentuk dasar lingkaran sihir hingga menutupi seluruh lantai di ruanagan ini.
Sepuluh menit sudah berlalu dan Sasha masih membuat lingkaran sihir dan kelihatan masih memerlukan waktu lebih lama.
"Berapa lama ini akan berlangsung?" tanya Anos
"Jangan khawatir aku akan menyelesaikannya tengah malam, sebelum boneka itu menghilang." jawab Sasha yang masih membuat lingkaran sihir.
"Jika kau menantangku, sebaiknya pastikan kau benar-benar siap. Semua trik kecilmu pada akhirnya akan sia-sia." kata Anos mulai kesal, wajar saja karena Sasha terlihat mengulur waktu agar beberapa saat sebelum Misha menghilang, mungkin dia ingin Anos akan panik dan gagal.
"Setidaknya kita beri dia kesampatan untuk melakukannya Anos. Sasha butuh konsentrasi untuk melakukannya bukan? Kita biarkan dulu." kataku mencoba menenangkan Anos dan untungnya itu berhasil.
"Kau benar. Untuk menghormati keberanianmu aku tidak akan melihat sampai lingkaran ini selesai." Anos kemudian duduk dan memejamkan mata.
"Lihat saja aku pasti akan memenangkan yang ini." kata Sasha yang kembali fokus menggambar lingkaran sihir dengan hati-hati.
Misha menatap Sasha, enggan untuk berkedip saat dia membakar pandangan Sasha ke dalam ingatannya. Mungkin karena Misha menyayangi Sasha dengan tulus. Aku ragu jika Sasha juga tidak memiliki perasaan yang sama.
*
Waktu berlalu sampai lima belas menit sebelum tengah malam dan Sasha berhasil menyelesaikan lingkaran sihirnya.
"Anos" panggil Sasha
Akhirnya.
Aku berdiri dan menggunakan Mata Ajaiku pada lingkaran, tetapi itu masih belum lengkap. "Jangan bilang kau belum berhasil tepat waktu."
"Selesai" Sasha mengulurkan tangannya, mengaktifkan satu komponen terakhir, lingkaran sihir alam yang besar memenuhi ruangan.
Aku menggunakan mataku untuk menganalisis formula mantra. Puluhan ribu rune akan membutuhkan waktu seharian untuk menguraikannya. tapi aku bisa melihatnya dengan sekali pandang, mantra ini akan menjadi permainan anak-anak. Namun...
Sasha tersenyum."Aku tau batas kekuatanku. Aku sangat ingin kalah dalam pertandingan ini_tapi aku tidak ingin kalah dengan takdir!"
Kalah dengan takdir, ya?
"Seperti yang kau lihat, tujuanku adalah membuatmu mengaktifkan mantra sihir yang lebih besar."
"Rencana yang solid. Jika aku ingin menang aku harus mengaktifkan mantra. Tapi jika akau menolak, aku akan kalah dan kau akan tetap memerintahkanku untuk mengaktifkan mantranya"
Selama ada Zecht, tidak peduli hasilnya Sasha akan mencapai tujuannya. Tentu saja, bukan tidak mungkin bagiku untuk melakukan kekerasan untuk keluar darinya...Tapi itu tidak akan menyenangkan.
"Untuk menghormati kebijaksanaan dan keberanianmu, aku menerima kemenanganku." aku memegang tangan ku di atas lingkaran. Dengan menyelaraskan panjang gelombang kekuatanku dengan Sasha, memulai proses aktivasi.
"Aku belum pernah melihat mantra ini sebelumnya. Apa itu?" Tanya Rimuru, dia berjalan sedikit lebih dekat denganku.
"Itu disebut Zexis, aku mengembangkannya sendiri."
"Ini mantra yang sangat kompleks wajar saja jika Sasha ingin kau melakukannya untuknya." Rupanya Rimuru juga bisa mengetahuinya. Dia pasti memiliki Mata Ajaib yang mungkin hampir setara denganku.
"Kau benar, itu setara dengan Jio Graze."
Target Zexis adalah Sasha sendiri, dan yang dia sekutukan adalah Misha. "Tunjukkan padaku resolusimu." Aku mengaktifkan Zexis. Partikel cahaya biru melayang seperti kunang-kunang, berkumpul disekitar Sasha di tengah lingkaran. Cahaya semakin terang dan terang sampai ruangan itu diwarnai biru_lalu menghilang, ke keadaan sebelumnya.
"Apakah sudah berakhir?" tanya Sasha
"Ya, ini kemenanganku, kau tau apa yang harus dilakukan selanjutnya?"
Dia mengangguk.
"Aku akan memnggunakan Liknos untuk memastikan kejujuranmu" kataku
"Tidak apa-apa bagiku" Sasha setuju
Aku menatap Misha dengan pandangan bertanya, dan dia balas mengangguk. Kemudian aku mengaktifkan Liknos.
"Misha," kata Sasha mengahadap adiknya "Dalam sepuluh menit atau lebih, kamu akan menghilang."
Misha mengangguk
"Bagaimana rasanya?"
Misha menjawab dengan nada biasanya tanpa ekspresi "Aku tidak takut"
"Aku mengerti." Sasha menatap adiknya "Kau ingin tau yang sebernarnya?"
"Ya..."
"Baiklah. Ini adalah akhir." Sasha menarik nafas dalam-dalam
Aku memfokuskan pikiranku pada Liknos, aku bisa mendengar pikirannya melalui sihir
Inilah akhirnya.
Kau tidak pernah ada sejak awal. Tidak ada yang lebih tidak menyenangkan memiliki salinan diri sendiri yang berkeliaran sepanjang waktu.
...Jika saja aku benar-benar berpikir seperti itu, segalanya akan jauh lebih mudah.
Saat aku tidak memiliki kendali atas Mata Ajaibku ... Kaulah yang salalu berdiri di sampingku. Satu-satunya yang menatap mataku. Yang tersenyum padaku.
Terima kasih berkatmu aku bisa berhenti meyakitan orang lain,asalkan mereka tidak melakukan kontak mata denganku. Aku bisa pergi keluar dan tertawa dengan iblis lain. Tapi kau_kau yang tidak ada selalu sendirain.
Selama lima belas tahun, aku menikmati hidupku sepenuhnya. Ini sudah cukup bagiku aku iningin memberi sisanya padamu.
Kau bilang jika ini adalah takdir, tapi aku menolak menerimanya. Tubuh dan jiwa kami terbelah menjadi dua. Akulah yang asli, tapi aku yakin jika ada cara untuk megubahnya, itulah mengapa aku menghabiskan waktu meneliti sihir.
Dino Jixes menggunakan panjang gelombang sihir kami untuk membedakan kami berdua. Dengan menggunakan Zexis, sumberku telah identik dengan milikmu.
Dengan kekuatanku sendiri itu tidak akan berhasil, tapi berkat Anos, aku berhasil tepat waktu. Yang tersisa hanyalah membuanya bekerja dan kau akan menjadi yang asli.
Kau harus mengenali dirimu sendiri...dan menolak saya. Aku sudah mempersiapkan momen ini sangat lama untuk membuatmu membenciku.
Inilah akhirnya.
Maaf Misha aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku mungkin harus membayar harga Zecht, tapi aku tetap akan menghilang.
"Dengar, boneka"
Dengar, Misha.
"Aku selalu, selalu, membencimu."
Aku selalu, selalu, mencintaimu.
"Jadi...menghilanglah."
Jadi... Selamat tinggal, Misha, adik perempuanku tercinta.
"Del..."
Saat Sasha selesai mengucapkan mantra, mereka diselimutan cahaya yang menyilaukan. dan kemudian cahaya menghilang.
Disana kedua saudara perempuan itu tetap tidak berubah. Dengan ekspresi setengah kaget,setengah bingung, sasha menatap wajah adiknya. "Tidak...Mengapa...?"gumamnya suaranya penuh keputusasaan. Sihirnya telah gagal. Dia hampir menangis.