Rimuru X Anos

Rimuru X Anos
10



Anos melempar Ivis kemudian mengaktifkan mantra Jio Graze untuk menghancurkan bagian dalamnya kemudian  mencabut pedang Iblis Gadol dari dadanya " Baiklah aku serahkan padamu Rimuru" katanya dan kemudian menghampiri Necron bersaudari.


"Gaaah! Kekuatan apa ini?!" Ivis berjuang mati-matian untuk menekan Jio Graze yang mengamuk dalam dirinya


"Fumu. Jadi seperti ini kekuatan dari iblis Zaman Mitos, kamu boleh juga." Kataku menarik perhatian Ivis "Aku adalah Rimuru Tempest." aku melepas kacamataku dan memperlihatkan warna rambutku yang sebenarnya


Dia tidak terkejut saat melihat wujutku yag sebarnanya mungkin kah...


"Nee. kau tau siapa aku?"


 Selama di akademi bukan sekali aku merasa diawasi dan bukan hanya satu melaikan ada banyak mata dan Ivis mungkin salah satunya


"...Nona, bukakankah kau berasal dari Dunia luar?" tanya Ivis dengan susah payah


"?!?" Dia sungguh mengenaliku saat aku menunjukkan penampilanku yang sebenarnya. "Benar! Bagaimana kau tau?"


"...Sayang sekali aku tidak bisa memberikan jawaban yang kau inginkan. lagi pula hanya tuanku sang pendiri yang boleh memerintahku." jawabnya membuantu kesal


"Sungguh ironis kau dengan bangga dan mengagungkan tuanmu tapi kau tak bisa mengenalinya saat dia berdiri didepanmu." kata yang justru membuanya merasa terhina dan mulai menggambar lingkaran sihir untuk menyerangku.


"Kau sungguh ingin melawanku rupanya..." Aku menarik pedang Iblis Gadol dari tanah. "Tadi aku dengar kau bilang luka dari pedang ini tidak dapat disembuhkan." Aku mengayunkan pedang itu " Apa kau ingin meresakannya?" kemudian melempar ke Ivis. Bilah hitam menembus wajahnya hingga ke dinding di belakangnya.


"Gu...agh..."


Aku memang berniat melakukannya. Tapi, aku tidak berniat membunuhnya jadi dia tidak akan mati. Karena dia adalah bawahan Anos aku akan bertanya padanya lagi.


"Ngomong-ngomong apa Anos akan marah jika aku membuat bawahannya jadi seperti itu?" melihat tubuh Ivis yang  menempel di dinding dengan kaku.


"...."


'Mungkin akan baik-baik saja'


Hanya beberapa detik lagi jarum terus bergerak dan ritualnya akan selesai. Namun, jarumnya berhenti bergerak.


[Lapor tempat ini sekarang terisolasi dari dunia dan waktu telah terhenti]


Aku tau.


Saat berikutnya, sesosok dengan jubah yang seolah-olah tersembunyi di balik celah ruang muncul di samping Ivis Necron yang masih menempel di dinding. siapa?


[Lapor individu tersebut bukalah Iblis atau Manusia melainkan Dewa]


Dewa! Apa yang dia lakukan disini? Dia membawa Ivis pergi menariknya kedalam celah ruang yang semakin lebar.


"Berhenti!" teriakku padanya


Tak menggubris pangilanku ia pergi begitu saja. Sial!


"Ciel"


[Analisis berhasil saya sudah menyalin koordinat celah ruang. Apakah anda akan lansung menuju koordinatnya?


Yes!        No!    ]


"Yes"


Aku meneluarkan pedangku, Pedang Vejra dan mengayunkanya di udara hingga menciptakan sebuah celah. Kemudian memasukinya begitu saja dengan niat mengejar dewa yang membawa Ivis pergi. Saat tiba, aku terkejut ketika melihat Ivis dengan wujud yang berbeda.


[Lapor individu Ivis telah mendapatkan anugrah kekuatan dari dewa, saat ini kekuatanya sudah lebih kuat dengan dewa yang memberinya anugrah.]


Aku bisa melihatnya tujuannya pasti Anos. Tapi bukanya menyerang Anos ia malah mencoba menyerang Sasha dan Misha namun Anos bisa menggagalkan serangannya.


Tak ingin berdiam diri dan menonton aku menebas Ivis dari belakang, dia menyadari keberaadaanku dan melompat menjauh dari kami.


"Apa kau merasa bersalah karena Ivis lepas darimu Rimuru? Kau langsung menyerangnya begitu tiba." kata Anos " Tapi, sepertinya kau butuh usaha yang lebih untuk melukainya." lanjutnya


"Benarkah itu? Mungkin kau harus melihatnya dengan benar Anos!" kataku menunjuk pada Ivis yang awalnya terlihat baik namun sesaat kemudian terdapat sayatan yang lebar ditubuhnya.


Aku menyeringai dan melihat Anos.


"Houu" Anos terlihat terkesan.


Apa dia baru saja memutar waktu miliknya?


"Eugo La Raviaz memiliki kemampuan memanipulasi waktu bahkan waktu pada tubuhnya sendiri, jadi upaya untuk melukainya akan sia-sia setelah memberikan kekuat itu pada Ivis." jelas Anos


"Begitu, pantas saja dia bisa pulih dari luka yang kuberi dengan cepat." Aku merasa Anos menatap kearahku, lebih tepatnya  kearah pedangku "Kenapa?" tanyaku pada Anos


"Bukan apa-apa." dia menatap Ivis dan kembali menatapku "Rimuru aku akan mengurus yang ini kau mundurlah bersama Sasha dan Misha"


"Apa? tiba-tiba..?" tanyaku binggung, tapi aku menurutinya begitu saja. Aku memasuk kembali pedaku kedalam sarungnya dan meletakannya kembali keruang imajiner milikku kemudian berjalan kearah Sasha dan Misha saat Anos menghadapi Ivis.


"Anos..!"


Sasha dan Misha memandang Anos dengan cemas. Mengetahui itu Anos mengatakan agar mereka tidak perlu Khawatir.


"Itu benar bukankah dia sudah berjanji akan menolong kalian," kataku mencoba menenangkan mereka, namun mereka justru menatapku dengan bingung dan sedikit takjub? "Apa ada sesuatu diwajahku?" tanyaku pada mereka.


"...." Sasha hanya melongo


"...Rimuru kan?" Misha bertanya dengan ragu-ragu


"Tentu saja, memang siapa lagi?"


"Hah! Tapi mengapa penampilanmu jauh berbeda?" kali ini Sasha yang bertanya


Hmm, penampilan? Bukankah aku tak pernah melepaskan kacamataku didepan mereka? Apanya yang berbeda?


[Master Anda belum memakai kembali kacamata Anda]


...Apa? Aku mengabil sedikit rambutku yang tergerai dan benar saja itu bukan hitam melaikan perak kebiruan.


.


.


.


"...Aku bisa jalaskan ini. Tapi  nanti saja yaa?" sebelum aku mendapat jawaban dari mereka. Dengan pekikan, lapisan anti-sihir Anos hancur. Menyisakan satu lapisan terakhir.


"Cukup Anos!" Teriak Sasha dan Misha yang kembali panik dan meminta agar Anos lari. Anos mengatakan jika itu adalah alasan mereka tidak percaya jika dirinya adalah sang Pendiri dan meyakinkan jika dia benar-benar akan menolong mereka.


Lapisan terakhir Anti-sihir dihancurkan "Upaya yang berani, tapi ini akahirnya" Ivis mengayunkan sabitnya ke udara. Anos memasang barier pada kami. Ivis menusukkan lengan kanannya pada perut Anos. "Lenyaplah dalam keabadian waktu."


Cahaya perak menyelimuti Anos, tubuh Anos perlahan menghilang. Ivis yang mengira jika dia sudah menang menertawakan Anos. "Bwa ha ha. Apa yang akan kau katakan sekarang Pendiri bodoh? Momen ini diputuskan sejak aku menjadi abad_Tidak, sejak kamu melarikan diri dari perang dua ribu tahun lalu."


Tetapi saat kemudian Anos sudah berada dibelakangnya dan mengejutkannya perlahan Ivis berbalik dengan tidak percaya jika Anos ada di depan matanya.


Anos menggunakan sihir untuk membangkitkan dirinya, aku baru tahu jika Ingall dapat digunakan seperti itu karena saat di turnamen Anos menggunakan setetes darah untuk membangkitkan Zapes.


[Bahkan tanpa bentuk fisik, Sihir Ingall tetap dapat digunakan aslakan sumber kekuatan seseorang tetap ada.]


Begitu... Aku pikir konsepnya mirip dengan ritual kebangkitan saat aku menjadi Raja Iblis.


[Selama mantra dilemparkan dalam waktu tiga detik setelah kematian maka syarat untuk kebangkitan dapat dilakukan]


'Begitu rupanya' Ciel dapat menangkap dan melaporkan informasi yang sangat akurat namun tidak dengan Ivis yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Ivis kemudian berteleportasi, menjauh dari posisi kami. Sebuah lingkaran sihir muncul di kakinya, mana perak dari dunia ini berkembang. Aku punya firasat jika itu adakah sihir yang besar. Lingkara sihirnya terus memebentang, naik diatas kepala kami seperti kubah kemudian Sasha dan Misha membeku seakan waktu telah berhenti.


"Hmm... Seperti yang diharapkan sihir dari Zaman Mitos." kata Anos dengan sombong, dia tampak baik-baik saja saat waktu dihentikan


"Tidak mungkin bagaimana anda bisa bergerak? Bagaimana?" Ivis dengan putus asa menuangkan sihirnya kedalam mantra, tapi sia-sia karena Mata Kehancuran Anos. Menghancurkan apapun yang dia lihat. "Kekekuatan apa ini...? Kekuatanmu jauh melebihi dewa! Mustahil. Bagaimana bisa hal seperti itu..."


"Apa kau ingat dimana kita, Ivis?" tanya Anos yang kemudian berjalan menghampiri Ivis. "Biarkan aku mengajarimu apa artinya menantang Raja Iblis di kastilnya sendiri."


Partikel cahaya hitam melanyang ke tempat Anos berdiri. saat berikutnya, jumlah partikel mengisi ruangan. Rune sihir yang tak terhitung jumlahnya tertulis dinding, lantai , dan langit-langit, dan kastil Raja Iblis mengungkapkan bentuk aslinya_ lingkaran sihir tiga dimensi raksasa.


"Venuzdonoa."