Rimuru X Anos

Rimuru X Anos
2



Beberapa hari kemudian.


Setalah mengenaka seragam yang dikirim melalui burung hantu, aku pergi ke Desglade, Hari ini adalah hari pertama.


Sekilas, aku bisa membedakan dua jenis seragam, yang kukenakan adalah putih dan ada juga yang warna hitam. Dan lambang di lencana sekolah berbeda beda. milikku adalah bintang berujung enam.


Di halaman sekolah terdapat papan buleten basar yang tercantum nama-nama siswa baru yang dibagi kedalam kelas. Nama ku muncul dalam kolom untuk kelas dua. Disaat  aku mencari namaku aku juga menemukan nama Anos Voldigoad pada kelas yang sama.


'Apakah ini takdir' Pikirku


Saat tiba dikelas aku duduk di kursi  barisan kedua dari belakang karena semua yang berseragam putih duduk dibelakang sedangkan meraka yang berseragam hitam duduk di depan.


Tak lama Anos muncul dengan senyum yang menakutkan dan meninggalkan kesan yang buruk pada hari pertama


'Sepertinya dia terlalu bersemangat'










Dengan senyum berseri seri dan suara yang paling energik aku memanggil semua orang "Salam kenal teman sekals ! aku datang untuk memerintah kelas ini! jiwa manapun yang berani menantangku akan menemui ajal mereka segera!"


Untuk beberapa alasan sapaan hangat saya disambut dengan dingin. apakah suara saya kuranng jelas ? atau aku terlalu bersemangat?


Tapi diantara mata yang ketakukan yang tertuju padaku, ada tatapan yang tak gentar dari seoarang gadis berambut pelatinum __Misha. dan satu lagi seorang gadis berambut hitam dan berkacamata dia terlihat tenang dan kacamata itu bukan kacamata biasa apa itu artefak sihir di zaman ini?. Aku bisa melihat bahwa kacamata itu ditanam sihir.


Anehnya saat aku ingin melihatnya lagi tiba tiba ada yang memblokirnya.


'Siapa dia?'


Aku berjalan ketempat duduk Misha.


"Hei" kataku.


Misha menatapku tanpa emosi tertentu. "Selamat pagi."


"Apakah kursi ini gratis?"


"Ya"


Aku menarik kursi dan duduk disampingnya dan ternyata posisinya berada di belakang gadis beramput hitam dan berkacamata


Aku masih bisa merasakan tatapan mereka


"Ngomong-ngomong aku merasa seperti sedang diawasi, sepertinya sejak aku masuk ke akademi. Apa kamu tau kenapa?"


"Ada rumor"


"Tentang saya? rumor macam apa?"


"Simbol itu..." Misha menunjuk ke lencanaku. " Ini mewakili hasil tes terakhir."


" Oh begitu, bagaimana cara kerjanya?"


"Semakin banyak simpul pada poligan atau bintang akan semakin baik"


"Tapi simbol saya adalahl salib, bukan bintang"


" Kamu adalah yang pertama ditandai dengan simbol itu dalam sejarah akademi"


" Apa artinya?" Apa itu hal  yang buruk


"Tidak cocok" kata Misha dengan terus terang " Akademi Raja Iblis ada untuk melatih Raja Iblis. Hanya keturunan pendiri yang diizinkan untuk hadir."


"Kamu adalah ketidakcocokkan pertama"






'Hou, arah pembicaraan mereka semakin menarik' pikirku sambil terus menguping pembericaraan mereka.


Semua pembicaraan mereka mengenai Sang Pendiri kurang lebih sama dengan informasi yang Souei laporkan kepadaku. Walau terkesan tidak sopan tapi informasi ini cukup bernilai. Saat ujian masuk kemerin Anos mengatakan kalau ialah Sang Pendiri, namun Sang Pendiri yang diketahui di Deslgade adalah Avos Dilhevia.


'Aku penasaran apakah Avos Dilhevia ada kaitannya dengan perginya Veldora ke dunia ini.'


Saat itu bel berbunyi


"Silahkan duduk semuanya"


Aku mendongak ketika seorang wanita dengan jubah hitam memasuki kelas dan memperkenalkan diri.


Hmm, setidaknya aku berkesempatan belajar sihir di dunia ini seperti murid lain pada umumnya. Tapi, tak sejalan dengan keinginanku kelas justu kembali diselimuti ketegangan karena Anos dan Emilia yang berdebat mengenai Anos yang mendaftar sebagai ketua tim untuk ujian.


Setalah Anos diizinkan menjadi ketua tim ada satu individu yang  juga ikut mengajukan diri__ seorang gadis dengan mata biru dan twintail pirang dia memperkenalkan dirinya sebagai ketua tim Sasha Necron dan berikutnya giliran Anos yang memperkenalkan dirinya.


Emilia kemudian melanjutkan penjelasaan tentang ujian ini. tapi aku tidak terlalu mendengarkannya karene aku mendapat transmisi pikiran dari Souei yang meminta ingin bicara langsung. saat aku memikirkannya, kerumunna siswa menjadi bising karena Anos dan Shasa, aku tidak tau apa yang terjadi tepi berkat mereka aku bisa pergi dari kelas dan untuk menemui Souei






"Ada apa Souei"


"Sebelumnya saya minta maaf, Saya masih belum bisa menemukan keberadaan Veldora-sama"


Mendengarnya aku tak bisa menyembunyakan rasa kecewa, Souei yang melihat itu hanya terdian dan kemudian ia melanjutkan laporannya.


"Mengenai perintah Anda saya hanya mendapat informasi mengenai Avos Dilhevia berdasar dari rumor-rumor yang ada dan mengenai Anos voldigoad."


'Rumor? apa itu?'


[ Menawab


di dunia ini rumor dan tradisi akan melahirhan roh berdasar rumor dan tradisi itu sendiri. ]


"Apa Avos sesunguhnya adalah roh?'


"Tapi, mengenai Anos Voldigoad tidak ditemukan seakan dia baru lahir. Ada kemungkinan bahwa Anos lah yang berbohong"


"Mungkin saja" Aku tidak peduli siapa sang Pendiri yang kuiginkan hanyalah menemukan Veldora dan kembali ke Tempest.


"Baiklah, kau boleh pergi beritau aku jika ada informasi yang berguna terutama keberadaan mengenai Veldora."


"Baik" ia langsung menghilang kedalam bayang-bayang.


"Sekarang, apa yang harus kulakukan?"katakau pada diri sendiri.


Aku binggung saat ada waktu senggang karena biasanya aku akan dikantor dan mengurus dokumen yang tak pernah berakhir.


[Master] panggil Ciel


"Ada apa"


[Bagaimana jika berkunjung ke rumah Izabela, bukankah anda berniat untuk mampir karena Izabela mengundang Master,]


Ahh.... kau benar aku melupakannya dia terus mengirim surat agar aku datang dan ingin menunjukkan sebuah kejutan.


'Mungkin dia ingin menunjukkan anaknya yang telah lahir, sebaiknya kita cepat'


.


.


.


Dirumah Izabela


Aku duduk menyantap hidangan yang disiapkan Izabela dan disebalahku adah Anos Voldigoad teman satu kelasku di akanemi dan juga anak dari kandung Gusta dan Izabela, sambil memikirkan bagaimana ini bisa terjadi.


Sebelumnya


'Ah.. ketemu ini pasti rumahnya atau lebih tepat toko wind of the sun.'


Aku dengan mudah menemukan rumahnya dengan bantual Ciel, kamu memenang bisa diandalkan Ciel-sensei


[Bukan masalah besar] saat aku masuk orang yang menyambutku bukan Izabella atau Gusta tapi Anos.


'Kenapa dia di sini?'tanyaku


"....."


"?!?"


Apa jangan-jangan dia mengenaliku? Karena mungunjungi keluarga Izabella aku tidak memakai penyamaranku jadi penampilanku yang sebenarnya terlihat walau rambut dan mata berbeda wajahku tetap sama.


'Haruskah aku menyapanya. Tidak mungkin lebih baik kami tidak banya interaksi di akademi dan bagaimana aku harus menyapanya. Haruskah aku mengatakan 'Halo' dengan tersenyum....TIADAK MUNGKIN.' Aku terlarut dalam pikiranku sendiri saat Anos masih berdiri disana dan menatapku.


"......"


"......"


Terjaadi keheningan diantara kami dan itu membuatku tidak nyaman. Haruskah aku mangatakan sesuatu, kamudian Izabela menghampiriku dengan gembira dan menggenggam tanganku.


'Itu bagus kau datang di waktu yang tepat Izabela dan menyelamatkanku dari kecanggunagan ini.'


"Ternyata kau sungguh datang aku sangat senang."  Melihatnya tersenyum ceria seperti itu membuat kewaspadaan menurun.


"Tentu saja, kau sudah mengundangku bagaimana mungkin aku menolak dan lagi aku terkejut saat kau bilang kalian pindah ke Delsgade."


"Hehe semua terjadi begitu saja, dan apa kau mau menginap untuk malam ini banyak yang ingin kuceritakan denganmu terutama tentang anakku."


Ah benar juga anaknya mungkin berusia 1 bulan sekarang.


"Jadi Gusta dimana?"


"Dia dibelakang" Apa dia sedang menjaga anaknya.


"Dan putramu?"


"Dia berdiri di belakangku" Ia tersenyum dengan lebar


"Ohh begitu salam kenal" Kataku pada Anos dengan tersenyam menyerap mentah-mentah informasi yang kuterima.


"Iya" jawabnya


"....."


"....."


'EEEEHHH APA MAKSUTNYA INI'


"Hahaha.."


Menyadari ekspresiku yang terkejut  Izabela hanya tertawa riang tanpa dosa.