
Setelah sadar dan di obati , Reymon langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Siti kaget melihat Reymon keningnya di balut perban dan masih ada bercak darah.
Tak hanya itu.. Siti juga mencium bau arak dari tubuh Reymon.
"Astaga..!!! Bau arak ...!!! Apa jangan-jangan Rey mabuk mabukan.. Mungkin dia sangat prustasi dengan semua masalah ini.. Yasudahlah aku tak bisa berbuat apa - apa lagi.. " Ucap Siti dalam hati.
"Astaga nak..!!! Siapa lagi yang berkelahi denganmu nak? Ibu kan sudah bilang jangan pernah berkelahi lagi!! Begini nih akibatnya..!! Ibu sangat sedih nak melihat kondisi kamu seperti ini.. "
"Aku sudah terbiasa dengan luka luka ini..!!!"
Jawab Reymon sambil beranjak meninggalkan Siti.
Namun saat Reymon hendak pergi Siti langsung memegang tangannya.
"Maafin ibu nak.. Jemarin ibu sempat marah padamu nak.. Kamu mau kan memaafkan ibu? "
Saat Siti berkata seperti itu Reymon langsung mencium tangan Siti.
"Iya bu gak papa Reymon ngerti ko , Lain kali jangan begitu ya bu, Reymon kan cuman membujuk ibu agar bisa baikan sama ayah, Itu juga rey baik baik bujuk ibu, Eh tapi ibunya langsung aja marah sama Rey, Rey udah bingung bu harus bagaimana lagi menyelesaikan masalah ini. "
"Iya nak.. Ibu sadar kemarin ibu salah, Tapi ibu butuh waktu nak buat memaafkan ayahmu itu.. "
"Iya bu.. Yaudah Rey mau tidur besok mau sekolah ."
Reymon pun langsung ke kamar dan tidur.
Sementara itu di rumah Salma, Salma marah pada Lia atas semua perbuatan Lia pada Reymon.
"Tadi kamu ngapain bawa Reymon ke rumah sakit..?? " Sahut Lia pada Salma.
"Asal Bunda tau..!!! Jika Reymon tak di bawa ke rumah sakit..!!! Dia bisa mati bu...!!! Semalaman dia kehujanan, Kedinginan sampai sampai dia pingsan..!!! Apa bunda masih mau membencinya hah..!!! "
"Terus saja kamu belain dia..!!! Jangan jangan..!!! kamu masih cinta sama dia..!! "
"Iya..!!!! Salma masih cinta dan sayang pada Reymon..!!! Aku sudah lama mengenalnya dan dia juga selalu membuatku nyaman!!! "
Jawab Salma sambil pergi menuju kamarnya.
"Bug...!!!!!" Salma menutup pintu kamarnya.
Di situ Lia mulai gelisah... Lia benar benar terpuruk dengan keadaan ini, Semuanya saling memusuhi.. Kini canda tawa di rumah itu sudah tak ada lagi.
Ke esokan harinya di smp merah putih, Salma sangat kaget melihat kondisi Reymon yang seperti itu, Apalagi perban di keningnya masih berdecak darah , Salma semakin khawatir dan penasaran apa yang telah terjadi pada Reymon.
Salma pun tak kuasa menahan rasa khawatirnya terlebih lagi besok akan ujian nasional, Ujian kelulusan.
Lalu akhirnya Salma mulai bertanya pada Reymon.
"Reymon.. Kamu kenapa bisa seperti ini?"
"Apa aku harus seperti ini dulu agar kamu tak membenciku lagi? "
"Enggak Rey...!!! Aku sangat sedih bila melihatmu seperti ini..!!! Aku akui belakangan ini aku sangat membencimu.. Aku sangat gelisah dan dilema dengan masalah kita.. Terlebih lagi hubungan kita.. Aku sadar kita belum pacaran.. Tapi jujur aku sayang dan cinta sama kamu Rey.. Tapi kita satu ayah Rey.. "
"Semuanya akan ada jalan keluarnya, Jadi sekarang aku mohon.. Kita baikan ya? "
"Iya Rey.. Maafin aku ."
Salma langsung memeluk Reymon dan perlahan air matanya turun membasahi pipi,
"Aku mohon.. Berhenti menangis.. Jika kamu menangis.. Aku akan sangat bersedih.. "
"Iya Rey.. "
"Dan soal hubungan kita... Jujur aku juga masih sayang dan cinta sama kamu Salma..
Aku sangat terpukul mengetahui bahwa kita satu ayah.. Tapi biar lebih jelas.. Gimana kalo kita sekarang temuin guru agama kita.. Ibu guru Aisyah.. "
"Iya setuju Rey.. Mumpung istirahat mending kita sekarang aja langsung ke perpustakan.. Biasa nya sih ibu Aisyah kalo istirahat suka ada di perpus. "
Lalu mereka pun pergi ke perpustakaan menemui ibu Aisyah, Sesampainya di sana mereka langsung menghampiri ibu Aisyah yang sedang duduk di bangku sambil membaca buku buku muslim.
"Assalamualaikum bu.. "
Reymon dan Salma mengucap salam sambil sun tangan dan duduk di depan ibu Aisyah.
"Eh Reymon dan Salma , Kalian mau baca buku? "
"Enggak bu.. Kita ada perlu sama ibu ." Jawab Reymon .
"Iya bu.. Ibu gak keberatan kan bu? "
Tutur Salma .
"Engga ko gak keberatan sama sekali, Emang kalian ada perlu apa? "
"Jadi gini bu.. Sebenarnya Rey dan Salma itu ternyata saudara bu.. Kita satu ayah tapi beda ibu kandung ." Ucap Reymon.
"Ko ibu baru tau yah.." Jawab ibu Aisyah.
"Sebenarnya ceritanya panjang bu.. Dan kita berdua juga baru tahu sekarang.. "
Tutur Salma.
"Selama ini kan kalian udah lama pacaran ya? " Tanya ibu Aisyah.
"Iya bu tapi udah lama juga putus.. Nah Reymon mau tanya bu.. Ibu Aisyah kan guru agama kita.. Rey mau tanya gimana hukumnya bila kami pacaran ataupun nikah bu? " Tanya Reymon.
"Firman allah surat an-nisa ayat 23 telah di jelaskan mengenai hukum ini :
Tidak masalah seorang lelaki menikah dengan saudari tirinya – baik saudari tiri nasab maupun sepersusuan – selama keduanya tidak memiliki hubungan kemahraman dengan sebab yang lain. Karena tidak ada hubungan antara keduanya. Allah hanya mengharamkan pernikahan dengan saudara perempuan karena nasab atau sepersusuan."
Jawab ibu Aisyah.
"Jadi kita boleh nikah ya bu?? " Tanya Reymon.
"Tentu saja boleh.. Karena kalian di susui oleh ibu yang berbeda, Terkecuali kalo kalian di susui oleh ibu yang sama, Itu baru di larang." Jawab ibu Aisyah.
Mendengar jawaban ibu Aisyah.. Reymon sangat bahagia ternyata Reymon dan Salma masih bisa menikah.
Saking bahagianya Reymon. ..Spontan Reymon langsung memeluk Salma di hadapan ibu Aisyah.
Sontak ibu Aisyah langsung memukul Reymon dengan buku.
"Itigfar Reymon..!!! kalian ini belum sah..!!! Gak boleh peluk pelukan..!! " Ibu Aisyah menegor Reymon.
"Hehe maaf .. " Jawab Reymon sambil tersipu malu.