Reymon & Salma

Reymon & Salma
Episode 51 ~Reymon dan Bram baikan~



Setelah di marahi habis habisan oleh Lia Reymon tak terlalu mengambil hati ,


Pagi itu kebetulan hari minggu , Seperti biasa Reymon pergi ke pasar untuk bekerja sebagai kuli panggul.


Saat Reymon sedang sibuk bekerja, Mampaknya di situ ada Bram yang sedang mondar mandir kesana kemari.


Bram sengaja ke pasar dengan tujuan ingin bertemu Siti , Namun sayang pagi itu Siti tak belanja ke pasar, Bram malah melihat Reymon sedang kerja jadi kuli panggul.


Melihat Reymon yang sedang kerja Bram merasa sangat berdosa, Karena dirinya telah meninggalkan Siti, Kini anaknya sendiri terkena imbasnya.


Bram sangat merasa menjadi laki laki yang tak bertanggung jawab, Melihat anaknya sendiri sedang bekerja seperti itu.


Lalu Bram langsung menghampiri Reymon.


"Reymon.... !!!"


Bram menyapa Reymon namun Reymon tak menjawabnya dan mencoba untuk pergi dari hadapan Bram.


Namun saat Reymon hendak pergi Bram langsung memegang tangan Reymon dan memeluk Reymon.


Saat di peluk Bram, Reymon tak sanggup untuk melepaskan pelukannya,


Reymon merasakan ikatan batin yang sangat dalam dan juga ini pertama kalinya Reymon mendapat pelukan dari sang ayah.


"Maafkan ayahmu ini nak... Selama ini ayah tak menyadari bahwa kamu sebenarnya anak saya... Selama ini kita dekat bahkan sangat dekat.. Ayah mohon... Ijinkan ayah memberi mu kasih sayang dan perhatian ..


Jadi ayah mohon... Ayah ingin hubungan kita layaknya anak dan ayah... Ayah mohon nak... " Sambil menangis Bram membujuk Reymon.


Reymon sangat tersentuh dan luluh di hadapan Bram , Karena bagaimanapun juga Bram adalah ayahnya , Namun bukanya bahagia di perlakukan seperti ini oleh Bram, Reymon malah memikirkan Salma dan ibunya.


"Sudahlah ayah..!!! Aku sudah memaafkanmu.. Berhentilah menangis dan hapus air matamu.. Aku sudah bosan dengan semua kesedihan ini... Mulai sekarang aku akan memanggilmu ayah.. Karena nyatanya memang benar.. Tak dapat ku pungkiri lagi... Tapi aku mohon ayah..


Aku minta ayah segera kembali pada Salma dan ibunya... Mereka jauh lebih membutuhkanmu di banding dengan diriku.. Aku sudah terbiasa dengan hidupku yang seperti ini... Aku juga sudah terbiasa hidup tanpa seorang ayah... Tapi tidak dengan Salma.. Salma syok dan sakit.. Semua masalah ini menjadi beban pikirannya... Tak hanya itu... Aku akan sangat marah bila ayah tidak kembali pada Salma... Kembalilah pada Salma ayah... Dia lebih butuh kasih sayangmu... "


Mendengar pernyataan Reymon seperti itu Bram tak berdaya , Di sisi lain Bram bingung ia harus memilih siapa , Karena jika memilih keduanya tentu saja tak mungkin .


"Tapi aku mohon nak.. Ijinkan aku memberikanmu uang.. Ini ada cek 100 juta nak.. Ambilah dan gunakan untuk biaya sekolah dan kebutuhanmu nak.. "


"Sudahlah ayah... Aku tak bisa menerima itu.. Aku masih bisa mencari uang sendiri dan bertahan hidup dengan caraku sendiri.. Sudahlah lebih baik sekarang juga ayah kembali pada Salma.. Kita bisa bertemu lagi nanti... Ayah tak usah khawatir.. "


"Iya nak ayah akan kembali pulang demi kamu nak.. Tapi ayah mohon ayah minta kontak kamu nak... "


Reymon pun memberikan Bram nomer ponselnya.


Lalu Bram pun memutuskan untuk kembali lagi pulang menemui Salma dan Lia untuk meminta maaf.


Di perjalanan Bram membeli dulu makanan dan kebutuhan pokok lainya, Lalu ia bergegas kembali pulang.


Namun sayang sesampainya di rumah pintu terkunci dan berulang kali Bram memanggil Lia dan Salma, Tak ada jawaban.


Lia dan Salma masih sangat marah pada Bram , Terlebih lagi Salma, Salma merasa hubungannya dengan Reymon kini sudah hancur olehnya.


Terus dan terus Bram memanggil nama Lia dan Salma , Sebenarnya Lia dan Salma mendengar Bam memanggilnya, Namun mereka tak peduli.


"Iya nak.. Sudahlah biarkan saja dia di luar.. Bunda sakit hati.. Bunda belum bisa memaafkan ayahmu nak.. "


"Iya bun.. Salma juga sudah muak dengan semua perbuatan ayah.. "


Setelah menunggu lama namun tak ada respon, Akhirnya Bram memilih pergi ,


Namun sebelum pergi Bram meninggalkan cek untuk Lia dan Salma , Bram sadar selama Bram di usir dari rumahnya Lia tak mau lagi menerima nafkah dari Bram.


Bram meninggalkan cek dan bahan bahan pokok di teras rumah Lia dan Salma.


Karena ini hari minggu Bram juga libur kerja, Bram bingung harus bagaimana agar bisa membujuk Salma dan Lia.


Di situ Bram memilih pergi ke danau untuk mencari angin segar dan sejenak menenangkan diri.


Di danau itu Bram termenung menyendiri meratapi semua kesalahannya, Semakin sakit dan semakin tumbuh penyesalannya.


Bram benar-benar berada di posisi yang sangat sulit .


Hari pun sudah sore... Reymon sudah selesai bekerja dan sudah waktunya pulang,


Reymon bergegas pulang kerumah.


Namun di tengah perjalanan ia pun mimilih untuk singgah sebentar di danau,


Sesampainya di danau Reymon melihat Bram sedang duduk di salah satu gazebo, Bram tertunduk layu tak berdaya.


Melihat Bram seperti itu Reymon sangat iba, Reymon tak tau jika Reymon berada di posisinya.


Lalu Reymon membeli dulu air minum dan langsung menghampirinya.


Sambil memegang pundak Bram yang sedang tertunduk layu, Reymon memberikan air minum.


"Nih... Aku bawakan ayah air minum.. Ya setidaknya itu sedikit menjernihkan pikiranmu. "


Bram langsung mengambil air itu dan meminumnya.


"Terimakasih nak.. Kamu ngapain ke sini nak? "


"Sengaja aku ingin menemuimu ayah. "


Sengaja Reymon berkata seperti itu , Setidaknya itu bisa membuat Bram sedikit bahagia.


"Terimakasih nak.. Kamu sudah peduli pada ayah .. Tapi sebelumnya ayah minta maaf.. Auah tak tau harus bagaimana lagi membujuk Lia dan Salma.. Tadi ayah pulang namun pintu rumah masih di kunci... mungkin mereka sangat membenciku nak.."


"Ini hanya saran saja dariku... Janganlah ayah putus asa di saat kegagalan pertama,


Walau sakit tapi dari kegagalan pertama lah kita bisa bangkit dan menjadi lebih baik lagi..


Jatuh..!!! bangun lagi..!!! Gagal...!!! Coba lagi...!!! itu saran dariku ayah.. "


Bram tak menyangka ternyata Reymon sangat bijak dan rendah hati, Bram langsung memeluk Reymon.