
-Kamu lebih berharga di bandingkan dengan berlian sekalipun. Karena kamu wanita yang ku cintai setelah mamah- Christian Darelano ehrlich
Setelah selesai makan christian dan syila pun segera keluar dari restoran. Dan ketika mereka sudah hendak masuk ke mobil tiba-tiba seorang pelayan menghampiri christian dan syila
"Maaf tuan muda, ini ada paket untuk tuan muda. Tadi sebelum tuan muda kesini kurir menghantarkan paket ini" ujar pelayan itu
"Ini dari siapa"
"Maaf tuan muda saya juga tidak tau"
"Hhmm baiklah kalau begitu terima kasih"
Pelayan itu pun mengangguk dan segera pergi melanjutkan kembali pekerjaannya
"Siapa yang memberiku paket ini?? Perasaan aku tidak ada memesan barang" ujar christian
"Buka saja chris" ujar syila, christian pun segera membuka paket itu dan alangkah terkejutnya christian dan syila setelah membuka paket tersebut. Christian pun langsung melempar paket tersebut. Marco yang melihatnya pun tak kalah terkejut dengan isi paket tersebut. Boneka yang banyak tusukan dan juga darah yang memenuhi boneka tersebut dan marco pun melihat ada sebuah surat di dalam paket itu lalu segera mengambilnya dan memberikan kepada christian
"Ini masih permulaan jadi pastikan kamu menunggu kejutan-kejutan lainnya. Dari F"
Christian yang membaca surat itu pun mengumpat dan menahan amarah.
"Marco, segera buang paket itu dan cari tau siapa yang mengirimkannya." Perintah christian
"Baik tuan muda saya akan segera mencari tau siapa yang mengirimkan paket itu untuk tuan. Sekarang tuan dan nona lebih baik pulang ke rumah dan istirahat" ujar marco
Christian dan syila pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil setelah itu marco pun masuk ke dalam mobil dan menghantarkan anak majikannya itu pulang. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh
"Aku tidak akan membiarkan kamu dan syila dalam bahaya chris, aku akan berusaha sebisaku chris" ujarnya seraya pergi dari tempat persembunyiannya
*********************
Mobil yang membawa christian dan syila pun sudah sampai di depan rumah syila. Christian pun menghantarkan syila sampai di depan pagar
"Chris kamu jangan mikirin kejadian tadi yah. Aku yakin kok itu pasti cuma orang iseng aja" syila berusaha memberi christian kekuatan walau sebenarnya syila sendiri sangat takut namun dya mencoba untuk bersikap tenang tidak mau christian khawatir
"Aku gapapa kok sayang kamu tenang aja. Lagian yang harusnya jangan mikirin kejadian tadi itu harusnya kamu karena aku tau kamu sangat takut dengan darah iya kn" tebakan christian tepat sasaran
"Syila kalau kamu takut jangan kamu sembunyikan seolah tidak terjadi apa-apa karena kamu nggak pintar berbohong sayang" ujar christian seraya mengusap kepala gadisnya itu
Syila yang mendengar pun hanya bisa tertunduk karena jujur dya begitu takut melihat darah tapi entah kenapa dya tidak ingin terlihat lemah di depan christian. Christian yang melihat gadisnya tertunduk dengan tangan yang sudah gemetar segera memeluk gadisnya itu. Syila pun cukup terkejut tapi karena dya sudah tidak tahan untuk menangis yang sudah di tahannya sejak tadi akhirnya membalas pelukan christian sambil terisak. Syila tentunya bukan gadis lemah tapi entah kenapa dya begitu takut terjadi hal yang tidak di inginkan yang akan menimpa lelaki di depannya
"Sayang, kamu jangan nangis gini dong. Kan kamu tadi yang kasih aku kekuatan supaya nggak lemah sama kejadian tadi" sambil mengusap kepala syila untuk memberikan ketenangan
"Aku. . . Hiks. .. aku takut chris. . Hiks. . Hiks, aku takut kamu kenapa-kenapa chris" ujar syila sambil terisak
"Tapi buktinya sekarang aku gapapa kn?? Selama kamu bersamaku nggak akan terjadi apa-apa. Kita hadapi ini bareng-bareng yah. Kita nggak boleh lemah di depan musuh" ujar christian yang berusaha menenangkan gadisnya namun dya sendiri sebenarnya sangat takut dan khawatir tentang isi surat tadi
"Jalan marco"
"Baik tuan muda"
Sepanjang jalan christian hanya diam namun pikirannya entah sudah berada di mana. Sampai marco memberanikan diri untuk bertanya
"Tuan muda"
"Hhmm"
"Apakah selama tuan muda sekolah tuan muda mempunyai musuh"
Christian mengerutkan dahinya "kamu sudah berapa lama bekerja untukku dan keluargaku marco?? Rahasia terkecilku saja yang lebih mengetahui itu kamu daripada papah marco"
"Maaf tuan muda saya tidak. . . ." Ucapan marco terputus
"Cari tau saja siapa dalang di balik semua ini sebelum kejadian yang tidak aku inginkan terjadi" titah christian
"Baik tuan muda" akhirnya tidak ada lagi pembicaraan antara marco dan christian
**********************
Restoran bahagia
"Pantas saja kelakuan syila berubah ternyata seperti itu awal kejadiannya" ucap syifa yang sambil memakan puding coklat di hadapannya
"Memangnya syila nggak ngasih tau kakak tentang kejadian itu"
"Syila nggak pernah mau cerita soal pribadinya chris termasuk denganku. Aku tau kalau syila di teror pun itu tidak sengaja aku menemukan surat itu di saku seragamnya"
"Semenjak kejadian itu teror terus aku dapatkan dan mungkin syila juga tapi dya nggak pernah cerita. Dan marco orang kepercayaanku pun tidak pernah menemukan dalang dari teror ini semua. Sampai kejadian malam itu kejadian yang di mana syila. . .syila" tanpa sadar air mata christian terjatuh mengingat kejadian malam itu
"Kalau kamu ragu untuk bercerita mending tidak usah di ceritakan chris. Itu adalah luka lamamu dan aku tau tidak mudah menyembuhkannya" ucap indra serasa mengusap punggung christian
"Aku akan tetap akan menceritakan semuanya ndra. Karena aku merasa ada beberapa hal yang janggal yang membuat aku kembali lagi ke indonesia untuk menemukan hal yang janggal itu" ucap christian mantap
"Silakan jika kamu sudah siap untuk menceritakannya" ucap syifa
**Bersambung. . .
jangan lupa di like, komen dan vote yah
terima kasih 😊😊**