
Hampir 15 menit kedua insan itu saling diam dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya salah satu di antara mereka membuka suara
"Jadi kakak mau ngomong apa. Soalnya saya mau ada pertemuan dengan kakak-kakak yang lain jadi waktu saya nggak banyak" ujar christian datar karena dya cemburu melihat sita dan indra di taman
"Saya mau kasih jawaban atas pengakuan perasaanmu ke saya"ujar sita sambil menatap christian
Setelah menarik nafas sita pun duduk menghadap christian dan berkata
"Saya terima kamu jadi pacar saya asal kamu ikuti persyaratannya yaitu tidak ada yang boleh tau hubungan kita dan saya harap kamu bisa mengendalikan rasa cemburu kamu karena saya tidak suka cowok yang pencemburuan" ujar sita sambil menatap christian
"Ap-apa kak sa-sa-saya di terima jadi pacar kaka?? Hhoorreee akhirnya kakak jadi pacar saya. Baiklah kak saya terima syarat dari kaka" ujar christian yang saking senangnya christian hendak memeluk sita dan langsung mendapat tatapan tajam dari sita
"Apa peluk-peluk. Ini kampus bukan rumah kamu tau" ujar sita kesal
"Berarti kalau di rumah boleh dong meluk kaka" ujar christian yang langsung di jitak oleh sita
"Aduh kak sakit. ini kepala kak bukan kelapa main jitak-jitak aja" ujar christian sambil memegangi kepalanya
"Yang bilang kelapa juga siapa, udah saya mau ke teman-teman saya dulu" ujar sita yang sambil berdiri meninggalkan taman
"Aku harap ini keputusan terbaik. Karena aku tidak mungkin berharap kepada indra yang jelas-jelas indra sudah dengan orang lain. Lagian perasaanku ke dya palingan hanya cinta monyet saja. Aku harap aku tidak salah memilih christian" batin sita sambil berjalan meninggalkan taman
Setelah sita pergi, christian pun segera meninggalkan taman dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya. Namun mereka tidak menyadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan kebencian
"Aku tidak akan rela senyumanmu itu untuk orang lain christian. Senyuman itu hanya boleh untukku. Dan aku akan buat wanita itu bernasib sama seperti wanita yang mendekatimu 5 tahun lalu lihat saja nanti" batin orang itu sambil melihat christian yang semakin jauh dari jangkauan matanya
**********************
Setelah pertemuan dengan mahasiswa baru selesai sita dan teman-temannya segera bersiap untuk kembali ke tempat masing-masing. Syifa yang kala itu lagi demam memutuskan untuk menginap di kost sita karena orang tuanya masih di luar kota. Dya pun kedinginan yang membuat sita kasihan lalu memberikan jaket yang di pakainya ke sahabatnya itu dan syifa pun memintanya membawa motor miliknya karena kepalanya sangat pusing dan sita pun mengiyakan.
"Sita, aku tidak akan membiarkanmu bahagia. Aku akan membuat kamu menderita dan kamu akan menyesal karena telah mengenalku. Dari S"
Lama syifa terdiam karena isi surat itu namun tak lama kemudian senyum misterius menghiasi bibirnya
"Kamu pasti mengira aku sita karena jaket ini. Baiklah aku terima permainanmu. Aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini setelah kejadian 5 tahun lalu yang tidak pernah aku lupakan"batin syifa
Sita yang sudah ada di depan syifa pun merasa aneh dengan sahabatnya karena sahabatnya tersebut senyum-senyum sendiri
"Eh fa kamu kenapa senyum-senyum sendiri?? Masih waras kan??" ujar sita yang membuat syifa terkejut
"Aku lagi demam fa bukan gila ya jadi aku masih waras lah" ujar syifa sewot
"Terus kamu senyum-senyum sendiri kenapa" tanya sita
"Kepo amat kamu. Udah yok pulang kepalaku pusing ini pengen baring di kasurmu yang empuk itu" ujar syifa sambil menyimpan surat tadi ke dalam kantong celananya
"Iya-iya. Pasti karena ketemu farhan nih anak makannya senyum sendiri" gumam sita
"Ngomong apa kamu barusan taaa" teriak syifa. Cepat ta pusing nih. Sita pun tidak menjawab perkataan syifa dan dya pun langsung menghidupkan mesin motor setelah itu mereka berdua pun pulang ke kost sita
**Bersambung. . . .
**siapa yah yang mengirim pesan itu?? ikuti terus yah kisahnya
jangan lupa di like, komen dan vote yah
terima kasih😊😊****