
-Jika kamu ragu cukup lihat dan tatap mataku maka kamu akan tau jawabannya- Syila Anggrelia
Restoran Bahagia
Setelah sampai marco pun segera membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya dan mempersilakan tuan mudanya masuk ke dalam restoran. Christian dan syila pun segera masuk ke dalam ruang VIP yang sudah di pesan oleh marco sebelumnya dan tentunya genggaman tangan syila tidak di lepas oleh christian yang membuat marco hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan tuan mudannya.
Sampai di dalam ruang VIP pun christian masih mengenggam tangan syila. Bahkan saat duduk pun genggaman itu belum terlepas. Syila yang sudah jengkel akhirnya melepaskan tangan dari christian secara paksa
"Mau sampai kapan kamu genggam tanganku chris?? Aku nggak akan lari dari kamu, lagian tadi aku nggak sengaja kok ketemu sama kak farhan karena tadi aku buru-buru mau nyamperin kamu terus aku nggak sengaja nabrak kak farhan" ujar syila yang setengah kesal dengan sikap posesif dan cemburu christian yang kadang berlebihan
"Oh nggak sengaja kamu bilang, terus kalau aku nggak nyusulin kamu ke kelas kamu akan pulang sama orang itu hah??" Bentak christian yang membuat syila terkejut dan hampir menangis
Christian yang melihatnya pun mengacak rambutnya kasar. Lalu dya mengenggam tangan syila yang tengah tertunduk.
"Maaf, maafkan aku syila. Aku tidak suka kamu bersama laki-laki lain apalagi dengan laki-laki yang memiliki perasaan denganmu. Aku takut syila, aku takut, aku takut kamu pergi ninggalin aku sama seperti mamah pergi ninggalin aku" ujar christian lirih bahkan tangannya pun bergetar hebat
Syila pun menatap christian yang sudah tertunduk sambil mengenggam tangannya mengela nafas
"Chris, lihat dan tatap mataku chris" ujar syila yang membuat christian mendongkak melihat mata syila. Mata hitam yang meneduhkan bagi siapa saja yang menatapnya
"Chris apakah di mataku kamu melihat cinta selain untukmu??" Christian menggeleng
"Apakah kamu melihat jika di mataku hanya ada cinta untukmu??" Christian mengangguk
"Chris, jika kamu ragu dengan perasaanmu cukup kamu lihat mataku, lihat bagaimana aku menatapmu, lihat bagaimana aku berbagi senang dan sedih denganmu. Sampai di sini paham tuan christian darelano ehrlich" ujar syila menatap christian lembut yang membuat christian membeku mendengar perkataan syila
"Iya sayang aku paham. Maafkan aku karena aku begitu cemburu denganmu dan berfikiran yang tidak-tidak tentangmu dan sempat membentakmu tadi" ujar christian sendu
"Tidak apa-apa aku mengerti tapi ingat jangan sampai kelewatan seperti ini lagi. Eh btw kok kita jadi melow gini yah" syila terkekeh
"Eheheheehe iya nih sampai lupa tujuan ke sini mau ngapain. Ya udah yuk makan cacingku udah konser dari tadi" ujar christian dan syila pun segera makan pesanan yang sudah di pesankan oleh christian. Christian pun tersenyum melihat gadisnya makan begitu lahap lalu dya pun makan makanannya.
Di tengah heningnya suasana makan yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang saling bertempur christian pun memberanikan diri bertanya kepada syila, pertanyaan yang sudah tertahan sejak tadi namun karena ada insiden yang dramatis jadi pertanyaan itu baru muncul di kepala christian
"Syila"
"Heemm"
"Aku mau tanya sesuatu"
"Tadi kamu di sekolah hampir terjatuh karena tersandung kan?? Bukan karena hal lain??"
Deegg
Pertanyaan christian membuat syila terdiam untuk beberapa saat dan kembali memikirkan surat yang di terimanya tadi. Christian yang melihat syila terdiam pun memanggil syila
"Sayang??"
"Syila"
Namun tidak ada jawaban dari syila yang membuat christian langsung mencium pipi syila. Syila pun membeku karena kelakuan christian yang mencium pipinya tiba-tiba
"Ih chris kamu ini, kenapa main cium-cium segala sih" sambil memukul bahu christian
"Kamu sih aku panggilin dari tadi nggak nyahut ya udah mending aku cium pipi kamu aja sekalian hitung-hitung kesempatan" ujar christian terkekeh
"Aduh. . Aduuuhhh sakit sayang, kamu ini tadi mukul sekarang nyubit. Ntar ginjal aku pindah ke usus loh karena cubitan mautmu" ujar christian yang melihat wajah syila cemberut
"Kamu sih main cium-cium aja. Kan malu tau" ujar syila yang wajahnya sudah seperti tomat dan christian pun gemas melihat gadisnya yang wajahnya memerah karena malu
"Ihh kok aku jadi gemas sih sama kamu beb" ujar christian sambil mencubit pipi syila yang menurutnya sangat mengemaskan itu
"Adduhh sakit tau chris. Udah ah kita lanjut lagi makannya" ujar syila christian pun mengangguk melanjutkan makannya yang sempat tertunda
**Bersambung. . . . .
**Jujur aku baper nulis episode ini wkwk
christian : kesihan si jomblo
berisik kamu
maaf yah baru up karena aku baru ada inspirasi ehehehe
jangan lupa di like, komen dan vote aku yah jangan cuma di baca doang
Danke 😊😊😊****