
-Aku tidak pernah lupa dengan janjiku kepadamu namun, ada sebuah alasan mengapa aku tidak memilihmu- Indra perdana saputra
"Heeii tungguu jangan lari" ujar orang itu
Ya orang itu adalah christian. Christian merasa heran kenapa sita menghindarinya
"Ada apa dengannya yah?? Kok dya menghindariku?? Apa tahu tek-tek yang ku berikan kurang??" Batin christian
Sementara itu sita, risa dan indra terus berlari tanpa melihat ke belakang. Sampai risa menghentikan langkah sita
"Ta stop ta, aku gk kuat lagi kalau harus lari terus" ujar risa yang ngos-ngosan
"Tapi sa kita harus lari aku gk mau ketemu sama christian" ujarku
"Iya ta aku tau tapi sampai kapan kamu mau lari terus ta? Kalau ada masalah itu di selesaikan ta bukan malah lari kaya begini"ujar risa yang menasihatiku
Indra yang sedari tadi diam karena kelelahan akhirnya pun membuka suara
"Iya ta yang di katakan sama risa itu benar jangan biarkan masalah kamu berlarut-larut nggak baik ta" ujar indra yang ikut menimpali
"Apa bedanya sama kamu ndra yang pergi menjauhi aku tanpa aku tau sebabnya" batinku sambil menatap indra
"Pokoknya aku lagi nggak mau ketemu dya sekarang" ujarku yang tetap dengan pendirianku
"Baiklah ta kalau itu mau kamu tapi aku harap kamu bisa menyelesaikannya secara baik-baik. Ya udah itu UKSnya di depan sekarang kita masuk dan obati lukamu" ajak risa dan aku pun mengangguk dan kami pun masuk ke dalam UKS
********************
Di dalam UKS
"Aduh sa sakit pelan-pelan sa ini tanganku bukan tangan sapi sa" ujarku sambil meringis
"Yang bilang tangan sapi juga siapa sih ta, ini udah pelan-pelan kok kamunya aja yang lebay" ujar risa
Sontak sita pun menjitak kepala risa karena kesal dengannya
"Aduh ta sakit, kenapa kamu jitak aku sih" ujar risa dengan kesal
"Habisnya kamu bilang aku lebay sa aku gk lebay kok emang sakit beneran ini" ujarku yang kesal dengan risa
"Ya tapi nggak usah jitak kepalaku juga kali ta emangnya kepalaku ini tempurung apa main jitak-jitak" ujar risa yang sambil memegang kepalanya
"Udah-udah kalian jangan bertengkar nanti kedengaran sama orang-orang" ujar indra yang berusaha menenangkanku dan risa
Seketika sita dan risa menatap dingin ke arah indra yang membuat indra pun akhirnya membungkam. Lalu risa melanjutkan kegiatannya mengobati sita
"Ta kamu ada masalah apa sih sama christian?? Jangan-jangan karena kamu di bilang kurang gizi sama dya" tanya risa yang memecah keheningan
"Eeeeemmm iya sa. Ya aku kesal aja dya bilang begitu becanda sih boleh tapi ini udah keterlaluan buat aku karena dya belum terlalu mengenalku" ujarku yang menunduk
"Oh jadi kamu ingin dya mengenalmu lebih jauh yah" goda risa
"Bukan gitu maksudku oon๐๐. Ndra kok kamu mau sih sama risa yang tulalit ini" ujarku yang sambil tertawa
ย
Aku dan indra pun saling memandang satu sama lain karena bingung menjawab pertanyaan risa. Sampai akhirnya indra yang berbicara
"Iya sayang aku sama sita udah temanan dari kecil makanya kami akrab walau umur aku lebih tua dari sita tapi aku nggak mau sita memanggilku kakak karena jarak umurku pun tidam terlalu jauh dari sita" ujar indra yang berusaha menjelaskan
"Kenapa kita harus bertemu dengan keadaan yang seperti ini sita" batin indra
"Oh jadi begitu toh sayang" ujar risa yang sambil mengangguk
"Kalian berdua pacaran?? Dari tadi manggil sayang-sayang mulu?? Panas ini telingan jomblo๐๐" ujarku yang penasaran dengan hubungan mereka
Sejenak risa dan indra saling beradu pandang dan risa pun menjawab
"Ehehe iya ta tapi belum lama sih baru aja kok" ujar risa yang malu-malu
"Udah selesai ini ta kamu tadi mau bantuin anak-anak yang lain kan maaf yah aku nggak bisa bantu karena aku udah janjian mau jalan sama indra" ujar risa
"Oh iya sa terima kasih yah udah ngobatin luka aku"ujarku kepada risa
"Iya ta sama-sama, aku sama indra pergi dulu yah" pamit risa
Seketika sita pun menarik tangan risa dan berbisik
"Kamu harus ceritain ke aku soal kamu dan indra" bisik sitaย
"Iya ta tenang aja nanti aku ceritain" bisik risa
"Kalian ngomongin apa??" Ujar indra yang membuat sita dan risa kaget
"Oh nggak ngomongin apa-apa kok ndra. Ya udah sa sana gih kamu pergi hehe" ujar sita yang mengusir risa
"Ih kok ngusir sih ya udah aku pergi dulu. Ayo sayang kita tinggalkan jomblo ini" ujar risa kepada indra
"Sayang kamu ini wkwk. Ya udah ta aku sama risa pamit dulu" ujar indra kepada risa
"Iya ndra, sa" ujar sita yang sambil melihat risa dan indra pergi dari UKS
Setelah risa dan indra pergi, sita pun keluar dari UKS. Dan pada saat sita keluar UKS, secara tiba-tiba ada yang menarik tangan sita
Bersambung. . . . . . . . . .
duh siapa lagi yang menarik tangan sita
ikuti terus yah kisahnya
jangan lupa like, komen, dan saran
terus vote aku deh ๐๐๐