
-Perihal perasaanku kamu tidak perlu tau biar aku saja yang mengetahuinya. Bagiku menjadi sahabatmu jauh lebih baik dan itulah caraku melindungi dan mencintaimu- Indra perdana saputra
Lama keduanya saling diam dan berperang dengan pikiran masing-masing, akhirnya sita membuka pembiracaraan
"Jadi apa yang kamu mau bicarain ndra??" tanya sita yang langsung berbicara pada intinya
"Kamu pasti penasaran kan ta kenapa aku dulu sempat menjauhimu?" Tanya indra yang membuat sita terdiam
"Aku akan memberi tau alasannya sekarang ta. Aku tau ta jika persahabatan yang melibatkan laki-laki dan perempuan pasti lambat laun akan memunculkan perasaan baik di salah satu pihak maupun dari kedua belah pihak. Jadi sebelum perasaan itu muncul, aku memutuskan menjauhi kamu ta karena aku sudah menganggapmu seperti adikku. Maaf kalau aku baru mengatakan sekarang ta. Kita sudah berteman dari kecil dan aku berjanji pada diriku sendiri aku akan melindungi kamu dan tanpa melibatkan perasaan tentunya. Oleh karena itu aku harus menjauhimu ta" ujar indra yang membuat sita terkejut
"Jadi selama ini indra baik karena hanya ingin melindungiku. Hah betapa bodohnya aku berharap jika indra memiliki perasaan kepadaku" batin sita
"Maafkan aku ta, cukup aku yang tau jika aku mencintaimu dari sejak kita pertama bertemu. Aku tidak ingin merusak persahabatan kita" batin indra
"Jadi bagaimana ta?? Apakah kamu memaafkan aku?? Dan apakah kita bisa bersahabat seperti dulu" tanya indra yang membuyarkan lamunan sita
"Aku pasti memaafkan kamu ndra, mungkin keputusanmu itu memang tepat aku lebih memilih persahabatan kita daripada perasaan ndra dan aku juga udah menggangap kamu seperti kakakku sendiri" ujar sita sambil tersenyum
"Aku senang ta kamu memaafkan aku. Lagian ta aku tau ada seseorang yang cemburu jika aku bersamamu๐๐" ujar indra yang membuat sita terkejut
"Hah aaa. . . .eeemmmm mak-maksudnya ndra" ujar sita yang terkejut
"Hahahaha kenapa kamu gugup gitu?? Kita sahabatan udah lama ta. Dan aku tau kalau laki-laki yang bersamamu tadi malam itu menyukaimu dan itu terlihat jelas ta bagaimana dya melihatku dan kamu saat berbincang dan aku lihat kamu pun sepertinya nyaman dengannya" ujar indra
"Kamu cenayang kah ndra?? Bahkan dya sudah mengungkapkan perasaannya tadi malam. Dan aku bingung ndra harus jawab apa?? Karena aku belum pernah di tembak sebelumnya" ujar sita
"Wah benarkah ta?? ya udah kamu terima aja hehehe lagian juga kamu udah kelamaan jomblo๐๐. Takutnya nanti di kira kamu nggak laku lagi" ujar indra yang mengejek sita
"Jika kamu nyaman bersamanya cobalah terima dya. Masalah cinta atau tidak biar waktu yang akan menjawab" ujar indra seraya berdiri meninggalkan sita di taman dan sita pun hanya melihat kepergian indra dari taman
"Jika kamu berharap aku bersamanya, aku akan lakukan ndra. mungkin kita hanya di takdirkan sebagai sahabat ndra dan biarlah aku menyimpan perasaanku padamu di balik persahabatan kita" batin sita yang melihat punggung indra yang semakin jauh
"Kamu tidak perlu tau perasaanku ta. Menjadi sahabatmu adalah caraku mencintaimu ta" batin indra yang pergi dari taman
Saat indra berjalan keluar dari area taman, dya pun bertemu dengan christian yang saat itu sepertinya hendak pergi ke taman
"Lindungi dya dengan caramu. Dya sangat rapuh bahkan lebih rapuh dari apapun yang ada di dunia ini. Sifat cuek dan juteknya denganmu itu hanya bungkusnya saja" ujar indra yang menepuk bahu christian sambil pergi berlalu
Tanpa bicara christian pun langsung pergi ke taman untuk menemui sita. Dan di saat yang bersamaan sita pun hendak pergi dari taman yang membuat keduanya hampir bertabrakan
"Christian. .. " ujar sita
"Saya mau bicara denganmu. Ayo kita duduk di kursi taman" ajak sita dan christian pun mengangguk dan mengikuti sita
**Bersambung. . . .
ikuti terus kisah sita
jangan lupa like dan komen yah
dan jangan di baca saja tapi di vote juga yah๐๐๐
terima kasih**