Reset Or Return

Reset Or Return
episode 29-cemburu yang berlebihan-



-Intinya aku tidak suka jika kamu menatap laki-laki selain aku. terkesan egois memang tapi apakah aku salah jika aku hanya ingin kamu tidak pergi meninggalkanku- Christian darelano ehrlich


Setelah bel pulang sekolah berbunyi, syila pun segera memasukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas dan sejenak membaca kembali surat yang di berikan kepadanya tadi siang dan sejenak terdiam


"Siapa yang memberi surat ini kira-kira?? Christian tidak boleh tau soal ini. Tapi aku harus bagaimana pasti christian tidak akan membiarkanku meninggalkannya dan aku pun tidak akan meninggalkan christian bagaimanapun keadaannya. Tapi nyawa christian dalam bahaya karena aku" batin syila


Lama syila berperang dalam pikirannya sampai sebuah notif pesan masuk dalam ponselnya


"Sayang kamu di mana?? Aku udah di depan gerbang?? Cepatlah aku sudah berlumut di sini??" Chat christian


"Oh iya sayang sebentar lagi aku sampai di parkiran" balas syila


"Oke beb" balas christian


Setelah membalas chat christian syila pun segera bergegas ke parkiran. Namun pada saat di lorong sekolah syila menabrak seseorang yang baru keluar dari perpustakaan karena terburu-buru


"Aduh maaf kak, saya nggak sengaja" ujar syila sambil membantu orang itu mengambil buku yang jatuh


"Oh iya nggak papa kok dek, saya kurang hati-hati juga kok" ujar orang itu


"Ehh kak farhan???" Ujar syila terkejut karena dya tidak melihat siapa yang di tabraknya hanya melihat lambang kelas di lengan orang itu yang menandakan itu adalah lambang untuk anak kelas 3


Farhan adalah kakak kelas syila. Farhan sewaktu SMP sangatlah berbeda dengan farhan sekarang. Farhan SMP dulu  memakai kacamata dan juga sangat terkenal di sekolah karena kepintarannya dan juga dya murid yang pendiam. Namun itu semua tidak mengurangi ketampanannya dan malah terlihat lebih manis dan tidak bosan untuk di pandang. Walaupun pendiam farhan mempunyai sikap yang ramah kepada semua orang yang membuatnya di senangi. Termasuk syila yang kagum kepada kakak kelasnya itu. Farhan dan syila lumayan akrab karena kebetulan mereka satu ekskul yaitu ekskul teater


"Syila?? Kenapa kamu terlihat buru-buru gitu" tanya farhan


"Kalau gitu biar saya anter pulang aja yah. Kan kita searah" ujar farhan dan syila pun bingung harus menjawab apa karena kalau christian tau pasti dya akan marah. Sebelum syila menjawab ajakan farhan tiba-tiba ada suara yang menyahuti obrolan mereka


"Nggak perlu di anterin biar saya yang anter"ujar christian datar


Syila dan farhan pun langsung menoleh ke sumber suara. Di sana sudah berdiri christian dengan wajah dingin.


"Haduh kok serasa lagi di kutub selatan yah. Dingin banget perasaan ini cuacanya panas" gumam syila


Christian pun berjalan ke arah syila dan farhan dengan wajah datar dan tatapan sedingin kutub selatan. Setelah di depan syila dan farhan christian langsung menarik tangan syila dan langsung membawanya pergi menajuhi farhan. Sampai ke area parkiran pun christian pun hanya diam sambil mengenggam tangan syila hingga marco membukakan pintu mobil christian dan syila pun segera masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil pun christian masih diam namun tetap mengenggam tangan syila. Marco pun hanya diam tidak bertanya apa-apa kepada tuan mudanya itu karena tadi christian sudah memberi taunya jika dirinya dan syila ingin makan siang. Syila yang merasa risih karena genggaman christian pun mencoba untuk melepaskan genggaman itu


"Chris, lepasin dong tangan aku. Kan ini udah di mobil. Lagian juga aku bukan anak-anak" ujar syila yang langsung mendapat tatapan tajam dari christian. Syila pun langsung membungkam karena jika christian dalam mode seperti sekarang maka yang harus dilakukan adalah mengikuti semua keinginan christian tanpa bantahan


****************


**Bersambung. . . . .


maafkan yah baru up. eemm gimana yah sebenarnya bingung mau lanjutin novel ini apa nggak wkwk di tambah lagi inspirasi baru muncul ehehe. tapi aku akan coba lanjutkan novel ini pelan-pelan


jangan lupa di like komen dan vote yah


jika ada yang typo ya maafken wkwk**