PRINCESS SOPHIA

PRINCESS SOPHIA
Prince Philip



Dua bulan setelah Sophia diasingkan ke Kastil Velen di Utara, istana dipenuhi dengan suasana kebahagiaan yang bertentangan. Ratu Evelyn, ibu tirinya yang selama ini selalu berselisih dengannya sekarang membawa perubahan di istana, ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Philip.


Suasana di istana berubah seketika. Kedatangan sang bayi menjadi berita yang hangat dibicarakan. Philip, saat suara tangisannya pertama kali terdengar sudah dianggap sebagai pewaris yang akan melanjutkan garis keturunan kerajaan. Semua itu karena jenis kelamin laki-laki yang dianggap lebih bisa diandalkan daripada perempuan.


Evelyn, dengan senyuman bangga, memperlihatkan bayinya kepada seluruh istana. Memberikan kesan bahwa Philip bukan hanya sekadar bayi yang tidak berdaya, Tetapi juga adalah simbol dari dirinya.


Raja Erick mulai mengabaikan semua masalah yang terjadi di dalam istana sekarang ia hanya merasakan gelombang kebahagiaan yang membanjiri hatinya. Senyumnya mengembang diwajahnya dan matanya bersinar penuh sukacita ketika dia menggendong putra kecilnya.


"Terima Kasih sayang,Philip akan menjadi pewaris keturunan Erick yang akan membawa kejayaan bagi kerajaan ini." Ia mengecup kening Evelyn dan juga Philip.


Selama ini, ia menginginkan seorang Putra, namun dari Ratu Alice dirinya hanya dikaruniai seorang Putri, bukannya tidak senang hanya saja dari lubuk hati terkecilnya ia menginginkan pewaris laki-laki untuk meneruskan kerajaan.


Dalam suasana yang meriah, istana dihiasi dengan perayaan dan keramaian. Para pelayan sibuk menyusun pesta kecil untuk merayakan kelahiran sang pewaris. Suara musik dan tawa mengisi kemegahan istana ini,menciptakan aura sukacita yang merayap ke setiap sudut istana.


Kabar tentang kelahiran sang pewaris telah menyebar seperti api di tengah malam, membawa kebahagiaan dan antusiasme di setiap sudut kerajaan.


"Raja Erick pasti sangat bahagia. Philip akan menjadi pemimpin yang hebat suatu hari nanti." Ucap salah satu warga dengan wajah yang bahagia.


Meskipun ada sukacita yang tersebar, tetapi tidak sedikit ada yang kontra dengan kelahiran bayi ini. Banyak orang masih ada yang penuh dengan tanda tanya dan skeptisisme.


"Tapi apakah kehadiran pangeran Philip akan membawa perubahan yang baik? Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres." Sahut warga lainnya dengan was was.


Sebenarnya keputusan Raja Erick untuk mengasingkan Sophia ke Kastil di Utara juga memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat Kerajaan Fullmoon,membawa dampak yang mendalam pada hati dan pemikiran rakyat.


Ratu Alice adalah ratu yang mereka kagumi, jadi melihat nasib Sophia yang diasingkan tidak diterima dengan baik, hanya saja keputusan Raja tidak dapat diganggu gugat, namun sekarang setelah melihat Raja mempunyai seorang Putra untuk dijadikan pewaris mereka sedikit mengerti tetapi tetap saja Sophia tidak berhak diperlakukan seperti ini.


Di pasar kerajaan, para pedagang sibuk dengan bisnis mereka, tetapi pembicaraan di antara mereka tidak bisa dihindari. Suara-suara yang berbisik tentang keadilan dan ketidakadilan menyesaki udara, menciptakan lapisan ketegangan di antara warga yang sebelumnya hidup damai.


"Apa yang terjadi dengan Putri Sophia? Mengapa Sang Raja mengasingkannya?"


Salah satu pedagang dengan ekspresi serius menjawab."Katanya, ada yang tak beres dengan hubungan antara Putri Sophia dan Ratu Evelyn."


Di tengah percakapan yang terus berkembang, opini beragam mencuat ke permukaan. Ada yang percaya bahwa tindakan Sang Raja adalah langkah bijak untuk menjaga stabilitas kerajaan, sementara yang lain menganggapnya sebagai ketidakadilan yang menghancurkan kehidupan seorang gadis yang tidak bersalah.


"Dia hanya anak-anak, Aku yakin Tuan Putri tidak bersalah." Ucap salah satu warga yang prihatin.


Orang yang membawa keranjang buah dengan marah mengatakan."Ratu Evelyn pasti ada di balik semua ini! Kita harus berdiri bersama dan menuntut keadilan!"


Orang yang disampingnya menepuk warga yang berbicara tadi." Kamu jangan berbicara sembarangan mengenai ratu!" Sahut orang itu memperingatinya.


...----------------...


"Philip... Pewaris yang diinginkan oleh semua orang telah lahir,"Gumam gadis itu.


Sophia di Kastil Utara telah mendengar kabar itu, merasakan gelombang perubahan yang mencapai temboknya. Dia merasakan getaran energi yang terikat dengan kelahiran Philip.


Apakah masa depanku sudah dipastikan? Ayah akan melupakanku kan? Gumamnya dalam hati.


Ia senang mempunyai adik, namun ini juga ancaman baginya. Tapi jika dirinya berpikir seperti itu artinya ia orang jahat kan? Sophia merutuki dirinya sendiri.


Di dalam kamar yang sepi di Kastil Velen, Sophia duduk sendiri dengan pikirannya tentang kabar kelahiran Philip. Rasa ingin tahunya dan kekhawatirannya terhadap perubahan yang mungkin terjadi di kerajaan memenuhi setiap sudut hatinya. Lady Marie, yang telah menjadi Ibu dan pelindung setia Sophia sejak awal. Masuk kedalam kamar, ia tahu perasaan Sophia bagaimana.


"Tuan Putri, apa kamu baik baik saja?" Tanya Lady Marie dengan lembut. Berjalan mendekati gadis itu.


Sophia mengangkat pandangannya, matanya dipenuhi kecemasan.


Lady Marie menggenggam tangan Sophia yang dingin." Putri Sophia, kau harus yakin bahwa kelahiran Pangeran Philip tidak akan merubah apapun.Kita harus percaya pada takdir bahwa segala sesuatu akan berjalan sebagaimana mestinya."


"Lady Marie, aku merasa seolah-olah kerajaan ini berubah sejak kepergianku. Dan kelahiran Philip... dia akan mengantikanku kan?" Tanya Sophia dengan ragu ragu.


Lady Marie tersenyum lembut, tangannya menyentuh pundak Sophia sebagai tanda dukungan."Setiap kelahiran memang membawa harapan baru, tetapi takdir adalah peta jalan kita. Raja Erick membuat keputusan dengan alasan tertentu, dan kita harus percaya bahwa semua ini terjadi untuk tujuan yang benar."


Sophia merenung sejenak, mencerna kata-kata bijak Lady Marie. Dia menyadari bahwa perjalanan hidupnya telah mengalami pasang surut yang tak terduga, dan sekarang, dengan kelahiran Philip, takdirnya sekali lagi bergerak dalam arah yang belum terungkap sepenuhnya.


"Aku hanya ingin kebahagiaan untuk kerajaan ini, Lady Marie. Aku ingin merasa bahwa selama ini aku telah menjadi Putri yang baik." Jawab Sophia.


Disisi lain Sophia merasa sebelum menjalankan perannya sebagai Putri dari Raja, ia telah kehilangan segalanya, jauh dari istana sekarang statusnya telah berubah.


Lady Marie memandang Sophia dengan penuh pengertian."Kau telah melakukannya dengan baik Putri Sophia. Tidak ada yang bisa meragukan dedikasi dan kebaikan hatimu seperti Ibumu. Mungkin saatnya kita fokus pada apa yang dapat kita kendalikan, dan menerima bahwa takdir memiliki jalan yang sulit diprediksi."


Sophia, merasa didukung oleh kata-kata Lady Marie, mencoba melepaskan beban yang terlalu berat di hatinya. Meskipun keraguan masih menyelinap.


Sophia memeluk wanita yang berada disampingnya dengan erat."Terima kasih Lady Marie, telah selalu ada disisiku."


.


.