
Matahari bersinar terang hari ini, mata Sophia fokus ke depan untuk pelajaran yang akan ia terima. Ya, Peter selalu mengajarinya berkuda. Sophia tak hanya mendalami ilmu herbal dan penyembuhan, tetapi juga belajar keterampilan-keterampilan fisik yang tidak pernah dia lakukan di istana tak hanya itu Sophia juga mulai belajar memanah, ia mengisi hari harinya dengan kegiatan yang bermanfaat berharap suatu hari nanti, semua ilmunya akan berguna.
Sophia dan Peter pergi ke padang luas di sekitar kastil untuk berlatih berkuda. Di bawah cakrawala yang luas, Sophia merasa kebebasan yang tak terkira.Peter dengan sabar membimbing dan mengajarinya.
"Posisi tubuhmu harus seimbang, Sophia. Jangan terlalu tegang, biarkan kuda merasakan dirimu" ujar Peter sambil memberikan instruksi pada Sophia yang berada di atas kuda yang diberi nama Lily.
Lily adalah kuda berwarna putih yang gagah, kuda ini adalah hadiah ulang tahun dari Peter, Sophia tak pernah merayakan ulang tahun dengan mewah lagi sejak diasingkan, hanya orang orang terdekat yang mengingat dan merayakannya.
Peter, dengan keahlian dan pengalaman berkuda yang dimilikinya, terus membantu Sophia mengendalikan Lily dengan penuh kehati-hatian.
"Ingat Sophia, kunci dari mengendalikan kuda adalah memberikan arahan dengan lembut dan memahami bahasa tubuh mereka.!" Sekali lagi Peter terus mengingatkan Sophia.
Gadis itu hanya mengangguk dan berusaha fokus memegang tali kendali kuda mencoba mengikuti panduan Peter dengan seksama.
"Ayo Lily, kita pasti bisa, tolong bersikap baik padaku ya!" Tekad Sophia.
Lily kuda yang selalu tenang dan mudah diatur oleh Sophia. Mereka berdua membentuk ikatan yang kuat, seperti sahabat yang bisa saling memahami.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka melintasi padang rumput yang luas. Peter memberikan instruksi tentang cara menyusuri tanah yang berkontur, melintasi sungai kecil, dan mengendalikan laju kuda di berbagai medan.
Tak terasa senja sudah di ufuk barat, memancarkan cahayanya yang hangat ketika Sophia dan Peter kembali ke kastil setelah sesi berkuda, sejenak mereka mengamati cahaya senja yang melukis langit dengan warna oranye dan merah.
"Besok, aku harus kembali ada tanggung jawab yang menanti di sana."Sahut Peter dengan perasaan kecewa.
Sophia, meskipun tahu bahwa kedatangan Peter hanya sementara, tetap merasa sedih. "Aku akan merindukanmu di sini, Peter. Terima kasih selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungiku."
Peter mengangguk penuh pengertian, merasakan betapa beratnya kepergian ini bagi Sophia. Dia meraih tangan Sophia dengan lembut, mencoba memberikan dukungan yang tak terucapkan.
"Sophia,aku berjanji akan kembali."Ucap Peter dengan hangat.
Sophia tersenyum, berusaha menyembunyikan rasa kehilangan di matanya. Mereka berdua berjalan menuju kastil, ditemani oleh langit senja yang memudar menjadi malam.
Malam itu, mereka berkumpul di ruang makan kastil. Suasana penuh dengan tawa dan cerita, selain itu Lady Marie telah menyiapkan berbagai hidangan untuk mereka, layaknya seorang ibu menyiapkan makan untuk anak anaknya.
Kali ini ia memasak hidangan mewah yang biasa tersedia di kerajaan agar Sophia senang, termasuk roast beef, pudding Yorkshire, dan hidangan-hidangan seperti coronation chicken yang disajikan dalam acara-acara istimewa kerajaan.
Sebenarnya pudding yorkshire adalah pendamping daging panggang, terutama roast beef. Ini adalah adonan yang mirip dengan adonan pancake atau crepe yang kemudian dipanggang dalam oven hingga mengembang dan berwarna keemasan. Pudding Yorkshire memiliki bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Meskipun namanya pudding, ini lebih mirip dengan roti panggang dan biasanya disajikan untuk menyerap saus dan jus daging panggang.
Sophia teringat akan ayahnya pikirannya melayang ke masa lalu, mengingat sosok ayahnya yang telah lama tidak ditemuinya. Ia memutuskan untuk membuat ramuan penyembuh untuk ayahnya yang sedang sakit selain itu ia ingin mempraktekkan ilmu yang sudah ia pelajari. Dia memilih camomile, bunga yang dikenal karena sifat penyembuh dan menenangkan.
Chamomile, adalah tanaman dengan bunga kecil berwarna putih atau kuning mirip seperti bunga matahari kecil. Biasanya, chamomile digunakan dalam bentuk teh atau minyak esensial untuk efek penenang.
Setelah mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, Sophia dengan hati-hati memasak ramuan penyembuh. Pertama ia memasukkan 1-2 sendok teh bunga chamomile kering kedalam air yang mendidih. Biasanya, satu cangkir air jumlah yang pas untuk satu porsi teh chamomile. Namun ia membuat banyak stok untuk ayahnya.
setelah itu ia membiarkan chamomile merendam dalam air panas selama sekitar 5-10 menit. Kemudian ia menyaring bunga itu dari teh, dan selesai, bisa juga ditambahkan madu atau lemon tergantung kesukaan ayahnya.
Saat ramuan sudah jadi, Sophia memindahkannya ke dalam botol kaca kecil yang indah. Botol itu seolah-olah menjadi wadah untuk harapannya yang tak terucapkan. Sophia merasa bahwa cinta dan doanya terkandung dalam setiap tetes ramuan yang dihasilkannya.
Dia memutuskan untuk menitipkan ramuan tersebut kepada Peter yang akan segera pulang.
"Aku akan membawa ramuan ini dengan hati-hati,. Semoga Raja Erick cepat sembuh setelah meminum ini." Peter mengambil beberapa kantong yang berisi botol botol kecil.
"Terima kasih, Peter. Ini bukan hanya untuk ayahku, tetapi juga untukmu."Balas Sophia dengan lembut.
Peter tersenyum tulus, merasa senang dapat membantu Sophia. Dia ingin Raja tahu bahwa putrinya tidak layak untuk diasingkan, putrinya sudah berubah menjadi gadis yang hebat. Dan berubah pikiran untuk mengembalikan Sophia.
Fajar akhirnya menyingsing, Sophia dan Lady Marie berkumpul di pelataran kastil untuk mengantarkan kepergian Peter. Lady Marie menambahkan rasa terima kasihnya karena Peter yang selalu menemani Sophia.
"Semoga setiap langkahmu penuh berkah, Peter." Sahut Lady Marie mendoakan.
Peter akhirnya memacu kudanya. Langit di atasnya membentang biru, dan angin berbisik di sepanjang perjalanan menuju istana Fullmoon dirinya semakin bertekad untuk bisa membawa Sophia pulang ke istana,
Aku tidak bisa meninggalkan Sophia begitu saja. Istana Fullmoon adalah rumahnya, dan aku harus membantunya kembali. Tekadnya dalam hati.
Perjalanan menuju istana Fullmoon memakan waktu hampir satu hari penuh, melintasi jalan setapak yang meliuk-liuk, yang dipinggirnya dipenuhi oleh pohon pohon besar.
Peter merenungkan rencananya untuk berbicara dengan Raja Erick. Keinginannya untuk membantu Sophia agar kembali ke istana membara dalam dirinya. Namun, dia menyadari bahwa langkah ini harus diambil dengan hati-hati, terutama mengingat kehadiran Ratu Evelyn yang selalu mencurigakan.
.
.