Oh Mama!

Oh Mama!
Chapter 4 (Detik-detik sebelum tragedi)



[ Author P.O.V]


-Satu minggu sebelum Kecelakaan-


Bdum… bdum…bdum….


Krek!


Brak!


“ Hei dasar sinting! Pagi-pagi sudah bikin keributan saja!!!!” Dari seberang kamar Hae Soo, seorang wanita lengkap dengan roll yang menghiasi rambutnya berteriak memaki gadis itu.


Hae Soo menanggapi makian wanita seberang rumahnya itu dengan mengacungkan jari tengah sambil tersu bergoyang mengikuti irama musik metal yang ia putar.


Tok…tok…tok….


“Hae Soo!!! Matikan musik norakmu itu!” Pekik seorang lelaki sambil terus menggedor pintu kamar yang sengaja di kunci.


Krek!


Merasa terganggu dengan suara gedoran pintu kamarnya yang tanpa henti, Hae Soo membuka pintu itu sambil menatap datar seseorang yang berdiri di depannya.


“Kenapa tidak bersiap ke sekolah? Dari tadi bukannya berkemas malah asik dengerin musik kampungan sambil pakai trening!!! Gimana bisa masuk universitas seoul kalau cara hidupmu bar-bar kayak gini!!!” omel pria berkacamata dengan stelan rapi yang berdiri di hadapan Hae Soo.


“Hyung bisa stop tidak mencampuri urusanku! Aku tidak perlu ke universitas yang kau banggakan itu, toh salah satu dari kita sudah jadi mahasiswa sana!! Jangan seret aku juga.”


Hae Soo mendorong perlahan tubuh kakaknya kemudian berjalan dengan santai ke arah toilet.


“Mau kemana kamu?” Tanya Hyung.


“Mandi, bersiap ke sekolah.” Balas Hae Soo datar.


***


Matahari telah membumbung tinggi, pagar sekolah tertutup rapat dan kini tidak ada seorang pun yang berada di sana selain penjaga sekolah. Yah, Hae Soo terlambat. Tapi gadis itu masih tenang dan mengambil jalan lain yang biasa ia lewati ketika terlambat datang ke sekolah.


HUP!!!


Gadis itu berhasil melewati tembok sekolah. Sayangnya seseorang memergoki Hae Soo yang sedang memanjat dan mulai meneriaki gadis itu! “Wah!!!! Tindakan illegal! Seharusnya kamu di hukum!!”


Tanpa rasa khawartir, Hae Soo menghampiri lelaki itu dan menatapnya tajam.


“Ckckckck, dasar tidak tahu malu! Coba saja berteriak, penjaga sekolah pasti menangkapmu yang sedang merokok di luar sekolah!!!” Hae Soo merapatkan badannya sambil mencengkram kuat wajah lelaki itu hingga ia tersandar di dinding dengan ekspresi wajah ketakutan. Gadis itu memang ahli membuat keadaan seseorang terpojok.


Sadar penjaga sekolah menuju ke arah mereka, Hae Soo buru-buru menuntaskan tindakannya dengan halus.


“Mari kita lihat, apa yang bisa kulakukan pada orang mulut kaleng sepertimu!!” Hae Soo merampas rokok lelaki itu dan menghisapnya perlahan kemudian menghembusnya kuat-kuat sampai lelaki itu terbatuk menghirup semburan asap rokok.


“Pak, aku melihat anak ini melakukan tindakan illegal di luar jam belajar!” Hae Soo berlari ke arah penjaga sekolah.


“Bohong pak! Dia… dia terlambat datang ke sekolah!!” Siswa lelaki itu membela dirinya.


“Lihat! Dia malah menuduhku, padahal dia yang sudah berbuat salah.” Hae Soo semakin menampakan sisi manisnya untuk meyakinkan penjaga sekolah.


“Dasar anak nakal!!! Berani-beraninya kamu merokok di lingkungan sekolah, ditambah lagi sudah menuduh orang lain sembarangan!!” Omel penjaga sekolah.


“Tapi….tapi…tapi…”


“Cepat ikut saya menemui kesiswaan! Kamu harus diberi hukuman!!!”


Penjaga sekolah segera menyeret lelaki itu dan membiarkan Hae Soo. Padahal jelas-jelas gadis itu masih menenteng tas nya. Dengan senyuman penuh kemenangan Hae Soo berjalan menuju kelasnya.


Di Kelas


“Wah gila!!! Lagi-lagi ratu kita selamat masuk kelas walaupun terlambat!” Seru salah satu teman sekelas Hae Soo. Semua orang yang ada di kelasnya bertepuk tangan riuh, bahkan ada yang bersiul.


‘’Long time no see!!” Sapa Hae Soo riang. Re mi menepuk pundak Hae Soo perlahan.


“Kebiasaanmu dari dulu memang suka telat ya kalau habis balapan motor! Lihat tuh, si Yuna khawatir kamu tidak masuk.” Ungkap Re mi.


“Iya nih! Aku khawatir tahu, semalam kamu kan tiba-tiba chat kalau lagi balapan di jembatan. Aku sampai tidak bisa tidur pikirin kamu terus loh, takutnya ada apa-apa!” Ungkap Yuna hampir menangis.


“Yuna….Yuna…, ratu balap SMA Somdong gak akan kenapa-kenapa kok! Tenang aja.” Hae Soo mencoba menenangkan Yuna yang cengeng.


“Mana yang namanya Hae Soo!!!”


Tiba-tiba seorang gadis datang sambil berteriak-teriak. Hae Soo menghela nafas kemudian berdiri dari kursinya. “Apa maumu?” Tanya Hae Soo, kemudian menghampiri gadis itu.


“Kau sudah membuat Dae Jung adikku di skors!! Kau harus tanggung jawab Hae Soo!” Bentak gadis itu.


“Dae Jung siapa ya?” Hae Soo mengingat-ingat kembali apakah dia mengenal lelaki bernama Dae Jung. “Oh! Anak cupu yang merokok tadi ya? Itu adikmu?! Hahahahahhaa.” Hae Soo tertawa terbahak-bahak di hadapan gadis yang mencarinya itu.


Plak!!


“Dasar remahan gedung B menjijikan! Kau tau tidak kalau kau mencari masalah dengan salah satu siswa gedung A, sama hal nya dengan ngajak ribut kami semua!!”


Tamparan gadis itu mendarat di wajah Hae Soo. Kemudian rona wajah gadis itu berubah menjadi dingin. Sembari mendekatkan diri, Hae Soo membusungkan dada kemudian membuka suara.


“Oh jadi kamu siswa gedung A tempat anak-anak manja itu ya? Pantas saja almamatermu kelihatan mewah sekali!” Ujar Hae Soo tenang.


“Tapi, tunggu sebentar. Kamu Min Joo kan? Anak kelas sebelah. Bukannya beberapa waktu lalu kamu masih jadi siswa gedung B yang menjijikan ini? Wah aku baru ingat. Kamu kan sekarang lagi pacaran sama salah satu anak gedung A yang elite itu. Pantasan bisa masuk ke sana.” Ledek Hae Soo.


“Lah, tapi kalau sekedar pacaran sama anak gedung A bukan berarti bisa masuk ke sana seenaknya kan?! Kurasa kamu mendekati ayah pacar barumu juga. Soalnya kudengar selain cantik, kamu jago menggoda!!!”


Ledekan Hae Soo membuat suasana kelas riuh. Kebanyakan dari mereka ikut-ikutan meledek Min Joo. Seketika mata gadis itu mengeluarkan air mata dan ia mulai menangis keras.


“Apa yang kau lakukan pada Min Joo?!” Tiba-tiba Yong Jin pacar Min Joo datang. Mendapati pacaranya di bully oleh siswa yang ada di sana, Yong Jin marah besar.


“Wah wah, liat siapa yang datang? Bangsawan gedung A repot-repot menginjakkan kaki di gedung B untuk menyelamatkan permaisurinya!” Ledek Hae Soo.


“Hae Soo kamu kok mempermalukan Min Joo di depan semua orang?!” Bentak Yong Jin.


“Menurutmu menampar orang lain seenaknya itu hal yang benar? Pacarmu menamparku dengan mengatasnamakan keadilan untuk adiknya yang merokok itu?! Kau kira aku bakal terima?!” Hae Soo balas memarahi Yong Jin.


“Aku tidak mau menerima alasan apapun! Kita selesaikan semuanya di jalanan atau kau akan menyesal.” Yong Jin membawa Min Joo pergi dari sana diiringi dengan sorakan dari siswa lainnya.


“Wah wah! Kayaknya malam ini bakal ada balapan lagi.” Re mi merangkul pundak Hae Soo. “Tapi dari mana kau kenal gadis itu dan pacarnya?” Tanya Re mi lagi.


“Semalam aku mengalahkan Yong Jin di jalan. Dia itu salah satu pembalap nomor satu kelompok elite SMA Somdong. Dan pacarnya itu, dulu dia pengibar bendera pertandingan.” Terang Hae Soo.


“Jadi balapan tadi malam itu kau bersama para elite SMA somdong?!” Re Mi kaget.


“Yah, mau bagaimana lagi. Aku mendapat bayaran bagus dari Tae Jun, kalau bisa mengalahkan pembalap handal gedung A.” Lanjut Hae Soo.


“Tae Jun siswa transfer gedung A itu ya?” Timpal Yuna. Hae Soo mengangguk. “Pantas kamu bisa masuk ke pertandingan kaum ningrat itu.” Lanjut gadis itu kemudian.


“Karena sudah di seret lagi, mau tidak mau aku harus pinjam motor dan freepass Tae Jun untuk masuk ke pertandingan itu sekali lagi.”


“Kamu yakin? Aku khawatir bakal terjadi sesuatu sama kamu!!!” Rengek Yuna.


“Tidak apa-apa, aku akan menuntaskannya dengan cepat!”


Hae Soo menghampiri Tae Jun yang sedari tadi tertidur pulas di mejanya.


“Tae Jun, nanti malam berikan Rebecca dan freepassmu padaku sekali lagi….” Ungkap Hae Soo sambil menarik buku yang menjadi bantal Tae Jun. Kemudian lelaki itu terbangun…..


Bersambung.