
Suara ketukan pintu membuat shofie terbangun dari tidurnya . Dia sedikit meringis kesakitan menahan perih di bawah sana . Semalaman ini dia harus melayani suaminya diatas ranjang . Padahal itu adalah yang pertama baginya , tapi seolah Jason tak peduli . Shofie melirik ke arah Jason . Masih tidur dengan posisi Tengkurap dengan badan tertutup selimut dari pinggang ke bawah .
Shofie menyambar jubahnya dan memakainya .
Dia membuka pintu sedikit , sehingga hanya memperlihatkan kepalanya saja dari balik pintu . Seorang bellboy tersenyum padanya .
" Selamat pagi nyonya , saya membawakan pakaian dan juga sarapan untuk nyonya dan tuan "
Shofie mempersilahkan bellboy itu masuk dan membawa troli makanan . Setelah bellboy itu keluar shofie mengambil bajunya , dan segera masuk ke kamar mandi .
Shofie membuka jubahnya dan menyalakan shower . Dia menikmati setiap tetes air yang menyapu wajah dan tubuh tel*nj*ngnya .
*******
Jason mengedipkan matanya , silau sinar matahari mengusik Indra penglihatannya yang masih ingin terpejam . Sayup-sayup terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi . Jason menoleh kesamping , dilihatnya shofie sudah tidak ada ditempatnya . Jason bangun dari posisi tidurnya , dan bersandar pada kepala tempat tidur . Dia mencoba mengingat kejadian semalam , dia masih tidak percaya dia begitu beringas semalam . Padahal ia sudah berusaha mati Matian menahannya . Jason yakin pasti gara gara air mineral itu , akh ini pasti ulah kedua orang tuanya . Lagi lagi dia dikerjai . Padahal lagi dia berencana akan melakukan malam pertama bersama shofie kalau dia sudah benar benar mencintai gadis itu . Tapi sekarang dia sudah terlanjur melakukannya bersama shofie . Dia jadi merasa tidak enak sama shofie . Sudahlah , toh sekarang shofie sudah sah menjadi istrinya . Ga ada salahnya kan kalau dia h*v*Ng s*x bersama shofie , pikir Jason .
Suara pintu kamar mandi yang terbuka , membuat Jason tersentak dari lamunannya . Shofie keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya dari dada sampai ke bawah p*nt*t . Darah Jason kembali mengalir aneh , Kenapa juga itu handuk jadi kecil banget dipake shofie . Apalagi p******ra shofie yang memang padat dan berisi semakin membuat handuknya seolah olah mengecil . Jason segera menepis pikiran kotor dari kepalanya . Saat Jason hendak bangun dari duduknya ke kamar mandi , dia baru sadar kalau dirinya sekarang tidak memakai apa apa . Jason celingukan mencari celananyanya semalam , entah kemana dia melemparkannya semalam . Tapi nihil , Jason tidak menemukan boxer itu .
" Shofie ...ehem bisa ambilkan handuk ? " Pinta Jason . Seketika shofie menghentikan aksinya mengeringkan rambut memakai handuk kecil .
" Memangnya , gak bisa ambil sendiri ? " Shofie kembali asyik mengeringkan rambutnya .
" Huft ..." Jason mendengus kesal . Istri macam apa ini? Disuruh ambil handuk saja ga mau , awas ya jangan menyesal . Jason berdiri dan melangkah mendekati shofie . Langkah dan matanya tertuju pada lemari di sebelah shofie . Shofie kaget dengan kehadiran Jason di sebelahnya , bukan karena kedatangannya yang tiba-tiba tapi karena ........
" AAAaaaaaaa!!!!!!" Shofie Menutup kedua matanya . Jason berdiri di samping nya tanpa mengenakan celana .
" Kenapa kau menutup mata! Tadi malam kau menikmatinya ! " Jason berlalu ke kamar mandi . Shofie menyesal tidak mengambilkan handuk untuk Jason , untung saja dia tidak kena terkam 😆😆.
*******
Sejak kejadian malam pertama itu , Jason lebih berhati-hati lagi . Dia tidak mau kecolongan lagi . Dia terpaksa menghabiskan 2 malam berikutnya di hotel bersama shofie . Karena dompet kunci mobil disita oleh kedua orang tuanya . Entah apa yang dipikirkan orang tuanya itu sampai menyita barang barang pribadi Jason dan Shofie . Bahkan pakaian ganti dan makanan pun dijatah .
Pagi itu , Jason dan Shofie sedang bersiap untuk check out dari hotel . Tapi sebelum check out mereka akan sarapan dulu di restoran hotel bersama orang tua mereka . Meskipun sudah melewati 'malam pertama' mereka tapi pasangan ini masih saja terlihat kaku , tidak ada mesra mesranya . Seperti saat ini Jason berjalan didepan dan shofie ada dibelakang nya . Setelah sampai di restoran Jason melebarkan pandangannya ke sekeliling , mencari sosok orang tua mereka .
" Jason ! Shofie ! " Jason mencari sumber suara , ternyata orang tuanya ada di sebuah meja dengan kapasitas 4 orang . Mamanya melambaikan tangan , Jason dan Shofie segera menghampiri mereka .
" Jason , kok shofie nya ditinggalin di gandeng dong , nanti kalau di ambil orang gimana ?? " Kata Dianna saat Jason dan Shofie sudah ada di dekatnya . Dianna segera memeluk menantunya itu , shofie pun membalasnya . Jason hanya cuek mendengar protes mamanya .
" Mah balikin dompet sama hp Jason " kata Jason saat sudah duduk di depan orang tuanya .
" Pa mana barang barang Jason balikin " Jason ganti menatap papanya .
" Sarapan dulu Napa , papa laper !" Jason mendengus pasrah . Dia tidak bisa membantah papanya .
" oh ya gimana malam pertamanya lancar ga ? " Celetuk Dianna ditengah suasana sarapan . Jason sedikit tersedak makanan nya , buru buru dia menenggak air putih . Sedangkan shofie hanya tersenyum malu . Itu tandanya mereka sudah ML nih pikir Dianna . Dia bersorak kegirangan dalam hati , impiannya untuk menimang cucu akan segera terwujud .
" Mama kan yang naroh sesuatu di minuman itu " ucap Jason sedikit kesal . Dianna tersenyum .
" Kalau iya kenapa ? Mama kan pengen cepet-cepet punya cucu " kata Dianna tanpa merasa bersalah . Kali ini gantian shofie yang tersedak . Melihat istrinya tersedak Jason buru buru memberikan minum untuk shofie . Shofie pun meminum air pemberian Jason . Dalam hatinya ia tidak menyangka kalau mertua nya secepat itu meminta cucu darinya . Padahal bukan itu tujuan shofie menikah dengan Jason .
Setelah selesai sarapan dengan kedua orang tuanya , Jason dan Shofie pulang ke rumah mereka . Rumah yang sudah disiapkan sebagai kado atas pernikahan mereka . Mereka tinggal menempati , segala sesuatu telah di urus mamanya . Mereka tinggal terima beres saja . Jason dan Shofie masuk kedalam rumah berlantai dua yang bergaya modern minimalis . Bahkan foto pernikahan mereka pun sudah terpasang rapi disana . Ternyata disana hanya tersedia satu kamar saja untuk ditempati . Selebihnya dibiarkan kosong .
Jason langsung mengambil laptop nya dan duduk di ruang tamu . Mengecek beberapa email yang masuk . Beberapa hari tidak masuk kantor membuat beberapa pekerjaan nya terbengkalai . Meskipun segala sesuatu nya sudah di handle Dimas . Bagi Jason kurang puas kalau bukan dia yang mengecek sendiri .
Shofie masuk kedalam kamarnya , ganti baju sebentar lalu keluar lagi . Jason hanya melirik sekilas memperhatikan shofie . Dia berkeliling sebentar , dia ingin tahu isi dari rumahnya . Lalu dia kedapur membuka kulkas . Tidak ada bahan makanan disana , kulkas masih kosong . Mungkin mertuanya lupa mengisinya atau sengaja ?? Mungkin aku harus belanja dulu , pikir shofie . Dia melirik Jason yang sibuk dengan laptopnya .
" Jas , aku mau belanja ke supermarket . Kau mau mengantar ku ?? Aku belum hapal jalan sini soalnya " tak ada jawaban . Shofie mendengus kesal , Jason tidak mendengar omongan nya atau pura2 tidak mendengar . Shofie keluar dari dapur , sedikit mendekati Jason .
" Jason ! Aku ngomong denger ga si "
" Hmm " jawab Jason malas .
" Antar aku belanja ! " Kata shofie sedikit merengek .
Jason menutup laptopnya , lalu masuk kedalam kamar . Shofie sangat kesal , bukannya menjawab dia malah masuk kamar batin shofie . Shofie mulai berpikir mungkin dia harus belanja menggunakan ojek online . Shofie berjalan menuju kamarnya berniat mengambil jaket dan dompet . Saat hendak membuka pintu kamar secara bersamaan Jason keluar dari kamar dan tanpa sengaja mereka bertabrakan .
" Aauuwww" shofie mengaduh pelan .
" Mau kemana ??" Tanya Jason . Shofie melihat Jason yang sudah rapi seperti orang hendak pergi .
" Mau ambil jaket sama dompet "
" Buruan aku tunggu di mobil " shofie tersenyum senang , buru buru dia menyambar jaket dan dompet nya. Menatap kecermin sebentar mengoreksi lipstik nya yang sedikit memudar .