
" Shofie ! Apa yang kau lakukan disini ! " Shofie menoleh ke belakang , seorang pria muda .
" Jevan ! " Shofie langsung berhambur memeluknya , menumpahkan tangisnya disana .
" Shofie apa kau begitu merindukan ku ? " Jevan tertawa geli , sambil menepuk punggung Shofie . Jika saja dia tidak ingat bahwa wanita didepannya ini adalah kakak iparnya , mungkin dia sudah menciumnya .
Shofie tidak menjawab ejekan Jevan kepadanya , tangisnya justru semakin pecah dia yakin kemeja Jevan sudah basah karena air matanya .
" Shofie apa yang terjadi ! Katakan padaku , jangan membuat ku bingung " Jevan mengguncangkan bahu Shofie pelan , dia baru sadar kalau mata dan hidung Shofie sudah sembab , dia yakin Shofie sudah menangis sebelum dia datang .
" Katakan Shofie , siapa yang membuatmu seperti ini ? Aku akan menghajarnya untukmu " Shofie membuang mukanya kearah lautan lepas , sambil tertawa getir .
" Kau tidak mungkin menghajar kakakmu sendiri Jevan "
" Jadi si brengsek Jason itu yang membuat mu seperti ini ! " Jevan menggertakkan giginya geram , dia menyesal karena telah menyerahkan Shofie kepada Jason . Seharusnya dia merebut Shofie dari tangan Jason waktu itu, mungkin Shofie tidak akan pernah terluka seperti ini . Dia ingat waktu pertama kali melihat Shofie dirumahnya , dia langsung jatuh cinta , walaupun dia tahu Shofie terpaut beberapa tahun lebih tua darinya .
" Katakan padaku apa yang dia lakukan padamu ! "
" Entahlah Jevan , awalnya aku pikir Jason bersikap kasar dan acuh padaku karena beban pekerjaannya dikantor , kemudian dia jarang pulang . Lalu aku memutuskan untuk menemuinya di kantor , tapi ada wanita ......" Shofie tidak bisa melanjutkan ceritanya , dia kembali terisak .
" Wanita itu ? Siapa shofie ! "
" Mantan pacar kakakmu jevan , dia hamil , anak Jason "
" Cintya ? Dia hamil ? " Shofie mengangguk lemah , air matanya jatuh lagi tanpa bisa ia kontrol .
" BRENGSEK ! Aku akan membunuh ******** itu untukmu Shofie ! " Kemarahan Jevan benar benar menggelapkan akal sehatnya .
" Jangan ! " Shofie mencekal lengan Jevan kuat kuat , mencegah pria itu pergi .
" Kenapa kau membelanya , Shofie ! Dia sudah mengkhianati mu ! "
" Apa yang akan aku katakan pada anakku nanti , kalau pamannya sendiri yang sudah membunuh ayahnya ? " Pegangan tangan Shofie mengendur dan membuat tangannya terhempas pasrah kebawah .
" Apa ! Kau hamil ? " Jevan benar benar shock mendengarnya . Shofie mengangguk lemah , tangannya bersedekap memeluk tubuhnya sendiri , angin di pantai benar benar membuatnya menggigil .
" Apa dia tahu ?? " Tanya Jevan lagi .
" Aku tidak peduli kalau dia tidak tahu ! " Ada kegetiran dan kekerasan dalam suara Shofie .
" Ya lebih baik dia tidak tahu , biarkan dia sampai mati tidak tahu ! " Jevan benar benar marah kepada kakaknya Jason , harusnya dia membuat Shofie bahagia bukan membuat nya menderita seperti ini .
" Lalu apa yang akan kau lakukan ? " Jevan menoleh kearah shofie yang sedang menatap kosong lautan didepannya .
" Aku akan pergi dari negara ini Jevan "
" Tidak ! Aku akan kehilanganmu Shofie , aku akan merindukanmu . Tetaplah disini , aku akan mencarikan tempat untuk mu bersembunyi , aku akan menjaga mu juga anakmu " Shofie menoleh untuk menatap manik mata Jevan , dia sudah menganggap pria ini seperti adiknya sendiri .
" Aku tidak bisa Jevan , kalau aku disini , aku akan terus terluka melihat mereka " Jevan menggeleng lemah dia benar benar tidak bisa kehilangan Shofie begitu jauh , tapi omongan Shofie ada benarnya , kalau dia terus disini dia akan terus terluka .
" Dengarkan aku , Jevan . Aku yakin suatu saat nanti kau akan menemukan wanita lain yang akan membuatmu jatuh cinta , dan itu bukan aku . " Shofie menggenggam tangan Jevan kuat , shofie masih ingat bagaimana pria di depannya ini menyatakan cinta kepadanya dulu .
" Aku tahu shofie , aku akan membantumu keluar dari sini "
*****"***
" Kau akan pergi kemana ? " Tanya Jevan saat mereka sudah ada di dalam mobil menuju bandara . Mereka baru saja dari rumah Jason untuk mengambil beberapa baju dan barang Shofie .
" Aku akan ke Chicago , Jevan . Aku tidak punya tempat tujuan lain "
" Apa boleh aku mengunjungi mu nanti ? " Jevan menoleh sekilas kearah Shofie .
" Tentu saja Jevan , kau adalah keluarga ku " Shofie tersenyum lembut , meski hatinya sedang hancur sekarang . Jevan menoleh saat ponsel Shofie berbunyi .
" Siapa ? " Tanya Jevan , dia berharap itu bukan dari kakak brengseknya .
" Ini kakakku " Shofie mengangkat ponselnya lalu memencet warna hijau .
" Kelly ! "
"...."
"...."
" Tidak , tetaplah disana , aku yang akan menyusul mu kesana "
"......"
" Ok , see you there "
Shofie menutup sambungan teleponnya . Jevan menoleh tidak mengerti .
" Ada apa Shofie "
" Kakakku ada di Bali Jev , aku akan kesana dulu , lalu ke Chicago bersamanya "
" Aku akan mengantarmu ke Bali Shofie , aku tidak tega melihat kau dan keponakan ku terbang sendiri ke Bali " Jevan semakin cepat melajukan mobilnya menuju bandara .
**""""""""""
" Kelly ! " Shofie langsung menghambur ke pelukan Kelly begitu dia sampai di bandara internasional Ngurah Rai Bali .
" Shofie , apa yang terjadi sweetheart " Kelly tahu ada ada sesuatu yang terjadi dengan adik kesayangannya itu , tubuhnya kurus dan matanya sembab seperti habis menangis berhari hari .
" Dan siapa pemuda di belakangmu ini ? Dimana suamimu ? " Shofie menoleh mengikuti arah pandang kakaknya .
" Dia Jevan , adik ipar ku "
" Lalu dimana suamimu ?! " Suara Kelly berubah menjadi serak menahan amarahnya .
" Umh..... Shofie , aku rasa aku harus pamit , sudah ada kakakmu disini " shofie mengangguk lalu melangkah mendekati Jevan untuk memeluknya .
" Thanks Jev , berhati-hatilah " Jevan mengurai pelukan shofie lalu mengangguk kecil untuk Kelly . Kelly hanya membalasnya dengan anggukan kecil , Jevan menelan ludahnya kasar , Kelly menatapnya seperti akan menelannya bulat-bulat .
***""
" Kau tunggu disini , aku akan membuat perhitungan dengan si Jason keparat itu ! " Shofie berlari memeluk Kelly dari belakang .
" Don't Kelly please...." Kelly mendesah melepaskan tautan tangan shofie di perutnya , ditatapnya manik mata Shofie saat ia sudah berbalik menatap shofie .
" Kenapa kau masih membelanya sweetie " Kelly menyentuh pipi basah Shofie .
" Aku bukan membelanya , aku hanya tidak ingin kau khilaf , lalu membunuh ayah anakku " Kelly menegang , dicengkeramnya kuat bahu Shofie lalu menenggelamkannya dalam pelukan kokohnya .
" Oh sweetie , aku sudah gagal menjagamu " bahu Kelly terguncang pelan , shofie ikut tenggelam dalam tangisannya .
" Tidak Kelly ini bukan salahmu , seharusnya kau bahagia , sebentar lagi kau akan punya keponakan " Shofie memukul dada Kelly pelan , sedikit menyelipkan tawa didalam air matanya .
" Ya tentu aku bahagia untuknya , manis " mereka berpelukan lagi , Kelly berjanji akan terus menjaga Shofie , meskipun dia hanya kakak tiri bagi Shofie .
" Kelly ..."
" Hmm"
" Bawa aku pergi dari sini " kata Shofie memohon .
" Sure honey "
****"""
Good bye Jason