
Diana flight keesokan harinya, cuaca buruk menghalanginya flight malam itu juga . dan Diana masih saja bungkam sampai dia menghilang dari pandangan Shofie , wanita itu tetap tidak mau mengatakan padanya alasan dia pulang .
" time to home ,sweetie .." kelly meraih lengan Shofie tapi dia bergeming .
" belikan aku tiket ke indonesia ..." kata Shofie tanpa menoleh , dia masih mengamati pintu kepergian Diana .
Kelly menggeleng tidak percaya ," kau tidak ingat apa kata dokter....."
Shofie menoleh dan menatap mata kelly tajam ," itu satu bulan yang lalu kelly , aku sudah baik baik saja ..! "
" serius , kita akan berdebat seperti ini ? Aku tetap tidak akan membelikanmu tiket !"
Shofie mendesah frustrasi , " coba saja ! Atau aku akan menyelinap pergi saat kau bekerja !"
Kelly tertawa hambar di udara , dia menyugar rambutnya asal ." kau ini memang keras kepala !" kelly berpikir keras , bukan tidak mungkin Shofie akan membuktikan ucapannya . Gadis itu pasti akan benar benar pergi saat dia lengah nanti .
" ok , aku akan mengantarmu , tapi dengan satu syarat ..."
" katakan .."
" jika dokter mengatakan kau boleh terbang , aku akan mengantarmu .." Shofie terdiam cukup lama untuk merenungkan kata kata kelly .
Tapi dia yakin bayinya sudah cukup kuat untuk diajak flight melintasi benua ," aku setuju " Shofie mengulurkan tangannya dan menjabat tangan saudaranya .
My Sweet Wife
" sudah kubilang kan aku akan lolos tes ini ..." Shofie menoleh kearah saudaranya yg sedang berjalan di sebelahnya , saat ini mereka sudah ada di kedatangan luar negri bandara Ngurah rai Bali .
Kelly memutar matanya jengah , yah dia sudah bosan mendengar kata kata itu lagi ," kau sudah mengatakan itu ratusan kali sweet , apa perlu aku mengingatkanmu lagi ?"
" yah , aku terlalu excited kak , maafkan aku , " kelly tidak menanggapi ocehan Shofie dia hanya membalasnya dengan mengacak acak rambut Shofie , dan Shofie mendengus karenanya .
Shofie dan kelly tidak naik taksi dari bandara , sebenarnya mereka menghubungi manager hotel agar James atau Alex menjemput mereka , tapi sayang sekali kedua orang itu sedang ada diluar hotel hingga manager hotel mengirimkan mobil resort untuk menjemput mereka dibandara .
Padahal tadi Shofie sempat protes kenapa tidak langsung saja turun di Soekarno Hatta , biar dia bisa lebih cepat bertemu Jason dan mertuanya .
Tapi kelly cepat berkilah bahwa Jason sekarang mengurusi resort ayahnya , bisa saja pria itu masih stay di Bali .
" aku akan langsung keruangan Jason .." Shofie langsung berlari begitu si turun dari mobil , meninggalkan kelly sendiri yang kesal melihat tingkah laku adiknya .
" Shofie ! Kau sedang hamil , ingat ! Jangan berlari seperti itu !" kelly berdecak kesal mengabaikan barang barangnya di bagasi belakang .
" pak tolong ya barang barang kami langsung di kirim ke villa kami .." pesan kelly pada sopir yang tadi menjemputnya .
" iya pak "
Kelly sudah akan berlari mengejar Shofie tapi tiba tiba Margareth , manager hotel datang menghampirinya .
" mr. Rawland , anda sudah sampai ,"
" ya Maggie , trims sudah mengirimkan mobil untuk kami .." kelly memberikan pelukan hangat untuk wanita paruh baya itu .
" dimana Shofie ,?" Maggie melongok ke belakang kelly tapi tidak ada siapa pun di belakang sana .
" oh , dia sudah berlari ke ruangan Jason , kau tahu rindu berat " kelly menyelipkan tawa di akhir kata katanya , tapi wajah Maggie justru berubah murung dan cemas .
" oh ya ampun , kita harus segera menyusulnya , kelly , aku takut sesuatu yang buruk terjadi ..." Maggie langsung berbalik ke ruangan Jason dan kelly ikut berlari kecil di belakangnya .
" apa yang terjadi Maggie ,..." kelly tidak tahu kepalanya wanita tua seperti Maggie bisa berlari secepat itu .
" sesuatu terjadi kelly , kita harus cepat .."
" Jason ! " Shofie langsung menerobos masuk ruangan Jason , tapi ruangan itu kosong . hanya ada laptop Jason yang tertinggal di meja .
Shofie berjalan lebih dekat ke meja dan disana ada foto pernikahan mereka berdua . shofie meraih foto mereka berdua dan memeluknya erat erat , " sayang , kamu ada dimana , aku sudah disini , tolong keluar lah ..." air mata Shofie merembes disitu , membasahi foto yang ada dipelukannya .
" eh , nona ,anda sedang apa disini , saya mau membersihkan tempat ini ..." Shofie mendongak mencari asal suara , seorang laki laki muda berdiri di depan pintu dan ada sapu dan alat alat kebersihan lainnya di tangannya .
" sorry , um...aku mencari Jason , apa kau melihatnya ?" Shofie cepat menghapus jejak air mata di pipinya .
" pak Jason harris , maksudnya ? " laki laki itu seperti berpikir keras .
" um...ya Jason harris ..."
" apa anda tidak tahu , pak Jason kecelakaan seminggu yang lalu . kasihan dia masih sangat muda ..." Shofie tidak tahu apalagi yang dikatakan laki laki itu , foto ditangannya merosot jatuh dan kacanya pecah berhamburan dilantai . sedang kakinya , seperti jelly , langsung lemas lunglai , mungkin dia sudah jatuh kalau saja tangannya tidak berpegangan pinggiran meja .
" eh nona ! Kau tidak apa apa ! " laki laki itu belari meninggalkan paralatannya dan menangkap kepala Shofie agar tidak terbentur lantai .
" Shofie ! Oh sweety ! Apa yang terjadi !!!" kelly berlari dan merengkuh adiknya kepelukannya , Shofie pingsan dilantai dengan pecahan kaca berceceran dilantai , begitu dia mendengar suara kaca pecah , yang ada di pikiran kelly saat itu hanya adiknya .
" oh ya ampun Shofie , sayang " Maggie ikut berjongkok di depan kelly .
" apa yang terjadi padanya ?!" kelly berteriak pada pada laki laki asing yang memegangi kepala adiknya . pria itu takut tidak karuan , dia tidak menyangka kata katanya akan membuat wanita hamil ini langsung pingsan ditempat . Dan melihat teriakan kelly , yang notabene bertubuh besar dan sangar , pria itu berpikir mungkin dia akan kehilangan pekerjaan yang baru seminggu lalu ia dapatkan .
" mm_maaf mister , nona ini tadi bertanya soal pak Jason , saya tidak tahu , kalau akan jadi begini , tolong maafkan saya tuan ..."
Maggie berdiri menengahi " sudah , kamu bersihkan pecahan kaca ini ...kelly ayo pindahkan adikmu ke sofa ..."
Petugas kebersihan itu mengangguk dan menuruti kata kata margareth , sedang kelly memindahkan adiknya ke sofa , Maggie berlari mencari minyak angin .
" sayang , ayo sadar sayang ..." kelly menggosok telapak tangan Shofie agar hangat .
Maggie datang membawa minyak angin , dan tiba tiba James dan Alex mengekor di belakangnya ," berikan ini padanya ..." Maggie menyerahkan minyak angin pada kelly .
" oh ya ampun apa yang terjadi padanya Rawland ..." Alex berjongkok di depan perut Shofie , dan dia lebih takjub melihat perut Shofie yang sudah menggembung gendut di depan wajahnya .
" oh ya ampun , kenapa perutnya sebesar ini .."
" tutup mulutmu Alex , dia hamil bukan kembung !" tegur James keras kepada Alex .
" aku akan memukulmu kalau kau terus berbicara konyol " Bahkan kelly ikut emosi mendengarnya .
" Jason ...." semua mata langsung tertuju pada Shofie begitu terdengar suara rintihannya .
" minum dulu sugar ..." kelly mengulurkan air mineral untuk Shofie minum , tapi Shofie menepisnya dan langsung tertatih untuk bisa duduk tegak .
" aku mau bertemu Jason !" mata Shofie langsung menatap semua mata yang ada disitu .
" minum dulu , sweet .." kelly mengulurkan lagi air mineral di tangannya .
" aku tidak butuh minum ! Aku butuh bertemu suamiku !" Shofie menepis kasar tangan kelly hingga air di dalam botol itu jatuh tumpah tersisa .
Kelly mendesah frustrasi dia tidak tahu apalagi yang harus ia lakukan pada adiknya . James bergeser duduk mensejajari Shofie , " hei nak , tenangkan dirimu , kami janji akan mengantarmu kesana , asal kau mau minum dulu ..ok ?" Maggie mengulurkan lagi air mineral kedua untung tadi dia membawa dua botol .
Shofie tidak mengangguk tapi dia menurut untuk minum , tapi air matanya langsung menetes lagi ketika teringat kata kata petugas kebersihan tadi , kasihan dia masih sangat muda .....
Apakah keadaan suaminya separah itu .....
Shofie tidak tahu , dan butuh tahu keadaan suaminya ..