
Jason Ivander Harris
Jason memandangi istrinya dari belakang , saat dia menemukan istrinya sedang sibuk berkutat di dapur mereka . Wanita itu sedang memasak sambil bersenandung mengikuti alunan musik yang menggema di sekitar dapur mereka . Bahkan Shofie sampai tidak menyadari kedatangannya sedari tadi . Wanita itu mengenakan kaos ketat yang mengikuti lekuk tubuhnya dan sebuah hotpants .
Jason menelan ludahnya susah payah , penampilan shofie sukses membuatnya menegang di bawah sana . Wanita itu bahkan menggerakkan pinggulnya sesuai alunan lagu , lalu Shofie memutar tubuhnya dan saat itu matanya melihat Jason yang sudah berdiri tak jauh darinya . Semburat merah muncul di kedua pipinya , membuatnya tampak semakin mempesona . Jason tersenyum manis kepadanya , dengan gerakan lambat dia menghampiri istrinya .
" Hei , kau sudah pulang ? Aku tidak mendengar suara mobilmu ?" Perhatian nya kembali tertuju kearah kompor , mengecek rasa sebentar lalu mematikan kompor .
" Suara musikmu lebih kencang dari pada mobilku " Jason melirik meja makan yang sudah dipenuhi makanan , dan ditambah satu makanan lagi ditangan Shofie .
" kamu masak semua ini ? " Jason memandangi meja makan yang penuh makanan , padahal mereka cuma berdua , semua itu cukup makan 5 orang lebih .
" Iya , aku sedang belajar masakan Indonesia , aku tidak tahu apa yang kamu suka . Jadi aku putusin masak beberapa " Shofie ikut duduk di depan sebelah kanan Jason .
Jason tersenyum , dia sedikit tersentuh melihat istrinya sampai rela berlama-lama di dapur untuk menyediakan makanan untuk nya .
" Aku suka semuanya , aku akan makan apa pun yang kamu masak " Shofie sedikit meringis saat Jason mengigit satu perkedel kentang buatannya .
" Tolong katakan pada ku kalau ada rasa yang aneh " Shofie menunggu reaksi dari Jason , pria itu masih asyik mengunyah perkedelnya .
" Em ini aneh , sayang . Makanan sebanyak ini dimana nasinya ?" Shofie terkesiap , dia sampai lupa menyediakan nasi untuk mereka berdua . Buru buru dia berdiri dan menyendok nasi dari dalam pemanas . Maklum orang Indonesia , kalau belum makan nasi , belum kenyang . Itu sudah mengakar dalam hati Jason , pernah dia makan makanan pengganti nasi lainnya , lalu satu jam kemudian dia tidak tahan untuk tidak mencari nasi .
" Sorry aku lupa ," Shofie duduk lagi setelah menyendok nasi untuk mereka berdua .
" Tapi tidak ada rasa yang aneh kan ? "
" Tidak , ini enak .." sekarang piring Jason sudah dipenuhi nasi dan beberapa lauk pauk .
Shofie sedikit puas mendengar Jawaban Jason , kemudian dia mengisi piringnya dengan beberapa lauk pauk seperti Jason , lalu memakannya bersama nasi .
Hm...not bad , ini enak seperti masakan tante. Pikir Shofie sambil terus mengunyah makanan nya .
" Oh ya sayang , kamu ga perlu repot-repot belajar masak , kita bisa mencari asisten rumah tangga kalau perlu " Shofie menggelengkan kepalanya tanda tak setuju .
" Kamu yakin ? "
" Iya , dirumah akulah kokinya " shofie mengangguk mantap . Yah kadang Kelly juga masak untuk mereka .
" Shofie ..!" Shofie tersentak saat Jason memanggilnya , tanpa sadar dia melamunkan keluarganya lagi .
" Aku beruntung menikahi seorang koki " Jason mengulang kata kata nya yang tidak di dengar Shofie tadi .
" Tidak , aku tidak semahir itu , hanya cukup bisa saja " Shofie menyunggingkan senyum di akhir kata katanya . Mereka terus makan sambil sesekali mengobrol , tentu saja tidak sampai menghabiskan semuanya . Shofie menyimpan beberapa makanan yang Masih bisa di hangatkan kedalam kulkas .
*****
" Gimana harimu tadi ? " Tanya Jason . Shofie melirik suaminya yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya , sudah menjadi pemandangan biasa sejak mereka menikah . Sedangkan shofie duduk di ranjang king size miliknya , kepalanya menyandar di kepala ranjang .
" Emm biasa saja ." Shofie menyibukkan matanya kelayar hpnya , membalas beberapa chat yang masuk . Sebenarnya dia agak malu saat Jason memakai baju di depannya .
" Sebenarnya aku bosan , dan sedikit kesepian " shofie menambahkan lagi , Jason menoleh sedikit kearahnya .
" Bosan ?"
" Iya , aku sendirian setelah kamu berangkat kerja " kali ini Jason sudah memakai kaos hitam tipis dan celana kolor pendek , bergabung dengan Shofie diranjang .
" Kamu bisa maen kerumah mama kalau bosan " Jason ikut menyenderkan kepalanya di kepala ranjang , tangan kanannya merangkul bahu istrinya .
" Bolehkah ? " Shofie berbinar binar mata nya senang , Jason mengangguk sambil melayangkan satu kecupan singkat di kening Shofie .
" Sebelumnya aku pengen kerumah om Wira boleh ? "
" Adik papa mu itu ? " Shofie mengangguk . " Tentu , manis . Besok aku akan mengirimkan sopir untuk mu "
" Thanks , suami " Shofie tersenyum senang kemudian mengecup pipi kanan Jason .
****"