My Sweet Wife

My Sweet Wife
menolak perjodohan




Shofianna Jordan


Persiapan pernikahan Jason dan Shofie sudah mencapai 80 % . Tapi Jason masih saja bingung , karena ia belum juga memutuskan hubungan dengan Cintya . Padahal sudah jauh-jauh hari orang tuanya mewanti-wanti , agar segera menyudahi hubungan mereka . Seperti pagi ini Jason berangkat kekantor seperti biasa . Saat ia sudah sampai kantor , tak biasanya para karyawan menatapnya dengan aneh . Tapi Jason segera menepis itu semua . Ketika membuka pintu ruangannya dia kaget karena Cintya sudah ada di sana.


" Cintya ? Sedang apa kau disini ? " Jason menatap mata Cintya yang sembab .


" Ini apa Jason !? " Cintya membanting sebuah undangan berwarna merah maroon . Jason menelan ludahnya kasar , diraihnya undangan itu dengan tangan bergetar . Disana tertulis namanya juga Shofie .


" Kenapa kau melakukan ini padaku Jason ! " Cintya memukul dada Jason , menumpahkan kekesalannya . Jason hanya diam tak mampu berucap apa apa . Mencoba diraihnya tangan Cintya , tapi Cintya menepisnya dengan kasar .


" Aku bisa menjelaskannya Cintya "


" Apalagi yang mau kau jelaskan " air matanya Cintya bercucuran .


Jason tidak bisa melihat seorang wanita menangis . Apalagi wanita yang dicintainya . Jason mulai berpikir untuk menolak perjodohan dari orang tuanya .


" Ini tidak seperti yang kau pikirkan . Aku akan menolak pernikahan ini , asal kau mau mendukung ku "


" Maksudnya ??" Tanya Cintya .


" Kalau aku Mundur dari pernikahan ini , aku juga harus rela meninggalkan jabatan dan semua fasilitas yang aku miliki sekarang. Sebagai gantinya jevan yang akan menikah dan menggantikan posisi ku . Aku rela meninggalkan semuanya demi kamu . Kamu mau mendukung ku kan " Cintya  termangu mendengar perkataan Jason , apa iya  dia bisa .


" Cintya kenapa kau diam ? Kau mau kan menemani aku tanpa embel-embel apapun ? "


Ehem.. sebuah suara mengagetkan mereka berdua . Dimas sekertaris pribadi papanya sudah berdiri di depan pintu ruangan nya .


" Pak Jason , anda harus memimpin rapat menggantikan tuan Arsen "


" Aku akan segera kesana " Jason memberi kode kepada Dimas agar memberi waktu sebentar kepada nya .


" Baik saya akan menunggu di dalam " Dimas segera menghilang di balik pintu .


" Cintya aku akan bicara lagi dengan mu nanti . Aku tunggu kau ditempat biasa jam 06.00 sore ini "


Cintya mendengus kesal meninggalkan Jason . Ketika dia keluar dari ruangan Jason semua mata tertuju padanya . Memandangnya dengan penuh kebencian . Tapi bukan Cintya namanya kalau dia takut akan pandangan mematikan itu .


" Apa yang kalian lihat ! Apa kalian lupa , aku ini anak pemegang saham disini ! Kalau kalian macam macam akan aku pecat kalian semua !! " Para karyawan itu segera melanjutkan pekerjaan mereka , mereka malas meladeni Cintya . Bisa bisa nanti kena pecat 😯😯.


Cintya tidak kembali bekerja dia malah pergi meninggalkan kantor . Dia berpikir harus menemui Arsen . Ya dia harus melakukan sesuatu .


Sesampai di rumah Arsen , Cintya segera masuk ke ruang tamu . Disana ada Arsen , Dianna dan juga Shofie . Tapi sebenarnya Cintya tidak tahu kalau itu Shofie .


" Om , Cintya pengen ngomong berdua sama om " Arsen memberi kode kepada Dianna agar tetap tenang .


" Kita bicara di ruang kerja om " Arsen mengajak Cintya keruang kerjanya .


" Apa yang mau kau bicarakan ? " Arsen memulai pembicaraan .


" Om , Cintya mohon jangan pisahkan Cintya dengan Jason . Cintya janji akan memberikan semua saham papa untuk om , asal om tidak menurunkan jabatan Jason dan semua fasilitas nya "


" Saham mana yang kau bicarakan Cintya ?? "


" Saham papa Cintya om yang ada di perusahaan kita "


" Perusahaan kita ?? Apa papa mu itu tidak pernah memberi tahu mu? "


" Memberi tahu apa om ? Cintya tidak mengerti "


" Papa mu sudah menjual semua saham nya kepadaku untuk membayar hutang nya pada ku " mendengar semua perkataan Arsen , Cintya seperti disambar petir disiang bolong . Kekayaan yang selama ini dia banggakan di depan para karyawan , ternyata sudah bukan miliknya lagi .


" Apa karena itu , om tidak suka sama Cintya ?? " Cintya mengeluarkan air mata palsunya .


" Aku punya alasan lain untuk itu " Arsen membuka laci mejanya , mengambil sebuah amplop besar berwarna coklat . Arsen melemparkan amplop itu ke arah Cintya . Dengan tangan bergetar Cintya membukanya . Dia tambah kaget dan pucat ketika melihat isi dalam amplop itu . Ada beberapa foto dirinya di sebuah club' berciuman dengan laki laki  berbeda di setiap foto . Bahkan ada satu foto dirinya yang sedang bercumbu dengan seseorang yang entah kapan itu ia lupa .


" Aku mendengar kau juga suka bersikap arogan di depan para karyawan , kalau aku masih mendengar itu , aku tidak akan segan untuk memecatmu " tambah Arsen lagi .


Cintya berdiri dari duduknya , dia membanting semua foto foto itu ke lantai .


" Memangnya om doang yang kaya ?? Aku bisa mendapatkan laki laki yang lebih tampan dan kaya dari Jason !! " Cintya segera pergi dari hadapan Arsen . Arsen tersenyum lega , memang itu yang selama ini dia harapkan . Dia tidak rela anak dan hartanya jatuh ke tangan yang salah .


******


Hai jangan lupa vote and komen 😘😘😍😗