
Chicago dilanda badai lagi , salju tak henti hentinya turun dan mengubah semua jalanan menjadi putih , tak ada yang bisa dilakukan Shofie , selain hanya meringkuk di sofa menatap keluar jendela kaca apartemennya .
Sebenarnya bukan karena cuaca , mungkin hatinya yang tak kunjung usai dilanda badai . hanya berselang satu bulan setelah kepergian jason , Shofie tidak bisa memungkiri hatinya bahwa dia merindukan pria itu . ingin memeluknya , ingin pria itu membelai perutnya yg seringkali gatal di malam hari . Shofie menangis dalam tawanya , bahkan pria itu tidak lagi menelpon atau mengirimkan pesan .
Bukan, ini adalah salahnya , dialah yang membuat Jason meninggalkan dia , bahkan calon anaknya hampir saja celaka karena dia . Shofie menangis lagi , mengusap perutnya mengucap beribu maaf untuk anak yang masih dikandungnya . tapi hatinya masih saja kosong , masih sakit .
Shofie bisa mendengar bunyi bip di alarm pintunya lalu pintu terbuka dan tertutup , tapi Shofie tidak mau mengalihkan pandangannya dari derasnya salju yang turun .
" Shofie ..." suara wanita itu dari arah dapurnya , Shofie masih bisa mendengar wanita itu mengeluarkan belanjaannya lalu suara pintu kulkas yg terbuka dan menutup .
" sedang apa kau disitu , sayang ..." diana berdiri tak jauh dari Shofie , gadis itu bahkan tidak menoleh kepadanya .
" kenapa , mama masih disini ... Kenapa mama tidak pergi saja seperti yang dilakukan Jason ?"
Diana menghela nafas berat , dia datang menghampiri Shofie dan duduk di sebelahnya ," kenapa kau terus seperti ini sayang ...
Ingatlah anak yang kau kandung ini ..." diana membawa Shofie dalam pelukannya , gadis itu hanya diam dan menurut .
" kenapa mama tidak meninggalkan ku saja seperti Jason ..." Shofie menangis lagi mengingat bagaimana Jason meninggalkan nya .
" sssttt....honey , jangan berbicara seperti itu , Jason bekerja . dia tidak pernah meninggalkan mu . you know that honey , kau tahu ..? "
Shofie menegakkan kepalanya menatap Diana " what..?"
" kalian butuh bicara sayang , telpon dia , tell him ..."
Dari dulu sampai sekarang hanya itu kunci hubungan mereka , dan Shofie sadar , dia telah mengabaikan nasehat Gaby selama ini , tell him .
" bagaimana kalau dia tadi mau bicara dengan ku ? "
" jauhkan ketakutanmu itu , sayang . dia pasti mau .." Diana mengangguk , mengisyaratkan pada Shofie agar segera meraih ponselnya .
Shofie menurut , mungkin benar bicara adalah satu satunya jalan , persetan jika jason tidak mau mendengar nya , yang penting dia sudah mencoba .
Tidak ada dering pertama , begitu Shofie menempelkan ponsel ketelinganya , operator langsung menjawabnya . Tidak ada Jason diujung sana , ponselnya bahkan tidak aktif . Shofie menggeleng pada Diana dan hampir saja meletakkan ponselnya jika saja Diana tidak menyuruhnya lagi .
" call again .." seru Diana .
Ponsel Diana berkedip dan wanita paruh baya itu lama tertawa " kau menelponku sayang ..." wanita itu melambaikan ponselnya mencoba menghibur menantunya , Shofie tersenyum masam ponsel Jason masih tidak aktif .
" oh ini papa Arsen , mama harus menerimanya .."
" hai pa..."
" Diana.. Apa kau sendiri ..?"
" tidak sayang , Shofie bersama ku..." Shofie masih memperhatikan kedua mertuanya ini berkomunikasi .
" dengar Diana ... Kau harus pulang ..."
" apa!" Diana hampir saja menumpahkan tangisnya disitu , tapi dia baru ingat ada Shofie di sebelahnya dan sedang memperhatikan nya .
" ma , ada apa " Shofie sadar ada sesuatu yg tidak beres , mata Diana berkaca kaca dan Shofie menyadari itu .
Diana menutup telponnya dengan gundah , hatinya seakan menjerit ingin menumpahkan tangis , tapi ada Shofie di sisinya , dia tidak mungkin menceritakan berita ini pada Shofie .
Disaat yang bersamaan kelly baru saja pulang dari tugas damkarnya , wajahnya bahkan masih terdapat beberapa kotoran hitam .
" hei ada apa , kalian terlihat tegang ? " kelly membuka kaosnya tanpa merasa canggung di depan Shofie dan Diana .

" mama baru saja menerima telpon dari papa .." cerita Shofie , tanpa bisa di cegah oleh Diana , tenaganya seakan habis begitu saja .
" ada apa Diana , apa ada masalah ?" tanya kelly .
Diana mengambil nafas terdalam nya ," kelly apa kau bisa mencarikan tiket untuk ku , malam ini juga .."
Shofie meraih tangan Diana dan meremas nya cemas " ma, ada apa ini , katakan , pleas...bicara pada ku..."
Diana memantapkan hatinya , digenggamnya tangan Shofie yang sedari tadi meremas tangannya " sayang , maafkan mama , mama harus pulang shof..."
" sesuatu terjadi ..?" tanpa sadar air matanya sudah merembes dipipinya .
" tidak , tidak sayang , semua baik baik saja ok . papa hanya membutuhkan bantuan mama disana , setelah semuanya selesai , mama janji ...mama akan kembali kesini , ok" Diana memeluk Shofie sekali lagi , dan Shofie yakin ada sesuatu yang sembunyikan Diana .