
Jason membuka matanya kaget . Kaget karena mimpi yang baru dialaminya . Bayangan Shofie ileran kembali berputar putar di kepalanya . Dia mengacak rambutnya , berharap bayangan Shofie kecil menghilang dari ingatannya . Tapi gagal , dia kemudian melucuti semua bajunya dan melemparkannya asal ke keranjang kotor . Jason berharap , kucuran air dingin yang membasahi tubuhnya , bisa menghilangkan bayang bayang Shofie dari kepalanya . tapi nihil , bayangan Shofie masih terus bertengger di kepalanya .
Jason menggeram kesal , akhirnya ia menyambar jaket Hoodie hitamnya . Rumahnya masih sangat sepi ketika ia turun , mungkin lari pagi sebentar bisa membuat otaknya segar kembali .
" Jas...!" Jason menoleh kaget , wanita yang berumur 50tahunan itu mengucek matanya tidak percaya , mungkinkah ia masih mengantuk ? Apa benar yang berdiri tegap didepannya ini anaknya , sejak kapan Jason berubah menjadi se disiplin ini . Biasanya bocah itu bangun sepagi paginya jam 7.30 pagi , itu pun ia harus bolak balik , membangunkannya .
" oh , hai ma .." Jason pun tak kalah kaget ia pikir , baru ia yang sudah bangun . Rupanya ibunya pun sudah bangun , walau masih memakai piyamanya .
" mau kekantor sepagi ini..?" tebak ibunya .
Jason tertawa pelan , " ah mama , mana mungkin kekantor dengan pakaian seperti ini ..? " Jason memandangi dirinya sendiri , yang memakai jaket Hoodie dan celana training .
" terus..." lanjut mamanya penasaran .
" Jason mau lari pagi sebentar ya... bye....ma.. " ucap Jason seraya berlari menjauh .
Jason menghirup udara pagi yang segar , kekalutan pikirannya sedikit menghilang . Hingga ketika ia melewati sebuah rumah , rumah besar itu meski sudah beberapa bagian sudah dirombak , Jason masih ingat dengan jelas .
Ketika itu mungkin ia berumur sekitar 9 tahunan , kedua orang tuanya mengajaknya berkunjung ke rumah teman mereka . Jason tahu mereka sudah berteman sejak lama , bahkan mereka layaknya saudara . Thomas Jordan , adalah teman semasa kuliah papanya , Jason masih ingat dia adalah pria yang sangat baik , Thom bahkan sudah seperti ayah kedua baginya . Thom menikah dengan Isabelle , seorang wanita kulit putih berkewarganegaraan Amerika, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik dan lucu , Jason masih ingat dia bahkan suka sekali mencium gemas pipi bocah kecil itu . Tepat ketika Jason muda mencium pipi gemas bayi perempuan itu , bayi itu bersin dan terbatuk diwaktu yang bersamaan , hingga keluar lah ingus dan Iker yang membasahi seluruh wajahnya .
Jason mengerang kesal , sialan bocah itu . semenjak kejadian itu Jason tidak pernah lagi mau berkunjung ke rumah Thom meski orang tuanya mengajaknya , bahkan hingga keluarga Thom pindah bermukim di Amerika , Jason tidak pernah lagi melihat Shofie kecil .
****"*"*******
Berhari-hari setelah mendengar perjodohan itu .
Jason memulai harinya seperti biasa . Setiap hari , sebelum ke kantor dia harus mengantar jevan kesekolah . Sebenarnya dia males banget , tapi gimana lagi ini perintah dari papanya .
" Bang Jason melas ( plesetan dari Jason Mraz) bagi uang jajan dong " kata jevan saat mereka sudah sampai di sekolahnya jevan .
" Uang jajan?? Besok Lo naek busway ya " ancam Jason . Jevan tersenyum kecut lalu keluar dari mobilnya .
Saat hendak menginjak pedal gas tiba tiba hpnya berdering .
Drrrtt drrrtt drrrtt
Papa calling.....
" Jas kamu ga usah ke kantor , langsung ke bandara aja "
" Ke bandara ?? Ngapain ??? "
" Jemput Shofie , buruan kasian dia ntar nunggu "
" Kenapa ga Dimas aja si pa "
" Yang calon suaminya Shofie tu kamu atau Dimas ??? "
Menohok banget ni omongan papanya .
" Iya iya , Jason jemput Shofie " Jason menghela nafas pasrah .
" Eh pa , Jason kan ga tau mukanya Shofie kayak apa , kirimin fotonya "
" Halah foto foto segala . Papa juga ga punya . Sepintar pinternya kamulah "
Tut Tut Tut
Sambungan telepon terputus . Jason semakin kesal , mau jemput orang tapi gak tau orangnya kayak gimana .
*******
Dan disinilah Jason sekarang . Berdiri di kedatangan luar negeri sambil mengangkat papan nama " Shofie Anna Jordan " . Sebenarnya dia males melakukan hal ini , apalagi sambil berdesak desakan . Lagi lagi si Shofie ni bikin Jason kerepotan .
Setelah cukup lama dia berdiri , terlihat beberapa orang yang baru turun dari pesawat , beberapa dari mereka langsung menghampiri para penjemput seperti dirinya ini . Lama kelamaan hanya tersisa dirinya saja . Jason semakin kesal saja , kemana ini si Shofie . Apa dia ga jadi Dateng ?? Akkhhh nyebelin banget ni si Shofie .
Tiba-tiba dari jauh tampak seorang perempuan berjalan kearahnya . Apa itu Shofie ?? Sedangkan tidak ada orang lagi dibelakang perempuan itu . Tuh kan bener firasat Jason . Shofie tuh jelek banget ( gw ga bisa menggambarkan gimana jeleknya perempuan yang diliat Jason , takut nyinggung diri gw sendiri .😅😅) . Jason mengelap mukanya kasar sambil terus merutuki dirinya papanya mamanya semuanya
" Hei i'm Shofie Anna Jordan " Jason mendengar seseorang berbicara didepan nya .tapi dia belum siap untuk melihat nya . Bodo amatlah jadi OB lah , dari pada jatuh pasaran gw , rutuknya dalam hati .
Tiba-tiba gadis itu berjongkok didepan nya , mensejajarkan mukanya dengan Jason yang dari tadi terus menunduk .
" Kau sedang apa?? " Jason yang kaget tiba-tiba muka mereka bertatapan , membuatnya hampir hilang keseimbangan .
********