My Sweet Wife

My Sweet Wife
DJ Alex




Jason masih bingung dengan maksud Alex , sebenarnya dia sudah melarang Shofie agar tidak mengindahkan kemauan Alex .


" Aku tidak bisa , bagaimana nanti kalau Alex benar benar menyukaimu ? "


" Haha ... lucu sekali, aku masih waras sayang  "


" Percaya lah padaku Jason ,aku hanya harus menemani nya sekali lalu dia tidak akan mengganggumu " Jason menghembuskan nafas kasar . Si Alex sialan telah membuat repot dirinya , dia tidak suka jika istrinya dikendalikan laki laki lain .


" Aku akan memecatnya Shofie ! Jadi please jangan menuruti perintah si brengsek itu ! " Jason sudah kehabisan akal untuk mencegah Shofie datang ke tempat hiburan malam itu . Meskipun club itu punya keluarga Shofie sendiri , Jason tidak mau Shofie berada di tempat remang remang dan dipenuhi berbagai macam lelaki yang sedang mabuk tentunya  .


" Tidak! Kita tidak bisa Jason ! Dia tidak bisa! " Shofie memegangi kepalanya frustasi seolah akan ada bahaya mendekat .


" Apa ! Aku bisa Shofie , aku yang berkuasa di sini sekarang ! "


" Tidak ! Tidak Jason! "


" Sadarlah Shofie ! Dia berbahaya untuk kita ! " Jason mengguncangkan bahu istrinya , supaya wanita itu sadar . Shofie tetap pada pendiriannya , dia menggeleng mantap. Jason hendak memprotes tapi buru buru Shofie mendahuluinya .


" Alex sakit " itu yang keluar dari mulut shofie akhirnya , sungguh sebenarnya dia tidak ingin membeberkan traumatis Alex , tapi sekarang Jason harus tahu .


" Apa ! Kalau begitu kirim dia ke Rumah sakit , untuk apa orang sakit bekerja di club ? "


" Itu cara dia menyembuhkan penyakitnya " shofie berhenti untuk mengambil nafas panjang , sungguh maafkan aku Alex , Jason harus tahu .


.


.


.


.


Dengan berat hati  Jason mengijinkan Shofie menemani Alex bekerja , tapi sungguh dia tidak tahu pekerjaan Alex . Awas saja kalau disuruh ngelakuin yang tidak tidak , aku akan buat perhitungan dengan si brengsek itu , pikir Jason .


" Hentikan itu anak nakal ! " Alex menoleh saat suara yang dikenalnya menegurnya .


" Jamie ! Kau menyuruhku berhenti bekerja ?! " Alex menghentikan kegiatannya . posisi mereka sekarang sedang berada di balik meja DJ .


" Maksudku berhenti mengganggu Shofie dan Jason . Carilah yang lain Alex " Alex tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan James .


" Aku kira kau memecatku " Alex kembali melanjutkan pekerjaannya , menyiapkan mixer dan turntable nya .


" Ini tidak lucu Alex , hentikan ini atau ...."


Aku pulang kan kau ke ibu mu


" Tenang saja Jamie , aku hanya rindu duet dengan Shofie , itu saja " Alex memancarkan sorot mata kejujurannya , dan James menangkap itu akhirnya dia bisa bernafas lega , tapi dia harus menanyakan satu hal lagi .


" Apa kau benar benar menyukai Jason " kata James setengah berbisik , Alex tertawa lagi .


" Aku tidak akan tega melakukan itu kepada Shofie , Jamie . Yah meskipun aku akui dia itu tampan " James menendang kakinya , sedangkan Alex hanya tertawa , getir .


Alex tersenyum saat Shofie datang ditemani Jason tentunya . Alex hendak memeluk shofie kebiasaannya selama ini tapi Shofie mengelak dengan halus , sedangkan Jason hanya mengawasi , mencoba menjaga jarak dari Alex .



" Jangan peluk aku , suamiku akan menghajarmu !" Alex pura pura bergidik ngeri .


" Tapi aku boleh menciummu kan ?? " Bug! Shofie menyikut dada Alex keras , pria itu terlihat cukup kesakitan .


" Sudah kuduga kau bukan wanita ___" Alex memegangi dadanya yang masih terasa nyeri .


" Jangan macam macam dengan ku ! " Shofie memperbaiki bahu sweater merah nya yang sedikit melorot , dia melambai pada Jason untuk menenangkan pria itu , untunglah James ada disebelah Jason mengajak suaminya berbincang .



" Kau seperti sedang berada di kutub Utara saja " Alex mengejek pakaian yang dikenakan shofie , sweater dengan celana jeans dia yakin pasti Jason yang menyuruhnya .


" Diamlah ! Cepat lakukan tugas mu " Shofie menyambar mikrofon di tangan Alex .


" Ini your order honey "


.


.


.


.


Malam itu Shofie menemani Alex perform , Alex melakukan keahliannya sebagai DJ sedang Shofie menyanyi disebelahnya . Suaranya begitu merdu dan pas ketika berduet dengan Alex . Sudah lama tidak bernyanyi membuat Shofie sedikit lupa dengan suaminya . Mengawasi dengan frustasi , praktis semua mata sekarang mengarah kepada istrinya . Para lelaki yang setengah mabuk terhipnotis oleh suara Shofie , bahkan ada beberapa yang turun ke dance floor berjoget mengikuti irama musik yang berirama sedikit cepat dan berdebum memekakkan telinga .



Jason menyambar brendi yang dibawa seorang waiters , lalu menenggak nya hingga tandas . Waiters itu hendak memprotes bahwa minuman itu pesanan seseorang , James memberi kode kepada waiters itu dengan tangan nya agar segera menjauh dari mereka .


" Tunggu ! Bawakan aku dua lagi ! " Waiters itu memandang kearah James dan James memberi anggukan setuju .


***