
Shofianna Jordan
" kau sedang apa?? "
" Astaga ,.....!" Jason kaget tiba-tiba muka mereka saling bertemu . Hampir saja dia jatuh ke belakang . Untung sebuah tiang menahan tubuhnya jatuh .
" Memangnya aku menyeramkan ya " gadis itu memegang mukanya .
" Kau Shofie ?? " Tanya Jason tak percaya .
" Iya " jawab gadis itu mantap
" Shofie Anna Jordan? " Lagi lagi Jason mengulang pertanyaan bodohnya
" IYA ! Memangnya kau berharap aku siapa? " Gadis itu mulai kesal . Jason menghirup nafas lega , untung lah perempuan yang diliat nya tadi bukan Shofie .
***"
Shofie mengikuti Jason dari belakang . Kesal karena Jason tidak mau membawakan barang barang nya .
" Hei bantu aku membawa tas ini! "
" Ogah ! " jawab Jason singkat .
Shofie mendengus kesal , dia bahkan harus memasukkan semua barangnya kedalam bagasi mobil sendiri . Siapa suruh bawa barang banyak banyak , gw kerjain kn Lo , gumam Jason .
" Eeiitts siapa yang suruh Lo duduk di belakang ? Emangnya gw supir taksi online ? " Shofie kesal mendengar perkataan Jason .
" Terus aku harus duduk di mana ? " Tanya Shofie pasrah .
Jason menunjuk bangku disebelahnya tanpa berbicara .
******
Mobil Jason akhirnya sampai di rumah orang tuanya . Ya papanya memang berpesan agar membawa Shofie ke rumah mereka . Karena memang itu juga pesan dari papa Shofie . Biar lebih dekat satu sama lain , Begitu maksud mereka .
Shofie langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu Jason dan tanpa memperdulikan barang barang nya di dalam mobil . Ternyata didalam Arsen dan Diana orang tua Jason , sudah menunggu kedatangannya . Shofie pun langsung menghambur ke pelukan Dianna .
" Tante , supir nya kurang ajar tu , ga mau bawain barang barang aku . Genit lagi nyuruh aku duduk dekat dia " Jason yang baru duduk , mengelap mukanya kasar .
" Mana ada supir ganteng kayak gini " orang tuanya hanya cekikikan.
" Di Chicago supir taksi lebih ganteng dari kamu . Ini siapa sih om Tante ? " Jleb .anjaiiii Jason kalah ganteng sama supir taksi .
" Ini Jason , Shofie . Kamu lupa ? " Dianna mencoba mengingatkan . Shofie menggeleng lemah . Yang dia tahu Jason itu calon suaminya . Tapi dia sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk mukanya .
Shofie hanya ber ' oh ' ria .
" Kamu pasti capek kan , mama Udah siapin kamar buat kamu . Bu sitiiiiiii....." Yang di panggil langsung Dateng .
" Ya Bu , ada apa ? "
" Anterin Shofie ke kamarnya ya " Bu Siti mengangguk pelan .
" Mama bukan Tante . Tas kamu biar Jason nanti yang bawakan "
Mendengar nya Jason langsung melotot .
" Tapi ma..."
" Ga ada tapi tapi " Dianna tidak memperdulikan protes Jason .
Jason berjalan malas menuju mobilnya , lagi lagi gara gara Shofie dia berasa jadi jongos . Ups
****"
Setelah beristirahat , tenaga Shofie akhirnya pulih kembali . Dia pun sudah mandi dan berniat turun kebawah . Dianna yang menyadari kedatangan Shofie langsung tersenyum manis kepada nya .
" Sudah bangun ? Makan dulu yuk mama Udah siapin makanan buat kamu " Shofie hanya mengangguk dan mengikuti Dianna dari belakang .
" Kalau butuh apa apa , bilang saja sama Bu Siti ya , mama tinggal dulu ya " sekali lagi Shofie hanya mengangguk sambil mengunyah makanan nya .
Shofie mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah . Rumah sebesar ini sepi sekali , kemana semua orang , batinnya . Dia jadi teringat kedua orang tuanya , yang ada di Chicago sana . Coba mereka ada disini , desahnya .
Shofie merasakan seseorang mendekatinya , segera dia menoleh kesamping . Disana sudah ada Jevan yang duduk termangu di depan nya .
" Sejak kapan rumah ini berubah menjadi surga ? "
" Huh ?? " Shofie tidak mengerti ucapan jevan .
" Kau , siapa ? Bidadari ? " Kata jevan lagi . Dia baru sadar kalau jevan baru saja merayunya .
" Hei bocah . Jangan merayuku " jawab Shofie .
" Jevaaaannnnn , jangan kurang ajar sama kakak ipar " Dianna menjewer telinga jevan yang baru pulang sekolah .
" Aduh ma sakit ma " Dianna melepaskan jewera nya , jevan mengelus elus kupingnya . Shofie tersenyum geli melihatnya .
" Hah kakak ipar ?? Shofie ya ? " Mamanya mengangguk .
" Buruan Sono ganti baju , jangan gangguin Shofie " Dianna mengibas ibaskan tangannya mengusir jevan . Tapi yang di usir ga pergi juga .
" Eh Shofie menikah saja sama aku , jangan mau sama bang Jason melas "
" Huh ? Jason melas ??? " Shofie tidak mengerti ucapan jevan .
" Iya dia ( Jason ) pelit . Sama aku aja , aku lebih ganteng " jevan mengedipkan matanya genit .
Shofie tertawa melihatnya . Mamanya cuman geleng-geleng .
" Males ah kamu masih bocah " Shofie menunjuk seragam SMA yang di pakai jevan .
" Ehh aku bukan bocah , aku berondong manis " Shofie tertawa lagi , memperlihatkan deretan giginya yang rapi .
" Jevan ! Alay ! Lo ngomongin gw ya ! " jevan menoleh kebelakang , ternyata Jason sudah pulang dari kantor . Mereka bertiga tidak menyadari suara deru mobil Jason dan Arsen .
" Ampun bang , ampun " kata jevan sambil lari ke kamarnya . Shofie melirik Jason yang sama sekali tidak melihatnya . Dasar sok cool pikirnya .