My Sweet Wife

My Sweet Wife
si tomboi dan bos tampan



Shofie tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan nya saat ini . Ia terlalu bahagia untuk mengekspresikan perasaan bahagianya . Jika saja di dalam pesawat dibolehkan untuk lompat lompat , mungkin sekarang dia akan melakukan hal itu . Bahkan kakinya dari tadi tidak bisa diam terus menari nari kecil diatas lantai kabin pesawat . Ia ingin sekali mengucapkan terima kasih untuk kesekian kalinya kepada Jason , tapi Jason melarang nya , laki laki itu beralasan bahwa kata terima kasih nya itu sudah membuat Jason bosan . Tapi Shofie tidak peduli , matanya berbinar binar menatap mata Jason seolah dari matanya itu terkandung makna bahwa ia begitu bahagia .


Jason menggenggam tangan nya erat senyuman menghiasi bibirnya , Jason senang surprise nya kali ini berhasil . Berhasil karena bisa membuat wanita yang paling berarti dalam hidupnya itu bahagia . Jason tidak menyangka membawa Shofie ke Bali , ke Resort milik keluarga nya bisa membuat Shofie senang bukan kepalang seperti ini . Entah apa yang ada dalam benak gadis itu , padahal disana tidak ada keluarga nya , apa yang membuat nya begitu gembira kali ini .


" Apa yang membuat mu senang kali ini ? " Jason tidak tahan untuk tidak bertanya kepada Shofie .


" Aku akan bersenang-senang disana " Shofie menjawab sambil matanya menerawang jauh , senyum menghiasi bibir sensualnya .


" Oh ya? Kau akan bersenang-senang tanpa ku ? " Shofie menggeleng cepat .


" Aku akan membawamu bersama ku " kata Shofie mantap kali ini matanya menatap mata Jason .


" Aku akan mengenalkan mu dengan keluarga ku " kata Shofie lagi .


" Keluarga ? Keluarga mu tidak ada disana "


" Semua orang diresort adalah keluarga ku " Jason tersenyum , jadi itu yang membuat nya begitu gembira , bertemu keluarga kedua .


***"*******


Jason tidak menyangka bahwa kedatangan nya dengan Shofie akan disambut baik oleh semua karyawan Resort . Kabar bahwa anak pemilik Resort dan suaminya yang juga Presdir baru Resort tersebut , akan datang untuk berkunjung tampaknya sudah diterima semua orang . Para karyawan berjejer di sepanjang pintu masuk , memasang senyum terbaik mereka . Shofie yang sudah tidak tahan untuk meluapkan kegembiraan dan kerinduan pada keluarga keduanya , langsung melesat meninggalkan Jason dibelakang nya . Tak ada yang luput dari pelukan hangat Shofie .


" Memangnya harus memeluk mereka semua " protes Jason saat mereka sudah ada di dalam villa keluarga yang letaknya masih satu lokasi dengan Resort . Villa itu dikhususkan untuk pemilik resort .



" Jason jangan bilang kamu cemburu ? Mereka itu keluarga ku " bela Shofie .


" Dan para lelaki muda itu juga keluarga mu ? " shofie tersenyum dan memeluk suaminya .


" Aku sudah me____"


" Ga ada keluarga lagi , aku tidak melarang mu berteman dengan mereka , tapi aku melarang mu memeluk mereka " tegas Jason , Shofie ingin protes ,


" Tapi____"


" Ga ada tapi tapi , ok . Aku tidak mau ada perdebatan lagi setelah ini " Shofie mengangguk pasrah .


****


" Mau kemana ? " Jason sudah bersiap akan pergi , saat Shofie muncul di hadapannya .


" Mau ke Bar , aku mau ketemu manager disana . Tunggu____"


Belum sempat Jason melanjutkan kata-katanya , Shofie sudah mendahuluinya . " Aku ikut ! " Kata Shofie bersemangat .


Bukanya Jason tidak suka Shofie ikut dengan tur kecilnya kali ini , tapi yang tidak disukai Jason adalah cara pandang para karyawannya terlebih lelaki terhadap Shofie , yang dia tidak suka . Dia tidak suka wanita nya ditatap dengan tatapan lapar oleh para pria .


" Jason , aku ikut , please ....." Pandangan memohon Shofie membuat Jason sedikit terenyuh .


" Oh love tolong jangan memohon seperti itu . Aku hanya akan berkeliling sebentar lalu aku akan kembali sebelum makan siang , aku janji "


" Tidak ! Aku kesini bukan untuk terkurung di dalam villa ! " Shofie menyilangkan kedua tangan nya di depan dada , mukanya ditekuk . Jason menggeram kesal , memang susah menyembunyikan mutiara dari semua orang .


" Kamu pikir aku tidak bisa keluar sendiri setelah kamu pergi? Aku mengenal tempat ini melebihi siapa pun " Shofie menyeringai puas. Dia tidak habis pikir kenapa Jason melarang nya ikut ke Bar , toh sekarang Bar masih belum buka .


Jason menggeram kesal , dia lupa menyadari bahwa Shofie mengenal tempat ini melebihi siapa pun bahkan dirinya . Mengurung Shofie di villa adalah ide buruk karena pasti wanita itu akan bisa menyelinap keluar dengan sangat mudah .


" Aku janji Jason , aku tidak akan memeluk sembarang pria lagi " Shofie terus melancarkan bujukan untuk Jason , hingga akhirnya pria itu mengangguk pasrah .


Udara pagi itu masih terasa sejuk , suara deburan ombak juga masih bisa terdengar samar-samar , lokasi resort yang ada di tepi pantai memang . Ketika mereka keluar dari villa sebuah kolam renang besar menyambut mereka , Shofie ingin sekali berenang di sana sambil menikmati pemandangan tepi pantai yang indah . Tapi masalah nya apakah Jason akan mengizinkan nya , mengingat pria itu sangat over protective terhadap dirinya .


Kursi tidur dan payung besar menghiasi sisi kolam renang , pohon kelapa yang menjulang tinggi di sisi depan kolam memisahkannya dari lepas pantai . Sedangkan di sisi sebaliknya bangunan bertingkat yang digunakan sebagai hotel dan Bar . Bar milik keluarga Shofie ini termasuk yang paling besar dan ramai di daerah itu .


Suasana di dalam bar masih sangat sepi , tidak heran memang bar ini baru buka ketika malam . Seorang pria seumuran Jason melambaikan tangan saat mereka masuk , kemudian seorang pria paruh baya berjalan dibelakang nya . Shofie lupa siapa pria seumuran Jason itu , mereka pernah bertemu saat pesta pernikahan . Sedangkan pria paruh baya itu Shofie mengenalnya , dia James manager bar ini .


" Kapan Lo nyampe?" Shofie sedikit bingung ketika Jason berbicara santai kepada pria itu , sekarang dia bisa menyimpulkan bahwa mereka teman .


" tadi malam , kenalkan ini Mr Harvey manager disini " Jason mengulurkan tangannya untuk menyalami pria itu .


" Selamat datang Mr Harris , senang bisa bisa melihat anda disini " James tersenyum kepada Jason lalu matanya bertatapan dengan Shofie " Shofie ! "


" Hai uncle " Shofie hanya melambai sambil tersenyum tapi pria paruh baya itu meraih tangannya dan mencium nya lembut . Shofie terkejut dengan perlakuan James , bukan karena tidak biasa James juga melakukan hal itu kepada ibunya Shofie masih sangat muda waktu itu . Ibunya bilang itu adalah cara James memberi salam kepada wanita terhormat seperti dirinya dan papanya pun tidak mempermasalahkan hal itu . James , Arsen dan papa Shofie adalah teman lama . Tapi masalahnya adalah apakah Jason mengerti hal itu ? Shofie melirik Jason , wajah pria itu sudah merah padam menahan amarahnya tapi kelihatannya dia masih berusaha bersikap sopan kepada James .


" Mr Harvey apa anda lupa kalau suami Shofie sedang berdiri disini " Jason menarik pinggang Shofie agar lebih mendekat kepada nya .


" Maafkan saya Mr Harris , tolong maafkan kelancangan saya kalau anda berkenan " James tersenyum sepertinya dia memang sengaja menggoda pasangan muda itu .


" Panggil saja Jason mr Harvey tidak perlu sungkan seperti itu "


" James , Jason panggil saja James " kedua pria itu lalu berjabat tangan lagi dan saling melempar tawa . Shofie lega akhirnya ketegangan itu berakhir , sedang Dimas hanya memilih diam sambil mengamati .


Akhirnya ketiga pria itu larut Dalam obrolan seputar bisnis di bar itu . Mereka membahas tentang pendapatan bar itu , fasilitas , para karyawan , pajak dan masih banyak lagi . Mereka tidak menyadari Shofie sungguh bosan berada di antara mereka , bisnis sama sekali tidak menarik perhatian nya .


" Shofie! " Shofie terlambat menyadari ketika seorang pria memeluknya dan mengangkat tubuhnya memutarnya 180° . Shofie baru menyadari kalau itu adalah Alex seorang DJ di bar ini , Shofie pernah menemani Alex bekerja dulu dia sudah seperti seorang saudara laki-laki bagi Shofie .


" Alex ! Turunkan aku , kau akan mendapatkan masalah ! "


" Apakah kau masalah bagiku ?" Alex justru menanggapi peringatan Shofie seperti lelucon . Dia baru sadar ketika seorang pria tampan dengan badan tegap dan bulu bulu halus yang tumbuh di wajahnya memisahkan dirinya dan Shofie , tangan pria itu mencengkeram leher kaos singletnya , menampakkan otot tangannya .


" Apa kau tau siapa yang kau peluk ?! " Jason tidak tahan kalau pria lain memeluk Shofie nya , bahkan dada mereka saling menempel tadi , itu yang membuatnya tidak bisa menahan emosi .


" Aku tahu , dia si tomboi Shofie " jawab Alex santai dia tidak peduli dengan cengkraman tangan Jason yang semakin meningkat.


" Kau__! Dia itu istriku ! Jangan menyebutnya seperti itu lagi ! " Alex justru tertawa terbahak-bahak dengan kemarahan Jason , dia tidak menyangka Shofie yang dikenalnya sangat tomboi sudah menikah dengan pria tampan di depannya ini . Alex memegang tangan Jason yang masih setia mencengkeram kaosnya .


" Dengar bung , aku tidak tertarik dengan istri mu itu , tapi mungkin aku akan tertarik dengan mu " kata kata Alex sungguh tidak bisa dicerna Jason dengan benar , tertarik dengan nya . " Apa ! "


Shofie datang untuk menengahi ketegangan diantara dua pria itu , Shofie tahu meskipun Alex dipukul duluan dia tidak akan membalas , pria itu sudah bersumpah untuk tidak memukul pria tampan .


" Jason sudahlah , dia itu tidak tertarik dengan wanita "


"Apa!" Jason segera melepaskan tangannya dari kaos dan pegangan tangan pria itu , mengibaskan tangannya di udara , seolah takut tertular sesuatu . Setelah menggabungkan kata kata Alex dan Shofie , Jason baru mengerti kalau pria di depannya ini adalah seorang _____ oh my Jason tidak berani melanjutkan pemikiran nya itu sudah sangat jelas . Alex tertawa lagi Sambil mengedipkan sebelah matanya , Jason bergidik melihatnya .


" Bos tampan , maafkan aku tidak mengenalimu "


" Alex ! Kau tidak berniat untuk menikungku kan " shofie memperingatkan Alex kemudian memeluk pinggang suaminya , menandakan kepemilikan nya .


" Sebenarnya iya tomboi , tapi aku akan berbaik hati kali ini . Dengan satu syarat , kau harus menemani ku perform nanti malam " James mendekat untuk menegur Alex .


" Anak nakal ! Sudahlah jangan mengganggu pasangan muda ini "


" Tidak Jamie " Alex menjauh dari mereka dengan langkah mundur " nanti malam shofie ! Bos tampan kalau kau tidak mengijinkan nya aku akan 'menyukaimu' !" Alex segera menjauh dari mereka .


" Maafkan Kelakuan anak nakal itu Jason " James merasa bersalah atas tindakan Alex , Jason menggeleng lemah dia tidak bisa membayangkan pria seperti Alex menyukainya , oh my___ dia masih normal tentu saja .


" Aku tidak menyangka kau berteman dengan orang seperti itu Shofie . Kau tidak akan menuruti keinginan nya kan? "


" Aku tidak bisa ambil resiko Jason , jika Alex menyukaimu " sial Jason kalah kali ini , dia pun tidak bisa membayangkan jika disukai sesama pria .


**"""


Ini part paling panjang iya kan


Saya harap kalian berbaik hati memberikan vote untuk saya 🌌😘