
Shelly dalam perjalanan pulang menuju Jogja, selama dikereta ia hanya diam melamum. Entahlah, ada banyak hal yang ia pikirkan saat ini walaupun ia tak tahu mana yang harus ia selesaikan dahulu. Ia sudah berlibur selama 3 hari di Bogor, ia memang tidak bisa berlama-lama disana walaupun sangat ingin. Ia harus kembali ke Jogja dan mengurusi berbagai hal, walaupun liburnya juga masih panjang. Shelly melihat layar tabletnya, ia sedang menonton drama Korea. Sebagai pecinta oppa-oppa Korea garis keras, maka ia sangat meluangkan waktu untuk melihat para aktor-aktor tersebut.
"Bagusnya gue nonton apalagi ya?"
Sebenarnya banyak checklist drakor, namun ia bingung. Selain itu ponselnya tiba-tiba bergetar, ada panggilan video call dari grup. Shelly mengangkat panggilan tersebut, ketiga wajah temannya terlihat disana.
"Hah?"
"Lu dimana bambang?!" Tanya Nara.
"Perjalanan pulang, nape?"
"Akhirnya balik, oleh-oleh gue?"
"Aman, selain itu ada lagi? Gue mau nonton drakor lagi."
"Lo udah denger berita dikampus belum?" Tanya Tara, kan Shelly jadi bingung ini yang dimaksud kampusnya siapa.
"Kampus saha?"
"Lah iya lupa, kampus lo maksud gue."
"Gak denger apapun selama pergi, mang ada apa sih kayaknya serius amat." Tanya gadis itu.
"Sumpah *** ente belum denger?!" Ngegas Nara, lha kan Shelly beneran gak tahu.
"To do point elah, ribet lu pada."
"Lo pacarnya kak Regan kan?! Ngaku! Kita punya bukti nih."
"Loh loh? Kok gue sih?!"
"Nih lihat, lo kan ini lagi pelukan sama kak Regan. Wah gila sih, lo curang banget gak ngasih tahu kita kalau udah taken sama doi."
"Dapet darimana heh?"
"Dari mas Bisma, doi juga bilang lo emang udah jadian dari lama sama Regan."
Pusing. Shelly pusing sekarang, kenapa Bisma bisa mendapatkan foto tersebut? Padahal itu foto yang diambil saat ia dan Regan makan bersama di kafe waktu ia mengunjungi indekost lelaki itu.
"Ah mas Bisma ih!"
"JADI BENER?!" Sambar Ninda.
"Hehe biasa aja dong, gak usah melotot."
"Si anjir kurang asem, hal begini kita gak tahu. Keterlaluan lo mbrot!" Ujar Nara.
"Lo juga jadian sama Elang diem-diem, apa lu?" Nara langsung kicep dan tidak berani menyahut. Yang dikatakan Shelly ada benarnya juga, ia sempat merahasiakan status jadiannya dengan Elang karena belum siap.
"Jadi intinya gimana sodara sodara?!" Tara mengetuk meja lipatnya, gadis itu sepertinya juga sedang dirumah tidak dikost.
"Ya udah gitu, gue emang sama kak Regan taken. Lo pada mau apa?" Tantang Shelly.
"WAH PJ PJ DONG! LIBURAN KE BONBIN!" Ujar Ninda heboh.
"Dia mau ketemu sodaranya."
"Saha?"
"Monyed hahaha!"
"Sialan."
"Seriusan mau ke Bonbin? Buset kek bocah aja anjir, yang lain kek, nonton kek apa makan dimana gitu, heran." Shelly agak bingung, teman-temannya ini memang kadang out of the box idenya.
"Gak apa-apa deh kesono, lo bayarin tiket, makan, sama transportasi tapi."
Tekor sudah dompet Shelly yang sudah tipis, namun gadis itu mengiyakan saja permintaan ketiganya. "Kapan kesana?"
"Lo sampai kapan?"
"Nanti sore."
"Lusa aja, pagi. Jadi besok malem kita dah ada di kost, gue mau bawain makanan segambreng dari nenek gue." Ujar Tara, sepertinya dia sedang kemusuhan. Setiap pulang atau liburan, gadis itu memang membawa banyak stok ciki kiloan yang dia dapat dari nenek dari ayahnya. Udah kayak orang jualan kalau kata Shelly ya.
"Bau-bau mau bagi ciki ke seluruh pintu termasuk pintu besar."
"Gak ***, kali ini jajan yang gue taksir. Bagi ke lo pada doang."
"Shell, mau dijemput kagak?" Tanya Nara.
"Boleh, nanti gue kabarin. Gue turun di Stasiun Lempuyangan ya, nanti gue beliin Mixue."
"Haha asik, kabarin aja gue mau micek lagi."
"Iya sih, dia bilang cuma anak kelas dia yang tahu. Sumpah sih gila banget, pantesan dari awal lo bilang gak boleh gebet Regan, apa-apa sama Regan, ternyata jadian."
"Sebenarnya dari kemarin tuh belum ada status, taken pas si cewek uler mulai genit sama Regan. Gak bisa gue lihat Regan satu mobil sama si Cindy, gatel."
"Cindy yang mana sih mbrot?"
"Sebenarnya pas di Sociolla kita harusnya ketemu, tapi lo pada gue suruh milih skincare itu hehe."
"Asem, tahu gitu kan gue bantu jambak rambutnya! Gak seru lo."
"Tapi kan lo pada jadi beli skincare."
"Hahahaha gue inget belum gue bayar duitnya!" Ninda tertawa ngakak, ia lupa belum mengembalikan uang yang dipinjamnya waktu itu.
"Balikin lu, 2 bulan belum dibayar."
"Besok, kalau ada duit ye."
"Tapi Cindy itu temennya Regan sekelas?" Tanya Nara.
"Iya, sering satu kelompok juga kalau nugas. Sekarang mereka satu kelompok KKN lagi, gila gue disana si Cindy gatel sama cowok gue."
"Lo bisa cemburu ya?"
"Hah?"
"Lo tuh belum pernah secemburu ini sama cewek lain yang deket sama cowok lo, ke Wira aja enggak."
"Tapi gue jadi dia bakal posesif sih, mana mungkin melepas berlian dari saku. Hahahaha mana Regan tajir juga." Tara benar, selalu benar.
"Tajir Ra, lebih tajir daripada Wira."
"Anjay."
Shelly berfikir lagi, sepertinya tidak ada salahnya kalau mereka tahu. Hanya sebatas jadian kan enggak akan membongkar, daripada orang bertanya-tanya dan mencari tahu sendiri lalu terbongkar.
"Tadi gue ketemu Wira Shel, doi nitip sesuatu sama gue. Udah gue taruh dikulkas ya, makanan gitu."
"Apaan emang?"
"Tahu susu mentah sama kayak foodprep siap masak gitu."
"Si aneh banget ngasih begitu, apa gue kemarin ngomong diet jadi dikasih begitu?"
"Diet diet, bagusan juga gembrot lu."
"Biar bersanding sama Regan jadi cocok, doi menjulang tinggi masa gue pendek gembrot?"
"Biar begitu dia juga suka sama elu."
"HAHAHAHA SUKA BENER SI TARA!"
"Cailah bener banget, gue bukan diet mau kecil sih gais. Diet glukosa, kemarin sempat cek kesehatan dan gula darah gue masyaallah naik drastis."
"Anak muda kok diabetes."
"Udah gitu jompo."
"Udahlah, capek banget gue sama kelakuan lu pada. Nin, tolong cek kamar gue dong berdebu apa kagak. Kuncinya ada diatas pintu, sama kemarin gue lupa kalau punya kue kering diatas..."
"OTW." Terlihat Ninda keluar dari kamar, juga Nara yang menghilang dari layar. Kayaknya kedua orang itu sedang berlari menuju kamar Shelly. Gadis itu ingat kalau memiliki kue bawang dan juga beberapa buah yang sepertinya tidak termakan walaupun ia nanti sampai disana pada sore hari.
"Kue bawangnya buat gue."
"BAGI WOY!"
"Temen lu Shel."
"Temen lu Ra."
Ada seseorang yang menepuk pundak gadis itu, ia menengok dan melihat seorang lelaki yang sepertinya sepantaran dengannya. Samar-samar ia mengingat, tapi tetap lupa.
"Shelly ya?"
"Iya, siapa ya?"
"Arif, lupa ya sama gue?"
"Arif yang mana satu ya?"
"Yang pernah satu ruangan pas UTBK, sesi kedua hari pertama."
Mampus si Shelly, malah ketemu gebetan lama dikereta lagi. Udah gitu pake acara lupa, padahal pernah suka, lucu emang.