My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 06



Keesokan paginya.


Tok tok tok tok


"Noon ni Greenn bangun non, non ngk sekolah apa? Udh jam 7 loh non" panggil bi Murni.


"Kok ngk di jawab ya?"batin nya.


"Noon non buka non" teriak bi Murni.


Saat bi Murni ingin membuka pintu nya,bi murni terkejut karena tidak dikunci.


"Loh ngk dikunci ternyata. Non ayo bangun ini udh pa--" ucapan bi murni terpotong saat menyibak selimut tapi tidak ada  Green.


"Ya Allah non non. Non Green dimana sih" tanya bi Murni khawatir.


"Deen den Raka" teriak bi Murni menuju kamar Raka.


"Den Raka bangun Den. Den Raka cepet bangun den" panggil Bi Murni sambil mengguncang guncang tubuhnya Raka.


"Aduh ada apa sih bi bangunin Raka pagi pagi" kesal Raka dengan suara serak khas bangun tidur.


"Itu den non Green ngk ada dikamar terus tsi bibi liat juga baju baju nya udh ngk ada. Non Green kabur den dari rumah. Gimana ini" gelisah bi Murni.


"Ya udh lh bi biarin aja, dia kn udh gede, pintar ngelawan lagi. Biarin aja biarin, udh ya Raka mau langsung mandi aja nanggung juga kalau tidur lgi" jawab Raka.


"Den ngk bisa gitu donk, non Green itu adik nya den Raka. Apalagi dia cewek den,kalau dia dia apa apain orang gimana" jawa bi Murni yg mulai kesal.


"Biarin aja kali bi Raka ngk peduli, Raka bersyukur malah kalau dia celaka diluar sana" jawab Raka sambil melangkah ke kamar mandi.


"Asal den tau orang tua den Raka itu berpisah terus meninggal bukan karena non Green, melain kan karena sahabat ayah den Raka sendiri yg ingin orang tua den Raka berpisah. Kalau den Raka ngk mau mencari non Green bibi akan minta tolong ke tuan Arga, toh juga tuan Arga balik hari ini untuk meluruskan kesalah pahaman ini semua. Pesan bibi jangan sampai aja den Raka menyesal. Ingat ya den yg menyebabkan orang tua den jadi begitu bukan kesalahan non Green, melainkan karena sahabat ayah den sendiri." jawab bi Murni dengan air mata yg mulai jatuh dan langsung berlalu pergi dari kamar Raka.


Deg.


"Sahabat ayah? Bagaimana mungkin? Siapa sahabat ayah itu? Dimana dia sekarang? Kalau iya seperti yg bibi bilang tadi, kenapa dia ingin memisahkan orang tua gw?" Batin Raka.


"Ini ngk bisa dibiarin, oya kata bi Murni hari ini paman bakal dtng. Tapi kapan? Kenapa ngk bilang" batin nya.


Skip sarapan


"Bi hari sarapan ny apa?" Tanya Raka.


"....."


"Bi kok ngk dijawab" tanya nya lagi.


"....." namun bibi tetap menyiapkan sarapan nya.


"Ayo lah bi kenapa sih bibi tiba tiba cuekin aku? Tapi katanya paman bakal balik ya udh bibi ngk usah khawatir, tu anak pasti ketemu kok kalau paman yg udah nyari nya" ucap Raka.


"......"


"Ya udh lah Raka berangkata aja langsung, bibi cuekin Raka terus dari tdi. Assalamu alaikum" pamit nya sambil menyalim tangan bi Murni.


Skip pulang sekolah.


"Assalamu alaikum bi bibi" panggil Raka.


"Wa'alaikum salam" jawab bi Murni.


"Bi udh donk marah nya, masa dari tadi pagi sampai sekarang bibi diemin Raka terus"


"RAKA"


"Suara itu kayak gw kenal" batin Raka. Saat berbalik alangkah terkejut nya Raka saat melihat Arga sudah berada dirumah nya.


"Pa-paman kapan paman sampai disini" tanya Raka.


"Kamu ikut paman ke dalam ada yg harus paman omongin sama kamu" ucap Arga.


"I-iya pa-paman" jawab Raka sambil mengikuti Arga dari belakang.


"Dudu kamu" suruh Arga dan Raka langsung duduk.


"Kamu yg udh bikin Green kabur kan? Kenapa kamu perlakukan dia seperti itu" tanya Arga.


"D-dia sendiri yg pergi kok paman. Raka seperti itu karen adia udh bikin malu Raka di acara ultah tmn Raka, udh lh dia jadi pelayan disitu terus buat masalah lagi dengan salah satu tamunya"jawab Raka.


"Tapi kan semua yg hadir disitu ngk ada yg tau kalau Green adik kamu? Kenapa kamu harus malu terus marah marah? Pake mukul Green sampe dia babak belur begitu"


"Tetep aja dia udh bikin malu Raka" jawab nya.


"Huh Raka apa yg kamu pikirkan dan lihat selama ini tentang orang tua kamu itu salah, itu semua bukan salam Green"


"Saat itu sahabat ayah kamu dtng mengaku ngaku kalau Green itu anak dia. Kenapa dia begitu? Karena dia sudah dari SMA menyukai ibu kamu. Lalu ayah dan ibu kamu jadian saat sahabat ayah kamu ingin menyatakan perasaan nya kepada ibu kamu. Hubungan mereka didukung dengan adanya perjodohan. Lalu orang tua kamu menikah. Semua nya masih baik baik saja saat itu hingga kamu lahir. Hingga Green lahir, saat itu masih baik baik saja sampai Green berumur 4 thn dan kamu 6 thn. Malam nya tiba tiba sahabat ayah kamu dtng lalu mengaku ngaku kalau Green ada anak nya dengan ibu kamu"


Flash back


"Lucu ya anak perempuan ayah" kata Danu ayah nya Raka dan Green.


"Iya donk siapa dulu ibu nya Alisa gitu hahah" jawab Alisa ibunya nya Raka dan Green.


"Aku ayah nya jelas dia lucu, setara seorang Danu Wijaya ayah nya kalau ngk ada aku ngk kan ada anak yg selucu ini hahha" ucap Danu


Namun tiba tiba


"Green anak ku, Alisa kenapa kamu ngk bilang kalau Green itu anak aku" ucap pria tersebut.


"Kamu apa apaan sih jelas ini anak nya Danu bukan kamu" jawab Alisa.


"Apa kamu tidak ingat malam itu kita melakukan nya. Jadi sudah jelas dia anak aku darah aku mengalur ditubuh nya" jawab pria itu


"Satria jaga ucapan mu kita tidak pernah melakukan hubungan apapun" ucap Alisa, ya nama pria tersebut sekaligus sahabat nya Danu adalah Satria.


"Kamu mau bukti? Ini buktinya. Sudah jelas didalam surat tersebut bahwa aku adalah ayah dari Green dan Danu bukan ayahnya" jawab Satria sambil menunjukkan hasil tes DNA.


"Ini bohong ngk mungkin, dari mana kamu bisa dapat kan hasil ini? Jelas ini palsu" jawab Danu.


"Oh kamu tau aku sering main kesini kan terus sering bermain dengan Green juga. Tentu aku bisa dpt kan lewat rambutnya.  Dan untuk yg dari Danu aku bisa dapatkan lewat rambut dia yg rontok di sisir" jawab nya.


"Ngk Danu itu ngk bener aku ngk pernah berhubungan dengan dia. Green ini anak kamu bukan anak dia" ucap Alisa sedangkan Danu hanya diam setelah melihat hasil tes DNA tersebut.


"Satria keluar kamu dari rumah ini,jagan pernah kamu injakkan kaki dirumah ini mengerti" usir Alisa


"Ngk bisa gitu kamu dan Green, kamu dan Green akan ikut bersama ku" jawab Satria.


"Satpaaam paaak" teriak Alisa.


"Iya ada apa nyonya"


"Uair pria ini dari rumah ini,jangan pernah biarkan dia masuk lagi kesini"


"Baik nyonya. Silahkan ikut kami keluar tuan" ucap satpam sambil menarik Satria


"Lepas kalian tidak perlu menarik saya, aaya bisa jalan sendiri"


"Danu danu jawab aku donk jangan diem aja, ini semua ngk bener. Hasil ini hanya palsu, ngk bener dia cuma mau misahin kita. Jadi jangan dengarkan apa yg dia bilang"


"Keluar kamu dari rumah ini" ucap Danu.


"Danu apa yg kamu bilang? Jangan bicara seperti itu aku istri kamu dan Green anak kita" jawab Alisa.


"KELUARR" bentak nya


"Ngk aku ngk mau sayang, kamu suami aku mana mungkin aku ninggalin kamu"


"Aku bilang keluar ya keluar dan bawa sekalian anak kamu dengan pria itu"


Deg


"Baik lah kalau itu mau kamu aku akan keluar dari rumah ini. Tolong jaga Raka anak kita" jawab Alisa tanpa mereka sadari Raka melihat semua kejadian tersebut dari balik tembok kamar nya sambil menangis.


"Ibuuu ibu mau kemana? Ibu jangan pergi jangan bawa Green juga. Ayah ibu lihat ibu mau pergi, jangan biarkan ibu pergi sama Green ayah" ucap Raka sambil menangis melihat Alisa sudah membawa tas dan membawa Green di gendongan nya, sementara Danu hanya melihat dengan tatapan kosong berlinang air mata.


"Raka dengerin ibu, ibu pergi cuma sebentar kok ngk lama. Raka tolong ibu ya jagain ayah selama ibu pergi. Ibu janji ibu bakal balik lagi kalau urusan ibu udah selesai, ya sayang ya" bujuk Alisa.


"Ibu janji ngk bakal lama" ucap Raka sambil memberikan jari kelingkingnya.


"Iya ibu janji" jawab Alisa sambil menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Raka.


"Kalau gitu ibu pamit dulu ya"


"Iya bu"


"Maafin ibu Raka ibu terpaksa bohong sama kamu, ibu akan kembali sayang" batin Alisa sambil melangkah keluar dari rumah.


"Maafin aku Alisa aku terpaksa ngusir kamu sementara dari rumah ini. Tapi aku janji semua ini akan segera berakhir. Aku akan mencari bukti akan kesalahan Satria dan menjebloskannya ke penjara. Tunggu 3 hari sayang aku akan bawa kalian berdua kembali. Maafin ayah Green maafin aku Alisa. Aku akan tetap menjaga dan mengawasi kalian dari jauh" batin Danu.


"Halo Arga besok pagi temui saya diruangan saya ada yg harus kamu kerjakan" ucapnya saat menelfon Arga.


Pagi nya di kantor.


Tok tok tok


"Pagi tuan ada apa memanggil saya"


"Tolong kamu cari keaslian dari surat ini dan jangan lupa cari bukti untuk menyudutkan Satria. Saya ingin hasil dari ini semua dalam 2 hari. Mengerti?" perintahnya


"Baik tuan" jawab Arga.


Dua hari kemudian.


Tok tok tok


"Permisi tuan saya boleh masuk?" Tanya Arga


"Boleh silahkan masuk Arga" jawab Danu


"Ini tuan hasil nya. Berdasarkan yg saya dapatkan surat ini palsu tuan. Surat ini dibuat sedetail mungkin biar siapapun yg menerima nya mempercayai isi surat tersebut. Dan untuk bukti lainnya, silahkan bawa masuk" suruh Arga.


"Lepas lepaskan" ucap wanita tersebut.


"Wanita ini salah satu pegawai di rumah sakit tersebut dia yg sudah melakukan ini semua. Ini buktinya tuan silahkan dicek" ucap Arga.


"Tidak perlu sekarang kamu bawa wanita itu ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan ulahnya tersebut. Dan laporkan juga Satria yg menjadi dalang dari semua ini" perintah Danu.


"Baik tuan. Ayok cepet ikuti saya"


"Alisa Green sekarang kalian akan kembali. Ayah akan jemput kalian nanti malam saat ayah selesai bekerja" monolog nya.


Malam harinya.


"Huh selesai juga sekarang saat nya jemput Green dan Alisa. Ayah datang sayang"


     Di perjalanan Danu gembira sekali. Sesekali dia tersenyum dan bernyanyi.


Sampai di kosan


Tok tok tok


"Assalamu alaikum"


Ceklek


"Wa'alaikum salam siap--"


"Ma-mas? Ngapain mas disini"


"Sayang ya aku mau jemput kalian lah disini" jawab Danu.


"Ngk mau pergi sana"


"Eh dengerin aku dulu, lebih baik kita duduk dulu aku mau jelasin semua nya oke" jawab Danu sambil membawa Alisa duduk.


"Jadi kemarin mas usir kamu karena mas sengaja jadi gini....." danu menceritakan semuanya.


"Oooo begitu tpi kenapa harus ngusir aku segala kan bisa biarin aku tinggal dirumah aja" kesal Alisa.


"Ya maafin mas donk ya. Mas janji deh ngk kayak gitu lgi, oya Green mana" tanya Danu.


"Itu di dlm kamar"


"Oya kamu kemas kemas barang ya kita pulang hari ini. Raka udh kangen loh sama kamu"


"Ya udh kalau gitu aku kemasin barang dulu ya"


"Oke sayang"


     Setelah berkemas mereka langsung memasukan tas pakaian ke dalam mobil.


"Mas kok perasaan aku ngk enak ya" ucap Alisa


"Apaan sih kamu tuh,udh ngk usah percaya yg begituan oke" jawab Danu.


Ya udh mas semoga semuanya baik baik saja" jawab Alisa


"Amiin"


      Tiba tiba saja ada mobil dari samping menerobos lampu merah dan hasilnya mobil tersebut menghantam mobil mereka.


"Maass awaaasss" teriak Alisa.


"Aaaaaaaa" teriak Danu.


Dan prak terjadilah kecelakaan.


"G-g-green m-m-mass Da-Danu" ucap Alisa tebata bata dengan luka disekujur tubuh nya dan darah ada dimana mana. Sementara Green di menangis dengan kuat orang orang di jalan langsung berhamburan mengelilingi mereka. Polisi dan ambulance langsung tiba ditempat.


Dirumah sakit


"Mbak pasien atas nama Danu Wijaya, Alusa Wijaya, dan Green Wijaya berada di ruangan mana ya?" Tanya Arga dengan tergesa gesa"


"Mereka ada di kamar jenazah, korban sedang dimandikan. Sedangkan anak kecil tersebut sedang ditangani karena dalam keadaan kritis" jawab nya.


"Makasih mbak ayok bi" ucap Arga habis itu berlari ke ruang jenazah dengan bi Murni yg mengekor dari belakang.


Dikamar Jenazah


"Ya Allah den Danu non Alisa kenapa pergi secepat ini, tuaan nyonya maafin bibi ngk bisa jaga amanah kalian berdua sebelum pergi buat jagain mereka" tangis bi Murni.


"Bi bibi yg sabar ya ini semua sudah takdir masih ada Green dan Raka yg harus kita jaga bi karena tinggal mereka yg kita punya dan harus kita jaga sebaik mungkin" ucap Arga.


"Oh ya non Green mana bibi mau lihat dia" tanya bi Murni.


"Green Kritis bi sedang sedang dirawat di ICU" jawab Arga.


"Ya udah bibi mau kesana dulu"


"Iya bi"


"Itu jenazah satu lagi siapa ya?" Batin Arga.


"Permisi mas itu jenazah satu lagi jenazah siapa ya" tanya Arga.


"Itu salau satu korban juga pak"


"Boleh saya lihat"


   Saat membuka kain tersebut alangkah terkejutnya Arga saat mengetahui siapa jenazah tersebut.


"Sa-satria ja-jadi yg menabrak mereka satria, gw harus nelfon polisi biar mereka tau kalau buronan nya ada disini dan mereka tak perlu mencari lagi" batin nya.


"Halo pak buronan atas nama Satria sednag berada di rumah sakit, dia sudah meninggal dalam kecelakaan"


"....."


"Baik pak terima kasih"


Hari pemakaman


"Ayah ibu kenapa kalian ninggalin Raka, kenapa ngk bawa Raka sekalian dengan kalian" tangis Raka di pusara kedua orang tuanya.


"Sudah den udh jangan sedih orang tua den udh bahagia kok disana. Mereka sedang ada disurga sekarang. Tugas den sekarang jagain non Green ya itu pesan ayah sama ibu" bujuk bi Murni.


"Ngk ngk mau dia yg udh menyebabkan ayah sama ibu meninggal. Kemarin paman yg dtng ke rumah kita bilang kalau Green bukan anak ayah berarti dia bukan adik Raka. Raka benci sama dia Raka benci"


"Den ngk boleh kayak gitu nom Green adik den Raka kok"


"Ngak dia buka  adik Raka" teriak Raka sambil berlari menuju mobil


"Tapi den"


"Bi udh bi mungkin Raka lgi syok dengan semua ini. Sekarang lebih baik kita pulang" ucap Arga bi Murni hanya mengangguk.


Flash back off


"Sekarang sudah jelaskan kalau semua itu terjadi bukan kesalahan Green dan jelas juga kalau Green itu adik kamu Raka Wijaya" ucap Arga dengab penuh amarah.


Sementara Raka terdiam dengan air mata yg berlinang.


"Tpi kamu ngk pernah mau dengerin penjelasan paman. Dan sekarang apa yg kamh perbuat sudah keterlaluan sampai sampai Green sekarang pergi entah kemana.


"Maafin Raka paman maafin Raka. Sekarang Raka akan bertanggung jawab dan mencari Green. Iya Raka akan mencari Green dan menebus semua nya" ucap Raka.


"Sudah terlambat Raka sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, paman yakin kalau pun kamu ketemu dengan Green dia akan sulit buat maafin kamu"


"Sesulit apapun akan Raka lakuin buat nebus semuanya. Apapun" Ucap Raka lalu pergi.


Bersambung...


Sampai sini dulu ya