
Skip selesai belanja.
"Assalamu alaikum!" ucap Green ketika masuk mobil.
"Wa'alaikum salam! Udah? Buat saya ada?" tanya Leon.
"Yaa gak ada lah dok, uang yang saya bawa cukup buat beli doang," jawab Green.
"Yahhh gak adik dong, saya juga belom sarapan loh. Kamu tega biarin saya kelaparan terus mati?" tanya Leon.
"Y-yaa buka gitu juga maksudnya dok! Ya udah ini nanti nasi saya bagi dua aja sama dokter. Kalau mau makan bareng ikut aja saya nanti ke ruang Bang Raka," jawab Green.
"Bener yah? Boleh, oke nanti saya ikut. Sekarang ayo kita balik ke rumah sakit," ucap Leon.
Diperjalanan Green terus menatap dokter Leon.
"Kenapa natap saya kayak gitu? Ganteng yah? Udah deh kamu ngaku aja kalau saya ini ganteng. Gak ada larangan atau undang - undang yang melarang kamu buat ngakuin kalau saya ganteng," ucap Leon dengan alis yang dinaik turunkan serta senyum manis dengan lesung pipi.
"Ya Allah bsgitu sempurna ciptaanmuu, Masya Allah!" batin Green kagum.
"Hey! Dari tadi saya ajak kamu ngobrol malah diem ajaa," ucap Leon menyadarkan Green dari lamunan nya.
"Eh iya apa?!" tanya Green.
"Kamu tu ya, saya ajak ngobrol melamuunn terus aneh," ucap Leon.
"Udah ayok turun! Udah sampai nih,"
Skip sampai depan ruangan.
Ceklek!
"Assalamu'alaikum! Bang Raka!" Sapa Green.
"Wa'alaikum salam!" Sapa Raka balik.
"Eh ada dokter Leon! Ngapain kesini dok?" tanya Raka.
"Gak ada sih cuma nebus janji si Green aja ke saya," jawab Leon.
"Emang janji apaan Green?" tanya Raka.
"Ini tadi Green cuma beli 2 sarapan buat kita di warteg, eh rupanya dokter Leon mau juga. Tapi Green cuma bawa uang cukup buat beli 2 porsi aja, terus Green bilang ke dokternya buat bagi dua nasi Green dengan dia. Gitu ceritanya Bang Raka."
"Ya udah tapi suapin Abang dulua ya?" Pinta Raka.
"Iih Bang malu tau ada dokter Leon!" ucap Green melirik Leon.
"Ya gapapa lah, yakan dok?" tanya Raka.
"Terus saya dan Green gimana makannya kalau dia nyuapin kamu?" tanya balik Leon.
"Bisa kok dok biasanya juga gitu, ya'kan Green?" jawab Raka.
"Gini aja deh saya suapin Bang Raka dulu, habis iyu baru kita makan bareng dok gimana?" tanya Green.
"Ya udah oke deal, saya tunggu!" jawab Leon lalu bermain hp nya.
"Nih Aaa--" Green menyuap'kan nasi ke Raka.
Skip selesai.
"Nah sekarang nih minum obat nya,"
"Nah bagus, sekarang istirahat ya? Green mau makan dengan dokter Leon,"
"Berdua gitu?" tanya Raka sedikit kesal.
"Ya udah Green ketempat dokter Leon dulu ya,"
"Dok nih makan bareng,"
"Saya mau minta sesuatu boleh?" tanya Leon ragu.
"Boleh mau minta apa?" tanya Green.
"S-suapiin?!" jawab Leon.
"Ha?" kaget Green
"APA?!" teriak Raka yang tak kalah kaget.
"Kenapa? Tadi katanya boleh, sekarang kenapa malah kaget gitu?" tanyaLeon terkejut.
"Enak aja ya minta suapin ke Green! Gak, gak boleh!" jawab Raka.
"Apa salah nya sih? Kan cuma minta suapin bukan macem - macem," jawab Leon cemberut.
"Ni dokter kenapa sih? Aneh banget dah, kok tiba tiba gitu yak?" batin Green heran.
"Green gak ada yang namanya suapin dia!" ucap Raka.
"Oke kalau kamu gak mau, saya sarapan diluar aja," ucap Leon lalu beranjak dari tempat duduk nya. Namun, tangan nya di cekal oleh Greeen.
"Dokter duduk aja, sini saya suapin." jawab Green.
"GREENN!" panggil Raka.
"Iya deh iya," jawab Raka lalu tidur lagi.
"Kenapa hidup gue harus kayak giniii ya Tuhaann! Dua cowok yang kelakuan nya hampir mirip yang bikin gw harus terus mengalah. Sabar'kan lah hamba ya Allah, astaghfirullah!" batin Green.
Skip selesai makan.
"Nah udah kan dok? Dokter gak mau balik kerja? Atau mau pulang? Mau mandi gitu? Ganti baju?" tanya Green.
"Kamu ngusir saya? Kalau ngusir bilang aja?" jawab Leon kesal.
"Iya sekarang kamu keluar sana! Udah selesai'kan makan nya? Udah sana pergi!" jawab Raka.
"Ish Bang gak boleh gitu! Gak baik!" ucap Green.
"Bukan gitu maksud saya dok, cuma saya gak mau-- aduuh gimana ya bilang nya? Intinya saya gak ngusir dokter kok," jawab Green.
"Ya udah lah saya keluar biar kamu senang!" ucap Leon lalu beranjak keluar.
"T-tapi dok, b-bukan gitu maksud saya," ujar Green sambil mengejar dokter Leon. Namun, tangan nya dicekal oleh Raka.
"Udah lah Green biarin aja dia keluar paling nanti balik lagi buat meriksa Abang. Sekarang kamu temenin Abang disini ya? Ayo duduk!" suruh Raka dan Green hanya bisa nurut dari pada dua dua nya ngambek.
"Ya udah Abang mau apa sekarang?" ganya Green.
"Mau peluk kayak tadi malam," jawab Raka merentangkan kedua tangan nya.
"Aduuh nanti malam aja deh bang! Green capek sekarang, punggung Green juga pegel ini gara - gara nahan berat badan Abang hampir 24 jam! Sekarang Green nemanin Abang ja ya" jawab Green.
"Ya udah deh," jawab Raka cemberut.
"Tapi nanti malam peluk lagi yah?" tanya Raka lagi.
"Iya iya!" jawab Green dengan suara yang sedikit meninggi.
"Gue emang pengen dari dulu Bang Raka sayang sama gue, cinta sama gue, mau lihat gue sebagai adik nya. Tapi, ini? Kok sifat nya kayak gini? Aneh banget? Berubah drastis! Serasa gue itu kakak nya dia dan dia adik gue. Tapi kan dia yang Abang gue dan gue adiknya. Tapi ini kok malah dia yang manja ke gue? Aneh! Rumiitt rumiit!" Batin Green berteriak.
Dreettt
Dreettt
Dreett
Ponsel Green bergetar di nakas samping dia saat ini dan Green langsung meraih nya dan mengangkat telfon tersebut.
"Iya halo? Ada apa ya bang?" batin Green.,
[......]
"Bisa kok, bentar lagi Green kesana ya," jawab Green.
[.....]
"Wa'alaikum salam! Kayak nya ada masalah deh, lebih baik aku susulin dia ke taman. Tapi sebelum itu aku pamit dulu sama Bang Raka." batin Green bergegas pergi ke ruangan Raka.
"Bang Green pamit ya mau pergi dulu jumpa teman teman di taman, ada urusan. Assalamu'alaikum! Bye Abang ku sayang!" Lalu Green pergi.
"Kenapa ya Green buru - buru gitu, ya udah lah biarin nanti aja pas dia balik gue tanya," batin Raka.
Pov Leon.
Saat itu kebetulan Leon baru keluar dari ruangan pasien yang dia periksa tepat bersebelahan dengan ruangan Raka.
Saat itu juga dia melihat Green buru - buru pergi.
"Loh itu Green mau kemana ya? Kok buru buru banget?" batin Leon.
"Sus apa saya masih ada jadwal untuk beberapa jam kedepan?" tanya Leon kepada suster.
"Gak ada kok pak, nanti jam 4 sore bapak ada jadwal operasi," jawab suster tersebut.
"Ya udah kalau gitu saya permisi dulu ya, saya titip jas saya," ucap Leon buru buru mengikuti Green takut ketinggalan jejak.
Karena buru buru Leon memutuskan naik ojek dipengkolan saja.
"Bang ojek bang, kejar tuh mobil di depan!. Yang cepat ya bang? Nanti saya bayar 5 kali lipat deh kalau berhasil ngejar mobil itu!"
"Iya iya ayo naik sekarang!"
Sampai di taman.
"Nih bang uang nya sesuai perjanjian saya bayar 5 kali lipat nih!"
"Makasih ya pak dokter!"
"Si Green mana sih? Dia ketemuan sama siapa cobak? Sampe keliatan buru buru gitu!" batin Leon mencari cari keberadaan Green.
"Nah itu dia,"
Degh!!
"Tapi itu siapa? Dekat banget kayak nya? Tapi Green bilang tadi dia gak punya pacar?" kesal Leon melihat Green bersama pria lain. Cemburu? Ya itu lah mungkin yang sekarnag dirasakannya saat melihat Green bersama pria lain.
Bersambung....