My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 13



"Gw tanya dokter Leon deh, Abang kapan boleh pulang nya," Batin Green lalu mencoba membuka genggaman tangan Raka ke tangan nya.


"Eu Green diem disini aja jagan kemana mana," ucap Raka setengah sadar karena merasakan Green mencoba melepas genggaman nya.


"Mau keluar bentar Bang nemuin dokter," Jawab Green.


"Diam aja disini besok aja nanya nya," ucap Raka dengan mata masih tertutup, lalu mempererat genggaman nya dan memeluk lengan Green.


"Iyah iyah gak jadi." Jawab Green.


"Aduuh ini genggaman nya erat banget lagi, keringetan jadinya tangan gue saking erat dan lama nya." Batin Green. Mungkin kalau kalian diposisi Green udah capek kali ya plus kesemutan saking lama dan kuat nya genggaman tangan Raka.


"Nah lewat chat aja deh nanya nya," ide Green lalu mengambil hp nya.


"Duuhh kok gue deg degan ya pas mau chat atau pun ketemu dokter itu? Apa gue suka ya ama dia? Atau gue udah jatuh cinta kalik? Aduuh Green sadar mana mungkin dokter Leon suka ama lo" Batin Green.


 


                 DOKTER SINGA🦁🦁👨‍⚕️👨‍⚕️


[Hallo dok! Maaf mengganggu waktu nya. Saya mau nanya ini Abang saya kapan ya boleh pulang? Makasih sebelum nya Dok] pesan Green.


Disisi lain.


"Makin lama kok saya makin suka ya sama Green? Terus kalau didekat dia rasanya gugup terus, jantung saya juga selalu maraton kalau dekat dia? Aneh sih sebelum nya saya belum pernah kayak gini kalau dekat perempuan" monolog Leon saat berada dalam ruangan nya.


Ting!


"Siapa sih ngirim pesan? Ganggu waktu saya saja." Kesal nya lalu melihat pesan tersebut.


"Haa! Green ngechat saya! Apa ya isinya?" Ucap nya lalu membuka pesan Green.


             Si Hijau💚🦚🌿


[Hallo dok! Maaf mengganggu waktu nya. Saya mau nanya ini Abang saya kapan ya boleh pulang? Makasih sebelum nya Dok] pesan Green.


"Sebenarnya udah boleh pulang sih si Raka. Tapi bikin lebih lama lagi ah biar makin deket hehe." Batin Leon lalu tersenyum tipis. Maklum es batu,kulkas dua pintu, es kutub baru cair karena baru pertama kali merasakan jatuh cinta.


[Satu minggu lagi Raka sudah boleh pulang kok.] Jawab Leon.


[Seminggu lagi dok? Masih lama ya ternyata.] Balas Green.


[Itu juga demi kebaikan Raka biar dia bisa sembih total.] Balas Leon.


[Ooo ya udah dok, makasih ya dok. Maaf ganggu waktunya.]


[Iyah sama sama.]


"Percaya banget sih dia, tapi gapapa biar makin dekat. Tapi kata orang harus deketin pencipta nya dahulu baru ciptaan nya? Hhmm ya udah saya akan berdoa dan memperbanyak lagi ibadah saya, semoga Green berjodoh dengan saya." Batin nya.


Back to Green.


"Huh masih lama banget lagi. Satu minggu? Duuh lebih lama lagi dong gue ketemu dokter singa. Bisa bisa jantung gue olahraga terus nih." Batin Green.


"Duuh capek pengen pindah ke kasur buat tidur." Monolog nya lalu mencoba melepas genggaman Raka.


Jangan heran lagi kenapa ada kasur di rumah sakit, karena ya maklum orang kaya ruangan nya VVIP.


"Ish kuat banget sih genggam nya? Gak mau lepas." Kesal Green sambil terus berusaha melepaskan.


"Ah ya udah lah biarin aja kayak gini!." Kesal nya dan akhirnya pasrah.


"Hooaam ngantuk banget, tidur ajalah disini." Ucap nya lalu tertidur di samping Raka dengan tangan yang masih digenggam posessive.


Keesokan paginya.


"Eughh udah pagi ternyata. Hooaamm." Ucap Green lalu menguap.


"Bayi besar gue masih tidur ternyata. Eh udah kendor peganggan nya, lepas ah pegel semalan digenggam." Monolognya.


"Mending gue siap siap buat pergi sekolah."


Setelah selesai siap siap.


"Belom bangun juga, nanti kalau gak pamit di marah lagi. Ah udah lah pergi aja keburu telat." Ucap nya.


"Bye Bang Raka, nanti jangan ngambek ya pas Green pulang!."


"Eh Green? Mau berangkat sekolah ya?" Tanya dokter Leon yang kebetulan berpapasan dengan Green.


"Eh dokter, iya dok ini mau pergi takut telat!" Jawab Green dengan jantung yang sudah berpacu.


"Duh ni dokterr bikin jantung gue olahraga pagi aja!" Batin Green.


"Hhmm mau saya antar? Kebetulan searah juga, mau gak?" Tanya Leon namun Green tidak menjawab.


"Green? Hallo? Greenn kamu dengar kata kata saya kan?" Tanya Leon lalu melambaikan tangan nya.


"Greenn!" Panggil Leon sambil menepuk bahu Green.


"Eh iya singa?" Jawab Green, tanpa sengaja dia memanggil Leon dengan sebutan singa karena kaget.


"Eh mmm anu anu it-itu ee mak-maksud saya iya dokter Leon nanya apa tadi?" Jawab Green gugup.


"Oh hehe tadi saya tanya kamu mau saya antar? Kebetulan juga saya mau pulang, mau gak?" Tanya Leon sambil tersenyum dengan tingkah Green.


"Oh i-iya mau sihh, tapi apa saya gak ngerepotin nih?" Tanya Green.


"Gak kok, ya udah mari saya antar." Ajak Leon Lalu Green berjalan terlebih dahulu di depan.


"Eh kamu sini!" Panggil Leom.


"Perempuan itu harusnya jalan di belakang, laki laki yang di depan ngerti?!" Tanya Leon.


"Ha? Kenapa gitu? Kan kalau laki laki di depan bisa jagain perempuan nya dari belakang kalau ada apa apa," Jawab Green.


"Iyah tau, tapi menurut agama kita perempuan itu lebih baik jalan dibelakang laki laki." Ucap Leon.


"Hhmm iya, kalau gitu silahkan jalan duluan Dok." Ucap Green.


"Calon suami hehe," ucap Green dengan berbisik tapi masih kedengaran samar - samar.


"Apa kamu bilang tadi?" Tanya Leon.


"Eh g-gak dok, ayo jalan nanti saya terlambaf heheh." Jawab Green.


Dasar ya si Green ada asa aja kelakuan nya🤭😂


Diparkiran.


"Ayok silahkan masuk!," suruh Leon.


"Iyah makasih dok," Jawab Green.


"Udah siap?" Tanya Leon.


"Siap dok," Jawab Green.


"Hhmm dok saya boleh nanya?" Tanya Green.


"Boleh kok, mau nanya apa?" Jawab Leon.


"Nama panjang dokter apa ya?" Tanya Green.


"Oh saya kira mau nanya apa tadi, nama saya itu Muhammad Leon Al - Bayyina." Jawab Leon.


"Lah kok?" Heran Green.


"Heran ya? Kenala nama saya yang ditengah Leon sedangkan yg lain lebih keislam?" Tanya Leon yang sudah menduga.


"Iyah kok aneh ya?" Tanya Green.


"Saya sendiri juga bingung, pas saya tanya sama orang tua saya dulu katanya biar nama saya salah satu nya ada yang keren." Jawab Leon.


"Oh gitu, oya itu arti dari nama Al - Bayyina apa ya? Kayak nya seperti nama salah satu surah di Al - Quran?" Tanya Green.


"Itu artinya bukti yang jelas. Kata nya saya ini bukti yang jelas di titipkan Allah ke orang tua saya untuk dijaga." Jawab Leon.


"Oh gituu." Ucap Green sambil menganggukkan kepala nya mengerti.


"Eh Green tuh udah sampai di sekolah kamu!" Ucap Leon menunjuk ke sekolah Green.


"Eh iya dok, kalau gitu saya permisi ya! Assalamu'alaikum." Ucap Green lalu keluar.


"Wa'alaikum salam," jawab Leon.


"Ehem siapa tuh? Pacar ya? Gebetan? Ganteng banget? Dokter kayak nya?" Goda Dara yang tiba tiba datang.


"Ish apaan sih gak lah, dia itu dokter yang menangani Bang Raka." Jawab Green.


"Eh tapi kayak nya ada hawa kayak jatuh cinta gitu," Goda Dara lagi.


"Ish udah lah jangan ledekin gue terus! Ayo masuk nanti bel." Jawab Green.


Di rumah sakit.


"Hooaam..... Green? Green? Mana dia? Kok gak ada?" Cari Raka.


"Eh tapi jam berapa sekarang? Oh udah jam 8 pantes dia gak ada, paling udah berangkat." Monolognya.


"Tapi kenapa dia gak pamit? Kan biaa bangunin gue dulu? Ish udah mulai lagi kan nakal nya! Dah lah pokoknya kalau dia nanti balik gue harus ngambek, harus diemin dia! Awas aja nanti!" Kesal Raka.


Dasar ya si Raka🤣


Bersambung....


Siapa nih yang mau tau kisah cinta Green dan dokter Leon?...


Tungguin aja ya!😁😁


Byee😘