My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 15



Pagi harinya.


    Green terbangun saat alarm hp nya berdering.


"Hooaam udah pagi ternyata, untung aja hari ini hari minggu jadi bisa malas malasan dulu. Eh bayi gue belom bangun? Masih posisi kayak tadi malam? Gue kira udah dilepas, gak pegel apa dari malam sampai pagi dia kayak gini terus?" tanya nya sambil mengelus muka Raka yang masih tertidur dengan polos.


"Bang! Hey Abang bangun yok udah pagi, Abang! Bayi kuuu banguunn!" panggil nya mengelus pipi Raka yang sudah mulai berisi akibat dipaksa Green makan terus.


"Eughh kamu udah bangun?" tanya Raka yg baru membuka mata sambil mendongak melihat wajah Green.


"Bangun yok! Lepas dulu peluk nya, Green mau mandi dulu! Abang juga cuci mukanya abis itu gosok gigi, habis itu baru sarapan. Ya?" panya Green.


"Gak mau! Mau nya gini aja dulu, mau lebih lama lagi kayak gini." pawab Raka kembali memeluk Green erat.


"Kok gitu? Kan udah dari tadi malam! Udah ya peluk nya, kan besok bisa." ucap Green. Namun, tak ada jawaban.


"Ayok bangun yok, ayo lah bang bangun pinggang Green pegel nih! Hampir seharian dihimpit Abang teruss!" pinta Green.


"Ya udah iyah." jawab Raka lalu Green turun dari brangkar nya Raka.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap Green pamit mau keluar beli makanan.


"Bang! Green keluar dulu ya bentar mau cari makanan," ucap Green.


"Oo ya udah, tapi jangan lama-lama ya?" pinta Raka.


"Iya Bang! Green sebentar doang kok," jawab Green.


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikum salam!"


Ceklek!


Dari kejauhan Leon memanggil Green.


"Greenn! Tunggu!" panggil Leon.


"Eh dokter Leon hheheh ada apa ya?" tanya Green.


"Kamu mau kemana?" tanya Leon.


"Mau beli makanan diluar dok," jawab Green.


"Kalau gitu mari saya antar kebetulan saya juga mau keluar," ucap Raka.


"Emang dokter gak lagi sibuk?" tanya Green.


"Gak kok! Sekalian saya mau bahas yang tadi malam," jawab Leon.


"O-oh ya udah kalau gitu mari dok." Ucap Green mempersilahkan berjalan lebih dahulu.


******


"Begini saya mau bertanya soal---"


"Soal apa dok? Matematika? Soal bang Raka? Fisika? Kimia?" tanya Green.


"Bukan! Bukan itu! Kamu ini, emang nya saya masih sekolah apa nanya yang begituan?" jawab Leon geleng-geleng kepala.


"Ya dokter dari tadi malam gak selesai selesai nya nanya ke saya," kesal Green.


"Ya saya harus mengumpulkan keberanian, tenaga, dan sportivitas saya dulu sebelum nanya ke kamu,"


"Ya udah apa? Dokter mau nanya apa?" tanya Green lagi.


"Kamu udah k-kamu udah punya p-pacar belom?" Tanya Leon.


"Hah? Saya gak salah dengar'kan? Dokter nanya apa tadi? Ulang lagi?"


"Kamu udah punya pacar belom Greenindia Wijaya?" ulang dokter Leon.


"What? Jadi dokter nunda nanya tadi malam, yang sampai bikin saya penasaran cuma mau nanya ini? Yang dokter bilang butuh ngumpulin keberanian, tenaga, dan sportivitas cuma buat ini?" Heran Green.


"I-iya Green! Kenapa? Kamu mau ngejek saya? Iya?"


"Ya bukan gitu, tapi kayak gak masuk akal aja gitu," jawab Green.


"Jadi jawaban nya apa?" tanya Leon lagi.


"Yaa belom, saya belum kepikiran kesitu dok. Abang saya aja masih sakit," jawab Green.


'Wah si hijau belum punya pacar ternyata, masih bisa nih didekatin. Walaupun udah punya pacar, kan selama janur kuning belum melengkung masih bisa heheh.' batin Leon lalu tersenyum.


"Dokter kenapa? Kenapa senyum - senyum sendiri? Kesambet ya dok? Mau di ruqyah gak dok? Saya tau ustad yang bisa ruqyah," ucap Green.


"Eh kamu enak aja ya bilang saya kesambet. Saya gak kesambet, lagian setan mana yang mau masukin saya? Saya ganteng gini juga, malahan tuh setan yang suka sama saya," jawab Leon dengan ke pede'an.


'Ni singa ke pede'an banget yah? Gak nyangka gue si singa kayak gitu! Ya jujur dia ganteng sih, tapi jangan kayak gitu juga lah. Pake setan suka sama dia lagi karena ketampanan dia itu, iihh ngeri gue lama - lama dekat si ni singa iiss.' batin Green.


"Kenapa bengong? Emang saya ganteng kan?" tanya Leon.


"Iya kok dok, dokter ganteng banget," jawab Green dengan senyum terpaksa plus ngeri.


"Kalau dokter sendiri gimana? Udah punya calon istri? Atau pacar gitu?" ganya Green.


"Yang ngantri sih banyak mau jadi istri saya, setara kan saya ganteng gitu." jawab Leon.


"Hehe iya dok, eh dok itu ada warteg saya mau kesana dulu ya!,"  lalu Green turun dengan membawa uang satu lembar berwarna merah.


'Ya Allah makin bertambah parah ternyata penyakit nyaa, selamat'kan lah hamba ya Allah dari penyakit seperti dokter Leon idap.' batin Green saat keluar dari mobil.


Bersambung....