My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 25



"Jadi, tadi cuma akting?" tanya Raka dengan mata dan hidung yang merah karena menangis. Sungguh, keadaan Raka sekarang ini sangat menggemaskan.


"Iii gemes banget sih kayak anak bayi, iya tadi itu Green cuma akting mau ngerjain, Bang Raka." jawab Green.


"Hwaaaaaa, jangan gitu lagi ya Green, Abang takut tau!" ucap Raka yg langsunv menghambur kepelukan Green dan menenggelamkan wajah nya ceruk leher Green.


"Gemesin banget sih bayi aku ini, iya iya Green gak bakal pernah ninggalin Abang sedetik pun tanpa persetujuan, Abang." jawab Green.


"Janji?" tanya Raka sambil mengacungkan jari kelingking nya.


"Iya Bang, Green janji." jawab Green lalu menautkan jari kelingking nya dan Raka.


"Ya udah sekarang kita duduk di sofa dan makan kue nya ya? Ayo!" ajak Green dan hanya dituruti Raka seperti anak yang mengikuti apa yang disuruh oleh Ibunya.


"Nih Aaaaa buka mulutnya," suruh Green.


"Bagus, anak pinter." ucap Green sambil mengacak ngacak rambut Raka.


"Oya, ini kue nya Green simpan dulu ya, Abang tunggu disini!"


******


"Oya Abang udah minum obat nya belum?" tanya Green.


"Hhmm udah kok tadi, sebelum kejadian kamu ngeprank Abang tadi." jawab Raka cemberut.


"Utututu jangan cemberut gitu dong bayi nya aku, kan biar surprise nya berhasil. Sini sini peluk, sekarang waktunya tidur. Sebagai gantinya, Abang tidurnya Green peluk sini." ucap Green.


"Gak, mau!" jawab Raka memalingkan wajahnya ke samping.


"Yakin gak mau?" tanya Green.


"Iya, gak mau!" jawab Raka.


"Ya udah, Green tinggal pergi aja," jawab Green beranjak dari brangkar Raka.


"......"


Ceklek!


'Beneran keluar gitu? Gak mau ngebujuk? Tapi nanti kalau Green pergi beneran gimana dong? Masa gue harus kayak orang gila lagi sih buat nyari dia? Gak! Gak boleh, Green gak boleh pergi!' batin Raka.


"Green tunggu du-----" ucapan Raka terpotong.


"Green tunggu dulu, jangan pergi Abang kan cuma bercanda. Pasti itu kan yang mau Abang ucapin?" tanya Green yg ternyata masih di ruangan Raka.


"Makanya, kalau bayi itu tetep aja jadi bayi, jangan sok sokan mau jadi dewasa kalau tanpa Green aja Abang bisa jadi kayak orang gila." sambung Green.


"Heheheh." jawab Raka dengan cengengesan.


"Udah, ayo tidur! Udah larut malam ni, sini katanya mau tidur sambil dipeluk." ucap Green merentangkan tangannya.


"Dielus elus juga dong kepala nya, jangan lupa." pinta Raka.


"Iya iya Bang." jawab Green.


Keesokan harinya.


"Bang, bangun udah pagi!" panggil Green membangun kan Raka.


"Eugh! Iya Green 5 menit lagi, nanggung loh," jawab Raka setengah sadar.


"Cepet bangun! Kalau gak Green siram nih pakai air, mau?" ancam Green.


Degh!


"Eh eh iya iya! Abang bangun nih hehe,"


"Di ancam baru bangun, dasar kebo!" ledek Green.


"Enak aja bilang Abang kebo. Tapi walaupun kebo tetap ganteng dan imut kaan?" tanya Raka sambil memasang muka imut nya.


"Imut apaan? Pipi aja gak ada, kurus begitu ngaku ngaku imut ish!" jawab Green.


"Oooo gitu ya sama Abang? Oke, awas aja ya kalau Abang udah sembuh. Tiga hari lagi Abang sembuh dan boleh keluar dari rumah sakit loh, tunggu aja tanggal mainnya," jawab Raka.


"Gitu yah! Abang deket aja dengan Rara teman kamu, kamu udah cemburu buta," jawab Raka tak mau kalah.


"Kali ini gak ya, kan Abang Green ada dua. Bang Kevin dan Bang Dery, udah gak masalah Green tuh terserah Abang mau dekat sama siapa pun. Green udah terbiasa," jawab Green santai.


"Ooo bener mau dicuekin kayak dulu lagi, iya?" tanya Raka mulai terpancing emosi.


"Iyah gapapa juga, oya nanti Green pulang telat ya soal nya malam ini Bang Dery pilang jadi Green, Dara, Bang Kevin, dan yang lain mau ngerayain. Bye Abang ku sayang, Assalamu'alaikum!" pamit Green dengan santai nya.


"Ya udah terserah awas aja besok!" jawab Raka lalu memalingkan wajah.


'Niat mau bikin sakit hati dia malah gue yang kena. Kan senjata makan tuan nama nya, ishh kesal kesal kesal gue' batin Green mengacak acak brangkar nya.


******


'Hihihi pasti Bang Raka kesal karena ucapan aku tadi. Dia pikir aku bakal kepancing apa? Heh gak akan tau!' batin Green menang.


"Green!" panggilan Leon membuat Green terkejut.


"Eh pocong meledak!" kaget Green.


"Bwahahahhaha Green Green! Mana ada pocong pagi pagi begini, kamu ini ada ada aja!" ketawa Leon.


"Ish, dokter Leon mah gitu, gak mau lah temenan sama dokter lagi!" kesal Green lalu pergi sambil menghentak hentak kan kaki nya kesal.


"Hey! Tunggu dulu hahahhaha. Aduh sakit perut saya hahahah!" ledek Leon lagi.


"Ishh udah sana sana! Gak usah dekat dekat kita gak temna lagi." jawab Green dengan wajah cemberut.


"Jangan ngambek dong! Lagian kamu lucu sih pas kaget tadi," jawab Leon.


"Ish, udah ah saya mau sekolah, awas awas sana nanti saya telat."


"Kalau takut telat mending saya anterin deh, entar telat beneran loh. Lihat tuh udah jam berapa!" jawab Leon.


'Oh ya Tuhan, sepuluh menit lagi masuk. Gimana dong!' batun Green panik.


"Udah jangan diliatin, mending ikut saya aja, beneran telat nanti loh. Ingat waktu terus berjalan!" ucap Leon.


'Ish ya udah lah, gue ikut dia aja daripada telat.' batin Green.


"Iya iya," jawab Green dengan muka yang ditekuk.


*********


"Green! Lo udah nyari tau siapa yang nyuruh tu orang orang yg nyerang lo sama Bang Raka?" tanya Dara.


"Oh iya, kok bisa lupa sih gue nyari tau nya! Padahal gue udah niat mau cari tau." jawab Green.


"Nah tu kan, pelupa banget sih! Udah kayak nenek nenek aja ya lo,"


"Enak aja, Dar nanti pulang sekolah temenin gue ke tempat gue dan bang Raka diserang ya?" pinta Green.


"Hhmm oke, bisa dong." jawab Dara.


"Tapi ya Green, siapa cobak yang mau nyerang lo dan bang Raka? Kalian punya musuh ya?" tanya Dara.


"Lo tau'kan kalau gue itu tipe cewek yang gak mau cari masalah sama orang dan gak mau punya musuh. Gue juga di sekolah kita yang murid nya banyak gak punya banyak teman selain lo, Ridwan, Iqbal dan Rangga." jawab Green.


"Iya juga ya, atau mungkin musuh perusahaan bokap nyokap lo ya? Soalnya kan pengusaha itu punya banyak musuh dan dari yang biasa gue baca di novel novel gitu musuh nya itu gk main main. Dari novel yang gue baca juga kadang ad---" ucapan Dara terpotong karena Green memotong nya.


"Ya elah, kebanyaan baca novel lo Dar. Jadi tingkat menghayal lo ini udah tinggi, mungkin udah stadium akhir." ucap Green.


"Orang serius juga, bisa jadi nyata kan? Gak menutup kemungkinan loh Green,"


"Udah ah, lanjut aja makan nya nanti bel loh. Kan sayang makanan nya kalau kebuang?" ucap Green.


'Silahkan lo cari aja Green barang bukti di tempat itu. Toh juga kan lo gak bakal bisa nemuin nya, bukti apapun gak bakal lo temuin. Lo gak tau aja kalau gue udah bertindak tak ada satupun bukti yang akan tertinggal.' batin seseorang yang mendengar percakapan Green dan Dara.


Bersambung....


Byee😚


Makasih yang udah setia😘😘