My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 26 (Ridwan Menjauhi Dara?)



Happy Reading🍃🍃


"Dara! Sebenarnya ya, menurut gue lo tu cocok deh dengan Ridwan." ucap Green.


"Ish! Apaan sih lo Green, sembarangan aja. Gue itu gak suka sama dia, ngerti gak sih lo?!" jawab Dara.


"Tapi tetap aja, kalian itu cocok banget."


"Inget ya gue masih malu sama kejadian waktu itu, pas kalian nantangin gue."


Flashback.


"SEMUA NYA KUMPUL KUMPUL SINI, CEPET KUMPUL. ADA PENGUMUMAN YANG AKAN DI SAMPAI KAN OLEH DARA!" teriak Ridwan mengumpulkan semua orang.


Akhirnya semua warga sekolah berkumpul dilapangan untuk mendengarkan pengumuman tersebut.


'Mampus lo Dara mampus.' Batin Dara.


"Ada pengumuman apaan? Kok tiba tiba? Ada acara ya disekolah kita?" tanya salah satu murid kelas 10.


"Jadi, ada yang akan Dara sampaikan ke kita semua, silahkan kalian dengar baik baik dan menjadi saksi apa yang akan Dara katakan hari ini." jawab Ridwan diiringi senyuman.


'Ayo sayang, bilang sekarang juga biar mereka pada dengar.' bisik Ridwan ke telinga Dara.


"Ayo sekarang kita dengarkan!" ucap Ridwan.


"Muhammad Ridwan Sesha, gue Andara Alisea, yang suka berantem sama lo, yang sering bilang lo jelek, yang sering ngejek lo. Mengakui bahwa lo itu ganteng, tampan se Indonesia ini. Gak ada yang lebih tampan dari lo." ucap Dara dengan nyaring.


"Wuuuuuuuuu.." teriak satu sekolah setelah mendengarkan apa yang Dara ucapkan, iya pengumuman yang tidak berguna.


"UDAH UDAH, SEKARANG SEMUANYA BOLEH BUBAR SECEPAT NYA  NGERTI?!" suruh Ridwan. Tak perlu menunggu waktu lama, semuanya sudah pada bubar.


"Udah kan? Puas lo, udah permaluin gue di depan satu sekolah? Ha?!" bentak Dara.


"Oh tentu belum sayang, masih ada satu permintaan gue lagi." jawab Ridwan.


"Apa lagi sih permintaan lo ha? Kemarin kan sesuai perjanjian cuma satu permintaan. Ini kok malah nambah lagi? Mau lo apa sih MUHAMMAD RIDWAN SESHAAA?" tanya Dara dengan penuh penekanan saat nama panjang Ridwan disebut.


"Mau gue itu lo jadian sama gue, gimana?" tanya Ridwan.


"Oh itu permintaan lo? Jangan ngelunjak deh jadi orang, makin lama makin diluar batas ya permintaan lo itu." jawab Dara.


"Jawabannya simple kok, iya atau gak?" ucap Ridwan.


"Kalau gue jawab iya, apa yang gue dapat?" tanya Dara.


"Kalau lo terima gue, ada 3 syarat yang harus lo penuhin." jawab Ridwan sambil mengucungkan ketiga jari nya.


"Apaan emang syaratnya?" tanya Green.


"Kok lo yang nanya sih Green? Yang gue tanya itu Dara," jawab Ridwan.


"Hehehe sorry sorry, ya udah lanjut kan." ucap Green.


"Syarat pertama lo gak boleh dekat dengan cowok manapun selain gue, bang Kevin, Rangga, Iqbal. Kalau sampai lo ngelanggar, siap siap aja dapat hukuman. Syarat kedua, harus jawab telfon gue dan balas chat gue secepat mungkin terkecuali lo ada urusan penting atau mendadak itupun harus ngabarin gue dulu biar gue gak khawatir. Syarat ketiga lo gak boleh selingkuh dan gak boleh nyimpan nomor cowok manapun. Itu ketiga syarat dari gue." jelas Ridwan.


"Gak bisa gitu dong, gak adil nama nya." jawab Dara.


"Eit, gue begitu biar lo kejaga Dara, gue gak mau entar dijahatin sama cowok breng**k diluar sana. Gue begitu, karena gue ini sayang sama lo, jadi gue itu ingin melindungi lo Dar! Paham?" jawab Ridwan.


"Iya iya, terus kalau gue nolak lo gimana?" tanya Dara penasaran.


"Simple kok, lo selama ini mau gue jauhin lo kan? Ya udah, kalau lo nolak gue, gue janji bakal ngejauhin lo dan walaupun kita satu sekolah dan satu kelas gue bakal anggap lo gak ada. Lo bakal bebas mau dekat sama siapapun, gue gak akan ganggu lo lagi, ngejahilin lo lagi. Kecuali lo sendiri yang nyuruh gue balik lagi ke lo, paham?" jawab Ridwan.


"Jadi apa jawaban lo?" sambung Ridwan.


"G-gue..." ucap Dara terbata bata.


"Hhmm gue permisi dulu ya, sebentar pinjam Dara nya, gak lama kok." ucap Green lalu menarik nya agak menjauh dari Ridwan.


"Dar, saran gue sih lo terima aja dia. Gue yakin dia beneran cinta sama lo Dar dan lo juga cinta kan sama dia?" tanya Green.


"Gue gak bisa Green, gue itu gak cinta sama dia. Cuma lo pada yang nganggap gue itu cinta sama dia." jawab Dara.


"Pokoknya gue gak mau nerima dia dan gue gak peduli mau dia jauhin gue atau dia diambil cewek lain. Terserah dia, justru dengan dia jauhin gue, hidup gue bakal tenang. Lo jangan coba coba memengaruhi gue buat nerima dia, udah ya keputusan gue udah bulat buat nolak dia." jawab Dara lalu pergi ke tempat Ridwan dan teman teman nya.


"Jadi gimana?" tanya Ridwan penasaran.


"Gue nolak lo, dan sesuai apa yang lo ucapin tadi. Lo harus jauhin gue dan anggap gue gak ada dimana pun itu, ngerti? Ayo Green kita ke kelas." jawba Dara lalu menarik Green ke kelas.


Flashback off


   Sejak hari itu, Ridwan memang benar benar membuktikan perkataan nya. Dia menjauh dan seolah olah menganggap Dara tidak ada.


    Setiap kali mereka bertemu dijalan biasanya Ridwan yang akan menyapa lebih dahulu lalu mengusili Dara.


   


    Tapi sekarang? Seolah olah mereka tidak saling mengenal. Dan sikap dan raut wajah Ridwan kelihatan biasa biasa saja, mereka bertiga, Ridwan, Rangga dan Iqbal masih sering bercanda seperti biasa.


    Namun percayalah jauh di lubuk hati Ridwan, dia merasakan ada yang hilang. Walau bagaimana pun dia berusaha untuk tidak memikirkan Dara, tapi itu tidak bisa. Karena cinta dan rasa sayang Ridwan untuk Dara itu terlalu besar. Saat didepan Dara dia selalu ceria dan bahagia, tapi saat dibelakang sifat nya seolah olah berubah drastis. Itulah yang dirasakan oleh sahabat nya, Rangga dan Iqbal.


    Begitu pun dengan Dara dimulut dan dipikiran nya memang saling bersatu untuk tidak mengatakan bahwa dia tidak mencintai Ridwan. Namun tanpa dia sadari hati nya berkata bahwa dia juga mencintia Ridwan.


   Dara juga merasakan kehilangan akan sosok Ridwan yang selalu menjahili nya. Saat dikelas, didepan Ridwan dan Green dia seperti tidak merasakan apapun, namun dia merasakan sakit di hati yang dia sendiri tidak tau apa penyebabnya.


    Benar memang kata orang, sulit untuk memahami isi hati perempuan.


"Dar! Lo kenapa? Kok bengong? Mikirin apaan?" tanya Green.


"Oh, gak gak gak, gue gak mikirin apapun." jawab Dara.


"Masa? Yakin? Lo gak mau cerita sama gue gitu? Mana tau gue bisa bantu kalau lo punya masalah." ucap Green.


"Gak ko Green, gue gak ada masalah, bener!" jawab Dara.


"Terus kok gue lihat akhir akhir ini lo banyak ngelamun? Yakin gapapa? Biasanya lo itu paling heboh kalau dikelas, apalagi pas jam kosong kayak sekarang ini. Gue malah ngerasa lo itu berubah akhir akhir ini." ucap Green.


"Gapapa kok Green, gapapa bener. Gue ngelamun itu karena lagi ngebayangin punya suami kayak oppa oppa korea itu, andai ajakan Green gue jodoh sama salah satu orang korea. Pasti anak gue gemoy gemoy deh." jawab Dara bohong, supaya Green tidak menanyai nya terus.


"Yeee ngarep amat mbak, jodoh kita udah ada yang ngatur," ucap Green.


"Maka dari itu, mana tau gue ditakdirkan berjodoh sama orang Korea kan? Doa in lah Green sahabat mu ini supaya dapat suami yang ganteng." pinta Dara.


"Noh ada Ridwan, dia ganteng juga pangeran sekolah dia itu." jawab Green.


"Ish! Lo mah gitu, Ridwan terus udah jelas jelas dia udah ngejauhin gue kayak gitu." jawab Dara tanpa sadar.


'Mati gue!' ucap Dara dalam hati.


"Apa? Jadi yang bikin lo kayak gini, gara gara Ridwan udah mulai ngejauhin lo? Gitu? Udah mulai cinta ya sama Ridwan?" ledek Green.


"Gak lah, enak aja, g-gue asal jawab aja tadi." jawab Dara.


"Hayo loh ngaku?!" paksa Green.


"Gue tab*k juga lo ya Green, sini lo!" jawab Dara lalu memukul kan buku ke badan Green.


"Ampun ampun Dar, ya kan lo sendiri tadi yang jawab, bukan gue."


"Tau ah serah lo aja Green, males gue." jawab Dara lalu merebahkan kepalanya ke meja lalu menutup nya dengan buku.


Bersambung.....


Sampai sini dulu ya readers


Kalian pilih Dara bersatu dengan Ridwan atau milih Dara beneran pisah sama Ridwan?


Ditunggu jawabannya ya😊


Bye bye...😘


Salam toleransi🥰😘❤❤