
"Jadi, tadi cuma akting?" tanya Raka dengan mata dan hidung yang merah karena menangis. Sungguh, keadaan Raka sekarang ini sangat menggemaskan.
"Iii gemes banget sih kayak anak bayi, iya tadi itu Green cuma akting mau ngerjain, Bang Raka." jawab Green.
"Hwaaaaaa, jangan gitu lagi ya Green, Abang takut tau!" ucap Raka yg langsunv menghambur kepelukan Green dan menenggelamkan wajah nya ceruk leher Green.
"Gemesin banget sih bayi aku ini, iya iya Green gak bakal pernah ninggalin Abang sedetik pun tanpa persetujuan, Abang." jawab Green.
"Iya Bang, Green janji." jawab Green lalu menautkan jari kelingking nya dan Raka.
"Ya udah sekarang kita duduk di sofa dan makan kue nya ya? Ayo!" ajak Green dan hanya dituruti Raka seperti anak yang mengikuti apa yang disuruh oleh Ibunya.
"Nih Aaaaa buka mulutnya," suruh Green.
"Bagus, anak pinter." ucap Green sambil mengacak ngacak rambut Raka.
"Oya, ini kue nya Green simpan dulu ya, Abang tunggu disini!"
******
"Oya Abang udah minum obat nya belum?" tanya Green.
"Hhmm udah kok tadi, sebelum kejadian kamu ngeprank Abang tadi." jawab Raka cemberut.
"Utututu jangan cemberut gitu dong bayi nya aku, kan biar surprise nya berhasil. Sini sini peluk, sekarang waktunya tidur. Sebagai gantinya, Abang tidurnya Green peluk sini." ucap Green.
"Gak, mau!" jawab Raka memalingkan wajahnya ke samping.
"Yakin gak mau?" tanya Green.
"Iya, gak mau!" jawab Raka.
"Ya udah, Green tinggal pergi aja," jawab Green beranjak dari brangkar Raka.
"......"
Ceklek!
'Beneran keluar gitu? Gak mau ngebujuk? Tapi nanti kalau Green pergi beneran gimana dong? Masa gue harus kayak orang gila lagi sih buat nyari dia? Gak! Gak boleh, Green gak boleh pergi!' batin Raka.
"Green tunggu du-----" ucapan Raka terpotong.
"Green tunggu dulu, jangan pergi Abang kan cuma bercanda. Pasti itu kan yang mau Abang ucapin?" tanya Green yg ternyata masih di ruangan Raka.
"Makanya, kalau bayi itu tetep aja jadi bayi, jangan sok sokan mau jadi dewasa kalau tanpa Green aja Abang bisa jadi kayak orang gila." sambung Green.
"Heheheh." jawab Raka dengan cengengesan.
"Udah, ayo tidur! Udah larut malam ni, sini katanya mau tidur sambil dipeluk." ucap Green merentangkan tangannya.
"Dielus elus juga dong kepala nya, jangan lupa." pinta Raka.
"Iya iya Bang." jawab Green.
"Jadi, tadi cuma akting?" tanya Raka dengan mata dan hidung yang merah karena menangis. Sungguh, keadaan Raka sekarang ini sangat menggemaskan.
"Iii gemes banget sih kayak anak bayi, iya tadi itu Green cuma akting mau ngerjain, Bang Raka." jawab Green.
"Hwaaaaaa, jangan gitu lagi ya Green, Abang takut tau!" ucap Raka yg langsunv menghambur kepelukan Green dan menenggelamkan wajah nya ceruk leher Green.
"Gemesin banget sih bayi aku ini, iya iya Green gak bakal pernah ninggalin Abang sedetik pun tanpa persetujuan, Abang." jawab Green.
"Iya Bang, Green janji." jawab Green lalu menautkan jari kelingking nya dan Raka.
"Ya udah sekarang kita duduk di sofa dan makan kue nya ya? Ayo!" ajak Green dan hanya dituruti Raka seperti anak yang mengikuti apa yang disuruh oleh Ibunya.
"Nih Aaaaa buka mulutnya," suruh Green.
"Bagus, anak pinter." ucap Green sambil mengacak ngacak rambut Raka.
"Oya, ini kue nya Green simpan dulu ya, Abang tunggu disini!"
******
"Oya Abang udah minum obat nya belum?" tanya Green.
"Hhmm udah kok tadi, sebelum kejadian kamu ngeprank Abang tadi." jawab Raka cemberut.
"Utututu jangan cemberut gitu dong bayi nya aku, kan biar surprise nya berhasil. Sini sini peluk, sekarang waktunya tidur. Sebagai gantinya, Abang tidurnya Green peluk sini." ucap Green.
"Gak, mau!" jawab Raka memalingkan wajahnya ke samping.
"Yakin gak mau?" tanya Green.
"Iya, gak mau!" jawab Raka.
"Ya udah, Green tinggal pergi aja," jawab Green beranjak dari brangkar Raka.
"......"
Ceklek!
'Beneran keluar gitu? Gak mau ngebujuk? Tapi nanti kalau Green pergi beneran gimana dong? Masa gue harus kayak orang gila lagi sih buat nyari dia? Gak! Gak boleh, Green gak boleh pergi!' batin Raka.
"Green tunggu du-----" ucapan Raka terpotong.
"Green tunggu dulu, jangan pergi Abang kan cuma bercanda. Pasti itu kan yang mau Abang ucapin?" tanya Green yg ternyata masih di ruangan Raka.
"Makanya, kalau bayi itu tetep aja jadi bayi, jangan sok sokan mau jadi dewasa kalau tanpa Green aja Abang bisa jadi kayak orang gila." sambung Green.
"Heheheh." jawab Raka dengan cengengesan.
"Udah, ayo tidur! Udah larut malam ni, sini katanya mau tidur sambil dipeluk." ucap Green merentangkan tangannya.
"Dielus elus juga dong kepala nya, jangan lupa." pinta Raka.
"Iya iya Bang." jawab Green.
Bersambung....
Byee😚
Makasih yang udah setia😘😘