My Posessive Childish Brother And Boyfriend

My Posessive Childish Brother And Boyfriend
Episode 21



Selangkah demi selangkah sudah dilalui oleh Dara.


Tap


Tap


Tap


'Aduuh, gimana ya? Gue, maju atau gak ya? Kok gue jadi ragu sih sekarang? Malah, semua orang di jalan ngeliatin gue lagi. Ahh, udah lah malu juga gapapa. Lebih baik gue pilih akuin, Ridwan ganteng aja. Terserah lah, mau gue dibilang apa juga sama satu sekolah, gue gak peduli' batin Dara lalu berbalik ke belakang.


"Nah, bener kan. Dia gak bakal berani bilang tu orang gila ganteng, buktinya tuh dia balik lagi kebelakang 'kan." Ucap Rangga.


"Iya, dia cuma gengsi aja ngakuin gue ini ganteng," jawab Ridwan.


"Pokoknya ya, kalau kalian jadian, gue selaku sahabat Dara ngedukung. Tapi, kalau lo sampai nyakitin dia, awas aja lo." Ancam Green.


"Tenang aja Green, gue itu beneran cinta sama dia dari dulu kok," jawab Ridwan.


Setelah menyebrang jalan yang cukup ramai oleh kendaraan, akhirnya Dara sampai ke tempat teman teman nya berada.


"Gak berani kan lo! Udah lah turunin ego lo itu, dari pada lo kenapa kenapa," ucap Ridwan.


"Iya iya! Besok gue akuin di tengah lapangan sekolah, di depan semua orang di sekolah ini kalau lo itu ganteng. Udah, puas kan lo?" jawab Dara.


"Puas dong sayang, kan selama ini lo gak pernah muji gue ganteng." ucap Ridwan.


"Udah udah, ni ya mumpung gue lagi baik. Gue traktir kalian deh, makan di restoran tempat Bang Kevin. Gue yang bayar semua yang kalian pesan deh," celetuk Iqbal.


"Wiihh! Mantep tuh, yok lah gas kann," jawab Dara.


"Wow! Semangat dia balik lagi ya, kalau udah dengar kata traktir," ucap Ridwan.


"Ya iya lah, sahabat gue ini kalau udah dengar yang gratisan, pasti yang tadinya sedih bakal ceria balik," jawab Green.


"Iya dong, rezeki gak boleh ditolak Green." Ucap Dara.


"Ya udah lah, yok kita berangkat. Kita jalan kaki aja kan? Kan deket tuh, gak jauh amat. Ya, sekalian kita olahraga gitu," saran Rangga.


"Iya bener, tapi honda kita gimana?" tanya Iqbal.


"Iya juga ya, kalau gak gini deh. Si Dara sama gue pergi nya dan Green sama lo aja Bal." Ide Ridwan.


"Gak, ah! Gue sama Rangga aja. Yok, Rangga!" jawab Dara langsung menarik tanga Rangga.


"Ya udah kalau gitu, Green lo sama gue aja, gimana?" tanya Ridwan.


"Lah terus gue sama siapa?" teriak Iqbal.


"Sama mbak kunti aja noh," jawab Ridwan.


"Kalau sahabat luknut begini ni," gerutu Iqbal.


********


Setelah menempuh perjalanan 5 menit akhirnya mereka sampai di cafe Kevin.


"Akhirnya, sampai juga kita. Ayok cepet masuk," aja Dara menarik tangan Iqbal.


"Tu anak, gak sabaran banget ya? Kayak gak makan 5 abad aja, heran gue." Gumam Ridwan.


"Sstt, udah lebih baik ikut aja. Ayo! Masuk," ajak Green.


Sementara Leon sudah menunggu Green di depan gerbang hampir satu jam.


"Si hijau mana sih? Dari tadi ditungguin," gumam Leon.


"Permisi Mas! Mas nya nungguin siapa ya?" tanya pak Satpam.


"Eh, itu saya nungguin Green Pak," jawab Leon.


"Oh neng Green, neng Green nya tadi udah pergi sama teman teman nya Mas."


"Ooo, kalau boleh tau pergi kemana ya Pak?" tanya Leon.


"Kalau itu saya gak tau, Mas." jawab nya.


"Baiklah kalau gitu Pak, saya permisi dulu!." pamit Leon.


"Eh, tapi Mas nya boleh coba lihat di cafe nya Mas Kevin, itu Abang nya neng Dara. Gak jauh kok Mas dari sini, deket." ucap Pak Satpam memberi tau Leon.


"Tapi, kalau boleh tau nama cafe nya apa ya pak?" tanya Leon.


"Kalau gak salah Cafe Galaxy Mas," jawab nya.


"Makasih ya Pak, kalau gitu saya permisi!" pamit Leon.


Bersambung.....