My Mother's New Husband

My Mother's New Husband
siapa Denis



sekarang yang mengambil tanggung jawab kantor adalah Denis, Sinta sendiri yang telah menjadi Denis sebagai direktur utama di perusahaan DM.


awalnya banyak mendapatkan pertentangan dari berbagai pihak dengan alasan Denis belum bisa memegang tanggung jawab yang begitu besar.


namun seiring berjalannya waktu Denis bisa membuktikan nya dan mendapatkan persetujuan dari pihak pemegang saham lainnya.


" pak Denis, ada kepentingan apa sampai ke kantor sore hari , bukan kah hari ini anda meminta cuti," ucap Linda yang juga menjadi sekretaris Denis dan juga sahabat masa kecil Denis.


" kau tidak perlu bersikap formal seperti itu, kita ini teman," Denis langsung duduk di kursi kebanggaan nya.


" walaupun kita teman namun kau tetap atasan ku,* Linda sambil mengelus rambut Denis.


" kapan kita bisa memublikasikan hubungan kita? tanya Linda.


" sampai aku bisa menghancurkan hidup Sinta lalu kita bisa pergi dan memulai hidup baru ," Denis dengan tersenyum.


ternyata selama ini Linda dan juga Denis memiliki hubungan terselubung, Denis bertahan dengan Sinta hanya ingin membalas dendam kepada Sinta, entah apa yang membuat Denis menyimpan dendam kepada Sinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" aku mendengar putri nya baru saja pulang dari Amerika," Linda sambil memandang wajah Denis, Denis hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Linda.


" jangan sampai jatuh cinta dengan Nya," ancam Linda dengan bercanda.


namun itu tidak dengan Denis yang hanya diam tak menyauti canda dari Linda, tawa Linda berhenti lalu memandang wajah Denis.


" kenapa,apa ada masalah?


"tidak apa-apa, bagaimana kalau makan malam bersama ," tawar Denis sambil memeluk pinggang ramping milik Linda.


" boleh," balas Linda sambil memeluk badan Denis.


hubungan mereka berdua sudah berjalan sejak duduk di bangku SMA, sampai saat ini Sinta tak tahu bahwa Denis memiliki hubungan di belakang nya.


di kediaman merlila, ia terlihat sedang beraktivitas di dapur, malam ini merlila ingin sekali makan ayam goreng dengan mi samyang, sudah lama sekali merlila tidak makan makan sehat seperti itu.


ingin memesan online namun hari sudah malam, melihat bahan yang lengkap di kulkas, merlila memutuskan untuk masak sendiri, bibik Zhu sempat menawarkan untuk memasak kan namun merlila menolak setidaknya bisa mengisi waktu luang.


" tinggal sentuhan terakhir," merlila menambah kan taburan potongan daun bawang.


setelah selesai merlila langsung membawa nampan berisi makanan ke meja makan, merlila tak lupa melengkapi ritual makam dengan meminum soda.


saat merlila ingin memasukkan mi sesuap, tiba tiba merlila melihat Sinta dan Dion yang baru saja pulang entah kemana mereka pergi, melihat merlila yang makan sendiri di meja makan, Sinta menunda untuk kembali ke kamar dan pergi ke meja makan,Dion hanya mengikuti Sinta dari belakang.


"merlila kau sedang apa," basa basi Sinta.


" seperti yang mama lihat," jawab merlila singkat karena malas basa basi.


" sopan lah sedikit dengan ibu mu," sebenarnya Dion malas menanggapi merlila, namun sikap merlila membuatnya geram.


merlila langsung membanting sumpit yang ia kenakan, merlila beralih menatap Dion dengan tersenyum sambil berkata.


" who are you to talk to me? merlila sambil mengangkat alis memandang rendah Dion, sementara Dion tak bisa menjawab pertanyaan merlila, karena Dion tak mengerti apa yang merlila ucap kan.


" ahhh,aku lupa kau tak bisa bahasa Inggris, terlihat pendidikan mu sangat rendah, ok biar ku beritahu apa yang aku ucapkan, kau siapa berani menceramahi ku,"


darah Dion berdesis kencang mata nya meremang menahan gejolak marah yang menyerang hati nya.


" haisss, mood makan ku menjadi buruk karena kalian," merlila membawa nampan nya berisi makanan ke kamar nya.


Dion menepis tangan Sinta, Dion kali ini benar-benar marah dengan sikap merlila ya kelewatan keterlaluan.


" bagaimana kalau aku memberi mu mobil keluaran terbaru tahun ini sebagai ucapan maaf," tawar Sinta yang langsung membuat kemarahan Dion hilang seketika.


Dion menggegam tangan Sinta erat, lalu menatap lekat mata Sinta, mobil yang selama ini Dion idamkan akhirnya akan tercapai.


" terimakasih sayang," Dion sambil tersenyum.


" tidak masalah," Sinta membalas senyuman manis Dion, akhirnya di akhiri dengan pelukan hangat antara mereka berdua.


pagi sekali merlila telah rapi dengan setelan baju serba hitam dengan kacamata dan juga topi melengkapi penampilan merlila pagi ini.


merlila sudah menunggu Denis di dalam mobil, sudah satu jam lebih sedikit, merlila menunggu Deni namun merlila tak kunjung melihat batang hidung Denis.


" apa jam segini dia masih tidur," decak merlila dengan kesal.


baru saja merlila mencaci Denis, ia melihat Denis dengan baju yang sudah rapi berjalan ke arah mobil mewah nya.


" sebenarnya dia berkeja apa kenapa bisa membeli mobil mewah, ah aku lupa di kan suami ibu, pantas saja bisa membeli mobil mewah," merlila langsung memfoto plat nomor mobil Denis.


dari kejauhan merlila mengikuti mobil Denis, sampai akhirnya mobil Denis belok ke perusahaan milik ayah nya, merlila tak berani Masuk ke kawasan perusahaan takut Denis tahu.


" apa dia berkeja di perusahaan ayah?


merlila melihat para satpam dan karyawan yang memberi perlakuan sepesial dari para karyawan, terlihat seperti seorang berjabatan tinggi.


setelah melihat Denis masuk ke perusahaan, merlila baru berani masuk kawasan perusahaan dan memakir kan mobil nya.


" mohon maaf, hanya karyawan dan orang yang sudah membuat janji yang boleh masuk," hadang satpam saat merlila ingin masuk.


" ini perusahaan ayah ku kenapa aku harus membuat janji untuk masuk," ucap merlila yang di sambut oleh tatapan para satpam.


jengah dengan adegan ini, merlila langsung memperlihatkan kartu identitas nya langsung di muka satpam.


" nih, lihat tuh,"


" Moh maaf atas perlakuan tidak mengenakkan yang anda dapat," ucap mereka serempak sambil menunduk hormat.


" sudah lah,aku hanya ingin bertanya, pria dengan nama Denis apa berkeja di sini," bisik merlila kepada dua satpam itu.


" ohh pak Denis,dia adalah direktur utama perusahaan ini,"


" apa!!! c.. coba ulangi lagi," merlila yang tidak percaya apa yang telinga nya dengar, mungkin saja telinga nya bermasalah.


" pak Denis direktur utama perusahaan DM," dengan begitu jelas.


sekarang benar telinga nya tidak bermasalah,apa yang dia dengar benar, sekarang merlila tahu apa perkejaan Denis yang telah membuat nya penasaran.


kenapa seorang pria asing seperti nya bisa menjadi direktur utama seharusnya merlila lah yang menjabat di posisi direktur.


tangan merlila mengepal kuat, lalu langsung masuk ke dalam perusahaan mencari ruangan kerja Denis untuk meminta penjelasan.


" apa ini semua ibu yang melakukan nya," batin merlila.


" jika ini benar ibu yang melakukan nya, ibu sudah benar membuat ku kecewa,"