
Sedikit bingung ia harus kemana apa mungkin merlila langsung pergi ke atas untuk menghampiri sang ibu, merlila pun memutuskan untuk duduk di sofa terlebih dahulu untuk melepaskan capek yang menyerang badan nya, saat tengah beristirahat merlila mendengar suara ******* pria dan wanita yang begitu kuat.
sontak merlila berdiri dan langsung menatap ke arah tepat di ruang kerja, merlila berjalan mengikuti suara itu semakin merlila mendekat suara itu semakin keras.
tempat sekarang merlila berdiri di depan pintu ruang kerja sang ayah,di sana terdengar suara tawa pria yang begitu ramai dan yang membuat merlila terkejut adalah suara yang sangat ia kenali.
"ibu!!!
dengan tangan gemetar, merlila membuka pintu ruang kerja yang tak terkunci, rasanya ingin sekali merlila menjadi tuli sekejap agar suara menjijikan ini tak terdengar, menjijikan itu lah yang bergemang di telinga merlila.
sedikit merlila mengintip ke dalam untuk memastikan itu memang benar ibu nya, mata merlila di buat syok dengan apa yang ia lihat di dalam.
sang ibu tengah bersenggama dengan pria yang lebih muda dari nya tak hanya satu pria melainkan lima orang pria dengan badan yang setengah telanjang.
marah, kecewa, sedih tercampur menjadi satu sehingga membentuk bom yang siap meledak kan hati merlila hingga berkeping-keping.
" sayang, tolong belikan aku sebuah mobil keluaran terbaru," ucap manja Erik yang juga menjadi simpanan Sinta.
" bisa saja asalkan kau bisa melayani ku dengan baik," balas Sinta dengan mengelus pipi Erik dan di akhiri ciuman bibir yang begitu panas.
semakin di buat marah akan hal yang ibunya perbuat, dengan amarah yang meluap-luap merlila mendobrak pintu sehingga membuat suara yang begitu keras hingga membuat para orang yang di sana tersentak kaget.
tatapan tajam merlila langsung terarah langsung ke Sinta yang penampilan nya masih berantakan, sementara para brondong yang di sana langsung mencaci maki merlila tanpa tahu identitas merlila sesungguhnya.
" dasar wanita sialan, siapa kau berani menggangu saat kami tengah bersenang-senang" maki Erik sambil menunjuk merlila.
Sinta yang melihat kedatangan sang putri di buat tak berkutik, Sinta ingin sekali membela diri namun ia tak kuasa menahan air mata yang mengalir karena melihat kebencian di mata putri yang sangat ia sayangi.
" aku? aisss seperti jika kalian tahu pasti akan terkejut," ucap merlila sambil melipat tangan di dada.
" sepertinya dia pelayan baru yang baru saja mendaftar, tapi kuakui kau sangat cantik," Dion dengan mata genit nya, memandang mesum ke arah merlila.
Sinta yang tak terima mereka merendahkan merlila langsung menyuruh mereka semua untuk diam, Dion terkejut baru kali ini melihat Sinta emosional seperti ini.
" sayang apa yang terjadi pada mu,apa kau sakit? Dion dengan pura pura khawatir.
karena Dion juga seperti brondong pada umumnya yang hanya mengincar harta seorang wanita yang sedang kesepian.
tidak mungkin jika seorang pria muda mencintai seorang wanita yang umurnya sangat berbeda jauh, jika mungkin ada itu hanya satu persen populasi orang di dunia.
" aku tidak apa-apa, menjauh dari ku," ucap Sinta menghempas tangan Dion.
Sinta juga sadar diri, tidak mungkin ada pria muda yang menyukai wanita tua seperti nya, mereka mendekati dirinya hanya karena harta yang Sinta punya.
"kenapa ibu, apa ibu tak mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," ucap merlila dengan penuh penekanan.
kilatan petir terlihat di balik kaca, hujan yang terjadi di luar membuat suasana di dalam ruangan itu semakin dingin, hanya ada suara dentingan jam yang selalu menimbulkan bunyi di setiap detik nya membuat jantung berdetak kencang.
tak hanya alam yang sedang bersedih namun merlila juga sedang menangis, menangis sesuatu hal yang sama sekali tak ingin merlila tahu, andai dia tak pulang ke tanah air mungkin merlila tak akan membenci Sinta sampai saat ini.
tak hanya kepergian sang ayah yang menjadi penyesalan merlila namun juga mengetahui kebenaran sang ibu yang menyimpan brondong di rumah yang memiliki memori bahagia dengan sang ayah.
" merlila, putri ibu," Sinta berjalan mendekati Merlila namun belum sempat Sinta mendekat, merlila lebih dulu menghempas vas bunga yang ada di meja membuat bunyi nyaring.
" jangan mendekat," ucap merlila dengan suara gemetar, baru kali ini merlila berbuat kasar kepada sang ibu.
mau bagaimana saat ini merlila benar benar kecewa kepada Sinta,ibu yang selalu menanamkan sikap Dudi luhur sekarang malah berbuat berbalik dengan apa yang di ajarkan.
" aku ingin kalian keluar semua,aku ingin berbicara dengan ibu ku," perintah merlila namun mereka hanya di sambil saling pandang satu sama lain.
" apa perlu aku ulangi lagi, cepat keluar!!!!
Sinta memberikan aba aba untuk mereka semua keluar, namun tersisa satu orang pria yang berusia sekitar dua puluh lima tahun,. pria itu berbeda dia berpakaian sangat rapi dengan setelan jas memiliki wajah yang tampan dengan tatapan dingin.
" apa kau tak mendengar ucapan ku!!! bentak merlila namun pria itu terlihat acuh tak acuh.
" merlila,dia suami baru ibu namanya Denis," ucap Sinta dengan pelan.
belum selesai dengan kejutan pertama sekarang merlila di buat hancur dengan kejutan yang baru saja ia dengan.
mungkin jika sang ibu bermain dengan brondong merlila akan bisa memaafkan nya namun untuk menikah lagi tanpa Merlila tahun, entah lah apa merlila bisa memaafkan Sinta.
" kenapa, kenapa ibu melakukan ini, Ayah belum meninggal lebih dari sebulan, kenapa ibu bisa menikah lagi apa ayah tak begitu berati bagi ibu!!!! ucap merlila dengan histeris.
Sinta langsung terduduk di lantai sambil menangis keras, seakan Sinta telah gagal untuk menjadi ibu yang baik.
Sinta memang bukan wanita yang baik, walaupun telah menikah ia dengan santai bermain dengan pria di depan suami nya sendiri, semenjak kepergian sang suami tercinta hati Sinta begitu kosong walaupun sudah menikah lagi.
rasa nya hari yang ia lalui sangat berat, sementara Denis hanya menatap dingin melihat pertengkaran antara anak dan ibu, Denis terpaksa menikah dengan Sinta karena sang ayah tidak bisa melunasi hutang yang begitu besar kepada ayah, Denis juga tak perduli jika Sinta bermain di belakang nya karena memang pernikahan ini tidak di dasar kan dengan cinta.
Denis juga menatap dingin saat Sinta bermain ruang dengan pria lain, karena bagi Denis hidup nya telah hancur setelah menikah dengan Sinta.
" maaf kan ibu merlila," tangis Sinta begitu memilukan untuk di dengar.
" itu bukan hal yang ingin aku dengan,aku meminta penjelasan!!!