
"tapi tenang saja setelah aku bosan,aku akan melepaskan mu, bagaimana," ujar Sinta dengan tawa nya.
"baiklah hari juga semakin siang, sampai jumpa lagi," Sinta meninggalkan Denis yang masih berlutut.
melihat Sinta yang sudah pergi, Denis langsung membanting semua barang yang Denis temukan, semua dokumen tercecer kema mana membuat ruangan yang tadi nya bersih menjadi berantakan.
" aku akan membalas mu suatu saat nanti,"
mendengar dering hp, Denis langsung merogoh hp yang berada di saku celana nya,di sana tertulis nama seseorang yang sangat ia tunggu, Denis langsung mengangkat panggilan suara itu.
" bagaimana dengan tugas yang ku berikan,"ujar Denis dengan seseorang yang berada di balik panggilan suara itu.
"tenang aku sudah menyelesaikan tugas yang kau berikan,besok temui aku di tempat yang biasa kita bertemu," ucap seseorang di balik panggilan suara itu.
"baik,"
panggilan suara pun berakhir, Denis memainkan hp yang berada di genggaman nya, senyum manis terbit di bibir Denis, entah tugas apa yang Denis berikan kepada seseorang di balik panggilan suara itu.
terlihat merlila yang sedang berbaring manja di sofa ruang keluarga, sambil berbaring manja merlila memakai kan kutek ke kuku nya.
awalnya merlila ingin pergi ke salon namun karena malas merlila memutuskan untuk memakai kutek sendiri, cuaca di luar juga tak menentu kadang panas kadang hujan.
" oohh,aku benar benar sudah bosan di rumah," keluar yang masih tetap fokus dengan kutek nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"non,ini buah yang anda minta,"bibik Zhu menyodorkan piring yang berisi buah, akhir akhir ini merlila sering makan buah karena sedang diet, saat pulang dari Amerika berat badan merlila bertambah, walaupun body merlila sudah sangat bagus namun merlila merasa akhir akhir ini badan merlila menjadi berat sehingga malas beraktivitas.
merlila langsung menyuruh bibik Zhu untuk menemani nya duduk dan berbincang bincang sambil menikmati buah.
" bibik Zhu, bosan banget di rumah,"keluh merlila bermanja-manja dengan bibik Zhu
dari kecil bibik Zhu juga ikut mengasuh merlila, saat merlila di marahin oleh Sinta, bibik Zhu lah yang akan menghibur nya sampai merlila bisa tertawa kembali, tidak heran merlila begitu lengket dengan bibik Zhu.
bibik Zhu sudah sangat lama berkeja di sini,bibik Zhu tidak memiliki suami atau pun anak,maka Dari itu bibik Zhu sangat menyayangi merlila karena sudah dianggap seperti anak.
"bagaimana kalau nanti malam kau pergi ke pasar malam,bibik dengar dekat sini ada pasar malam yang baru buka," saran bibik Zhu langsung di sambut antusias oleh merlila.
" bibik juga akan ikut kan? merlila menatap wajah bibik Zhu berharap bibik Zhu mau.
"maaf non, nanti malam bibik enggak bisa ikut,tapi nona bisa ngajak nyonya untuk ke pasar malam bersama," bibik Zhu mencoba membuka suasana di Antara merlila dan Sinta, hubungan mereka berdua semakin hari semakin merenggang, bahkan untuk saling menyapa satu sama lain sangat susah.
merlila juga tak mau menanyakan kabar Sinta bahkan merlila terkesan tidak perduli, walaupun begitu Sinta tetap sabar untuk menunggu maaf dari merlila.
" hah,aku bisa pergi sendiri," merlila mengalihkan pandangan ke telivisi.
bibik Zhu tahu kalau merlila sedang marah, bibik Zhu sudah sangat faham begitu sikap merlila mulai dari senang sampai sedih nya merlila, hanya orang terdekat yang bisa mengetahui nya, merlila hanya memiliki satu ekspresi yaitu datar, mau sedih sampai marah merlila hanya menampilkan wajah ekspresi datar untuk menyembunyikan kesedihannya.
merlila tidak ingin seorang pun tahu tentang kesedihan nya walaupun bayangan nya sendiri, biarkan lah dirinya sendiri yang menanggung nya.
" entah lah bibik, hati ku rasa nya sangat sakit,"lirik merlila.
" bibik tahu,tapi sebisa mungkin terima lah keadaan saat ini, memang sulit tapi seiring berjalannya waktu pasti kau bisa," bibik Zhu sambil mengelus rambut merlila.
merlila diam sejenak mencerna perkataan dari bibik Zhu, perkataan bibik Zhu terasa menusuk hati nya, sesakit apa hati merlila juga tidak tahu.
"nyonya memang salah karena tidak memberi tahu mu dari awal namun, tapi semua sudah terjadi dan tidak bisa di ubah, jalanin hidup mu seperti dulu, merlila yang bahagia dan ceria," ujar bibik Zhu dengan tersenyum.
mata merlila memandang lekat wajah bibik Zhu yang tersenyum, memang benar apa yang bibik Zhu ucapkan, sekarang kebahagiaan merlila ada di tangan nya.
memang benar keadaan saat ini merlila tidak bisa merubah namun hari esok masih ada kesempatan untuk merubah nya.
merlila langsung beralih memeluk tumbuh bibik Zhu,rasa nya hangat, merlila rindu akan pelukan seorang ibu yang tidak bisa ia dapat kan lagi.
merlila pergi mencari sang ibu yang biasanya ada di ruang kerja,yang biasanya merlila langsung masuk, sekali merlila mengetuk pintu terlebih dahulu dan menunggu perintah di persilahkan masuk.
"masuk!!!
merlila masuk dan menutup pintu pelan, merlila melihat sang ibu yang masih fokus dengan laptop nya tanpa Sinta tahu bahwa yang datang adalah merlila.
" ibu," panggil merlila pelan.
Sinta menghentikan perkejaan nya, menatap sang putri yang berdiri di hadapannya sekarang,yang biasanya merlila langsung menggebrak Pintu, merlila sekarang mengetuk pintu terlebih dahulu.
" merlila,"lirih Sinta sambil menghampiri merlila.
" merlila,apa yang kau perlukan nak," ucap Sinta dari kejauhan yang tidak berani mendekat karena takut merlila Akan marah.
melihat jarak antara sang ibu masih jauh, merlila lebih mendekatkan diri nya ke Sinta membuat jarak mereka sekarang menjadi dekat.
merlila mengawali pembicaraan dengan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan, menetralkan detak jantung yang berdegup kencang, padahal hanya berbicara dengan sang ibu mengapa harus gugup seperti ini.
"ibu,kata bibik Zhu ada pasar malam yang baru buka, bagaimana kalau kita pergi ke sana bersama," ujar merlila dengan pelan namun bisa di dengar jelas oleh telinga Sinta.
Sinta diam sejenak mencerna ucapan dari sang putri, Sinta tak menyangka akan apa yang di ucapkan dari mulut merlila.
"kenapa ibu,apa ibu sibuk, kalau sedang sibuk merlila bisa pergi sendiri kok," ucap merlila dengan cepat.
" kata siapa ibu sibuk, nanti malam ibu ada waktu luang kok,"ucap Sinta tak kalah cepat.
mendengar jawaban dari sang ibu, merlila langsung menggegam tangan Sinta kuat, terlihat merlila begitu senang sudah lama sekali merlila tidak pergi ke pasar malam.
" nanti malam jam tujuh berangkat, ok" ujar merlila dengan begitu bersemangat.
" ok, nanti malam kita ke pasar malam," Sinta sambil mengelus pipi merlila.