My Mother's New Husband

My Mother's New Husband
teryata



merlila menatap ke mata pria yang terlihat begitu dingin, rasanya malu jika merlila ketahuan memata matai Denis.


"seharusnya jika ingin bersembunyi jangan berada di depan kaca," ucap Denis sambil mengangkat dagu menunjuk kaca besar yang ada di belakang merlila.


merlila baru sadar bahwa ada kaca di sana, ahh kenapa merlila bisa melakukan hal sebodoh ini.


" ini tempat umum, suka suka aku dong mau ngapain," ucap merlila sewot.


" memang, tapi seperti nya kau memotret ku," Denis sambil mengangkat alis.


"cih, jangan terlalu percaya diri," merlila berangsur menatap serius ke arah Denis.


" tapi siapa wanita itu,apa kau berselingkuh dari ibu? jika kau berani menyakiti ibuku,akan ku pastikan kau tak akan melihat indahnya senja," merlila menarik dasi Denis membuat wajah mereka berdua begitu dekat bahkan mereka berdua bisa merasakan nafas satu Sama lain.


" kau terlalu mudah untuk mengetahui hal ini," Denis sambil merapikan kembali dasi nya.


Denis langsung pergi menuju tokoh cincin, meninggalkan merlila yang menatap jengkel ke punggung Denis yang menjauh,


" bajingan sialan,"merlila mengepal tangan kuat.


...****************...


sesampai nya di rumah merlila langsung mencari Sinta yang selalu berkeja di ruang kerja, sesampai nya di sana merlila melihat sang ibu yang tengah meeting online, semenjak kematian sang suami, Sinta lebih sering berkeja dari rumah, untuk urusan kantor Sinta sudah menyerahkan kepada orang yang ia percaya.


"merlila?


" apa ibu tahu apa yang barusan aku lihat,"berjalan cepat ke meja Sinta.


" memang apa yang baru kau lihat," Sinta mengangkat alis, bingung dengan sikap merlila.


merlila merogoh hp yang ada di tas nya, lalu memperlihatkan foto Denis bersama wanita lain di tokoh cincin berlian, sebenarnya jarak wanita itu dengan Denis tak sedekat yang ada di foto, merlila memanggil mengambil Angel dari samping membuat mereka terlihat sangat dekat, merlila Akan sangat senang jika Sinta mau menceraikan Denis.


" ibu lihat, pria bajingan ini bersama wanita lain di toko berlian," merlila menyerahkan hp nya agar Sinta bisa melihat dengan teliti.


" CK,aku sudah menduga kelakuan bajingan itu dari awal," merlila memanas manasi Sinta agar terbakar api cemburu.


namun kejadian berikutnya tidak sama dengan yang merlila fikir kan, Sinta malah tertawa kecil sambil mengembalikan hp merlila.


" why are you laughing," merlila dengan bingung nya, apa mungkin ibunya sudah gila, itu yang terlintas pertama di fikiran merlila.


Sinta bangkit dari duduk kemudian menghampiri merlila yang sedang bingung, Sinta menangkup pipi merlila sambil berkata.


" merlila sayang, wanita yang bersama Denis bukan lah selingkuhan nya melainkan adik bungsu Denis," jelas Sinta sambil mengelus rambut merlila.


"What!!!


" ibu juga sedih kau memanggil Denis dengan sebutan tidak baik, Denis adalah pria baik yang memiliki sikap dan watak yang sempurna, sekarang dia adalah ayah mu panggil dia ayah,ibu mohon," Sinta sambil menatap dalam mata merlila.


merlila tersenyum hambar menatap sang ibu yang telah membuat nya kecewa, merlila tidak percaya Sinta menyuruh nya untuk memanggil pria yang sama sekali tidak merlila kenal dengan sebutan ayah.


" tapi seperti nya merlila akan membuat ibu kecewa dengan jawaban merlila, sampai kapan pun bahkan sampai mati,ayah merlila tetap satu yaitu David Martinez," merlila menekan kata katanya.


" ibu tenang saja, merlila tidak akan menggangu hobi baru ibu yang mengoleksi pria muda," merlila memberikan senyuman manis sebelum pergi meninggalkan Sinta.


" merlila sampai kapan kau bisa memaafkan ibu nak,"


" sepertinya aku tidak belanja sebanyak ini, kenapa sekarang menjadi banyak," merlila melihat tumpukan paper bag yang semua itu belanja merlila.


merlila mulai menurunkan satu per satu belanjaan nya, dengan susah payah merlila membawa semua belanjaan nya tanpa bantuan seseorang.


" kalau tahu bakal jadi repot, harus aku membawa pelayan,"


saat ingin naik tangga menuju kamar nya merlila tak sengaja menabrak tumbuh kekar seseorang hingga membuat tumbuh merlila kehilangan keseimbangan, namun dengan sigap tangan seorang itu memeluk pinggang ramping milik merlila.


" awas," Denis langsung menarik pinggang merlila agar bisa seimbang.


" kau lagi pria bajingan, kenapa kau selalu menggangguku,apa kau tidak memiliki perkejaan lain, lihat semua belanjaan Ku menjadi berantakan," marah merlila kepada Denis.


" itu salah mu kenapa membawa barang sebanyak ini,kau tak menggunakan lift," ucap Denis tak memperdulikan cacian yang di semburkan oleh merlila.


merlila langsung teringat bahwa rumah ini memiliki lift, apa tinggal di Amerika membuat ingatan nya bermasalah, merlila langsung mengalihkan wajahnya ke arah lain saat ini dia benar benar sangat malu.


" dan lagi,nama ku Denis bukan pria bajingan," bisik Denis di telinga merlila.


merlila sedikit meringis merasakan hembusan nafas Denis yang berhembus di leher nya, setelah mengatakan itu Denis langsung pergi meninggalkan merlila dengan barang yang berantakan.


merlila sedikit bingung melihat penampilan Denis yang begitu rapi seperti seorang yang berkeja di kantor.


" dia berkeja apa , kenapa pakaian nya begitu rapi, tidak mungkin jika dia orang kaya mau menikah dengan ibu, pasti ada sesuatu di belakang ku,"


" besok saat dia pergi aku akan mengikuti nya," merlila sambil melihat punggung Denis yang telah hilang di balik pintu besar.


DM perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, seluruh pembangunan yang di pegang oleh DM selalu menjadi topik pembicaraan hangat karena model yang selalu memuaskan.


saham yang dimiliki oleh perusahaan DM selalu meningkatkan setiap tahun nya, perusahaan ini di bangun oleh keluarga Martinez dan di beri nama DM dari singkatan David Martinez.


" selamat sore pak Denis," sapa para karyawan yang berpapasan dengan Denis di koridor.


sekarang yang mengambil tanggung jawab kantor adalah Denis, Sinta sendiri yang telah menjadi Denis sebagai direktur utama di perusahaan DM.


awalnya banyak mendapatkan pertentangan dari berbagai pihak dengan alasan Denis belum bisa memegang tanggung jawab yang begitu besar.


namun seiring berjalannya waktu Denis bisa membuktikan nya dan mendapatkan persetujuan dari pihak pemegang saham lainnya.


" pak Denis, ada kepentingan apa sampai ke kantor sore hari , bukan kah hari ini anda meminta cuti," ucap Linda yang juga menjadi sekretaris Denis dan juga sahabat masa kecil Denis.


" kau tidak perlu bersikap formal seperti itu, kita ini teman," Denis langsung duduk di kursi kebanggaan nya.


" walaupun kita teman namun kau tetap atasan ku,* Linda sambil mengelus rambut Denis.


" kapan kita bisa memublikasikan hubungan kita? tanya Linda.


" sampai aku bisa menghancurkan hidup Sinta lalu kita bisa pergi dan memulai hidup baru ," Denis dengan tersenyum.


ternyata selama ini Linda dan juga Denis memiliki hubungan terselubung, Denis bertahan dengan Sinta hanya ingin membalas dendam kepada Sinta, entah apa yang membuat Denis menyimpan dendam kepada Sinta.